Di Sisi lain Juna dan Juni yang mempersiapkan acara pesta untuk kakaknya.
“Kak,, kak haruskah kita membeli daging ?” Ucap Juni sambil menunjuk seseorang pedang daging.
“Boleh !” Ucap Juna sambil berjalan menuju kearah penjual daging.
“Kak,,kak,,, daging ini terlihat enak !” Ucap Juni sambil melihat sepotong daging besar yang tergantung.
“Seleramu sangat bagus nona kecil, itu adalah daging dari hornet cow berkualitas tinggi !” Ucap si pedagang daging.
Melihat sang adik yang sangat menginginkan daging Tersebut, Juna mencoba dengan beberapa coin silver yang tersisa di sakunya.
“Dapatkah kami membeli beberapa potong daging dengan coin ini !” Ucap Juna yang mencoba menawar beberapa potong daging dengan mengeluarkan seluruh sisa coin di sakunya.
“Pergilah ke tempat lain !, 5 coin silver tidak akan cukup untuk membeli daging kecuali kau memburu nya sendiri !” ucap sang pedagang sambil mengusir Juna karena tidak mampu membayar.
Juni yang mendengar ini merasa sedih dan menghampiri kakaknya.
“Kak,, Ayo kembali, kurasa kak Yuni lebih suka makan sup daripada daging !” ucap Juni yang murung sambil memegang baju kakaknya.
Tapi bukannya sedih karena tidak bisa membeli daging, Juna malah gembira sambil tersenyum ketika mendengar ucapan si pedagang seolah ada niat terselubung yang melintas di pikiran nya.
“Terimakasih paman !” Ucap Juna yang tersenyum dan percaya diri.
Terdengar teriakan Juna di pinggir hutan dekat pemukiman.
“Kejar juni,,, terus kejar !” Teriak juna yang juga berlari ke arah Juni sambil menggenggam batu.
Juni yang terus berlari mengejar seekor kelinci shy rabbit dan berusaha untuk menangkap nya.
Ketika jarak juni hampir meraih kelinci tersebut, tiba tiba dia tersandung sebuah batu sehingga mengakibatkan nya terjatuh dengan keadaan tengkurap.
Disaat yang bersamaan jatuhnya Juni, si kelinci melompat karena panik dan kaget.
Juna yang sudah dekat dengan si kelinci pun memanfaatkan momen saat si kelinci tengah melompat.
Dengan lemparan sebongkah batu yang sedari tadi dia pegang, Juna berhasil menaklukkan kelinci tersebut dengan sekali lempar.
“Yosh,,, lihat, kakak berhasil Juni !” Teriak juna yang bangga mendapatkan seekor kelinci tangkapan pertama nya.
“Kerja bagus !” ucap Juni yang tersenyum puas sambil mengangkat jempolnya dan terlihat ada darah yang mengalir dari hidungnya.
Tidak terasa hari sudah mulai senja, mereka berdua berhasil mendapatkan 2 ekor kelinci shy rabbit dengan kemampuan mereka sendiri.
“Juni,,, sudah waktunya pulang !” teriak Juna sambil melambaikan tangan.
Juni yang mendengar teriakan tersebut bergegas berlari menghampiri kakaknya.
“Kak,, Juni sangat capek !” Ucap Juni yang kelelahan dan langsung berbaring di tanah.
“Coba lihat, kak Yuni pasti akan bangga pada kita setelah dia tahu kelinci ini kita sendiri yang menangkap nya !” Ucap Juna yang tersenyum puas sambil menunjukkan kelinci hasil buruannya.
“Benarkah ?” Ucap Juni yang tiba-tiba kembali bersemangat.
“Kakak yakin, kak Yuni pasti akan sangat senang !” ucap Juna meyakinkan sang adik.
Akhirnya mereka berdua pulang dengan membawa 2 kelinci hasil buruannya.
“Wah,,, aroma nya sangat lezat !” ucap Juni yang tidak sabar ingin segera memakan nya.
“Sabarlah, kak Yuni pasti segera pulang !” Ucap Juna yang juga ingin segera memakan nya.
Setelah beberapa menit menunggu kakak nya yang belum tiba.
“Kak,,kak,, bagaimana kalau kita cicipi dulu !” Ucap Juni yang sudah mulai lapar.
“Tidak boleh !” Ucap Juna seolah olah dia tidak ingin memakan daging kelinci itu sebelum kakak nya pulang.
“kak daging ini ada dua loh, bagaimana kalau kita cicipi seediiiikiiiittt !” Ucap Juni sambil membujuk kakak nya.
Melihat sang adik ingin sekali mencicipi daging kelinci Juna akhirnya menyerah karena dirinya juga sudah lapar.
“Baiklah, tapi cuma sedikit ya,,, ingat, se,,di,,kit !” Ucap Juna memperingatkan adiknya.
Akhirnya mereka berdua mencicipi daging kelinci tersebut, hingga tanpa mereka sadari potongan demi Potongan yang telah mereka ambil.
“Kak daging kelinci nya nampak jelek ketika kaki depannya sudah diambil, bagaimana kalau kita potong juga kaki belakangnya !” Ucap Juni yang sudah memakan kaki daging kelinci sambil memegang pisau.
Juni yang masih merasa lapar, akhirnya memotong kembali daging kelinci tersebut di bagian kaki belakangnya, dan memberikan 1 bagian kaki daging kelinci kepada kakaknya.
“Kak,, kak, bukankah daging kelinci nya terlihat kecil tanpa kaki, bagaimana kalau kita sisakan kak Yuni yang satunya saja ?” ucap Juni yang sudah memotong daging kelinci yang sudah tidak memiliki kaki menjadi 2 bagian.
“Kak gawat, kita sudah menghabiskan satu ekor penuh daging kelinci !” Ucap Juni dengan panik.
Juna yang sedari tadi tidak begitu memperhatikan Juni, terlalu menikmati daging kelinci hasil jerih payahnya sendiri ikut terkaget.
Pada akhirnya mereka berdua menghabiskan satu ekor daging kelinci yang sudah dimasak, dan menyisakan yang satunya untuk kakak mereka. Malam pun semakin larut dan masih belum ada tanda tanda kedatangan Yuni.
Juni yang sudah mengantuk tiba tiba tertidur diatas meja makan. Juna yang melihat nya pun tidak tega membangunkan adiknya karena dia sudah berusaha keras dalam perburuan tadi.
Juna pun berdiri, lalu pergi mengambil selimut untuk menutupi tubuh adiknya yang tertidur pulas. Lalu dia kembali duduk di kursi meja makan sambil terus menunggu kedatangan kakak nya.
“Kak,,, kenapa kak Yuni belum pulang !” Gumam Juna yang mulai resah dan khawatir.
Disisi lain, tepat nya di dalam dalam hutan.
Yuni yang tidak bisa bergerak akibat jeratan darah mulai panik.
“Sial, harusnya sekarang aku sudah berada di rumah bersama Juna dan Juni !” Gumam Yuni yang panik dan resah.
Dan sial nya lagi Yuni yang tidak bisa bergerak terkena ledakan besar sehingga membuat nya kritis dan terbaring lemah tak berdaya.
“Ayah,,, ibu,,, maafkan Yuni karena tidak bisa menjadi kakak yang baik !” Gumam Yuni yang menyadari bahwa hidup nya sudah berada di ujung tanduk.
“Tu,,an,,,,” belum sempat Yuni berkata “tuan tolong lindungi adik ku” tiba tiba dia sudah terpenggal oleh orang yang telah dia percayai selama ini.
“Juna,, Juni,,, maaf kan kakak” kata kata yang tersisa di pikiran Yuni setelah kepala terlepas dari tubuhnya.
Malam yang sunyi pun berlalu, hingga terdengar suara keramaian di tengah kota di pagi itu.
Juna yang tertidur seketika ter bangun akibat keramaian tersebut lalu dia memperhatikan di sekitarnya.
Terlihat sepotong daging kelinci masih utuh di atas meja dan tidak ada tanda-tanda bahwa kakak perempuannya sudah pulang.
“Kak,,, Juni lapar !” ucap Juni yang baru terbangun dari tidurnya.
“Ah, kau juga baru bangun !” ucap Juni melihat adiknya yang baru terbangun.
“Kak Yuni belum pulang, jadi makanan yang ada di atas meja Juni makan saja, kakak mau keluar dulu kenapa ada keramaian !” Ucap Juni yang khawatir akan kakaknya dan merasa penasaran dengan keramaian di kota.
Akhirnya juna pergi meninggalkan adiknya yang sedang makan.
Juni terus berjalan menuju keramaian di tengah kota.
Dan alangkah kagetnya Juni ketika melihat di tengah tengah keramaian tersebut, terbaring lah kakak perempuan nya dengan keadaan kepala terpisah dengan badannya.
“Tidak… ini tidak mungkin !” Ucap Juna yang seakan masih tidak terima dengan apa yang telah dia lihat.
“Tidak mungkin,,, kakak !” Ucapnya sambil meneteskan air mata.
Juni yang tidak bisa terima akan sesuatu hal yang menimpa kakak nya pun berlari menjauh sambil menangis tak henti hentinya.
Sesampainya dia di rumah, dengan mulut yang terbata bata menceritakan apa yang telah dia lihat kepada adiknya.
Hingga kedua menangis dan sesekali berteriak kakak.
Hari demi pun silih berganti, Juna yang terluka mentalnya kini menjadi seorang yang yang pendiam seakan sudah tidak memiliki harapan hidup. Sedangkan Juni yang memiliki penyakit lupa ingat menjalani hari seolah tidak pernah terjadi sesuatu dan ketika ingatannya kembali tiba tiba dia langsung menjerit sambil menangis.
Tanpa disadari, berpenyakit Juni keduanya masih bisa bertahan hidup hingga berMinggu Minggu. Karena ketika Juni merasa lapar dia akan pergi ke kota untuk mencuri sebuah roti ataupun buah.
“Kakak lihat, Juni hari ini membawa roti !” Ucap Juni sambil tersenyum dan menunjukkan hasil curiannya.
“Kakak makan ya, biar Juni yang suapin !” Ucap Juni sambil menyuapi kakak nya.
“Kenapa kakak cuma makan sedikit, nanti kak Yuni marah !” Ucap Juni yang mencoba membujuk kakak nya.
Dan selang beberapa detik setelah menyebut kak Yuni tiba-tiba Juni menjerit dan menangis mengingat kematian kakaknya yang tragis.
Hari demi hari mereka jalani seperti itu.
Hingga suatu hari pemilik rumah datang untuk menagih uang sewa yang sudah beberapa bulan tidak dibayarkan.
Sang pemilik rumah yang marah memutuskan untuk mengeluarkan Juna secara paksa.
Juna pun berjalan seperti orang yang Linglung dan tidak tahu mau kemana.
Terdengar ada sebuah keramaian di depannya.
“Dasar maling “ teriak seseorang.
“Dasar anak nakal” teriak seseorang.
“Dasar yatim” teriak seseorang.
Tiba tiba Juna teringat pukulan kakaknya yang sambil berkata “jaga adikmu, jangan biarkan dia menangis” seketika itu dia terkejut dan tersadar.
“Juni,,” ucapnya lirih sambil mencari adiknya.
“Dasar pencuri”
Juna pun mulai penasaran dengan keramaian yang berada di sekitar nya itu.
Dan alangkah kagetnya dia melihat bahwa adiknya sedang di masa dan di lempari beberapa batu.
Juni yang melihat ini tanpa berpikir panjang bergegas pergi menghampiri adiknya dan langsung memeluk adiknya sambil menjadi tameng dari beberapa lemparan batu.
“Kakak,,” ucap lirih Juni yang menangis dan terlihat keningnya mengeluarkan darah hingga akhirnya pingsan.
Juna pun kesal dan menyesal karena tidak bisa menjaga adiknya.
“Maafkan kakak..”
“Maafkan kakak,,”
Hingga Juna pun ikut tidak sadarkan diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
piyo lika pelicia
1 bunga untuk kakek
2024-06-20
0
piyo lika pelicia
dasar kakek lucnut 😭 kenapa kau bawa bawang sekilo ke sini 😭
2024-06-20
2
piyo lika pelicia
huum kasihan 😔😭
2024-06-20
0