Bab 16

Rupanya Yoga sengaja menjatuhkan pedang, dia sudah merencanakannya bersama dengan Raka dan Sena. Mereka bertiga ingin menaikkan level mereka, dengan mengorbankan nyawa-nyawa teman mereka sendiri.

"Kita harus melawan!" Raka memberikan sebuah instruksi.

"Melawan? Tapi jumlah mereka sangat banyak sekali!" Amel sangat keberatan. Dia tidak memiliki nyali untuk melawan zombie-zombie yang ada disana.

Raka tidak mendengarkan protes dari Amel. Dia segera mengayunkan pedang untuk melawan zombie-zombie yang ada di dekatnya.

Aarrggkkhh!

Aarrggkkhh!

Segerombolan zombie menyerang mereka semua dengan membabi buta, mereka meraung-raung kelaparan. Tapi ketiga belas orang yang ada disana tidak akan pernah menyerah. Mereka masih ingin bertahan hidup, walaupun sebenarnya mereka sangat ketakutan.

Tidak ada pilihan lain, semua orang yang ada disana harus melawan para zombie tersebut dengan masing-masing senjata yang mereka miliki.

Sreeett!

Sreeett!

Sreeett!

Dengan sekuat tenaga yang Raka miliki, dia melawan zombie-zombie yang ada disekitarnya. Diikuti dengan yang lainnya dengan senjata masing-masing yang mereka miliki.

Walaupun Liondra adalah seorang wanita, tapi dia harus berani walaupun sebenarnya dia sangat ketakutan. Liondra memiliki level 3, sehingga dia memiliki senjata sebuah pipa besi.

Liondra beberapa kali melayangkan pukulan dengan sekuat tenaga.

Buuukkk!

Buuukkk!

Buuukkk!

Sampai kepala zombie tersebut pecah.

Namun, rupanya tak segampang yang dibayangkan. Mereka sangat kewalahan sekali. Hanya Raka satu-satunya orang yang berhasil naik level.

[Raka, kamu sudah berhasil membunuh 30 zombie. Selamat kamu sudah naik ke level 7.]

Sehingga pedang yang dimiliki oleh Raka berubah menjadi pistol.

Raka tersenyum puas, akhirnya dia telah naik level. Dia segera menembak zombie-zombie yang sedang berusaha untuk menyerangnya.

Zdor!

Zdor!

Zdor!

Sementara Amel dan Maudy, mereka memilih untuk bersembunyi di dalam mobil. Mereka tidak memiliki nyali untuk melawan zombie-zombie yang sangat menyeramkan itu.

Amel berhasil masuk ke dalam mobil, akan tetapi ada zombie yang menyerang Maudy, saat Maudy sedang membuka pintu.

"Aaahh Amel tolong aku!" Maudy menjerit-jerit kesakitan. Karena ada dua zombie yang sedang mengigit kakinya. Sementara zombie yang lainnya mengigit bagian perut Maudy.

"Aaaaahhhh!" Amel ikut menjerit, dia semakin panik ketika melihat ada zombie yang masuk ke dalam mobil untuk menyerang dirinya.

Aarrggkkhh!

Aarrggkkhh!

"Enyah kau sialan!" Amel menendang-nendang kepala zombie yang sedang berusaha untuk masuk ke dalam mobil.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Beruntung, Amel berhasil membuka pintu mobil, dia segera keluar dari mobil tersebut. Akan tetapi rupanya di luar sana banyak sekali zombie yang siap untuk menyantapnya.

"Aaaaahhhh!" Amel menjerit kembali. Dia ingin melarikan diri, tapi sayangnya dia telah dikepung oleh puluhan zombie.

Sampai tubuh Amel ambruk ke aspal, dia menjerit-jerit kesakitan. Banyak zombie yang saling bertumpang tindih mengerumuni tubuh Amel. Mereka mencabik-cabik tubuh Amel menjadi beberapa bagian dan memakannya dengan brutal.

...****************...

"Aaaaahhhh! Aaaaahhhh!" Hilman menjerit kesakitan ketika ada satu zombie berhasil mengigit kakinya. Diikuti dengan zombie yang lainnya menyerang Hilman secara membabi buta.

Aarrggkkhh!

Aarrggkkhh!

Aarrggkkhh!

Bahkan ada zombie yang berhasil mengigit jari telunjuknya Hilman sampai terputus.

Tidak ada yang bisa menolong mereka yang sedang diserang oleh zombie, karena semua orang yang ada disana fokus untuk bisa melindungi dirinya sendiri dari serangan zombie.

"Shittt! Rupanya susah sekali melawan mereka. Aku rasa lebih baik kita harus melarikan diri." Yoga nampak kewalahan sekali. Dia baru saja mengalahkan 10 zombie, belum bisa membuatnya untuk bisa naik level.

Raka merasa ucapan Yoga memang ada benarnya. Dia sangat kewalahan dengan jumlah zombie yang bertambah semakin banyak. Dia tidak ingin mati konyol.

Raka sangat merasa frustasi karena banyak sekali zombie yang ada disana, mereka tidak akan mudah melarikan diri, zombie-zombie tersebut pasti akan mengejarnya.

Raka memperhatikan Hilman, Amel, dan Maudy yang sedang dikerumuni oleh banyak zombie. Hal tersebut membuat dia menyadari, rupanya walaupun zombie tidak bisa melihat pada malam hari, tapi indra penciuman mereka sangat tajam terhadap darah.

Mumpung semua perhatian orang-orang yang ada disana terpecah, mereka fokus untuk melawan zombie yang sedang menyerang. Sehingga Raka berinisiatif untuk membuat perhatian zombie-zombie yang ada disana fokus pada satu titik, yaitu darah.

Raka merebut pedang yang dimiliki oleh Yoga, dia berjalan mendekati Ardi yang sedang melawan zombie.

Sreeett!

Raka melukai punggungnya Ardi.

"Shhh..." Ardi meringis, dia segera membalikkan badannya.

"Ra-Raka kau..." Ardi tidak melanjutkan perkataannya, karena dia sangat kesakitan sekali. Bahkan banyak zombie-zombie berlarian ke arahnya.

Raka segera berlari, dia memberikan instruksi kepada orang-orang yang masih selamat. "Ayo cepat kita lari!"

Raka memang membutuhkan mereka, untuk dijadikan tumbal selanjutnya.

...****************...

Aarrggkkhh!

Aarrggkkhh!

Aarrggkkhh!

Darah segar yang mengalir di punggung Ardi, telah berhasil mengundang banyak zombie untuk menyerangnya. Sehingga zombie-zombie tersebut berkerumun, saling berebutan santapan mereka.

Raka, Liondra, Yoga, Sena, Riska, Gina, Farhan, Amir dan Beni, kesembilan orang tersebut segera berlarian menuju mini market. Mereka berlari dengan sekencang mungkin, mengerahkan seluruh tenaga yang mereka miliki.

Zdor!

Zdor!

Zdor!

Raka menembak zombie-zombie yang mencoba untuk menghadangnya. Begitu pula dengan yang lainnya, mereka harus membunuh zombie yang berusaha untuk menghadang dari depan dengan senjata yang mereka miliki.

Buuukk!

Tapi Gina terjatuh, dia sedang berpegang tangan dengan Liondra.

"Ayo cepat, Gina!" Liondra berusaha untuk membantu Gina untuk berdiri. Tapi sayangnya kaki Gina telah terkilir, membuat dia kesulitan untuk berdiri.

Aaarggkkhh!

Aarrggkkhh!

Sementara banyak sekali zombie yang berlarian mengejar mereka, jarak mereka semakin mendekat.

"Tolong aku, Liondra. Jangan tinggalkan aku!" Gina memohon kepada Liondra sambil menangis, dia memegang erat tangan sahabatnya itu.

Terpopuler

Comments

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

jahat bngt si Raka..g nolong gpp tp malah sengaja menjadikan umpan..mulai dr dion

2024-10-04

0

Muh. Yahya Adiputra

Muh. Yahya Adiputra

Raka benar benar orang yg sangat buruk dan berhati iblis.karena dua tdk segan untuk menjadikan teman mereka sendiri tumbal asalkan dia bisa selamat🙄🙄🙄

2024-06-24

0

Muh. Yahya Adiputra

Muh. Yahya Adiputra

astaghfirullah...kan... ternyata yoga sengaja melakukan hal itu.kalian benar benar jahat sekali😡😡😡
semoga saja kalian yg akan menjadi santapan dari zombie lapar itu😬😬😬

2024-06-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!