kebahagiaan yang dirindukan

Akhirnya setelah sarapan mereka bertiga memutuskan untuk pergi jalan jalan di pusat kota mencari sesuatu.

“kak,,, kak,,, apa itu enak?” Tanya juni sambil menunjuk sebuah gerobak yang mengeluarkan bunyi hingga membuatnya penasaran.

“Oh,,itu kue putu, apa Juni mau mencobanya?” Ucap Yuni yang tiba-tiba berhenti sambil menjelaskan.

Juni pun mengangguk-anggukkan kepalanya, dengan wajah yang senang seakan sudah tidak sabar ingin mencoba makanan itu. Dan mereka berjalan menghampiri sebuah gerobak yang menarik perhatiannya dengan mengeluarkan bunyi. Sesampainya mereka bertiga di depan gerobak tersebut, Juni pun langsung kagum dengan cara pembuatan kue itu.

Yaitu dengan cara memasukkan butiran tepung beras kasar yang di campur dengan sedikit parutan kelapa dan gula merah kedalam sebuah bambu kecil lalu di kukus. Mereka bertiga pun sudah mendapatkan kue itu dan bergegas untuk memakannya.

“Eeenak…” ucap mereka bertiga setelah memakan kue putu sambil duduk dan segera menghabiskan kue tersebut selagi hangat.

“Kak Yuni, kemarin Juna melihat kue aneh di depan sana!“ kata Juna yang telah menghabiskan kue putu sambil menunjuk ke suatu arah.

“Aneh ?” Ucap Yuni yang heran mendengar perkataan Juna.

“Ya,,, ya,,, kue itu berbentuk bunga dan terlihat lezat!” penjelasan Juni dengan wajah senang menggambarkan kelezatan kue tersebut.

“Bunga lezat?” Ucap Yuni yang tambah penasaran mendengar penjelasan Juni.

Akhirnya mereka beranjak pergi dari tempat itu, dan berjalan menuju ke suatu tempat di ujung jalan, sambil tangan Yuni yang sedang ditarik oleh adiknya bernama Juni. Sesampainya mereka bertiga tempat tersebut, Juni langsung berlari sambil mencari tempat duduk dan memesan beberapa kue tersebut.

“Paman, aku pesan tiga porsi!” Teriak Juni memesan kue sambil mengangkat tangan.

“Apa kau yakin dengan kue tersebut?” bisik Yuni kearah Juna dengan ekspresi wajah tidak yakin.

“Juna rasa kalau urusan makan Juni lah sang juara nya!” Ucap Juna yang sedikit agak malu melihat tingkah adiknya.

Akhirnya mereka bertiga duduk sambil menunggu kue yang telah Juni pesan.

“Pesanan kue Carabikang sudah siap!” ucap paman penjual yang berjalan menuju meja Juni, sambil membawa beberapa kue pesanan.

“Wuah, betul betul seperti bunga yang sudah mekar!” Ucap Juni yang kagum akan keindahan dan kecantikan kue tersebut.

“Cantiknya,,!” Ucap Yuni yang kagum akan kue tersebut seakan tidak tidak rela memakannya.

Juna yang melihat tingkah kakak dan adik perempuannya merasa aneh, hingga akhirnya dia memutuskan untuk segera memakan kue tersebut.

“Eemmh!” Suara lirih Juna dengan ekspresi wajah yang begitu senang setelah memakan kue tersebut.

Juni dan yuni yang melihat wajah Juna penuh kegembiraan juga segera mencoba memakan kue tersebut.

“Lembutnya!” Ucap Juni seakan melayang di buat nya.

“Manisnya pas!” Ucap Yuni yang tersenyum setelah mencicipi kue tersebut.

Hingga tanpa sadar mereka telah menghabiskan beberapa kue di atas meja. Waktu pun berlalu begitu cepat, hingga tak terasa hari sudah senja hingga mereka bertiga memutuskan untuk segera kembali pulang. Tiba-tiba saja di tengah perjalanan pulang, langkah Juni terhenti sambil melihat kakak perempuannya.

“Kak,, apakah suatu hari nanti kebahagiaan yang terjadi hari ini akan kembali menghampiri kita!” Ucap Juni dengan cemas seakan tidak merelakan kebahagiaan bersama dengan kakaknya berakhir.

“Iya kak, Juna juga tidak pernah merasa sebahagia ini setelah kepergian ayah dan ibu!” Ucap juna sambil menahan haru.

Secara perlahan Yuni berjalan menghampiri kedua adiknya dan memeluk keduanya dengan erat.

“Nanti kalau ada kesempatan, kakak akan meminta libur untuk menemani kalian berdua lagi!” Ucap Yuni yang terharu sambil tersenyum dan mencoba meyakinkan kedua adiknya.

“Benarkah?” Tanya juni yang meminta kepastian.

“Kakak berjanji, ambilah ini sebagai hadiah untuk Juni sesuai janji kakak tadi pagi!” Ucap Yuni sembari memberikan sebuah liontin sihir yang dia peroleh dari kedua orang tuanya sebagai hadiah ulang tahun.

Juni pun merasa senang karena mendapat hadiah sebuah liontin sihir dari kakaknya dan langsung memakai liontin tersebut.

“Juna dapat hadiah apa kak ?” Ucap Juna yang sedikit iri karena melihat adiknya mendapat hadiah berupa liontin.

Tiba-tiba bogem mentah dari Yuni mengarah tepat di atas kepala Juna.

“Jaga adikmu dengan baik, jangan biarkan dia bersedih!” Ucap Yuni yang memberikan hadiah berupa pukulan kecil di atas kepala Juna sambil memperingatkan dia untuk menjaga adiknya.

“Aaaagh. Ini tidak adil!” Teriak juna sambil merengek meminta sebuah hadiah juga.

Juni yang melihat tingkah kakak laki-lakinya itu, seketika tersenyum dan tertawa puas hingga membuat ketiga saudara itu kembali tertawa dan membuat suasana menjadi senang. Pada akhirnya, mereka bertiga bergegas kembali kerumah dengan kenangan yang mungkin tidak akan pernah bisa di lupakan.

Beberapa bulan pun berlalu, Yuni yang sedang berlatih kali ini berhasil mengalahkan segerombolan monster serigala wind wolf ber level 20. Daffa yang merupakan pimpinan geng kapak, menyadari bahwa pertumbuhan Yuni sangat pesat di bawah bimbingan nya.

Yuni.

Ras : human. Lvl : 31

Max HP : 1000/1000

Max Mp : 800/800

STR : 50

AGI : 70

INT : 40

VIT : 30

DEX :60

LUX :50

Seorang assassin yang memiliki 2 skill own shadow dan shadow dagger.

*Own shadow's

Adalah sebuah skill yang memungkinkan penggunanya memanggil bayangan menyerupai pengguna skill, memiliki 50% stat pengguna dalam waktu 10 menit, memiliki efek pengurangan hp 20% kepada si pengguna jika bayangan tersebut mati, cooldown 30 menit

*Shadow dagger

Adalah sebuah skill serangan mendadak yang mengincar titik vital dan efek negatif, memberikan 70 critical attack, cooldown 15 menit.

“Aku kagum melihat perkembanganmu yang begitu pesat!” Ucap Daffa memuji perkembangan Yuni yang begitu cepat.

“Terimakasih tuan ku!” Ucap Yuni merendah sambil duduk hormat.

“Aku dengar kau akan mengundurkan diri dari geng kapak!” tanya Daffa yang memastikan kabar tersebut.

“Sebenarnya berat bagi saya meninggalkan anggota ini karena mengingat kebaikan tuan selama ini!” Ucap Yuni yang merasa tidak enak.

“Aku tidak akan menghalangimu pergi!” Ucap Daffa seolah dia merelakan kepergian Yuni.

“Terimakasih tuan!” Ucap Juni yang gembira mendengar perkataan pimpinannya.

“Tapi sebelum itu, dapatkah kau menjalankan misi pengintaian untukku!” Ucap Daffa dengan wajah datar memberikan sebuah gulungan misi.

“Dengan senang hati tuan!” Ucap Yuni yang senang dan tidak sabar ingin memberi kejutan untuk kedua adiknya sambil menerima misi tersebut.

“Selidiki wanita itu, dan pastikan stat dan skill yang dimilikinya!” Ucap Daffa sambil pergi meninggalkan Yuni begitu saja.

Yuni yang membuka gulungan misi melihat seorang gadis tergambar pada gulungan itu. Lalu, dia juga pergi meninggalkan tempat tersebut dan memutuskan untuk segera pulang menemui kedua adiknya, untuk memberi sebuah kejutan berupa kabar gembira.

Terpopuler

Comments

piyo lika pelicia

piyo lika pelicia

hadiah nya nanti kek bokek

2024-06-18

0

piyo lika pelicia

piyo lika pelicia

huum kasihan 😔

2024-06-18

0

piyo lika pelicia

piyo lika pelicia

penasaran kek 😫

2024-06-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!