Eps 13

Sore hari bahan baku merenovasi sudah sampai dan sepeda yang Junaidi pesan sudah sampai.

Rahayu tetangga Junaidi begitu panas melihat mereka yamg selama ini begitu miskin tiba tiba bisa membeli sepeda dan barang bangunan.

Rahayu yang begitu penasaran pun segera melihat rumah Junaidi.

"wah pak Junaidi mendadak kaya nih"Ucap Rahayu terlihat iri kepada Junaidi

"saya aminkan saja Jeng"Ucap Marsinah

"anaknya ke Mesir sekarang jadi dikirimin duit nih ye.."Ucap Rahayu membuat ekspresi mengejek

"alhamdulillah Jeng, Fariha dapat uang saku dari pemerintah"Ucap Marsinah

"wah, handphone nya baru juga nih dek Marsinah"Ucap Rahayu

"iya alhamdulillah buat nelpon anak saya jeng"Ucap Marsinah

"syukur deh gak lagi tukang minjem"Ucap Rahayu sinis

"hmmm iya Jeng" Ucap Marsinah yang tersenyum kecut

Rahayu yang bermulut pedas tetap tetangga yang begitu ia hormati walaupun sering menyakiti hati Marsinah dan Junaidi.

Inilah yang dimaksud ada pelangi setelah hujan.Tabungan untuk kuliah anak kini telah kembali utuh karena dikirim Fariha 10 Juta.

Mereka begitu bahagia menerima uang dari anaknya yang kini bisa untuk menyambung kehidupan sehari hari.

Inilah balasa untuk orang yang begitu sabar dan ikhlas karena menerima keadaan hidup walau sesusah apapun itu.

Tak lama kemudian datang pegawai toko bangunan yang mengantarkan semen dan pasir juga cat untuk mengecat rumah.

Junaidi pun tak mau mempekerjakan orang.Ia memilih mengerjakan pekerjaannya sendiri.

Setelah itu Junaidi membayar semua material bangunan yang ia beli.Tak terasa sudah menghabiskan uang 4 juta.

Sisanya Junaidi gunakan membeli hanphone 5 juta lagi sisanya untuk kehidupan ke depannya.

Junaidi kini memiliki pemikiran untuk bekeja di pasar dan tidak hanya berfokus di sawah.

Mereka memiliki tanaman sayuran kacang panjang di samping rumah juga buah pepaya.

Marsinah pun ingin berjualan kecil kecilan agar bisa menyambung hidup.

Dan berusaha tidak berhutang kepada siapapun.

Marsinah juga terpikir untuk mendirikan laundry pakaian agar bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Junaidi juga ingin beternak kambing , dan mendirikan tempat cukur rambut.

Di tempat lain tepatnya di pesantren Khoirul Ikhsan Kyai Faris sedang membahas mengenai perjodohan Gus Adnan dengan anak Kyai Fuadi dari Bojonegoro.

"Le kalau kamu romo nikahkan dengan neng Hasina anak Kyai Fuadi mau nggak Le?"Tanya Faris

"maaf romo,Adnan belum siap menikah.Karena Adnan sebenarnya menyukai Farhana"Ucap Adnan dengan nada penolakan halus

"piye ta le,kayak ndak ada wanita lain selain sepupumu sendiri"Ucap Faris

"pareng nggeh romo?(boleh ya romo)"Ucap Adnan

"apa kamu sudah tanya Farhana dia mau apa tidak"Ucap Faris ragu pada keputusan putranya

"belum romo,Adnan bolehkan nyusul Farhana ke Mesir?"Ucap Adnan dengan nada memohon

"tapi kalau seumpama Farhana sudah ada yang dia suka kamu ndak marah to le?"Ucap Faris

"insyaallah Adnan siap menerima apapun jawaban dari Farhana"Ucap Adnan

"semoga kamu mendapatkan jawaban yang kamu inginkan.Tresno jalaran soko kulino(cinta tumbuh karena terbiasa bersama).Dulu romo juga dijodohkan langsung secara silang sama kakek mu"Ucap Faris

Adnan pun segera memesan tiket menuju Mesir.Dan berdoa supaya Farhana mau menerima pinangannya.

Farhana dan Adnan sekarang sama sama berumur 26 tahun dan mereka juga telah menempuh pendidikan S2.

Farhana juga sudah hafal Al Qur'an.Namun jiwa haus ilmu nya baru bangkit saat di usia sudah matang untuk menikah.

Farhana pernah merasakan pergaulan bebas dan pacaran namun belum sampai ke Hubungan terlarang suami istri.

Abi nya Farhana menceritakan semuanya kepada kakaknya Kyai Faris tentang berubahnya sifat Farhana selama berkuliah S2 di Los Angel Amerika.

Faris yang sudah tau kalau Farhana akan menjadi orang besar yang berguna bagi umat pun, biasa biasa saja mengetahui kebandelan Farhana saat pulang dari LA.

Faris seperti bisa menerawang masa depan seseorang melalui tirakatnya selama ini.

Faris serimg melakukan ngerowot atau puasa mutih yang saat berbuka hanya memakan nasi,air putih dan garam.

Juga tidak pernah absen melakukan sholat sunnah Tahajud dan sholat rawatib lainnya.

Dzkir tak lernah lepas dari lisan dan hatinya.Semua perkataan Faris seakan menjadi nyata.

Keinginan anaknya melamar Farhana salah satunya.Faris seakan tau kalau Farhana belum ingin menikah karena ingin menjadi dosen di Alexandria dan mendirikan pondok pesantren sendiri di Jakarta.

Farhana memiliki impian yang begitu besar sampai lupa akan kodratnya membina rumah tangga.

Ibadahnya yang sekarang tak diragukan,bagaikan seorang wali wanita yang begitu alim.

Kelihatan dewasa dan bijak.Farhana tak pernah membawa pulang laki laki ke rumah.Mulai kuliah di Mesir Farhana juga memakai cadar.

Sekarang juga proses menghafal kitab hadist.Farhana ingin melahap seluruh ilmu Islam.

Entah bagaimana bila Adnan ditolak mentah mentah oleh Farhana.Faris berharap agar putranya tidak sedih kehilangan wanita se solekhah Farhana.

Adnan pun mempersiapkan segala barang barang yang akan di bawa menuju ke Mesir menemui calon istri bila pinangannya di terima.

"huft akhire beres juga"Ucap Adnan yang mengusap keringatnya

Setelahnya Adnan segers tidur untuk persiapan keberangkatannya besok menghampiri pujaan hati di Mesir.

Suara lantunan Al Qur'an kala menjelang subuh di ponpes Khoirul Ikhsan membuat suasana pesantren menjadi teduh.

Para santri yang bermurojaah di setiap kamar terdengar bila melewatinya.

Di jam 04.16 merupakan puncaknya paa santri wirid,tahajud,dan belajar ilmu formal lainnya.

Sekarang ponpes Khoirul Ikhsan makin modern dengan gagasan pondok berbasis sains teknologi.

Hacker,robotik adalah makanan sehari hari mereka.Mereka juga membuat situs perpustakaan online KH library yang dinaungi oleh Adnan sendiri.

Ponpes semakin maju dengan kemampuan berbahasa.Bahasa Indonesia mulai jarang diucapkan menjadi bahasa Inggris dan bahasa arab.

Setiap hari para santri selalu melakukan setoran mufrodat (kosa kata bahasa arab).

Semakin hari banyak pendaftar dari berbagai daerah.Dari sabang sampai merauke.

Bahkan ada santri dari Malaysia dan Singapura yang menuntut ilmu di ponpes Khoirul Ikhsan.

Adnan juga akan berencana membuat perkebunan sayur yang di kerjakan langsung oleh para santri dan disalurkan di pasar.

Banyak program program yang sudah berhasil Adnan wujudkan dan berjalan dengan maksimal.

Dan tibalah pada waktu untuk penerbangan.Adnan sudah sampai di bandara Juanda pukul 09.00 pagi.

Adnan segera menenteng kopernya dan masuk ke dalam pesawat.karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.

Adnan sengaja tak mengabari Farhana agar dia merasa terkejut dengan kedatangannnya.

Di asrama marwa, Farhana sibuk membungkus tempe untuk di jual ke sesama mahasiswa Indonesia maupun mahasiswa Mesir.

Farhana begitu semangat berbisnis industri rumahan kecil kecilan.

"ayuk neng segera kita kemas buat pesanan 40 bungkus tempe kita"Ucap Fariha

"iya Riha siap"Ucap Farhana

"saya yang buang buang sampah ya para tetehku"Ucap Erni

"iya mbak Er"Jawab Farhana

*

*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!