Eps 17

Satu bulan sudah Farhana menguji kesabaran Adnan.Tenryata Adnan sama sekali tak menanyakan tentang jawaban Farhana tentang mau tidaknya Farhana menikah dengannya.

Sekarang sudah jelas bahwa Adnan memang sangatlah penyabar.

Di kosan Adnan selalu menghafal Al Qur'an tanpa henti juga sekarang mulai bekerja di perpustakaan Alexandria.

Disana Adnan mendapat banyak kenalan dosen dan juga mahasiswa.

Adnan ternyata banyak memiliki Fans dari kalangan mahasiswi.

Farhana yang mengetahuinya sedikit kesal kalau calon suaminya itu dikerumuni mahasiswi.Namun Adnan selalu berusaha menghindar dari kerumunan mahasiswi yang tidak bercadar.

Saat Farhana di perpustakaan Farhana menatap tajam ke arah Adnan.Namun Adnan sudah paham bahasa kecemburuan wanita.

Setelah usai perkuliahan,Adnan pun segera mengirim pesan kepada Farhana kalau dirinya ingin bertemu.

Setelah melihat pesan dari Farhana bahwa Farhana bisa diajak bertemu.Maka Adanan pun bergegas pulang.

Mereka janjian di Khan Al Khalili ada taman yang indah dekat sana dan sekalian makan bersama.

Dan hari ini Farhana memakai gamis yang berwarna sage agar menjadi pembeda diantara gadis yang memakai cadar hitam sepanjang jalan.

Seusai kuliah Hana segera memesan taxi untuk segera ke Khan Al Khalili atau pasar Kairo.

Ternyata Adnan sudah sampai duluan di sana menunggu Farhana.Dan melambaikan tangan sembari tersenyum penuh keteduhan.

"Assalamu'alaikum gus"Ucap Farhana

"wa'alaikum salam neng Hana"Ucap Adnan

"ini sudah aku pesanin khusus buat kamu.Karena pasti kamu susah makan makanan Mesir kan?"Tanya Adnan

"iya bener gus.Tapi dari mana gus tau?"Tanya Farhana

"ya kalau cinta pastinya cari tau semua kesukaan orang yang dicintai"Ucap Adnan

Deg

Deg

Deg

Jantung Farhana berdegub kencang serasa mau copot.Semakin kesini Adnan makin menampakkan kata kata romantisnya.Membuat Farhana begitu malu mendengar ucapan Adnan.

Farhana pun duduk degan jarak agak jauh dan berbeda bangku.Farhana terus menunduk tak berani melihat Adnan.

Adnan begitu senang melihat reaksi malu Farhana yang jarang ia lihat sedari dulu.

Karena di masa kecil Farhana selalu membulinya karena gendut dan jelek.Sekarang Farhana lah yang takluk oleh Adnan yang putih, Tampan, tinggi dan mapan.Sopan perangainya dan sangan menjaga pandangannya.

"Neng apa sekarang sudah boleh tau jawaban neng Hana"Ucap Adnan tersenyum

"gus ..bismillah Hana mau menerima lamaran Gus Adnan"Ucap Farhana melihat ke arah manik Adnan

"hiks..Alhamdulillah neng Hana.Terimakasih engkau bersedia menjadi istriku"Ucap Adnan terharu

Riyadoh (tirakat/ibadah mempeng) nya selama ini tak sia sia.Doa yang selalu bergema setiap malam kini terkabulkan melalui ucapan persetujuan Farhana.

"kapan gus Adnan ajak keluarga semuanya ke khitbah Farhana?"Tanya Farhana dengan penuh keseriusan

"secepatnya neng Hana"Ucap Adnan dengan wajah sumringah

"tapi sebelumnya Hana boleh mengajukan syarat pra nikah kan?"Tanya Farhana

"iya boleh neng katakan saja"Ucap Adnan

"pertama Hana gak mau cepet cepet punya momongan.Hana pengen nyelesain kuliah.Kedua Hana gak mau kalau Hana harus di rumah terus tanpa kerja apapun.Ketiga Hana mau kalau nikah maharnya jangan uang.Tapi diganti mahar bacaan surah At Taubah.Terus Hana nggak mau tinggal serumah sama mertua maupun orang tua Hana.Hana pengen dikontrakan kos kosan .Pokoknya harus misah.Udah itu aja.Lainnya Hana bakal nurut sama gus Adnan"Ucap Farhana panjang lebar

"udah semuanya kan syarat dari neng Hana"Ucap Adnan

"udah kok gus.Sekarang gus mau tambahan syarat apa buat Hana"Ucap Farhana

"Kalau bisa neng Hana kemana mana harus tanya aku dulu.Terus setelah nikah gak boleh bantah apapun perintah aku buat neng.Kalau kemaksiatan baru neng bantah.Terus kalau bisa neng Hana nikahnya nanti kita di masjid besar Kairo ya.Neng Hana mau kan?"Tanya Adnan

"mau kok Hana.Asalkan sama gus"Ucap Hana melihat ke arah lain"Ucap Farhana

"kalau acara khitbah kelamaan nggak atau kangsung nikah aja"Ucap Adnan

"hmm khitbah dong biar semua temen Hana tau.Tapi kalo nikah di Kairo ribet gak sih gus.Apa nggak di Indo aja ya"Ucap Hana

"nggak ribet kok neng.Kan kita cuman ijab qobulnya secara sederhana dan punya buku nikah.Setelahnya baru resepsinya di Indonesia.Gimana menurut neng Hana?"Tanya Adnan

"hmm ntar kita bahas lewat chat ya gus"Ucap Farhana

"oke neng Hana"Ucap Adnan singkat

Setelahnya Farhana pamit kembali ke asrama dan memesan taxi untuk pulang.

Mereka tidak satu taxi karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan bila bersentuhan dan lain lain.

Tak lama kemudian Farhana sampai di asrama dan segera melepas cadarnya saat sampai di dalam kamar.

"Assalamu'alaikum"Ucap Farhana

"Wa'alaikum salam.Neng gimana ketemuannya ceritain dong"Ucap Fariha

"iya tteh Hana abdi teh kepo"Ucap Erni

"jadi ceritanya gini.Tadi aku diajak ketemuan sama gus Adnan.Dan aku memberikan jawaban mau enggaknya nikah sama dia.Aku udah memutuskan lewat istikharah panjang kalau aku mau nikah sama gus Adnan"Ucap Farhana

"alhamdulillah ya Allah"Ucap Fariha dan Erni bersamaan

Mereka semua bersyukur karena Farhana akan segera menikah dengan Adnan.Mereka kini tak lagi khawatir kalau Farhana keluar malam sendirian.

Dan tak perlu kemana mana mengajak dua sahabatnya.Kini mereka telah rela melepaskam temannya ke pelukan Adnan.

Adnan yang akan kembali ke kosan pun segera memesan taxi untuk pulang.

Dan kebetulan sahabatnya Habib Nasheem pun ia jumpai di Khan Al Khalili.Sedang membeli beberapa keperluan pokok untuk beberapa bulan ke depan.

"eh Assalamu'alaikum bin Nasheem"Ucap Adnan dari jauh

"wa'alaikum salam.Masyaallah ini Adnan putfa Kyai Faris itu kan ya"Ucap Nasheem dengan muka sedikit masam karena agak lelah setelah kejadian peringkusan Husain

"iya bener bib Nasheem.Lah habib kuliah di Alexandria juga ya?"Tanya Adnan

"iya bener Adnan.Ana kuliah di sana"Ucap Nasheem

"eh calon istri saya juga kuliah di sana lo"Ucap Adnan tersenyum

"iya kah wah kapan nikahnya nih?"Tanya Nasheem

"secepatnya insyaallah bib.Ntar pas lamaran ikutan ya bib"Ucap Adnan

"siap siap buat sahabat apa sih yang enggak"Ucap Nasheem

Mereka dahulu kebetulan pernah satu pondok saat menuntut ilmu di pesantren Gontor Ponorogo.

Mereka mondok disana satu kamar selama 5 tahun lamanya.Ketika itu mereka masih smp.Mereka mondok dari lulus sd sampai akan kuliah.

Dunia memang sempit Farhana berada diantara dua laki laki yang saling bersahabat sudah lama.

Nasheem tidak tahu bahwa gadis yang ia suka ternyata adalah calon istri sahabatnya sendiri

*

*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!