Eps 18

Kini Adnan sudah bisa bernafas lega karena lamarannya telah diterima oleh Farhana.Sepupu cantiknya kini akan dinikahinya.

Adnan begitu bahagia bisa mendapatkan Fariha.Ini semua bila bukan karena Tuhan tidak mungkin akan terjadi.

Sekarang Adnan akan segera melepas masa lajangnya.Kini di umur 26 tahun akan menjadi masa emas karena menjadi seorang imam rumah tangga.

Adnan pun langsung menelepon keluarganya.Kalau Farhana sudah menerima lamaran darinya dan waktunya menagadakan lamaran secara resmi.

Adnan melepon abi nya yang sedang memimpin ponpes sendirian di Khoirul Ikhsan.

📞"assalamu'alaikum romo,umi"Ucap Adnan

📞"iya le Adnan kapan ke Indonesia?"Tanya Faris

📞"ini lamaran sudah diterima Farhana.Insyaallah segera pulang romo.Farhana pulangnya pas liburan semester"Ucap Adnan

📞"syukurlah kamu sudah mendapatkan jodoh yang kamu impikan.romo ikut senang mendengarnya.romo disini sendirian tanpa kamu bingung sekali mengatur semua jadwal ponpes"Ucap Faris

📞"iya Adnan besok insyaallah pulang bi.Malam ini Adnan mau memesan tiket pesawat dulu"Ucap Adnan

📞"ya sudah kamu hati hati ya le disana"Ucap Faris dengan suara serak

📞"yaudah romo,Adnan putus teleponnya.Assalamu'alaikum"Ucap Adnan

📞"wa'alaikum salam"Ucap Faris

Adnan pun langsung mematikan telepon dan kini saatnya persiapan ke Indonesia.Farhana bilang kalau dia baru bisa ke Indonesia kalau sudah liburan semester 3 bulan lagi.

Saat itulah lamaran dan pernikahan akan dilaksanakan.Adnan mempersiapkan semuanya menjelang pernikahannya bersama Farhana.

Adnan yang sudah hafal Al Qur'an terasa ringan kalau maharnya surah at taubah.Farhana begitu unik dengan request an nya.

Tidak ingin mahar uang sangat lucu sekali.Jaman sekarang semuanya serba uang.Hadiah buket uang, mahar uang, semuanya serba uang.

Kali ini masalah pernikahan Adnan hanya persiapan uang.Kalau konsepnya Adnan pasrahkan kepada calon istrinya lewat pesan hp.

Adnan akan menuruti semua konsep pernikahan yang akan dibentuk oleh Farhana.

Adnan masih teringat kala bercakap cakap bersama Farhana di taman dekat pasar Khan Al Khalili.

Farhana tidak ingin cepat cepat memiliki momongan.Sedangkan dirinya sudah sangat ingin memiliki momongan.

Semoga Farhana mau mengubah pemikirannya dan bersedia menjadi ibu saat masih berkuliah di Mesir.

Adnan juga pernah menemui temannya menikah saat masih berkuliah dan anaknya diajak tinggal di Mesir sampai lulus.

Adnan membayangkan bila dirinya bisa segera memiliki momongan pastilah hari harinya lebih berwarna.

Adnan pun segera mengirim pesan kepada Farhana kalau dirinya akan segera pulang untuk mempersiapkan pernikahan.

Tring

Tring

Suara telepon berbunyi dari saku Farhana saat masih membungkus tempe tempe pesanan teman teman asramanya.

Sebulan kemudian produk tempenya laku keras dan banjir pesanan.

Farhana pun segera mengangkat teleponnya.Dan ternyata dari calon suaminya tersayang yaitu Adnan

📞"Assalamu'alaikum calon istri"Ucap Adnan

📞"Wa'alaikum salam gus.gus lagi apa?"Tanya Farhana

📞"ini persiapan mau pulang ke Indonesia persiapan pernikahan kita neng"Ucap Adnan

📞"iya gus, pokoknya kabarin Farhana kalau udah sampek.Abi Umi Hana kan juga harus persiapan buat acara ijabnya di rumah Hana kan gus"Ucap Farhana

📞"iya bener neng Hana calon istriku"Ucap Adnan terus menggoda Farhana

📞"yaudah sana siap siap.Ini Hana lagi bungkus bungkus tempe buat pesenan temen temen asrama"Ucap Farahana

📞"semangat ya jualannya"Ucap Adnan

📞"iya gus.Yaudah Hana tutup teleponnya.Assalamu'alaikum"Ucap Farhana

📞"Wa'alaikum salam"Ucap Adnan

Besok jam 09 pagi pesawat akan lepas landas.Adnan sudah mendapatkan tiket dengan cepat melalui aplikasi pemesanan tiket secara online.

Adnan pun segera berpamitan kepada rekan kerja di Alexandria karena akan berhenti bekerja.

Dan seterusnya berada di Indonesia kecuali menemani istrinya di Alexandria saat liburan pondok.

Adnan memikirkan bila seandainya menetap di Mesir pastilah akan sulit mengurus ponpes.Solusinya adalah LDM (Long Distance Marriage).Memang begitu berat namun harus Adnan jalani demi mengamalkan ilmu yang diterapkan di peaantren romo nya.

Setelah ke asrama Al Hudriy berpamitan dengan rekan kerjanya, Adnan pun segera kembali ke kosan dan istirahat persiapan kepulangan besok.

Semua barang oleh oleh dari Mesir sudah Adnan beli agar semuanya mencicipi jajanan khas Mesir.

Suara Adzan subuh membangunkan Adnan yang tengah terlelap.Dan dengan segera Adnan segera mengambil wudhu dan segera menunu ke masjid dekat kosan.

Masjid Alexandria berada agak jauh dan di dalam asrama.Namun masjid dekat kosan lebih mudah di tempuh dengan jalan kaki tak perlu ribet menekan tombol bel ke area satpam agar gerbang di bukakan.

Selama sebulan di kosan Adnan selalu rajin melaksanakan sholat jama'ah tanpa bolong.Dan begitu ramah kepada penduduk sekitar.

Adnan baru sebulan sudah memberikan kesan baik kepada penduduk sekitar kosan.Dan teman kos nya pun juga terpengaruh mengikuti jama'ah seperti Adnan.

Adnan pun segera membayar uang kosan selama sebulan dan memberikan sedikit tip kepada bapak pemilik kosan.

Dimana pun Adnan berada disitulah kedamaian akan tercipta.Adnan begitu dewasa dalam berperilaku.

Tak pernah cemberut dan selalu tersenyum kepada siapapun.Aura wajahnya begitu teduh dan nyaman saat berada di dekatnya.

Di pesantren Khoirul Ikhsan Faris selalu melihat ke arah gerbang apakah putranya sudah sampai atau belum.

Berkali kali mondar mandir dari rumah menuju gerbang tanpa henti.Entah firasat apakah yang dirasakan oleh Faris.Membuatnya selalu cemas setiap saat.

Adnan merupakan putra semata wayang yang dimiliki Faris dan Qodriah.Dulu Adnan sangat ingin memiliki adik, tetapi tidak bisa meskipun Qodriah tidak memakai KB.

Tapi tetap saja usaha yang dilakukan sia sia.Jadilah Adnan anak tunggal yang selalu sendirian menyelesaikan seluruh masalah keluarga.

Adnan selalu tersenyum dan tak pernah sekalipun cemberut.Membuat hati kedua orang tua nya selalu tentram melihat anaknya.

Adnan juga tak pernah sekalipun berbicara dengan nada tinggi meskipun sedang marah sekalipun.

Adnan hanya meneteskan air mata tanpa berkata apapun.Adnan begitu sabar dalam mengatasi setiap masalah hidup sesulit apapun itu.

Faris begitu percaya akan kinerja kepemimpinan Adnan.Adnan begitu tangkas dalam hal apapun.Dan berprestasi kala bersekolah maupun di pondok Gontor dahulu.

Adnan sudah mampu menghafal Al Quran di umur 10 tahun.Dia sudah menjadi Hafiz Qur'an di umur yang masoh sangat belia.

Di umur 11 tahun sudah mampu menghafal kitab shohih bukhori.Sudah mampu menghafal sanad Imam Syafi'i.

Saat tk juga sudah mampu menghafal nasab Nabi Muhammad SAW.Dia selalu jadi kebanggaan ustad dan Kyai di Gontor.

Adnan juga menjadi seorang penulis buku dan juga seorang penulis blogger.Semua karya Adnan juga serong memenangkan kontes kontes menulis.

Karyanya sampai masuk ke dalam koran dan Adnan sampai mengadakan jumpa fans penulisan buku.Cahaya ilmu sang waliyullah.

Karyanya laku keras dan beberapa karya lainnya sudah terjual dengan rating penjualan yang begitu tinggi.

Adnan juga memiliki rumah percetakan buku sendiri.Dan memiliki beberapa pekerja di dalamnya.

*

*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!