kenangan manis

Sementara itu, Juna yang menyiapkan pesta untuk kakaknya mencoba membuat sebuah masakan.

"Kak boleh Juni bantu potong sayur?" cap Juni yang menghampiri kakak nya.

"Boleh, potong dulu wortel nya!" ucap Juna sambil mengaduk sup.

Lalu tiba-tiba beberapa wortel yang ada di meja sudah terpotong dengan cepat. Juna yang melihat kepiawaian adiknya membuat dia kagum.

“Juni, bisakah kau juga potong bawang dan bumbu lainnya?” ucap juna sambil meninggalkan Juni dengan beberapa bumbu.

Belum sempat Juna maju dua langkah meninggalkan Juni, dia dikagetkan dengan teriakan serta tangisan dari sang adik, yang membuat dirinya menoleh ke arah Juni.

“Huaaaa,,,“ teriak Juni sambil menangis.

“Juni, kamu kenapa?” tanya Juna yang khawatir.

“Hiks,, hiks,,, mata Juni perih!” ucapnya sambil menutup matanya.

“Perih?” ucap juna melihat adiknya.

Alangkah kagetnya Juna, ketika melihat beberapa bumbu yang berada di atas meja sudah terpotong halus.

“Baiklah, sekarang juni duduk saja, biar kakak yang mengurus sisanya!” Ucap Juna menenangkan adiknya.

Akhirnya semua makanan sudah siap di atas meja makan. Malam pun semakin larut Juna dan adiknya merasa khawatir mengingat kakak mereka berdua tak kunjung pulang.

“Kak Juni sudah lapar!” ucap Juni sambil menaruh kepalanya di atas meja.

“Tunggu sebentar, kakak akan menghangatkan sup nya untuk mu!” ucap Juna dengan perasaan yang resah.

“Juni tidak mau makan sebelum kak Yuni pulang!” ucapnya secara perlahan sambil menutup mata.

“Juni, jangan tinggalkan kakak!” teriak Juna yang menggoyang tubuh Juni, yang mulai tertidur seraya mencairkan suasana.

Yuni yang baru sampai di depan pintu pun langsung panik dan kaget mendengar teriakkan Juna. Lalu dia bergegas membuka pintu tersebut, dengan dorongan yang kuat hingga membuat Juna kaget.

“Ah,, kak Yuni sudah pulang!” ucap juna yang kaget akibat suara pintu.

Tak berselang lama, tiba-tiba dia mendapat bogem mentah dari Juni sang adik.

“Aku belum mati, cuma tertidur sebentar!” ucap Juni sambil melayangkan bogem mentah ke arah Juna.

“Habis kamu tidur, meninggalkan kakak menunggu sendirian!” balas Juna yang tidak terima atas hadiah bogem mentah dari sang adik.

Yuni yang merasa panik, seketika menjadi bingung melihat tingkah kedua adiknya. Hingga dia kembali tersenyum karena kedua adiknya baik baik saja selama dia tinggalkan.

“Kakak pulang!” ucap Yuni sambil menghampiri kedua adiknya.

Suasana hangat pun terlihat jelas dari wajah mereka bertiga di ruangan tersebut. Juga terdengar suara tawa Yuni yang mendengar cerita juna tentang kekonyolan adiknya. Sehingga malam tersebut akan menjadi malam yang paling indah dan sulit di lupa untuk mereka bertiga.

Di keesokan harinya juni yang baru terbangun mencium aroma yang lezat dari dapur.

“Kak,,, Juni lapar!” ucapan Juni yang sudah menjadi kebiasaan saat bangun tidur.

“Kak Juna masak apa hari ini?, aromanya terasa lezat !” lanjut ucap Juni yang sedang berjalan menuju meja makan dengan keadaan mata yang masih tertutup.

Juni yang tiba-tiba tidur di atas meja makan mendapatkan berkah berupa bogem mentah dari kakak perempuannya. Sehingga membuat Juni bangun seketika.

“Sebaiknya cuci muka dulu sebelum duduk di meja makan!” ucap Yuni sambil melayangkan bogem mentahnya ke arah juni.

“Baik kak Yuni!” ucap Juni yang merasa kesakitan dengan memegang kepalanya sambil berjalan ke kamar mandi.

“Kakak hari ini libur, apa ada sesuatu yang Juni inginkan!” ucap Yuni yang mencoba menenangkan adiknya sambil memasak sup.

“Juni inginkan terus bersama kakak!” ucap Juni yang sedang murung.

“Kakak harus bekerja, jadi Juni dan kak Juna haus jadi anak baik ketika kakak Yuni tiada di rumah!” ucap Yuni menghampiri juni sambil mengelus kepala adiknya agar merasa tenang.

Dan seketika Juni terdiam mendengar perkataan yang keluar dari mulut kakak nya.

“Bagaimana kalau nanti kita jalan-jalan, kak Yuni mau membeli sesuatu untuk Juni karena sudah jadi anak pintar!” ucap Yuni yang mencoba mencairkan suasana.

Juni yang mendengar ajakan kakaknya langsung merasa senang. Mengingat sang kakak yang jarang berada di rumah karena sibuk akan pekerjaan nya.

“Yups” jawab Juni sambil tersenyum manis karena merasa senang.

“Sarapan sudah siap!” kata Yuni sambil membawa sebuah mangkuk sup dan menata beberapa makanan di atas meja.

“Uwaah,,, selamat makan!” ucap Juni yang melihat mewahnya sarapan pagi ini dengan wajah yang sudah tidak sabar.

Tiba-tiba Yuni kembali memberi sebuah berkah dengan pukulan kecil di kepala Juni dengan sebuah panci kosong yang dia pegang.

“Apa?” tanya juni dengan wajah polos sambil kebingungan.

“Hah, apa harus kak Yuni getok lagi agar kamu mengingat nya?” ucap Yuni yang mencoba mengingatkan adiknya akan sesuatu.

“Hmmm,,, kak Juna!” Ucap Juni dengan wajah polosnya dengan cepat langsung berlari ke kamar.

Yuni yang melihat kerandoman tingkah adiknya, seketika tersenyum lalu duduk di kursi meja makan.

“Kak ayo bangun,, Cepat bangun,, jika masih tertidur,,, Juni habisin jatah sarapan kakak !” ucapan Juni yang terdengar jelas dari dalam kamar.

Akhirnya juna terbangun oleh teriakan teriakan tersebut, dan segera bergegas menuju kamar mandi. Lalu Juni juga segera kembali ke meja makan, dan menunggu kakak nya yang bernama Juna. Dan mereka bertiga memulai hari ini dengan makan makanan yang sedikit agak mewah dari biasanya yang dimasak oleh yuni

Terpopuler

Comments

Bening

Bening

pengen nangis

2024-06-26

1

piyo lika pelicia

piyo lika pelicia

semangat kek 😀

2024-06-13

0

piyo lika pelicia

piyo lika pelicia

Selamat makan Juna Juni dan kak Yuni, semoga kalian baik-baik saja.

2024-06-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!