Bab 15 Upgrade Nama Panggilan

Mobil Abiyyu meluncur membelah kota. Tujuannya kali ini adalah tempat wisata yang tidak hanya menyajikan pemandangan indah, tapi juga menyediakan sarana edukasi yang cocok untuk anak-anak seperti Raya.

Dengan begitu, Raya memiliki banyak pilihan untuk membuat karangan nanti.

Beberapa menit berlalu. Abiyyu merasa ada yang aneh karena dua anak ceriwis itu tak bersuara. Pria itu pun melirik spion dan menunjuk ke belakang. "Apa yang mereka lakukan? Kenapa mereka diam saja?"

"Mereka tidur." Nisa menghela nafas. Lalu membuka sebungkus permen kopi dan menyerahkannya pada Abiyyu. "Mereka minum obat anti mabuk tadi," jelasnya.

"Terimakasih!" Abiyyu menerima permen itu. Kembali fokus menyetir karena perjalanan masih cukup panjang.

Tapi, tiba-tiba ...

"Aku yang seharusnya berterimakasih, Pak!" kata Nisa.

"Apa aku setua itu?" Abiyyu menghela nafas panjang lalu menghembuskannya ke udara. Sungguh, dia sangat tidak suka Nisa memanggilnya dengan sebutan itu. "Bisakah memanggilku dengan sebutan yang lain?"

Pria itu pun menoleh, melihat Nisa yang ternyata sedang melihatnya. "Lalu aku harus memanggil bagaimana?"

"Kamu kan bisa memanggilku ... " Ragu, Abiyyu menggantung kalimatnya. Sayangnya Nisa sudah terlanjur penasaran. "Memanggil apa?"

"Mas!" Abiyyu membasahi bibirnya yang kering, lalu menelan ludahnya. "Kamu bisa memanggilku dengan sebutan Mas Abiyyu, kan?"

Setelah mengatakan itu, Abiyyu melihat ke depan. Dia ingin Nisa memanggilnya dengan sebutan itu agar terlihat lebih akrab. Dan jika Yang Maha Kuasa mengijinkan, Abiyyu akan meminta Nisa meng-upgrade lagi nama panggilan untuknya dengan sebutan sayang suatu hari nanti.

Yah, menikah. Abiyyu sudah memutuskan untuk bergerak cepat agar bisa menikahi Nisa secepatnya.

Di sisi lain, Nisa jusru melirik kearah lain. Seumur hidup, hanya satu orang yang dia panggil dengan sebutan itu. Orang itu adalah Arman-mantan suaminya.

"Apa itu tidak berlebihan?" tanya Nisa. Wanita itu memutar kepalanya. Melihat Abiyyu yang terlihat kesal mendengar jawaban darinya. "Orang-orang bisa salah paham. Apalagi melihat aku dan kamu pergi membawa anak kecil. Mereka bisa berpikir kalau aku ibunya dan kamu ayahnya."

"Memangnya kenapa kalau salah paham?" Kali ini, giliran Abiyyu yang melihat Nisa. Lalu kembali melihat ke depan dan berkelakar, "Aku tak keberatan dengan itu, kok!"

"Dasar!" keluh Nisa.

Wanita itu tidak sedang marah. Dia hanya tak habis pikir dengan Abiyyu. Sementara itu, Abiyyu tersenyum tipis. Dia yakin Nisa akan menuruti permintaannya nanti.

Karena setelah dipikir-pikir, tidak ada panggilan lain yang lebih cocok dari itu. "Ngomong-ngomong, kenapa kamu tidak meneleponku?" tanya Abiyyu.

Sekali lagi, Nisa menoleh. Menatap Abiyyu dengan tatapan tak mengerti. "Untuk apa?"

"Meminta tolong untuk mengantar kalian piknik!" Abiyyu kembali menunjuk belakang. "Untung saja dia menelepon!"

"Kalau aku meminta tolong, apa kamu mau mengantar?" tanya Nisa.

"Tentu saja!" jawab Abiyyu.

Kali ini, Nisa tidak hanya tersenyum. Tapi tertawa sembari memijit dahinya. Dia tahu Abiyyu adalah pria yang baik. Bahkan sejak Abiyyu menjadi atasannya dulu.

Tapi, baru-baru ini Nisa menyadari sesuatu. Dari cara Abiyyu memandang dan memperlakukannya, Nisa tahu kalau Abiyyu menyukainya. "Bolehkah aku bertanya?"

"Silahkan!" kata Abiyyu.

"Kamu menyukaiku kan?" Tanpa basa-basi, Nisa menanyakan hal itu. Dan itu sangat sukses membuat Abiyyu terkejut.

Hampir gila rasanya. Apalagi Nisa sendiri yang menodongnya dengan pertanyaan seperti itu. Abiyyu pun menghela nafas. Menenangkan dirinya sebelum menjawab, "Bagaimana kalau iya?"

"Aku menolaknya!"

JLEB

Sumpah, rasanya seperti tertusuk sembilu. Bagaimana mungkin Nisa menolaknya bahkan saat dirinya belum menyatakan cinta.

"Kenapa kamu sangat tidak berperasaan, Nis?" Tiba-tiba Abiyyu menepi, lalu mematikan mesin mobil untuk melakukan protes. "Bukankah seharusnya kamu memberiku kesempatan untuk menyatakan perasaanku dulu?"

"Kalau begitu katakan saja sekarang!" Tak mau kalah, Nisa pun menantang Abiyyu. "Kamu bisa menyatakan perasaanmu sekarang. Tapi, sebaiknya kamu tidak melakukan itu karena aku akan tetap menolaknya."

"Astaga, Nisa!" Abiyyu sangat tak habis pikir. Tapi pria itu belum menyerah.

Dia berharap Nisa memberinya kesempatan. Kesempatan untuk menyatakan cinta dan kesempatan untuk membuktikan betapa besar rasa cintanya.

Sayangnya Nisa menutup rapat pintu itu. Wanita itu tetap kukuh pada pendiriannya. Menolak cinta Abiyyu tanpa memberinya alasan kenapa dirinya menolak.

Cukup lama mereka berdebat. Sampai Annisa terbangun mendengar suara ribut-ribut yang berasal dari Nisa dan Abiyyu. "Kenapa kalian bertengkar?"

"Enggak!" Nisa berdehem pelan, merubah ekspresinya seolah tak terjadi apa-apa. "Siapa yang bertengkar?"

Di sisi lain, Annisa menguap, lalu melihat sekeliling. "Lalu, kenapa kita berhenti di sini? Jangan bilang bannya kempes!"

Kali ini, giliran Abiyyu yang menjawab. Pria itu menoleh dan berkata, "Mas Abi kebelet pipis tadi," jawabnya asal.

Mobil pun kembali melaju. Raya yang tertidur selama perjalanan juga sudah di bangunkan. Tak berselang lama. Mereka pun sampai di tempat tujuan mereka.

Tiga orang dewasa itu terlihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Annisa sibuk dengan peralatan makan dan Nisa sibuk menyiapkan buah, sayur serta daging.

Sementara itu, Abiyyu sibuk dengan alat pemanggang. Lalu, ratu kecil bernama Raya sibuk bermain dengan kucing yang tersesat di sekitar penginapan.

"Apa kamu marah?" tanya Nisa saat dirinya berbalik arah dan tak sengaja menabrak Abiyyu. "Katakan saja kalau kamu marah!"

"Ya, aku sangat marah!" Abiyyu memalingkan wajah, tapi tangannya meraih nampan berisi daging yang sedang Nisa pegang. "Karena aku marah, aku tidak akan memberimu daging panggang."

Setelah mengatakan itu, Abiyyu pun mulai memanggang daging. Sementara Nisa tertawa melihat tingkahnya. Karena saat Abiyyu ngambek seperti itu, dia terlihat lucu sekali.

"Bukan masalah." Nisa pun mendekat. Berdiri di samping Abiyyu dan mengambil penjepit yang lain. "Aku bisa memanggang daging sendiri."

Akhirnya, mereka pun memanggang daging bersama. Terlalu fokus sampai tidak tahu kalau Annisa dan Raya sudah duduk manis di atas tikar menanti makan malam mereka.

Tapi, sepertinya mereka harus bersabar. Karena saat dagingnya matang, Abiyyu tidak langsung memberikan daging itu pada mereka.

Abiyyu meniup daging itu. Memastikan suhunya tidak terlalu panas sebelum menyodorkannya kepada Nisa. "Bagaimana? Apa itu enak?"

"Enak." Nisa mengangguk. "Mungkin karena kamu yang membuatnya."

"Kalau begitu, mulai sekarang aku akan memanggang daging untukmu selamanya," kata Abiyyu.

Dua anak manusia itu pun tertawa. Sementara Annisa dan Raya hanya melihat dengan tatapan curiga. "Apa mereka sedang berkencan?" tanya Annisa.

"Apa itu, kencan?" tanya Raya.

"Kencan itu ..." Annisa berpikir sejenak. "Saat pria dewasa dan wanita dewasa berduaan seperti mereka, itu namanya kencan."

Annisa menunjuk ke arah Abiyyu dan Nisa. Tapi, begitu melihat Nisa memberikan sesuap daging untuk Abiyyu, mulutnya yang nakal kembali berkelakar, "Raya kecil, sepertinya mulai sekarang kamu harus belajar memanggil om itu dengan sebutan papa!"

"Papa?" Mata Raya membesar. "Jadi sekarang Raya punya papa?"

***

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

annisa bisa banget de jd propokator buat rays

2024-11-09

1

Ila Lee

Ila Lee

cepat raya suruh papa Abi lamar mama nisa

2024-06-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Putri Pelacur
2 Bab 2 Di Ujung Perceraian
3 Bab 3 Patah Hati
4 Bab 4 Selingkuh
5 Bab 5 Diceraikan
6 Bab 6 Ikhlas Melepasmu
7 Bab 7 Siapa Pencuri Itu?
8 Bab 8 Gadis Kecil Bernama Raya
9 Bab 9 Nasi Berbentuk Hati
10 Bab 10 Diceramahi Calon Mantu
11 Bab 11 Nisa dan Annisa
12 Bab 12 Ku Temukan Kau
13 Bab 13 Nyatakan Cintamu Sekali Lagi
14 Bab 14 Love Action
15 Bab 15 Upgrade Nama Panggilan
16 Bab 16 Tidak Ada Ciuman Untukku?
17 Bab 17 Mantan vs Masa Depan
18 Bab 18 Jadi, Ibunya adalah?
19 Bab 19 Sepuluh Detik
20 Pengumuman!
21 Bab 20 Ikatan Batin
22 Bab 21 Secercah Harapan
23 Bab 22 Anak Siapa Ini, Abiyyu?
24 Bab 23 Berandal Itu Aku
25 Bab 24 Aku Salah Apa?
26 Bab 25 Rindu Mantan Menantu
27 Bab 26 Penyesalan Arman
28 Bab 27 Kenangan Manis
29 Bab 28 Rujuk?
30 Bab 29 Tidur Denganku Malam Ini
31 Bab 30 OTW Ketemu Mama & Papa
32 Bab 31 Pulang ke Rumah
33 Bab 32 Bertindak Sebagai Ayah
34 Bab 33 Pulang Sekarang
35 Bab 34 Haruskah Unboxing?
36 Bab 35 Ayahmu Pria Brengsek, Nisa!
37 Bab 36 Jangan Potong Burungku, Pa!
38 Bab 37 Selamat Datang di Rumah!
39 Bab 38 Ngintip, Yuk!
40 Bab 39 Mau Lihat? Akan Kutunjukkan!
41 Bab 40 Tikus, Kecoak atau Belalai Abiyyu?
42 Bab 41 Bertengkar
43 Bab 42 Cemburu
44 Bab 43 Kau Bajingan!
45 Bab 44 Ayo Menikah
46 Bab 45 Sah
47 Bab 46 Only 21+
48 Bab 47 Berita Pagi
49 Bab 48 Jangan Curi Anakku
50 Bab 49 Adik & Kakak?
51 Bab 50 Anak yang Banyak dan Lucu
52 Bab 51 Saatnya Pensiun
53 Bab 52 Papa?
54 Bab 53 Hari Apes
55 Bab 54 Mati?
56 Bab 55 Kenapa Kalian Bau
57 Bab 56 Calon Ayah
58 Bab 57 Bukan Aku yang Nakal
59 Bab 58 Butuh Obat
60 Bab 59 Abiyyu is Back
61 Bab 60 Dean Nathan & Zayn Nathan
62 Bab 61 Sampah yang Lucu
63 Bab 62 Bukan Salah Abimanyu
64 Bab 63 Kenapa Zayn Berbeda?
65 Bab 64 Kembar Identik
66 Bab 65 Jempol Dean Nathan
67 Bab 66 Kelakuan Nakal Zayn
68 Bab 67 Testpack Milik Siapa?
69 Bab 68 Nggak Mau Punya Adik
70 Bab 69 4 Tahun Kemudian
71 Bab 70 Proyek Pembuatan Adik (Gagal)
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Putri Pelacur
2
Bab 2 Di Ujung Perceraian
3
Bab 3 Patah Hati
4
Bab 4 Selingkuh
5
Bab 5 Diceraikan
6
Bab 6 Ikhlas Melepasmu
7
Bab 7 Siapa Pencuri Itu?
8
Bab 8 Gadis Kecil Bernama Raya
9
Bab 9 Nasi Berbentuk Hati
10
Bab 10 Diceramahi Calon Mantu
11
Bab 11 Nisa dan Annisa
12
Bab 12 Ku Temukan Kau
13
Bab 13 Nyatakan Cintamu Sekali Lagi
14
Bab 14 Love Action
15
Bab 15 Upgrade Nama Panggilan
16
Bab 16 Tidak Ada Ciuman Untukku?
17
Bab 17 Mantan vs Masa Depan
18
Bab 18 Jadi, Ibunya adalah?
19
Bab 19 Sepuluh Detik
20
Pengumuman!
21
Bab 20 Ikatan Batin
22
Bab 21 Secercah Harapan
23
Bab 22 Anak Siapa Ini, Abiyyu?
24
Bab 23 Berandal Itu Aku
25
Bab 24 Aku Salah Apa?
26
Bab 25 Rindu Mantan Menantu
27
Bab 26 Penyesalan Arman
28
Bab 27 Kenangan Manis
29
Bab 28 Rujuk?
30
Bab 29 Tidur Denganku Malam Ini
31
Bab 30 OTW Ketemu Mama & Papa
32
Bab 31 Pulang ke Rumah
33
Bab 32 Bertindak Sebagai Ayah
34
Bab 33 Pulang Sekarang
35
Bab 34 Haruskah Unboxing?
36
Bab 35 Ayahmu Pria Brengsek, Nisa!
37
Bab 36 Jangan Potong Burungku, Pa!
38
Bab 37 Selamat Datang di Rumah!
39
Bab 38 Ngintip, Yuk!
40
Bab 39 Mau Lihat? Akan Kutunjukkan!
41
Bab 40 Tikus, Kecoak atau Belalai Abiyyu?
42
Bab 41 Bertengkar
43
Bab 42 Cemburu
44
Bab 43 Kau Bajingan!
45
Bab 44 Ayo Menikah
46
Bab 45 Sah
47
Bab 46 Only 21+
48
Bab 47 Berita Pagi
49
Bab 48 Jangan Curi Anakku
50
Bab 49 Adik & Kakak?
51
Bab 50 Anak yang Banyak dan Lucu
52
Bab 51 Saatnya Pensiun
53
Bab 52 Papa?
54
Bab 53 Hari Apes
55
Bab 54 Mati?
56
Bab 55 Kenapa Kalian Bau
57
Bab 56 Calon Ayah
58
Bab 57 Bukan Aku yang Nakal
59
Bab 58 Butuh Obat
60
Bab 59 Abiyyu is Back
61
Bab 60 Dean Nathan & Zayn Nathan
62
Bab 61 Sampah yang Lucu
63
Bab 62 Bukan Salah Abimanyu
64
Bab 63 Kenapa Zayn Berbeda?
65
Bab 64 Kembar Identik
66
Bab 65 Jempol Dean Nathan
67
Bab 66 Kelakuan Nakal Zayn
68
Bab 67 Testpack Milik Siapa?
69
Bab 68 Nggak Mau Punya Adik
70
Bab 69 4 Tahun Kemudian
71
Bab 70 Proyek Pembuatan Adik (Gagal)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!