Ch. 11 ~ Berlatih

Halaman kediaman Jiu saat ini tengah diisi oleh tiga orang pemuda. Mereka tidak lain adalah Lin Hao, Jiu Ruo dan Shi Lin. 

“Kuatkan cengkraman pedang namun lemaskan pergelangan tangan. Ini bisa membantumu mengendalikan pedang tanpa rasa tegang. Jangan anggap pedang sebagai bagian dari benda asing, tapi anggaplah seperti tubuh sendiri.” Lin Hao memberikan instruksi pada Shi Lin dan juga Jiu Ruo.

Sebelum memulai berlatih pedang sendiri terlebih dahulu Lin Hao membiarkan Jiu Ruo memegang pedang dan mengayunkannya beberapa kali. Begitupun juga dengan Shi Lin. Ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman mereka tentang menggunakan pedang. 

Jiu Ruo sangat canggung, di tidak terbiasa menggunakan barang-barang seperti pedang dan senjata lainnya. Selama ini dirinya hanya sibuk mencari tanaman herbal dan meramu obat ketimbang berlatih beladiri dan menjadi seorang kultivator. Hal ini membuat tebasannya sangat kaku. 

Berbeda hal dengan Shi Lin, gadis itu memang sudah dibekali ilmu berpedang oleh ayahnya sejak berumur 8 tahun. Bisa dibilang, gadis itu merupakan salah satu jenius sekte Teratai Awan. Diusianya yang mencapai 10 tahun, dia sudah berhasil mencapai ranah Pembentukan Qi tahap 3.

Berbekal tekad yang kuat, Jiu Ruo perlahan mulai berhasil mengayunkan pedang dengan baik. Arah laju pedang yang semula berbelok, kini mulai bisa diposisikan sehingga menciptakan tebasan lurus. 

Mereka melakukan pelatihan berulang selama seminggu. Dalam kurun waktu tersebut pula lah tampak kemajuan per harinya. 

Shi Lin semakin baik memainkan pedangnya. Pengontrolan pedang yang semakin terarah, menciptakan tebasan tajam dan mematikan. Gerakannya pun semakin lincah. Seperti saat ini, dia tengah menantang saudara sepupunya, Shi Yin yang memiliki basis kultivasi ranah Petarung tahap 3.

Bertarung dengan mengandalkan pedang, keduanya saling unjuk pemahaman. Meskipun usia yg terlampau 5 tahun, namun Shi Lin berhasil memaksa kakak sepupunya bertarung imbang untuk waktu yang lumayan.

“Lin'er, darimana kau belajar teknik berpedang seperti itu. Serangan-seranganmu sangat tajam, kalau saja pengalaman bertarung kita sama, aku tidak yakin bisa bertarung imbang denganmu!” ucap Shi Yin saat keduanya menghentikan latih tanding.

“Dari seseorang. Tapi aku tidak akan memberitahu Kakak sepupu!” Shi Lin tersenyum malu-malu, saat ini ingatannya melayang, mengenang kembali saat-saat dimana dirinya bisa melihat jelas wajah tampan Lin Hao yang sangat dekat dengan wajahnya, saat pemuda itu tengah meluruskan gerakannya yang salah.

“Hoihoi, sepertinya adik kecil ini sudah menyukai seseorang.” Shi Yin menggoda Shi Lin. Benar saja, gadis kecil itu langsung menciut, wajahnya memerah, ekspresinya sangat tidak bisa berbohong kalau dia sedang salah tingkah.

“Kakak Sepupu!” Shi Lin merengek manja, tangannya bergerak langsung mencubit pinggang Shi Yin. Rona pipinya telah memerah. Wajahnya antara cemberut juga salah tingkah.

“Hehehe… Kau memang sangat lucu saat salah tingkah!” 

Shi Yin semakin malu, dia lantas membuang muka dengan bibir monyong.

“Lin'er, air hangatmu sudah dingin. Kapan kau akan mandi?” Ibu Shi Lin berteriak dari dalam rumah.

“Oh iya!” Ekspresinya berganti menjadi terkejut. Tanpa pikir panjang gadis itu beranjak meninggalkan sepupunya dan bergegas masuk ke dalam rumah untuk melaksanakan ritual tiga jam mandi. Shi Yin hanya menggeleng melihatnya.

***

Lin Hao saat ini tengah duduk bersila sembari menyerap vitalitas energi alam murni menjadikannya energi Qi spiritual miliknya. Dia merasakan perasaan hangat mengalir disela-sela dantian. Pemahamannya dalam hal mengelola vitalitas energi eksternal mengubahnya menjadi energi internal telah masuk ke ranah pembentukan Qi tahap tiga. Selama seminggu ini dia telah memulai proses penyerapan energi alam. Tubuhnya benar-benar semakin bertenaga, tampilannya memperlihatkan perubahan signifikan. Wajahnya bertambah cerah dengan tubuh yang semakin terisi.

Sirkulasi energi yang terus menerus meningkat, menyebabkan ledakan teredam dalam tubuh itu.

Baamm…

Perlahan dia membuka kedua matanya, tampak pupil emas miliknya bersinar sesaat sebelum kembali berganti warna menjadi cokelat.

“Ranah Petarung tahap 1!” ucapnya dengan intonasi merendah. 

“Lou Dou, apakah benar-benar tidak ada jalan lain untuk meningkatkan sumber vitalitas energi alam yang terserap. Mengapa sangat terbatas?” ucap Lin Hao yang merasa kecewa. 

“Kau sudah cukup beruntung telah mencapai ranah Petarung hanya dalam kurun waktu seminggu. Orang-orang di dunia ini bahkan ada yang sampai membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk menerobos dinding ranah Petarung semenjak pertama kali berkultivasi.”

“Hmm, sepertinya aku membutuhkan tempat yang lebih memiliki vitalitas energi alam melimpah,” gumam Lin Hao. Dia lantas beranjak dari tempatnya dan mencari Jiu Ruo, ada keperluan yang harus di urus dengan lelaki itu.

Akan tetapi sejenak dia menghentikan langkah kala menyadari satu hal. 

“Lou Dou, bukankah proses penyerapan energi eksternal bisa juga dengan memanfaatkan vitalitas benda-benda tertentu, semacam kristal roh? Hmm, aku jadi berpikir, bagaimana kalau memanfaatkan vitalitas energi kultivator lain, melakukan proses asimilasi dan menjadikannya milikku sendiri! Bukankah ini lebih instan?”

Dia benar-benar bisa berpikir hingga ke tahap itu. Namun ini hanyalah sebuah hipotesis yang timbul saat pemuda itu memahami sifat-sifat energi Qi.

“Kau juga bisa melakukannya. Namun, cukup sulit, tidak semudah yang dibayangkan. Seseorang harus mencapai ranah tertentu baru benar-benar bisa membuka peluang melakukannya. Akan tetapi, aku tidak yakin. Setahuku, ini hanya digunakan oleh orang-orang serakah yang menginginkan kekuatan lebih hingga berani menggunakan metode tertentu untuk mencuri vitalitas eksistensi lain. Bahkan seorang dewa sekalipun tidak akan bisa melakukannya jika tidak mempelajari metode itu,” jelas Lou Dou.

“Hmm, seperti itu ya. Apakah metode itu cukup rumit?” Lin Hao mengelus dagunya.

“Sebenarnya tidak. Namun, tergantung apakah kau bisa memahaminya atau tidak. Tapi, metode ini termasuk satu dari metode menyimpang. Sudah banyak eksistensi serakah yang dibutakan oleh kekuatan hingga merusak keseimbangan. Jika kau berniat untuk masuk menjadi satu dari bagian orang-orang itu, maka aku akan membunuhmu!” ucap Lou Dou yang berhasil membuat Lin Hao bergidik ngeri. 

“Hmm, baiklah. Terima kasih atas penjelasannya. Aku tidak tertarik untuk mempelajarinya.” Lin Hao berkata santai sembari melanjutkan perjalanan.

“Cih, tidak tertarik mempelajarinya? Bahkan kau berani bereksperimen dengan menjadikan Landak Hitam sebagai target selain daripada kristal roh.” Lou Dou berkata dingin. 

“Eh, itu hanya hewan. Lagipula aku tidak berhasil kan?!” Lin Hao buru-buru menyangkal. “Ah iya. Jiu Ruo, aku ada perlu dengannya!” Pemuda itu mengalihkan perhatian, mempercepat langkah, demi menghentikan bahasan tersebut. Beruntung Lou Dou benar-benar berhenti untuk membahas sehingga tidak menyinggungnya lebih jauh.

Terpopuler

Comments

Oe Din

Oe Din

Shi Yin (X)
Shi Lin (✅)

2024-07-07

2

dikoiku

dikoiku

sejauh sudah sangat bagussss

2024-06-11

0

Jimmy Avolution

Jimmy Avolution

lanjut

2024-06-11

0

lihat semua
Episodes
1 Ch. 1 ~ Pupil Mata Emas
2 Ch. 2 ~ Kematian Sepasang Pedang Walet
3 Ch. 3 ~ Reaksi Mata Dewa
4 Ch. 4 ~ Manifestasi Mata Dewa
5 Ch. 5 ~ Kembali Setelah 3 Tahun
6 Ch. 6 ~ Sekte Teratai Awan
7 Ch. 7 ~ Bertarung Melawan Kun Lun
8 Ch. 8 ~ Dijebak
9 Ch. 9 ~ Bertarung Melawan Kun Fan
10 Ch. 10 ~ Berniat Mengajari
11 Ch. 11 ~ Berlatih
12 Ch. 12 ~ Menjalankan Misi Berbahaya
13 Ch. 13 ~ Sikap Shi Lin
14 Ch. 14 ~ Sarang Iblis
15 Ch. 15 ~ Serangan Iblis
16 Ch. 16 ~ Jumlah Yang Semakin Berkurang
17 Ch. 17 ~ Kekuatan Besar
18 Ch. 18 ~ Pembersihan Iblis
19 Ch. 19 ~ Ujian Naga Langit
20 Ch. 20 ~ Orang Yang Dicari
21 Ch. 21 ~ Ujian Dimulai
22 Ch. 22 ~ Tahap Kedua Penguasaan Pedang
23 Ch. 23 ~ Aksi Kejar-kejaran
24 Ch. 24 ~ Lorong Petir
25 Ch. 25 ~ Menuju Ujian Berikutnya
26 Ch. 26 ~ Ujian Tahap Ke–3
27 Ch. 27 ~ Rantai
28 Ch. 28 ~ Bertarung Melawan Lou Dou
29 Ch. 29 ~ Menyelesaikan Ujian dan Kembali
30 Ch. 30 ~ Kembalinya Sang Legenda
31 Ch. 31 ~ Mendadak Terlibat Masalah
32 Ch. 32 ~ Dia Penipu?
33 Ch. 33 ~ Rahasia.
34 Ch. 34 ~ Klan Lu
35 Ch. 35 ~ Masalah Sekte Teratai Awan
36 Ch. 36 ~ Menyelesaikan Masalah
37 Ch. 37 ~ Masalah Awal Kekaisaran Liu
38 Ch. 38 ~ Kanibal
39 Ch. 39 ~ Menyandera Seseorang Bermarga Lu
40 Ch. 40 ~ Pasar Gelap
41 Ch. 41 ~ Klan Wen
42 Ch. 42 ~ Bertarung Melawan Penatua Pertama Klan Wen
43 Bab 43 ~ Rencana Satu Tahun Ke Depan
44 Ch. 44 ~ Peningkatan Dengan Penyatuan
45 Ch. 45 ~ Satu Tahun Telah Berlalu
46 Ch. 46 ~ Kabar Yang Menyebar Cepat
47 Ch. 47 ~ Generasi Terakhir
48 Ch. 48 ~ Menyerang
49 Ch. 49 ~ Menyerang II
50 Ch. 50 ~ Menyerang III
51 Ch. 51 ~ Menyerang IV
52 Ch. 52 ~ End (Ssn)
Episodes

Updated 52 Episodes

1
Ch. 1 ~ Pupil Mata Emas
2
Ch. 2 ~ Kematian Sepasang Pedang Walet
3
Ch. 3 ~ Reaksi Mata Dewa
4
Ch. 4 ~ Manifestasi Mata Dewa
5
Ch. 5 ~ Kembali Setelah 3 Tahun
6
Ch. 6 ~ Sekte Teratai Awan
7
Ch. 7 ~ Bertarung Melawan Kun Lun
8
Ch. 8 ~ Dijebak
9
Ch. 9 ~ Bertarung Melawan Kun Fan
10
Ch. 10 ~ Berniat Mengajari
11
Ch. 11 ~ Berlatih
12
Ch. 12 ~ Menjalankan Misi Berbahaya
13
Ch. 13 ~ Sikap Shi Lin
14
Ch. 14 ~ Sarang Iblis
15
Ch. 15 ~ Serangan Iblis
16
Ch. 16 ~ Jumlah Yang Semakin Berkurang
17
Ch. 17 ~ Kekuatan Besar
18
Ch. 18 ~ Pembersihan Iblis
19
Ch. 19 ~ Ujian Naga Langit
20
Ch. 20 ~ Orang Yang Dicari
21
Ch. 21 ~ Ujian Dimulai
22
Ch. 22 ~ Tahap Kedua Penguasaan Pedang
23
Ch. 23 ~ Aksi Kejar-kejaran
24
Ch. 24 ~ Lorong Petir
25
Ch. 25 ~ Menuju Ujian Berikutnya
26
Ch. 26 ~ Ujian Tahap Ke–3
27
Ch. 27 ~ Rantai
28
Ch. 28 ~ Bertarung Melawan Lou Dou
29
Ch. 29 ~ Menyelesaikan Ujian dan Kembali
30
Ch. 30 ~ Kembalinya Sang Legenda
31
Ch. 31 ~ Mendadak Terlibat Masalah
32
Ch. 32 ~ Dia Penipu?
33
Ch. 33 ~ Rahasia.
34
Ch. 34 ~ Klan Lu
35
Ch. 35 ~ Masalah Sekte Teratai Awan
36
Ch. 36 ~ Menyelesaikan Masalah
37
Ch. 37 ~ Masalah Awal Kekaisaran Liu
38
Ch. 38 ~ Kanibal
39
Ch. 39 ~ Menyandera Seseorang Bermarga Lu
40
Ch. 40 ~ Pasar Gelap
41
Ch. 41 ~ Klan Wen
42
Ch. 42 ~ Bertarung Melawan Penatua Pertama Klan Wen
43
Bab 43 ~ Rencana Satu Tahun Ke Depan
44
Ch. 44 ~ Peningkatan Dengan Penyatuan
45
Ch. 45 ~ Satu Tahun Telah Berlalu
46
Ch. 46 ~ Kabar Yang Menyebar Cepat
47
Ch. 47 ~ Generasi Terakhir
48
Ch. 48 ~ Menyerang
49
Ch. 49 ~ Menyerang II
50
Ch. 50 ~ Menyerang III
51
Ch. 51 ~ Menyerang IV
52
Ch. 52 ~ End (Ssn)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!