"Anak ini tidak memiliki garis keturunan Naga. Cepat tangkap dia!” Teriakan itu sukses memicu pergerakan dari para prajurit di sekitar, mereka langsung bergerak untuk menangkap Lin Hao, mengepungnya dari berbagai sisi.
“Berani sekali kau memasuki aula Ujian Naga Langit dengan statusmu yang hanya makhluk rendahan.” Salah satu prajurit tanpa memberi ampun langsung mengarahkan senjatanya ke arah Lin Hao. Panah yang terbalut dengan energi Qi listrik itu melesat ke arah Lin Hao.
Sempat mencoba untuk menghindar, sayangnya anak panah itu malah berbelok arah dan tepat menusuk perutnya. Energi petir dari anak panah menjalar di sela-sela meridiannya, memberikan efek getaran yang membuatnya mati rasa. Seluruh tubuhnya terasa keram, dirinya membeku dalam siksaan yang amat menyakitkan. Bahkan ringisan perih hanya tertahan dalam tenggorokannya.
Tembakan lain kembali datang, Lin Hao merasakan perasaan yang sama, kali ini membuat nyawanya seolah ingin melepaskan diri dari tubuhnya. Ini amat sangat menyiksa, dirinya membeku, bahkan untuk berlutut pun kakinya terasa tegang.
Raja Iblis yang melihat hal itu tidak bisa untuk tidak menampakkan seringai puas. Setidaknya dia tidak perlu turun tangan untuk membereskan anak itu. Dirinya diarahkan oleh prajurit untuk pergi ke suatu tempat dimana ujiannya akan dimulai.
Tepat sepeninggal raja Iblis, mendadak sosok pria dengan dua tanduk naga kecil berambut putih mendatangi tempat itu.
“Ada apa ini?” tanyanya.
Sepertinya sosok pria ini memiliki posisi yang tinggi di istana Naga langit ini. Bahkan para prajurit itu langsung memberinya jalan sambil membungkukkan badan penuh rasa hormat.
“Tuan Yi, manusia ini berani sekali memasuki Istana Naga untuk mengikuti ujian Naga Langit.” Salah satu prajurit melapor.
Pria berambut putih itu menatap ke arah Lin Hao yang masih dalam keadaan membeku. Kedua matanya memicing, mengamati Lin Hao lebih dalam.
Beberapa detik kemudian dia mengangkat sebelah alisnya kala menyadari sesuatu. Dia menatap tajam ke arah Lin Hao.
“Meskipun aku tidak memiliki garis keturunan Naga, namun aku bisa menggambar pola Naga Langit. Seharusnya ini sudah cukup untuk mengikuti ujian itu bukan?” ucap Lin Hao setelah merasakan tenggorokannya yang leluasa.
“Cih, aku tidak tertarik dengan pola Naga Langit itu. Kalian, lepaskan dia!”
Lin Hao menaikkan sebelah alisnya, dia tidak mengerti maksud pria berambut putih ini.
Prajurit tanpa pikir panjang langsung menyalurkan vitalitas energi dari batu giok yang dia keluarkan dari saku bajunya, untuk menormalkan suhu tubuh Lin Hao. Lelaki itu seketika merasa baikan, tubuhnya kembali segar.
“Ikuti aku!”
Mereka menaiki dua puluh anak tangga hingga sampai di sebuah gapura. Pintu gapura terbuka, menampakkan sebuah halaman dengan seorang gadis cantik sepuluh tahunan tengah bertarung dengan seorang pria dewasa. Gadis itu memiliki tanduk cokelat kecil di kepalanya. Nampaknya keduanya tengah melakukan latihan bertarung.
Melihat kedatangan Lin Hao serta Long Yi, keduanya segera menghentikan pelatihan. Gadis itu menatap Lin Hao dengan sorot mata tersipu malu. Meski demikian, pandangannya tidak jatuh dan terus menatap lelaki itu hingga melewati dirinya.
Lin Hao sendiri tidak mengerti mengapa dia ditatap seperti itu oleh gadis naga ini. Namun dia tidak mengambil tindakan melainkan hanya membiarkannya. Dia bahkan berjalan lurus dan menghiraukan gadis itu.
Sebenarnya alasan dia tidak ingin menegur adalah karena dia tidak ingin membuat gadis itu malu, atau berperasaan lain yang mengarah ke menyinggung. Jika hal ini benar-benar terjadi, maka tentu saja masalah baru baginya akan kembali timbul.
Lin Hao dan Long Yi berhenti saat seorang pria berambut merah dengan tanduk perak muncul dari dalam bangunan menghampiri mereka.
“Long Yi, dia siapa?” tanya pria itu yang merupakan pimpinan klan naga. Dia adalah Long Huo.
“Pimpinan. Dia ini adalah orang yang kita tunggu. Aku cukup lega karena pada akhirnya tugas kita akan berakhir cukup sampai di sini!” ucap Long Yi dengan menampakkan seringai khasnya.
“Benarkah?” Long Huo tampak antusias mendengarnya. “Kalau begitu mari masuk ke dalam dan kita bicarakan ini di dalam sembari menyesap teh Wangi.” Mereka lantas masuk ke dalam bangunan tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
y@y@
🌟👍🏻👍👍🏻🌟
2024-07-12
3
berman Lase 😎😎😎😎😎
anjay teh wangi😁
2024-06-24
0
Jimmy Avolution
up...up...up...
2024-06-24
0