“Maaf, apakah kalian sudah mendengar informasi yang berada di guild ? “ ucap gagah yang duduk dengan tatapan tajam.
“Apa maksudmu kami yang telah mengalahkan boss area lantai 20 ?” ucap Nina yang duduk di depan gagah sambil membalas tatapan tajamnya.
“Sudah kubilang tadi maaf, aku cuman sekedar memastikannya saja !” Ucap gagah yang mengelak sambil memalingkan wajah.
“Lantas apa tujuanmu menemui party blue shawl ?” Ucap Maya yang mencurigai gagah.
“Lantai 21 telah terbuka, tidakkah kalian ingin mencoba memasukinya ?” Ucap gagah yang belepotan dan terlihat jelas ada maksud terselubung.
“Kau nampak jelek ketika berbohong !” Ucap Maya yang sedang mengejek gagah.
“Hah,,,? Apa kau bilang ?” Ucap gagah yang mendengar ejekan Maya.
“Sudah cukup, katakan saja intinya !” Ucap Nina yang masih penasaran.
“Sungguh merepotkan,,, bergabunglah dengan kami untuk mengalahkan boss area lantai 30 !” Ucap gagah meyakinkan mereka bertiga.
Tiba-tiba sara yang berdiri di samping Nina berjalan mendekati gagah.
“Kau sudah gila, kami hampir dibuat mati oleh boss lantai 10 !” Ucap sara sambil mengarahkan salah satu pedangnya.
“Cukup Maya,,, hentikan !” Ucap Nina dengan lantang memperingati anggotanya.
“Jadi, bagaimana menurutmu ?” tanya gagah.
“Bisakah kau menunggu, kami akan mendiskusikan nya terlebih dahulu !” Ucap Nina dengan tegas.
“Bukankah kalian bertiga sudah berkumpul ?” Ucap gagah yang sedikit bingung.
“Masih ada salah satu anggota kami yang belum datang !” lanjut Maya menanggapi pertanyaan gagah.
“Baiklah, aku harap kalian mau menerima tawaran ini !” Ucap gagah yang tiba-tiba berdiri dan meninggalkan mereka bertiga.
Setelah kepergian gagah mereka mendiskusikan tentang tawaran gagah. Hingga mereka bertiga memutuskan untuk menemui Ayunda yang merupakan anggota baru blue shawl. Mereka bertiga pun pergi meninggalkan guild dan bergegas menemui Ayunda di rumahnya.
Entah mengapa, Juni yang sedari tadi duduk di halaman rumah, merasakan ada sesuatu yang mencurigakan. Dengan cepat dia berlari menuju arah tersebut seakan ada penyusup yang datang ke rumahnya. Benar saja, setelah dia sampai terdapat tiga sosok penyusup yang datang. Tanpa basa-basi Juni langsung melancarkan serangannya ke salah satu penyusup yang berada di depan.
“Serangan datang !” ucap Maya yang berada di depan.
Maya yang mengetahui serangan dadakan itu langsung menangkisnya dengan pedang. Juni yang merasa tidak diuntungkan dengan posisi nya saat ini, memutuskan untuk melompat ke belakang.
“Wah,,, wah,,, kita kedatangan tamu !” Ucap Maya dengan posisi bersiap menyerang.
“Tamu ?” Ucap Juni yang tiba-tiba bingung.
Tiba-tiba Maya kaget, karena mendapatkan sebuah bogem mentah yang mendarat di kepala nya.
“Jaga sikapmu,,, siapa disini yang menjadi tuan rumah ?” Ucap Nina yang telah memukul kepala Maya dan memperingatkan nya.
Nina akhirnya menjelaskan kesalah pahaman ini kepada Juni. Juni yang mengetahui ini adalah kesalahpahaman, akhirnya memutuskan untuk menaruh kembali senjatanya, dan mengantar mereka bertiga ke ruang tamu. Dan Juni bergegas menghampiri kakaknya dan memberitahu bahwa temannya datang.
Tidak lama kemudian Ayunda datang menghampiri mereka bertiga dengan ditemani kedua adiknya.
“Wah,,, kak Nina !” Ucap Ayunda yang baru melihat Nina dan bergegas menghampiri nya.
“Hai,,, Ayunda !” ucap Nina yang tersenyum membalas sapaan Ayunda.
“Silahkan duduk !” ucap Ayunda yang merasa senang akan kedatangan mereka berdua.
“Juna,, tolong ambilkan beberapa kue dan teh di belakang !” Ucap Ayunda yang menyuruh salah satu adiknya.
“Iya,,, kak” ucap Juna.
“Tidak usah repot-repot, kami cuman sekedar mampir saja !” ucap Nina yang merasa tidak enakkan.
“”Ini pertama kalinya kalian main ke rumahku, jadi tidak perlu sungkan !” Ucap Ayunda sambil tersenyum menerima kedatangan mereka.
“Ah dasar,,, kau terlalu canggung,,, langsung saja ke intinya !” Ucap Maya yang menyindir kelakuan Nina.
Nina pun langsung tersipu malu akibat sindiran Maya.
“Kenapa tidak kau saja yang menjelaskan nya ?” Ucap sara ke Maya dan membalas sindiran Maya.
“Yah baiklah, sebenarnya kami diundang party wild Tiger's untuk mencoba menaklukkan boss area lantai 30 !” Ucap !” Ucap Maya menjelaskan kedatangan mereka ke rumah Ayunda.
“Lalu, kenapa kalian datang memberikannya pada ku ?” Jawab Ayunda yang masih bingung.
“Ini semua ulah Maya yang tiba tiba bilang kalau kau juga anggota blue shawl !” Lanjut ucap sara sambil melihat Maya.
“Oh,,, jadi ini yang membuat kak Nina jadi canggung dan merasa gak enakan ?” Ucap Ayunda yang baru sadar akan tingkah canggung Nina.
“He.. maaf !” Ucap Maya yang tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
“Jadi bisakah kau ikut dengan kami ?” Ucap sara pada Ayunda.
“Kak,,, kak,,, boleh Juni ikut ?” Ucap Juni yang tiba-tiba memotong pembicaraan !”
“Kak,,, ?” Ucap ketiganya yang langsung kaget mendengar perkataan Juni.
“Juni sini,,, belum saatnya bagi Juni masuk dungeon, apalagi melawan boss area penjaga lantai, itu sangat berbahaya !” Ucap Ayunda sambil mengusap manja kepala adiknya.
Akhirnya juna datang membawa teh hangat dan beberapa kue.
“Kak,,, ini kuenya !” Ucap Juna.
Ayunda yang mengetahui kedatangan Juna pun langsung berdiri sambil membantu menaruh teh dan beberapa kue tersebut.
“Ayunda, apa dia adikmu ?” Tanya Maya sambil melihat Juna dan membandingkan tinggi badan mereka.
“iya, kenapa ?” ucap Ayunda yang bingung dengan pertanyaan Maya.
“Lalu yang disana juga adikmu ?” ucap Maya sambil melihat Juni dan membandingkan Boba milik Mereka berdua.
“Iya, aku sudah menganggap mereka seperti adikku sendiri !” Ucap Ayunda yang masih bingung.
Ayunda pun merasa bingung, karena masih belum memahami situasi ini. Sedangkan juna yang paham, tersipu malu dan mencoba memalingkan pandangannya. Lagi lagi Maya mendapatkan bogem mentah, di atas kepala dari Nina yang juga paham apa maksud Maya.
“Jadi bagaimana, maukah Ayunda ikut bersama kami ?” Ucap Nina setelah memukul Maya dan mengalihkan pembicaraan.
“Ya.. aku ikut !” Ucap Ayunda sambil tersenyum.
“Hey,, hey kenapa kau memukulku lagi” ucap Maya sambil marah.
“Apa sebagian otak mu kau taruh di Boba mu hingga kau masih bertanya ?” Ucap sara menyindir tingkah Maya.
“Ho,,o,, si wajah datar juga mulai ikuta ?” Jawab Maya yang sudah marah,
“Dasar tobrut, gak ada otak !” Ucap sara.
“Muka datar, kurus !” Sahut Maya.
“Dasar tobrut !” Sahut sara.
Nina yang mendengar pertengkaran itu tiba tiba marah.
“ Sudah kubilang, jangan bertingkah seperti anak kecil !” Teriak Nina memarahi mereka berdua.
“Yang bertingkah seperti anak kecil itu kau !” Ucap keduanya secara bersamaan.
“Bisakah kalian berhenti, cuman aku disini yang seorang pria !” Ucap Juna yang tersipu malu dengan rona merah di pipinya.
Akhirnya, mereka semua tiba-tiba tertawa setelah mendengar dan melihat tingkah Juna yang sedang tersipu malu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
piyo lika pelicia
1 bunga untuk kakek
2024-06-20
0
piyo lika pelicia
hhhh 😂🤣
2024-06-20
0
piyo lika pelicia
jangan jika kau kenapa Napa kasihan mereka 😭
2024-06-20
1