Eps 15

Setelah perjalanan 11 Jam dari indonesia ke Mesir akhirnya Adnan sampai di bandara Internasional Kairo.

Adnan pun segera menelepon Farhana untuk mengatakan bahwa dirinya sekarang berada di bandara Internasional Kairo.

Tring

Tring

suara ponsel Farhana yang berada di dekat kasurnya membuat Farhana menghentikan percakapan dengan dua sahabatnya.

"bentar ya ada telepon aku angkat dulu"Ucap Farhana kepada dua sahabatnya

Farhana pun menuju ke belakang di dekat kamar mandi supaya percakapannya dengan gus Adnan tidak terdengar oleh mereka berdua.

📞"Halo Farhana Assalamu'alaikum"Ucap Adnan

📞"wa'alaikum salam Gus"Ucap Adnan

📞"saya di bandara Kairo.Kamu bisa kesini kan neng?"Tanya Adnan

📞"bisa gus.Tunggu ya Gus aku otw ke situ"Ucap Farhana

📞"iya neng aku tunggu"Ucap Adnan

Adnan pun segera memutus sambungan teleponnya dengan Farhana.

Farhana segera pamit kepada dua sahabatnya untuk menjemput gus Adnan di bandara Internasional Kairo.

"ada apa neng kok buru buru?"Tanya Fariha

"mau jemput gus Adnan di bandara"Ucap Farhana

"ehem kakandanya rindu adinda sampek di datangi dari Indonesia nih"Ucap Fariha

"apaan sih Riha.Enggak kok dia cuman aku anggep kakak ku"Ucap Farhana

"hmm nanti bisa berubah lo neng seiring waktu.Lagian neng Hana juga udah mateng buat menikah"Ucap Fariha

"hmm aku masih belum siap"Ucap Farhana sembari memakai sepatu dan mengambil tas

Farhana pun segera keluar dari asrama dan masuk ke dalam taksi yang sudah ia pesan.

"pak langung ke bandara"Ucap Farhana

"baik"Ucap sopir taxi

Farhana begitu takut dengan kedatangan gus Adnan.Apakah disuruh orang tuanya atau memang keinginannya datang sendiri jauh jauh dari Indonesia.

Farhana masih teringat gurauan Bude nya apakah mau dinikahkan dengan gus Adnan.Pada saat itu Farhana belum siap karena memang takut dengan pernikahan bila nanti ditinggalkan suami tapi belum memiliki pekerjaan mapan.

Setelah satu jam perjalanan akhirnya Farhana sampai di bandara Internasional Kairo.

Dan saat itu Farhana begitu pangling karena melihat gus Adnan yang tak biasa memakai baju casual dengan celana jeans tiba tiba memkai baju seperti itu membuatnya tampak begitu modis dan terlihat sekarang gus Adnan tanpa kumis dan jambang.

Tidak lagi berewok membuat umurnya terlihat lebih muda.Kulitnya yang putih dan wajah yang memiliki karisma membuat Farhana agak tersipu malu melihatnya.

Jantungnya begitu tak bisa dikondisikan karena melihat ketampanan gus Adnan.Dia dalam waktu bersamaan juga teringat dengan Nasheem yang memiliki tubuh kekar dan wajah asli arab yang tampan.

Fikirannya bertarung membayangkan dua orang laki laki yang sama sama tampan dan gagah.

Suara Adnan membuyarkan hayalannya sesaat itu.

"Neng"Panggil Hanan yang terlihat bingung karena Farhana sedari tadi tidak menyahut

"dalem mas eh"Ucap Farhana sembari menunduk menutup mulutnya yang keceplosan bilang mas

"neng tadi panggil aku mas?"Ucap Adnan tersenyum kecil

"maaf gus tadi keceplosan"Ucap Farhana malu karena tak bertemu gus Adnan begitu lama

"gak papa panggil mas.seterusnya panggil mas karena kamu makmum saya setelah menikah"Ucap Adnan membuat Farhana makin malu

"tapi tapi tapi Hana belum lulus gus"Ucap Farhana terbata bata karena kaget dengan lamaran secara tidak langsung gus Adnan

"kan kuliah sama menikah bisa neng"Ucap Adnan sembari berjalan ke arah tempat duduk dan Farhana mengekor

"emm bisa nggak nunggu Hana lulus"Ucap Farhana menunduk tanpa melihat Adnan

"neng nikah gak seburuk yang kamu kira.Nikah itu menyempurnakan ibadah.Ibadah kita seumur hidup.Setiap yang dilakukan suami istri selalu berpahala.Setelah menikah nanti kamu tinggal dimanapun mas turuti neng"Ucap Adnan

"kamu tau nggak tujuan aku datang kesini buat apa?"Tanya Adnan pada Farhana yang menunduk

"buat apa gus?"Tanya Farhana balik

"aku suka sama kamu Hana.Aku ingin menikahi kamu menjadi wanitaku satu satunya"Ucap Adnan sungguh sungguh

"Hana boleh istikharah dulu nggak"Ucap Farhana

"mas tunggu ya jawabanmu dalam istikharahmu.Mas juga siap menunggu jawabanmu kapan saja.Itu hak kamu neng Hana"Ucap Adnan dengan pandangan teduh

Setelah itu perasaan Farhana berubah jadi rasa cinta dan entah kenapa Farhana selalu salah tingkah di hadapan Adnan.

Malam ini Adnan begitu bahagia bisa bertemu dengan Farhana.Adnan pun segera berkata pada Farhana kalau dirinya akan tinggal di kos kosan dekat kampus Alexandria.

"neng makasih udah mau datang jemput mas"Ucap Adnan

"sama sama mas"Ucap Hana malu

"kamu kalau masih malu panggil mas gak papa senyamanmu panggil apa"Ucap Adnan

"iya gus"Ucap Farhana segera menggantinya

Di dalam mobil Farhana masih begitu berdebar karena ucapan Adnan.Dirinya begitu terkejut karena diajak menikah oleh gus Adnan.

Dirinya dilema membayangkan kalau cita citanya kandas karena pernikahan.Apa dirinya akan sebebas sekarang atau Adnan akan menyuruhnya dirumah saja tanpa boleh berkarir.

Hana ingin menjadi wanita tangguh tanpa mengandalkan suami.Tapi Farhana takut mengutarakannya kepada Adnan.

Tak lama kemudian sampailah di kos kosan tempat Adnan tinggal sementara di Mesir.

Adnan pun turun diikuti Farhana yang juga turun karena kebetulan asrama nya begitu dekat dengan tempat kosan Adnan.

"loh neng Hana kok keluar dari taxi juga"Ucap Adnan

"kan tinggal jalan kaki kesana gus"Ucap Hana sembari melihat ke arah asrama

"hati hati ya neng"Ucap Adnan

"iya gus"sahut Farhana sembari berjalan menuju asrama nya sendirian

Hana begitu takut bila berumah tangga akan banyak perbedaan pendapat dengan Adnan.Hana ingin jadi wanita mandiri sedangkan Adnan kelihatannya tidak begitu open minded terkait kebebasan wanita.

Secara Islam wanita adalah tulang rusuk, mengurus anak di rumah dan laik laki yang bekerja.

Namun meskipun Farhana tau akan semua itu.Dia ingin jadi wanita karir.Dan menunda memiliki momongan menunggu mentalnya siap.

Hana membuat alibi Istikharah karena Hana ingin mengetes seberapa sabarnya Adnan menunggunya.

Apakah dia akan berkali kali menanyakan apakah jawabannya sudah diputuskan atau belum.

Ataukah diam terus bersabar menantikan kepastian jawabannya.Bila Adnan dalam kurun waktu sebulan tak menanyakan maka Hana akan menerima pinangan Adnan.

Bila Adnan menanyakannya sebelum kurun waktu sebulan, maka Hana akan menolaknya secara harus karena ketidak sabarannya.

Disini semua sifat Adnan akan diketahui setelah ajang pengetesan kesabaran dimulai.

Ditempat lain di rumah Farhana,abi dan uminya sudah mengetahui kalau Adnan menyusul Farhana ke Mesir.

Bila pernikahan ini terjadi pastinya nasabnya terlalu dekat.Memang sepupu boleh menikah tetapi banyak yang perlu dipertimbangkan lagi.

"umi,kalau Adnan jadi mantu kita menurut umi bagaimana?"Tanya Erlangga

"ya kalau Hana mau ya gak papa to bi.Lagian enak kalo masih sepupu.Mantau nya gampang"Ucap Fajriah

"iya bener juga sih mi.Tapi apa gak kedeketan nasabnya"Ucap Erlangga

"ya bener bi.Tapi kalo nikah kan tetep halal kalo sepupu"Ucap Fajriah

"Semoga Allah memberikan petunjuk terbaik.Abi yakin Farhana mampu mengetahui ke sungguhan Adnan.Seharusnya Adnan nikah dengan Hasina agar tidak terlalu dekat"Ucap Erlangga

*

*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!