Ch. 9 ~ Bertarung Melawan Kun Fan

Kun Fan bangkit berdiri setelah mendapat tantangan bertarung dari Lin Hao. Sejujurnya dia sangat malu untuk berhadapan dengan seorang pemuda yang bahkan beberapa tahun lebih mudah darinya. Apalagi pertarungannya itu disaksikan oleh banyak pasang mata. Kemana harga dirinya sebagai seorang kultivator?

Namun, mau tidak mau dia harus turun ke arena dan menghadapi anak itu. Beruntung Lin Hao yang duluan menantang, sehingga rasa malunya sedikit tertutupi. Lagipula dia juga sebenarnya ingin membunuh anak itu. Lin Hao ini telah menyakiti adiknya, sekaligus telah berani menyinggung keluarga Kun dan mempermalukannya di depan banyak anggota sekte tadi.

“Bocah, aku harap kau tidak menyesali ucapanmu!” Kun Fan berkata dingin.

“Tentu saja.” Lin Hao berkata dengan percaya diri. Dia langsung mengeluarkan pedang Mata Jiwa dari cincin ruang miliknya. Lelaki itu tidak ingin lengah di awal. Menghadapi Kun Fan yang jelas memiliki basis kultivasi tinggi itu bukanlah perkara mudah.

“Hmm, majulah! Aku beri kau kesempatan untuk menyerangku dalam tiga jurus. Jika dalam tiga jurus itu kau tidak mampu membuatku terluka, maka siap-siap saja nyawamu yang melayang!” Kun Fan berkata dengan sangat angkuh.

Pedang menenteng di samping Lin Hao. Pemuda itu memasang senyum sinis. “Kau sangat baik, Kakak Senior. Maka Junior ini dengan senang hati akan menyakitimu!”

“Jurus pertama, teknik Pedang Brutal!” Lelaki itu asal bicara. Lin Hao maju dengan kecepatan yang sulit diprediksi. Gerakannya sangat lincah, dia berpindah dalam bentuk zig-zag, mengarah ke arah Kun Fan. Ini membuat lawannya sedikit melebarkan mata, tak menyangka anak itu akan memiliki kecepatan seperti ini.

Lin Hao melibaskan pedang tajam horizontal, namun sempat dihindari dengan mudah oleh Kun Fan. Serangan tidak berhenti, Lin Hao kembali memainkan pedangnya cepat, menebas di sisi berbeda.

Tebasan-tebasan yang datang sangat cepat itu menimbulkan kesan mendalam pada para penonton. Mereka seperti melihat beberapa bayangan pedang sekaligus dalam satu waktu. Dalam hati Mereka mengakui kelihaian Lin Hao dalam menggunakan pedang. Pemahaman anak itu sudah masuk ke tahap yang sangat tinggi. Kecepatan gerakannya didasari dengan perhitungan yang matang, sehingga menimbulkan serangan yang terarah, tajam dan mematikan. Kun Fan sampai kewalahan menghadapi teknik brutal dari Lin Hao.

Beberapa kali tebasan masuk, nyaris saja merobek kulitnya. Beruntung lelaki itu sempat memadatkan energi Qi untuk melindungi tubuhnya. Meski demikian, tetap saja bajunya robek oleh serangan-serangan itu.

Lin Hao berhasil membuat Kun Fan terdorong mundur saat satu ayunan pedang melintang berhasil mengecohnya. Pemuda ini memasang senyum sinis.

“Ternyata cukup sulit melukainya dengan hanya mengandalkan kekuatan fisik. Tubuhnya sangat keras, energi Qi memang sangat merepotkan!” Senyuman itu berubah menjadi kecut. Tapi, Lin Hao tidak akan menyerah. Masih ada dua kesempatan menyerang yang diberikan padanya. Pemuda ini berdiri tegak, memandang lurus ke depan.

Sementara itu di sisi lain, Kun Fan sebenarnya sedang menahan rasa kebas di beberapa bagian tubuhnya saat serangan pedang Lin Hao nyaris melukai kulitnya. Tapi dia menahan ekspresinya di depan umum. Dalam hati dia mengakui kehebatan Lin Hao ini. Anak itu sangatlah mengerikan di usianya yang muda.

“Untung saja sempat ku alirkan vitalitas Qi pada seluruh tubuhku. Anak ini memang sangat merepotkan. Pantas saja Lun’er bisa kalah darinya!” Kun Fan membatin. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Kun Lun yang saat itu memasang wajah penuh harap dirinya bisa mempermalukan Lin Hao. Kun Fan menguatkan otot-ototnya serta meningkatkan padatan Qi. Sisi seberang telah terjadi pergerakan. Lin Hao kembali maju.

“Jurus kedua, Teknik Pedang Gila.” Sembari berlari, Lin Hao juga menyerukan kalimat yang dia susun sendiri. Tentu saja setiap teknik yang dia ucapkan itu murni baru muncul beberapa detik yang lalu di otaknya.

Setelah cukup dekat dengan Kun Fan, Lin Hao melempar pedangnya ke atas. Selama pedang itu masih berputar di udara, Lin Hao menguatkan otot tangannya dan mengarahkan tinju telak ke arah dada Kun Fan. Kecepatan anak itu begitu diluar nurul.

Bukk…

Tinju tersebut sempat bertemu dengan dua lengan silang Kun Fan. Meskipun bisa ditepis, namun nyatanya Kun Fan masih sempat dibuat bergeser satu langkah.

Lin Hao tersenyum sinis. Pedang yang jatuh tepat ditangkap, lalu memutar 180 derajat secara horizontal. Ini membuat kekuatan dari kecepatan laju pedang meningkat sempurna, menimbulkan tebasan yang semakin kuat menghantam pertahanan Kun Fan.

Kun Fan memasang wajah buruk saat pedang itu berhasil melukai lengannya yang saat itu menyilang ke depan dengan energi Qi penuh memadat, membentuk tameng di sana.

Apa-apaan ini? Mengapa terluka? Bukankah dia hanya mengandalkan tenaga fisik? Cepat-cepat Kun Fan mengambil jarak. Dia menyoroti dua lengannya yang telah tersayat cukup dalam. Darah segar berhasil keluar dari sana. Ini sekaligus membuat para penonton mempertanyakan akan tingkat kekuatan Kun Fan. Bagaimana bisa dia terluka hanya dengan tebasan biasa. Memang sama seperti nama yang diucapkan Lin Hao tadi, teknik pedang itu benar-benar sangat tidak masuk akal dan gila.

Beberapa orang pemuda segera berpikir untuk menghampiri Lin Hao dan berteman dengannya setelah pertarungan itu berakhir. Tentu saja alasan kuat rencana mereka ini adalah demi mendapatkan teknik gila itu. Mereka berharap Lin Hao bisa mengajari teknik tersebut.

Lagi dan lagi Kun Fan mengandalkan energi Qi untuk menghentikan pendarahan. Meskipun tidak menutup lukanya, namun nyatanya itu berhasil membuat trombosit bekerja dengan sangat cepat, darahnya membeku dan berhenti mengalir.

Detik ini, Kun Fan benar-benar tidak peduli dengan janjinya. Dia sudah sangat muak dengan anak ini. Dan lagi, semenjak pertahanannya berhasil dijebol, pandangan para penonton terhadapnya mulai berubah. Banyak pula yang diam-diam mencibir.

“Bocah Sialan. Mari kuperlihatkan kau kekuatan dari seorang kultivator yang sebenarnya.”

\=>

Jangan lupa kasih Rate 5 bintang yah, supaya cerita ini semakin banyak dibaca.

Terpopuler

Comments

alexander

alexander

bagus ceritanya

2024-07-09

4

saniscara patriawuha.

saniscara patriawuha.

menyalaaaaa manggg mamattttt.......

2024-07-03

0

Aman 2016

Aman 2016

babat habis semua yang menghalangmu Lin Hao

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 ~ Pupil Mata Emas
2 Ch. 2 ~ Kematian Sepasang Pedang Walet
3 Ch. 3 ~ Reaksi Mata Dewa
4 Ch. 4 ~ Manifestasi Mata Dewa
5 Ch. 5 ~ Kembali Setelah 3 Tahun
6 Ch. 6 ~ Sekte Teratai Awan
7 Ch. 7 ~ Bertarung Melawan Kun Lun
8 Ch. 8 ~ Dijebak
9 Ch. 9 ~ Bertarung Melawan Kun Fan
10 Ch. 10 ~ Berniat Mengajari
11 Ch. 11 ~ Berlatih
12 Ch. 12 ~ Menjalankan Misi Berbahaya
13 Ch. 13 ~ Sikap Shi Lin
14 Ch. 14 ~ Sarang Iblis
15 Ch. 15 ~ Serangan Iblis
16 Ch. 16 ~ Jumlah Yang Semakin Berkurang
17 Ch. 17 ~ Kekuatan Besar
18 Ch. 18 ~ Pembersihan Iblis
19 Ch. 19 ~ Ujian Naga Langit
20 Ch. 20 ~ Orang Yang Dicari
21 Ch. 21 ~ Ujian Dimulai
22 Ch. 22 ~ Tahap Kedua Penguasaan Pedang
23 Ch. 23 ~ Aksi Kejar-kejaran
24 Ch. 24 ~ Lorong Petir
25 Ch. 25 ~ Menuju Ujian Berikutnya
26 Ch. 26 ~ Ujian Tahap Ke–3
27 Ch. 27 ~ Rantai
28 Ch. 28 ~ Bertarung Melawan Lou Dou
29 Ch. 29 ~ Menyelesaikan Ujian dan Kembali
30 Ch. 30 ~ Kembalinya Sang Legenda
31 Ch. 31 ~ Mendadak Terlibat Masalah
32 Ch. 32 ~ Dia Penipu?
33 Ch. 33 ~ Rahasia.
34 Ch. 34 ~ Klan Lu
35 Ch. 35 ~ Masalah Sekte Teratai Awan
36 Ch. 36 ~ Menyelesaikan Masalah
37 Ch. 37 ~ Masalah Awal Kekaisaran Liu
38 Ch. 38 ~ Kanibal
39 Ch. 39 ~ Menyandera Seseorang Bermarga Lu
40 Ch. 40 ~ Pasar Gelap
41 Ch. 41 ~ Klan Wen
42 Ch. 42 ~ Bertarung Melawan Penatua Pertama Klan Wen
43 Bab 43 ~ Rencana Satu Tahun Ke Depan
44 Ch. 44 ~ Peningkatan Dengan Penyatuan
45 Ch. 45 ~ Satu Tahun Telah Berlalu
46 Ch. 46 ~ Kabar Yang Menyebar Cepat
47 Ch. 47 ~ Generasi Terakhir
48 Ch. 48 ~ Menyerang
49 Ch. 49 ~ Menyerang II
50 Ch. 50 ~ Menyerang III
51 Ch. 51 ~ Menyerang IV
52 Ch. 52 ~ End (Ssn)
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Ch. 1 ~ Pupil Mata Emas
2
Ch. 2 ~ Kematian Sepasang Pedang Walet
3
Ch. 3 ~ Reaksi Mata Dewa
4
Ch. 4 ~ Manifestasi Mata Dewa
5
Ch. 5 ~ Kembali Setelah 3 Tahun
6
Ch. 6 ~ Sekte Teratai Awan
7
Ch. 7 ~ Bertarung Melawan Kun Lun
8
Ch. 8 ~ Dijebak
9
Ch. 9 ~ Bertarung Melawan Kun Fan
10
Ch. 10 ~ Berniat Mengajari
11
Ch. 11 ~ Berlatih
12
Ch. 12 ~ Menjalankan Misi Berbahaya
13
Ch. 13 ~ Sikap Shi Lin
14
Ch. 14 ~ Sarang Iblis
15
Ch. 15 ~ Serangan Iblis
16
Ch. 16 ~ Jumlah Yang Semakin Berkurang
17
Ch. 17 ~ Kekuatan Besar
18
Ch. 18 ~ Pembersihan Iblis
19
Ch. 19 ~ Ujian Naga Langit
20
Ch. 20 ~ Orang Yang Dicari
21
Ch. 21 ~ Ujian Dimulai
22
Ch. 22 ~ Tahap Kedua Penguasaan Pedang
23
Ch. 23 ~ Aksi Kejar-kejaran
24
Ch. 24 ~ Lorong Petir
25
Ch. 25 ~ Menuju Ujian Berikutnya
26
Ch. 26 ~ Ujian Tahap Ke–3
27
Ch. 27 ~ Rantai
28
Ch. 28 ~ Bertarung Melawan Lou Dou
29
Ch. 29 ~ Menyelesaikan Ujian dan Kembali
30
Ch. 30 ~ Kembalinya Sang Legenda
31
Ch. 31 ~ Mendadak Terlibat Masalah
32
Ch. 32 ~ Dia Penipu?
33
Ch. 33 ~ Rahasia.
34
Ch. 34 ~ Klan Lu
35
Ch. 35 ~ Masalah Sekte Teratai Awan
36
Ch. 36 ~ Menyelesaikan Masalah
37
Ch. 37 ~ Masalah Awal Kekaisaran Liu
38
Ch. 38 ~ Kanibal
39
Ch. 39 ~ Menyandera Seseorang Bermarga Lu
40
Ch. 40 ~ Pasar Gelap
41
Ch. 41 ~ Klan Wen
42
Ch. 42 ~ Bertarung Melawan Penatua Pertama Klan Wen
43
Bab 43 ~ Rencana Satu Tahun Ke Depan
44
Ch. 44 ~ Peningkatan Dengan Penyatuan
45
Ch. 45 ~ Satu Tahun Telah Berlalu
46
Ch. 46 ~ Kabar Yang Menyebar Cepat
47
Ch. 47 ~ Generasi Terakhir
48
Ch. 48 ~ Menyerang
49
Ch. 49 ~ Menyerang II
50
Ch. 50 ~ Menyerang III
51
Ch. 51 ~ Menyerang IV
52
Ch. 52 ~ End (Ssn)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!