Farahana yang tengah murojaah ( mengulang bacaan Al Qur'an agar makin lancar) tiba tiba mendapat pengumuman di sambangi (di jenguk) . Membuat Farhana begitu semangat menuju ruang penjengukan santri.
Farhana berjalan dengan penuh senyum kebahagiaan karena sudah satu bulan tidak disambangi.
"Umi, Abi , adek . Kalian datang kemari" Farhana berlari sambil memeluk umi dan abi nya
Mereka pun berpelukan erat seakan taj bertemu setahun penuh.
"nduk, gimana di sini menyenangkan to?" tanya Fajriah
"iya umi menyenangkan sekali, bisa hafalan Qur'an sekaligus bisa belajar kitab kuning" Sahut Farhana
"asrama mu dimana nduk" Tanya Fajriah
"di dekat masjid, yang baru di tempati beberapa santri karena itu asrama santri beasiswa mi" ucap Farhana
"masyaallah, semangat terus ya na" Ucap Erlangga pada putri kesayangannya
"iya bi, Hana pengen jadi dosen di Alexandria" Ucap Farhana percaya diri
"iya asalkan kamu semangat abi dukung terus. Semoga berhasil na."Ucap Erlangga
"kamu ndak pengen main hp gitu na.Ini abi bawakan hp mu kalau mau main sosmed.kamu kan selalu update story medsos toh" ucap Erlangga
"pakek punya abi aja, update wa di hp abi." Ucap Farhana
"yaudah sini fotp bareng semua. Alauddin yang foto naik di kursi biar lucu ya din" ucap Erlangga bergurau
"iya bi. Tapi punya Alauddin di kasis sticker api biar menyala abangku" Ucap Alauddin dengan nada menggemaskan
Setelah berfoto , mereka pun segera memakan makanan yang dibawa oleh Fajriah.
Dari mulai tempe goreng , bandeng goreng dan balado terong kesukaan Farhana putrinya.
"ini balado terong kesukaanmu nduk. Pakek nasi anget mantap pol. Ini khusus buat kamu semuanya" Ucap Fajriah dengan penuh semangat memberikan makanan kesukaan putrinya
"makasih mi, umi selalu tau kesukaan Hana. Hana selalu kangen masakan umi" Ucap Farhana sembari mengambil tempe goreng buatan uminya
Tap
Tap
Tap
Langkah kaki Adnan membuat mereka sekeluarga menoleh melihat kedatangan Adnan.
"assalamu'alaikum pak lek, bulek. Bagaimana kabarnya" Ucap Adnan sambil tersenyum melihat keluarga Farhana
"wa'alaikum salam le Adnan, masyaallah makin ganteng aja lo Gus." ucap Fajriah yang membuat pipi Adnan memerah
"Iya Gus Adnan makin ganteng jadi pengen tak jadiin menantu lo" Ucap Erlangga menimpali
"sudah lama atau dari tadi pak lek?" tanya Adnan pada Erlangga
"baru saja Gus Andan," Ucap Erlangga
"kata Romo tadi Panjenengan (anda) sekeluarga disuruh ke ndalem (rumah pengasuh pondok pesantren) dulu" Ucap Adnan
"oh iya le Adnan sudah lama nggak ketenu mbak Qodriah dan Mas Faris" Ucap Fajriah
Mereka pun berjalan menuju ke rumah pengasuh ponpes Khoirul Ikhsan yaitu Kyai Faris.
"Assalamu'alaikum mbak yu, mas" Ucap Erlangga
"Wa'alaikum salam,dek Fajriah, Erlangga" Ucap Kyai Faris
Mereka pun berpelukan satu sama lain. Faris memeluk Erlangga, Fajriah memeluk Qodriah.Fajriah merupakan kakak dari Qodriah.
Mereka menikah dengan sistem silang. Faris merupakan kakak dari Erlangga yang menikahi adik dari Fajriah. Faris merupakan kakak dari Erlangga yang menikahi Qodriah kakak dari Fajriah.
Seperti pada adat keluarga para Kyai umumnya bahwa mereka menikah tidak jauh dari keluarganya. Biasanya mereka menikahi sepupu mereka atau ipar mereka. Tujuannya supaya nasabnya terus terjaga.
Dan kali ini mereka sedikit membahas tentang pernikahan Adnan di masa depan.
"ealah Adnan sudah 26 tahun enaknya apa di nikahkan saja ya dek" Ucap Qodriah pada adiknya Fajriah
"La Hana sudah mau atau belum to dek Er" Ucap Faris pada adiknya Erlangga
"yo tanya saja langsung pada Hana, baru khatam hafalan Qur'an enaknya apa langsung kita nikahkan sama Gus e saja ketimbang cari jauh jauh" Ucap Erlangga pada kakaknya Faris
"gimana nduk Hana mau toh sama Gus e" Ucap Fajriah
"hiks, umi Hana belum siap. Hana takut mi" sambil memeluk Fajriah uminya
"Hana ini bercanda kok na, maafin Romo sama umi ya" Ucap Adnan menenangkan Hana
"Maaf nduk Hana, kita bercanda kok. Jangan bawa serius ya nduk." Ucap Qodriah sambil mengelus kepala dan memeluk keponakannya Farhana
"wes wes Romo ini tadi ngalor ngidul kok mbahasnya ke situ. Lain kali jangan bahas lagi. Hana nangis ini lo." Ucap Qodriah sedikit marah
"maaf pak dhe , Budhe Hana kira beneran.Hana kan ndak tau nikah itu gimana. Takute Hana ndak bisa kemana mana karena jadi istri harus di rumah terus" Ucap Hana
"lo ya ndak gitu nduk.Jadi istri bisa kok keluar kemana saja, asalkan ijin suami dulu.Pernikahan ndak se ketat itu kok nduk.Lagian ini sudah jaman modern.Perempuan juga boleh berkarir,menempuh pendidikan setinggi mungkin asalkan diijinkan sama suami.Karena kita sebagai istri wajib patuh sama suami.Kita perempuan lebih mengutamakan suami dari pada orang tua.Semuanya harus manut (nurut) suami kecuali kemaksiatan. Besok ngaji Fathul izar sama Qurotul Uyun saja biar nduk Hana nggak kaget.Sama Fiqih wanitanya juga. Kan nduk Hana baru Khatam Al Qur'an saja. Tentang rumah tangga masih belum faham. Yo wajar saja nangis. Aku dulu juga takut sekali pas baru menikah sama Pak Dhe mu" Ucap Qodriah
"terus sekarang Budhe takut nggak sama Pak Dhe?" Tanya Hana membuat seisi ruangan tertawa
"kamu ko nduk kok aneh tanya begitu. Yo takutnya itu tuh pas mau di unboxing palingan. Yang lain mah biasa saja" Ucap Qodriah dengan tawa kecil
Farhana pun masih memiliki sejuta tanda tanya. Di unboxing apakah harus melayani sesuai kehendak suami. Farhana pun bergidik ketakutan dan wajahnya tampak suram. Karena takut saat menikah mendapat suami kejam.
"eh sampek lupa, ayo dimakan hidangannya dek Fajriah dan dek Erlangga. Sampek lupa mau nawarin" Ucap Qodriah
"iya bulek silahkan di coba buatan Adnan dan Umi. Soto Lamongannya. Ini Hana tolong salurkan ke sana sampek dek Alauddin" Ucap Adnan sambil memberi mangkok berisikan soto Lamongan
"masyaallah anak lanang rajin bantu uminya di dapur" Ucap
Hanan pun seikit tersipu malu karena di puji buleknya. Adnan saat ada waktu luang terkadang membantu umi nya dan belajar masak. Supaya kelak saat istri lelah bisa memasak sendiri.
Hana yang sedikit curi pandang kepaada Adnan pun melihatnya memang memiliki aura karisma tersendiri.
Adnan yang juga menatap manik Hana pun membuat Hana segera menunduk dan segera memakan soto Lamongan yang terlihat menggiurkan untuknya.
Ternyata Adnan tak seburuk pemikirannya.Dia begitu sopan.Tutur katanya halus dan tampan bak pangeran arab.
Padahal Romo dan Abi nya asli keturunan Indonesia.Entah dari mana wajah arabnya di dapatkan.
Yang pasti saat hamil Qodriah rutin membaca surat Yusuf dan selalu sholat malam mendoakan Adnan supaya jadi anak sholeh, sopan, sabar dan penyayang.
Fajriah pun juga melakukan hal yang sama. Selalu membaca surat Maryam dan Yusuf. Agar kelak putra atau putri yang lahir menjadi anak sholeh,rupawan, cerdas dan baik akhlaknya. Dan lahirlah gadis secantik Farhana bagaikan putri arab saudi. Begitu mancung tinggi dan sekarang menjadi seorang penghafal Al Qur'an.
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments