Setelah seminggu di asrama dekat kampus Al Azhar kini tiba waktunya pindahan menuju ke Asrama yang berada di dekat Alexandria.
Semua mahasiswi mengenakan cadar.Namun setelah berada di rumah atau jauh dari para laki laki baru boleh di lepas.
Farhana begitu menikmati suasana di dalam kampus kebanggaannya.
Dari kejauhan ada seorang laki laki yang memandang Farhana walau dari matanya saja Farhana mampu memikat hati laki laki itu.
"Nasheem kamu jangan gadhul bashar begitu"Ucap Muddha teman Nasheem
"memang dia cantik dan mancung sekali walau sepertinya bukan gadis arab.Dia mungkin gadis Melayu"Ucap Nasheem
"ayo ke perpustakaan saja Nasheem"Ucap Muddha
"baiklah"Ucap Nasheem
Mereka pun segera menuju ke perpustakaan dan segera meminta formulir untuk pemilihan jurusan.
"'Afwan bolehkah saya meminta formulir untuk mengambil jurusan pilihan saya?"Tanya Nasheem
"ini silahkan ambil bila selesai mengisi berikan pada saya"Ucap petugas perpustakaan
Di tempat yang agak jauh Farhana dan Fariha pun juga mengisi formulir pemilihan jurusan.
Farhana begitu bingung memilih jurusan apa.Namun dirinya begitu menginginkan jurusan kedokteran walau jurusannya bisnis.Tapi mungkinkah bisa.Farhana mencentang kedokteran namun beberapa menit kemudian berubah ke jurusan lain.
Dan pilihan Farhana jurusan Hukum dan Sains dengan tekat yang bulat Farhana memilih jurusan Hukum dan Sains agar menambah keilmuannya.
Sedangkan Fariha memilih jurusan pertanian.Alasannya agar Fariha mampu mensejahterakan petani di Indonesia.Karena bapak dan ibu nya tak lain hanyalah seorang petani.
Farhana begitu terkesan dengan kegigihan Fariha yang ingin memajukan pertanian Indonesia.
"Masyaallah Fariha kamu punya gagasan sehebat itu.Aku kagum sama kamu yang mau mensukseskan petani Indonesia.Salut dehh.."Ucap Farhana sembari memeluk Fariha
"hmm neng Hana juga hebat loh ambil hukum.Saya nggak se kendel (berani) itu.Semangat pokoknya membanggakan Indonesia memiliki pelajar seperti kita"Ucap Fariha
Di kejauhan Nasheem dan Muddha masih kebingungan memilih jurusan al hasil mereka berdua memilih ilmu sosial.
"ya Nasheem kamu memilih jurusan seperti ku.Ganti saja sana"Ucap Muddha sedikit kesal
"aku hanya ingin bersama mu sahabat karibku"Ucap Nasheem dengan ekspresi menyanjung yang di buat buat
"kumpulkan sana"Ucap Muddha
"na'am akhi"Ucap Nasheem
Nasheem pun segera mengumpulkannya ke petugas perpustakaan Alexandria.Dan berjumpa dengan Farhana yang juga kebetulan mengumpulkannya.
Bugh..!
Tubuh Nasheem tak sengaja menyenggol tubuh kurus Farhana alhasil membuat Fariha jatuh.
"Ya Allah"Ucap Farhana kesal
"afwan ya ukhti aku tak sengaja"Ucap Nasheem mendekat memberikan uluran tangan
"la.. don't touch me not mahram"Ucap Farhana melarang Nasheem mendekatinya
"oh sorry"Ucap Nasheem menjauh dan segera mengumpulkan formulir
"Kalian segera kumpulkanlah kemari aku mau pergi dari perpustakaan"Ucap petugas perpustakaan datar
"okey miss I'm Sorry"Ucap Farhana
"okey no problem sis"Ucap pegawai perpustakaan
Mereka segera kembali ke tempat duduk mereka.Masing masing dari mereka merasa canggung setelah kejadian tadi.
Mereka selalu bercakap dengan dua bahasa yaitu inggris dan arab namun juga kadang bisa memakai bahasa melayu karena banyak pelajar Melayu yang berkuliah di Mesir.
Jadi para mahasiswa sedikit sedikit memahami bahasa orang melayu.Dan mata kuliah bahasa melayu hampir dimasukkan ke dalam universitas Alexandria namun masih melalui berbagai seleksi kesastraan.
Setelah mengisi formulir Farhana dan Fariha pun segera menuju ke asrama marwah yang di khususkan untuk mahasiswi.
"Assalamu'alaikum"ucap Fariha sembari membuka pintu dengan akses kartu
"wa'alaikum salam ayuk teteh Fariha sini ada nasi goreng ala Erni ayuk teh di icip"Ucap Erni dari Jawa Barat yang satu asrama dari pondok yang berbeda
"eh iya ukhti erni makasih ana mandi dulu deh biar makin enak nasgor nya"Ucap Fariha
"neng mangga atuh neng Hana"Ucap Erni
"iya mbak Er bentar aku cuci tangan dulu"Ucap Farhana sembari menuju wastafel
Dalam asrama marwah yang kamarnya berjumlah seratus kamar di huni maksimal 3 orang dan tidak boleh lebih.
Mereka difasilitasi alat dapur, lengkap kamar mandi dan mesin cuci.Mereka begitu diistimewakan karena memang mahasiswi yang mengikuti beasiswa tahfidz dan jalur prestasi akademik.
Mereka leluasa melepas cadar di dalam bilik dan bisa begitu santainya memakai baju tidur tanpa hijab membuat mereka begitu bahagia setelah seharian memakai baju syar'i super tebal.
Di kamar mereka saling berbagi makanan, cerita di pondok dan juga cerita saat di kampus.
Erni sudah menyiapkan piring juga minuman untuk mereka makan.
Tak lama kemudian Fariha selesai dan mereka makan bersama.
"bismillahirrahmanirrahim Allahumma bariklana fiima razaqtana waqina adza bannar aaminn"Erni memimpin doa sebelum makan dan yang lain segera memulai memakan nasi goreng
"endul ini mah teh Erni"Ucap Fariha
"emm masyaallah masakan mbak Erni enak loh.Besok aku juga mau coba masak buat antum semua"Ucap Farhana
"iya kita gantian aja teh Er biar teteh gak kecapek an"Ucap Fariha
"setuju deal ya besok sampek seterusnya kita mulai"Ucap Erni
"okey dokey teh"Ucap Fariha
Setelah itu mereka lanjut sholat maghrib karena mereka berada di kampus sembari mengbil buku buku sesuai jurusan kuliah mereka.
Pertama kali di perpustakaan membuat mereka sedikit bingung mencari buku bacaan dengan kode arab.Terasa aneh namun membuat Farhana dan Fariha begitu semangat.
Lantunan adzan nan merdu membuat mereka tergerak wudlu.Di kamar mandi asrama terdapat tiga kamar mandi lengkap dengan closed jadi mereka tidak mengantri mau melakukan kegiatan mandi dan mesin cuci sudah tersedia tiga lengkap semuanya serba tiga kecuali almari es.
Kalau mahasiswa dan mahasiswi non beasiswa biayanya 4 juta perbulan namun berbeda dengan mahasiswa mahasiswi beasiswa tanpa biaya dan mendapat uang saku.
Tak lama setelah nya mereka sudah siap menuju ke masjid hanya dengan membawa sajadah dan memakai kaos kaki.
Setelahnya mereka bertiga menuju ke masjid dekat asrama kampus.
para jamaah laki laki maupun perempuan semuanya menjadi satu.
Namun asrama mereka hanya berseberangan jalan. Asrama laki laki di seberang jalan dan asrama perempuan di dekat masjid.
Tak pernah ada sampai bersentuhan laki laki dengan perempuan karena pintu masuknya berbeda.
Jamaah laki laki melalui pintu depan dan kiri. Khusus jamaah perempuan dua pintu kanan dan disekat oleh tembok besar yang tak dapat membuat mereka saling bertatapan meski satu masjid.
Jarang yang ada jamaah yang telat pula karena memang mereka di haruskan disiplin waktu bila telat mendapat denda harus membayar dengan kerja membersihkan masjid.
Kebetulan Nasheem dan Muddha agak telat karena ketinggalan satu rokaat membuat semua yang sholat kurang berkonsentrasi karena terdengar langkah kaki di bagian jama'ah laki laki.
Akhirnya selesai sholat mereka dipanggil ke dekat imam dan segera diberi kartu sangsi yang bertuliskan cleaning mosque.
"hmm lain kali jangan telat ya saudaraku"Ucap imam masjid
"baik pak imam"Ucap Nasheem tersenyum kecut
"gara gara antum nih bib"Ucap Muddha
"maaf tadi nyari kupluk kelupaan"Ucap Nasheem
"kita kan bener ya wajah orang arab tapi bahasa kita mix indo kadang arab"Ucap Nasheem
"lah kan kita bukan orang asli arab.kita cuman blasteran kan bib"Ucap Muddha
"iya bener dha"Ucap Nasheem
Mereka juga pelajar yang berasal dari Indonesia namun mengantongi Visa Mesir karena salah satu orang tua mereka berasal dari Mesir.
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments