pertemuan tak di sengaja bagian 1

Ayunda yang mengaktifkan skill evil eyes nya, seketika melesat ke arah Daffa sambil menyerang dengan pedang darah milik nya. Daffa yang merasa kebingungan beberapa detik, tersadar bahwa Shield yang melindungi nya mulai retak akibat beberapa serangan Ayunda yang begitu kuat dan cepat.

Daffa mulai bertahan dengan menangkis serangan Ayunda, walaupun beberapa serangan tersebut masih mengenai Shield nya. Ketika serangan Ayunda berhasil menghancurkan Shield yang melindungi Daffa, dia bergegas menjerat Daffa dengan jeratan darah dan mengaktifkan skill blood claws milik nya.

Sayatan pertama Ayunda menghancurkan armor yang di pakai Daffa, dan sayatan kedua merobek perut Daffa hingga hp terkuras banyak. Dan sayatan ke tiga Ayunda, mengakhiri pertarungan sengit tersebut.

"Jangan salah kan aku, yang lemah memang pantas mati !" Ucap Ayunda sambil menatap sinis kearah Daffa.

"Das,,,sarr,,mons,,," ucap Daffa yang terbata bata sambil mempertahankan kesadarannya hingga dia tewas di tempat.

Ayunda yang menyadari bahwa Daffa sudah tewas bergegas pergi dari tempat tersebut. Keesokan harinya, warga kota Oktavia di kejutkan dengan tersebarnya berita tentang penemuan dua mayat. Salah satunya ketua gang kapak di dalam hutan, yang di temukan oleh para kesatria.

Mayat tersebut di bawa ke tengah kota, mengingat salah satu dari mayat tersebut belum teridentifikasi. Desas desus siapa yang telah membunuh  ketua kelompok gank kapak, menjadi perbincangan hangat di penjuru kota Oktavia.

Ayunda yang mendengar hal itu, merasa acuh dan menjalani kehidupannya seperti biasa.

Waktu pun berlalu begitu cepat, tak terasa sudah 3 bulan berlalu semenjak kejadian terbunuhnya ketua gank kapak. Ayunda yang baru saja keluar dari rumah nya, menyadari sebuah keributan di ujung jalan.

Dan mencoba menghampiri keributan tersebut. Sesampainya Ayunda di tempat tersebut, Ayunda di kagetkan dengan beberapa anak yang melempari juna dan Juni dengan batu.

"Dasar maling kecil!"ucap seseorang.

"Dasar anak haram!"ucap seseorang.

Terlihat jelas di mata Ayunda, posisi juna yang duduk sambil memeluk adiknya, seraya membiarkan lemparan batu tersebut mengenai punggung juna. Dan ada beberapa batu yang mengenai kepala Juni sang adik hingga mengeluarkan darah.

"Dasar maling!"ucap seseorang.

"Serahkan saja pada penjaga!"ucap seseorang.

Terdengar sangat jelas teriak beberapa orang di sana. Mengetahui situasi tersebut Ayunda mencoba menghentikan amukan masa.

"Sudah cukup!" Teriak Ayunda sembari berdiri melindungi juna dan Juni.

"Hei nona, menjauh lah dari sana!" Teriak seseorang menghentikan Ayunda.

"Tadi dia mencuri roti di toko ku!" ucap seseorang yang mengaku kehilangan roti.

"Kemarin dia juga mengambil beberapa buah dagangan ku!" ucap seseorang yang mengaku kehilangan buah.

"Dasar maling!" teriak beberapa orang yang penuh amarah.

"Baiklah biarkan aku yang akan mengganti kerugian nya!!" Ucap Ayunda meyakinkan warga.

Setelah Ayunda mengganti seluruh kerugian warga, akhirnya keributan tersebut mereda dan para warga perlahan pergi dari tempat itu. Setelah semuanya terasa aman Ayunda mencoba menyentuh punggung juna hingga Ayunda tersadar bahwa keduanya sudah pingsan akibat serangan warga.

Sontak saja Ayunda menggendong kedua anak tersebut dan memutuskan untuk membawa keduanya pulang ke rumah. Setelah Ayunda merawat luka kedua anak itu tak berselang lama juni sang adik perempuan terbangun.

Juna.

Ras : human.       Level : 7.

Max HP : 1000/1000.

Max Mp : 800/800.

STR : 20.

AGI : 30.

INT : 10.

VIT : 10.

DEX :20.

LUX :30.

Seseorang anak pria yang belum mendapatkan anugerah.

Juni.

Ras : human.       Level : 9.

Max HP : 1000/1000.

Max Mp : 800/800.

STR : 30.

AGI : 20.

INT : 40.

VIT : 10.

DEX :30.

LUX :20

Seorang anak perempuan yang belum mendapatkan anugerah.

"Apakah kamu malaikat ?"tanya juni dengan wajah kagum.

Ayunda yang mendengar perkataan tersebut menggelengkan kepalanya seraya memberi jawaban tidak.

"Apakah kamu Bidadari?" Lanjut pertanyaan juni.

Ayunda kembali menggelengkan kepalanya.

"Apakah kamu seorang Dewi?" Tanya juni karena belum mendapatkan jawabannya.

"Nama ku Ayunda!" Jelasnya dengan tersenyum.

"Wah,,, cantik nya!" Kata Juni yang terkagum kagum.

Dan selang beberapa detik wajah Juni yang tadinya kagum menjadi bingung karena melupakan sesuatu, entah apa yang dia ingat. Juni tiba-tiba dia menjerit ketakutan.

"Aaaagh,,, kakak tolong aku!" Teriak Juni sambil menarik selimut dan bersembunyi di dalam nya, juna sang kakak pria yang terbaring di samping Juni pun kaget dan terbangun dari tidurnya.

"Aaaagh sakit,,, jangan pukul punggung ku !" Teriak juna yang kesakitan akibat ulah Juni.

Ayunda pun menarik kembali selimut tersebut dan memukul kedua kepala anak tersebut layaknya seorang ibu memukul anaknya yang nakal.

"Sudah cukup!" Kenapa kalian masih menangis tanya Ayunda.

"Sebenarnya saat kami tadi di pukul, itu mengingat ku pada kakak!" Ucap juna sambil menangis.

"Boleh kakak Ayunda mendengar cerita tentang kakak mu?" Tanya Ayunda dengan lembut.

"Kami sebenarnya adalah seorang anak bangsawan, ayah ibu kami dituduh melakukan percobaan pembunuhan tuan putri kaela karena ayah tergabung sebuah kelompok yang menolak kebijakan pemerintah akan kenaikkan pajak untuk warga desa, setelah kejadian itu ada seseorang yang membawa kami bertiga dengan sebuah kereta, entah kenapa tiba tiba kereta tersebut berhenti di dalam hutan, lalu ada seseorang yang berbadan besar dengan membawa kapak bilang akan menolong kami!" penjelasan panjang Juna.

"Lalu dimana kakak kalian sekarang?" Tanya Ayunda.

"Kakak sudah meninggal, entah kenapa dunia ini begitu kejam pada kami, setelah kepergian ayah dan ibu cuman kaka yang melindungi kami, dia selalu bekerja untuk memenuhi kebutuhan kami menggantikan sosok ayah, dan walaupun terkadang dia pulang larut malam kakak selalu membawa makanan untuk kami, hingga pada malam itu kakak sudah berjanji akan segera pulang, kami berdua menyiapkan sebuah pesta kecil untuk merayakan kepulangannya,dan kami juga sudah menunggu kepulangan nya hingga larut malam, dan kakak tidak kunjung datang walaupun malam semakin larut, hingga pagi harinya saya melihat sendiri bahwa kakak kami sudah meninggal !" Cerita juna yang sambil menangis.

"Kakak,,, Juni lapar,,, Juni rindu masakan Kaka Yuni!" Kata Juni sambil memegang sebuah liontin sihir yang dia pakai.

Ayunda pun terharu mendengar cerita juna sambil melihat Juni yang merindukan sosok kakaknya.

"Kalian tunggu di sini y, kak Ayunda ada sedikit makanan!" Ucap Ayunda menahan kedua anak tersebut pergi.

"Hore,, hari ini kita libur berburu kelinci!" Teriak Juni yang tiba-tiba suasana hati nya berubah senang.

"Berburu?" Tanya Ayunda yang kebingungan sembari menaruh dua mangkuk sup.

"Ya berburu, kak juna itu hebat dan pintar, ketika kakak juna bilang kejar kelinci itu Juni lari mengejar nya walaupun Juni tidak pernah berhasil menangkap nya tapi dengan kepintaran kak juna kelinci tersebut pasti berhasil dia tangkap!" Cerita Juni sambil memakan sup.

Ayunda yang tersadar akan taktik juna yang menjadikan Juni sebagai umpan, melirik sinis kearah Juna. Juna yang mendapat tatapan tajam pun memalingkan wajahnya sambil memakan sup. Setelah mereka berdua selesai makan Ayunda memutuskan untuk mengadopsi mereka berdua.

"Baiklah, jika kalian mau,,, kalian boleh tinggal di sini!" Kata Ayunda yang seolah membujuk keduanya untuk tinggal bersamanya.

"Tidak, sudah cukup untuk kami menyusahkan kakak, kami tidak mau menyusahkan kakak lebih dari ini!" Jawab juna yang tegas sebagai seorang kakak bagi Juni.

"Tenang saja, kalian tidak akan tinggal secara gratis di sini, melainkan bekerja mengurus rumah ini!" Jawab Ayunda meyakinkan juna.

Juni yang mendengar ucapan Ayunda menunjukkan ekspresi dengan wajah tersenyum dan mata yang berkilauan kepada juna seperti dia ingin tetap tinggal di rumah tersebut. Juna yang melihat hal ini pun tidak mau menyakiti perasaan Juni dan dia pun bersedia tinggal di sana sambil bekerja.

Terpopuler

Comments

Bening

Bening

ayah juna dan juni di sini adalah korban fitnah

2024-06-25

1

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

sombong kali kau ayu.../Shy//Shy/

2024-06-23

0

.

.

ehhh gk boleh ucap anak harammm

2024-06-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!