kabar burung

Di kota Oktavia lagi-lagi ramai diperbincangkan oleh masyarakat kota, tentang ditaklukkannya boss area lantai 20. Entah siapa dan kapan boss area tersebut berhasil dikalahkan, tidak ada yang mengetahui Nya.

Kabar tersebut datang dari tim pengintai, yang dikirim guild untuk menyelidiki dungeon reruntuhan kuno. Tim pengintai yang saat itu mencoba melihat dan memastikan ruang boss area. Dikagetkan karena ruangan boss area lantai 20 tersebut sudah terbuka.

Tim pengintai yang penasaran, akhirnya mencoba masuk ke lantai berikutnya. Benar saja, lantai 21 sudah terbuka dan di lantai tersebut terdapat ruang tak terbatas yang berisikan monster berjenis burung, kumbang dll.

Di sisi lain di dalam guild, Roger yang kebingungan setelah mendapat laporan dari tim pengintai, yang dia kirim ke dungeon reruntuhan kuno.

“Apakah ada informasi terkini dari tim pengintai ?” Ucap Roger yang sedang duduk sambil menunggu informasi lanjutan.

“Baik tuan, menurut tim pengintai yang kita kirim, di ruang lantai 21 adalah dunia tanpa batas, di lantai tersebut terdapat beberapa pilar batu, hutan yang luas, air terjun yang belum diketahui dari mana sumber airnya, danau yang juga luas dan menara yang tinggi seakan menembus langit, itu laporan yang baru diterima dari tim pengintai !” Ucap Lily membacakan laporan dari tim pengintai yang baru kembali dari dungeon reruntuhan kuno.

“Lalu, bagaimana dengan tim investigasi di ruang area boss lantai 20 ?” Lanjut tanya Roger yang masih penasaran siapa yang telah mengalahkan boss area tersebut.

“Baik tuan, untuk tim investasi belum menemukan titik terang, dan menurut tim ahli boss area lantai 20 adalah monster berjenis serangga, karena selain 2 pilar yang hancur dari 8 pilar terdapat sebuah gambar kumbang diatas batu yang tergeletak kedua sisi tempat teleportasi menuju lantai 21 !” Ucap Lily melaporkan hasil tim investigasi.

“Boss area lantai 10 saja dapat membuat tim blue shawl babak belur, siapa sebenarnya yang sudah mengalahkan boss area lantai 20 ?” Gumam Roger yang sedang duduk dan terdiam setelah mendengar laporan.

“Terus awasi perkembangan nya, dan segera laporkan jika menemukan kejanggalan !” Ucap Roger yang penasaran sambil menunggu laporan selanjutnya.

Disisi lain, tepatnya di halaman rumah. Ayunda yang duduk bersantai ditemani secangkir teh dan beberapa kue diatas meja, dia menyadari ada sesosok yang datang menghampiri nya. Ayunda yang menyadari sosok tersebut, berpura pura tidak mengetahui nya dengan meminum dan menikmati tehnya. Tiba-tiba, tangan sosok tersebut mencoba meraih kue di atas meja, yang lalu terhenti akibat di tepis tangan Ayunda.

“Kalau mau, kenapa tidak mengambilnya sendiri di dapur ?” Ucap Ayunda menegur Juni karena mau mencuri kue nya.

“Iya kak,,!” Ucap Juni yang duduk bersimpuh mengakui kesalahannya.

“Dasar,,, sini duduk di sebelah Kaka !” Ucap Ayunda yang menaruh secangkir teh di atas meja lalu mengelus kepala Juni.

Juni pun datang menghampiri Ayunda yang merupakan kakak angkat nya, sekilas terdengar teriakan dari arah dapur.

“Siapa yang telah memakan sarapan pagiku ?” teriak Juna yang kehilangan sarapan pagi dan terdengar oleh Ayunda yang duduk bersama Juni.

“Sarapan ?” gumam Ayunda yang kaget dan bingung sambil melihat ke arah Juni.

Ayunda yang melihat Juni sedang mencoba mengingat sesuatu, tiba tiba tersenyum.

“Apakah Juni yang memakan sarapan Juna ?” Ucap Ayunda yang mencurigai Yuni sebagai pelakunya.

“Bukan juni, Juni cuman memakan jatah sarapan Juni sendiri yang ada di atas meja dap..!” Belum sempat Juni menjelaskan, tiba tiba dia Teringat sesuatu yang membuatnya kaget.

“Aaaaagh, maafkan juni, Juni telah memakan jatah sarapan kakak !” Teriak Juni yang panik, ketika mengingat bahwa jatah sarapan miliknya, dia makan di kamar dan yang berada di atas meja dapur milik kakaknya.

“Sudah,, sudah,, itu bukan salah juni, biar kak Ayunda yang menggantinya !” Ucap Ayunda yang mengelus kepala Juni sambil mencoba menenangkan nya.

Ayunda pun beranjak pergi meninggalkan Juni, lalu bergegas menuju dapur untuk memasak kembali jatah sarapan Juna yang telah dimakan Juni.

Sementara itu, ketua party blue shawl dan wild Tiger's sedang mengadakan pertemuan untuk membahas penaklukan boss area lantai 30.

“Sebenarnya apa tujuanmu memanggil kami ?” Ucap Nina sang pemimpin Party blue shawl.

“Kau tidak pernah berubah, dan masih saja tidak sabaran !” Ucap gagah sang pemimpin Party wild Tiger's.

Terpopuler

Comments

piyo lika pelicia

piyo lika pelicia

1 bunga untuk kakek

2024-06-20

0

piyo lika pelicia

piyo lika pelicia

Alhamdulillah masih ada orang yang baik ☺️

2024-06-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!