Bab 18 Jadi, Ibunya adalah?

"Dia temanku." Abiyyu menoleh dan meminta ijin, "Bolehkah aku mengangkatnya?"

"Tentu saja!" jawab Nisa.

Abiyyu pun mengangkat telepon itu. Tentunya tanpa memberi tahu Nisa bahwa orang itu adalah Arman.

Sementara Abiyyu menerima panggilan itu, Nisa menoleh. Melihat hamparan ilalang yang menghias kiri dan kanan jalan.

Jika dilihat secara sekilas, wanita itu terlihat diam tak bergerak. Tapi, jika diperhatikan lebih cermat, salah satu ujung bibirnya sempat terangkat ke atas.

Tampaknya, wanita itu tersenyum. Bersyukur karena bisa bertahan sampai sejauh ini.

Perlahan tapi pasti, senyumnya merekah. Hampir satu tahun setelah perceraiannya dengan Arman. Setelah dirasa-rasa ... ternyata hatinya sudah tidak merasakan sakit lagi. Bahkan saat Abiyyu membicarakan Arman dan Sandra sekalipun. Bukankah itu sangat luar biasa?

"Apa yang terjadi?" Nisa tersenyum lebar. "Jadi, aku sudah move on?" gumamnya dalam hati.

Tentu saja dia senang karena berhasil move on. Tapi, di saat yang bersamaan, dia merasa sedih. Menyesal karena gagal menjaga Ali dan melahirkannya ke dunia.

Seumur hidup, Nisa yakin dirinya akan terus menyesal atas kepergian malaikat kecilnya itu.

"Al?" Nisa menyentuh kaca mobil dengan jari-jarinya. "Mama rindu!" batin Nisa sembari memandang ke langit luas.

Sementara itu, di samping Nisa ...

"Apa kamu bodoh?" Abiyyu menunjukkan ekspresi kesal. Urat lehernya bahkan terlihat menonjol keluar. "Berapa kali aku harus mengatakannya? Aku sedang tidak ada di rumah, bagaimana caraku menemanimu ngopi?"

Entah apa yang di bicarakan Arman. Yang jelas, dahi Abiyyu sampai mengkerut saking frustasinya.

"Cukup! Jangan bicara lagi!" Abiyyu terlihat kesal. "Mulai sekarang aku membencimu. Jadi jangan mengajakku ngopi meskipun kamu yang membayar tagihannya."

Abiyyu pun menutup teleponnya. Menghela nafas super panjang agar dirinya tenang. Sesekali, jari-jarinya mengetuk-ngetuk kemudi.

Entah apa yang sedang dia pikirkan. Tapi, beberapa detik kemudian, dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Arman.

"Dengar, aku tidak akan datang." Abiyyu sempat melirik Nisa, lalu kembali bicara. "Mulai sekarang jangan menghubungiku lagi. Aku tidak akan menemuimu seumur hidup karena kamu sangat menyebalkan!"

KLIK

Abiyyu tidak hanya menutup panggilannya, dia bahkan mematikan ponselnya agar Arman tidak menghubunginya lagi.

Dengan begitu, Abiyyu bisa mengemudi dengan tenang dan mengantar Nisa dengan selamat.

Yah, begitulah rencananya.

Abiyyu ingin menghabiskan sisa akhir pekannya dengan rebahan. Akan tetapi, jam dan alamat cafe yang Arman sebutkan tadi terus terngiang di pikirannya.

"Ya Tuhan!" Abiyyu memeluk gulingnya lebih erat. Lalu meniup wajahnya sendiri hingga rambut di keningnya terangkat ke atas. "Aku tidak ingin menemuinya, tapi ... aku sangat penasaran. Mungkinkah dia ingin membicarakan sesuatu yang penting?"

Setelah menimbang sejenak, pria itu pun bangkit dari ranjang. Mengganti pakaiannya dan pergi menemui Arman saat itu juga.

Dan, di sinilah Abiyyu sekarang. Duduk manis di depan Arman yang sudah memesan dua gelas kopi. Kopi itu bahkan di pesan saat Abiyyu belum datang.

"Bukankah aku sudah bilang?" Abiyyu melipat kedua tangannya. Mengajak Arman bicara tanpa melihat wajahnya. "Aku tidak akan datang, kenapa kamu memesan kopi untukku?"

"Jangan khawatir. Aku bisa menghabiskan dua gelas sekaligus." Sama seperti Abiyyu, pria itu memilih melihat ke arah yang lain daripada melihat wajah Abiyyu.

Tapi, tingkah Abiyyu yang tak seperti biasanya mematahkan semua itu. Akhirnya, dengan kesadaran penuh dia pun menoleh.

"Bukankah kamu bilang tidak akan datang?" Satu alisnya terangkat ke atas. Menatap Abiyyu dengan tatapan heran. "Lalu, apa yang kamu lakukan di sini?"

"Aku?" Canggung, Abiyyu menggaruk tengkuknya. Gengsi rasanya jika harus mengaku.

Karena itulah, Abiyyu memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Arman. Pria itu bahkan meminum kopi yang tersaji di hadapannya tanpa rasa malu.

"Ada apa denganmu?" Kelakuan Abiyyu yang kekanak-kanakkan tentu membuat Arman bingung. "Inikah perilaku orang yang baru pulang liburan?"

"Berhenti mengoceh!" Abiyyu meletakkan gelasnya. "Kenapa mendadak mengajakku ngopi?"

Meskipun belum mengenal terlalu lama, tapi mereka sudah cukup akrab. Hanya dengan melihat wajah Arman sekilas saja, Abiyyu langsung tahu kalau pria itu sedang memiliki masalah.

"Ibu dan istriku!" Arman mulai angkat bicara. "Kenapa mereka tidak pernah bisa akur?"

"Lagi?" Salah satu alis Abiyyu terangkat ke atas. "Bukannya kamu bilang ibumu sangat perhatian pada istrimu yang baru?"

"Iya, tapi ... " Arman menggantung kalimatnya. Ragu, antara bercerita atau tidak.

"Jangan-jangan ... " Abiyyu mulai menebak. "Istrimu yang bermasalah?"

Maklum, ini bukanlah kali pertama Arman membicarakan masalah keluarga. Bahkan jauh sebelum Abiyyu menemukan Nisa, dia sudah tahu kalau Widuri memperlakukan menantunya dengan sangat baik.

Sangat berbanding terbalik dengan caranya memperlakukan menantunya yang dulu. Hanya saja, saat itu Abiyyu tidak tahu kalau menantunya yang dulu adalah Nisa.

"Menurutmu, apa yang harus kulakukan?" Arman menatap Abiyyu dengan tatapan serius. "Apa yang harus kulakukan agar mereka akur?"

Mendapat pertanyaan seperti itu, Abiyyu tersenyum sinis. Dia pun memperbaiki cara duduknya dan mengumpat, "Dasar idiot. Bisa-bisanya kamu meminta saran dari pria lajang sepertiku?"

"Benar juga," kata Arman.

Arman pun tertawa. Karena Abiyyu pun tak memiliki jalan keluar, dia pun meminum kopinya hingga tersisa setengah.

Sementara itu, Abiyyu sempat melirik sebentar. Sebelum memberanikan diri untuk mengulik masa lalu Arman. "Itu ... bolehkah aku bertanya?"

"Tentu!" Arman mengangguk. "Tanyakan saja!"

"Apa alasanmu menceraikan mantan istrimu?" tanya Abiyyu.

"Kamu mau mendengarnya?" tanya Arman.

Melihat Abiyyu mengangguk, Arman pun tak ragu menceritakannya dari awal. Di sisi lain, Abiyyu tampak serius mendengarkan cerita itu.

Menariknya, ada satu informasi yang Abiyyu dapatkan di akhir cerita itu. Tepatnya saat dirinya mengomentari keputusan Arman yang dia anggap keterlaluan.

"Tapi ... Bukankah itu sangat berlebihan?" Abiyyu menghela nafas panjang dan membuangnya perlahan. "Tidak hanya menuduh istrimu selingkuh, kamu bahkan menuduhnya memiliki profesi lain sebagai wanita malam. Apa kamu percaya istrimu melakukan hal semacam itu?"

"Awalnya aku tidak ingin percaya." Arman menjawab dengan suara datar. "Tapi ... dia lahir dari rahim seorang pelacur dan aku melihatnya keluar dari kamar pria lain. Meskipun sedikit, bukankah ada kemungkinan bahwa dia mewarisi profesi ibunya?"

"Apa?" Abiyyu memelotot. Kali ini ekspresinya terlihat semakin serius. "Maksudmu, ibunya adalah seorang ... Pelacur?"

"Begitulah!" Arman mengangguk, lalu mengambil sebatang rokok dan membakarnya.

Sementara itu, tiba-tiba Abiyyu berdiri. "Maaf, aku baru ingat kalau ada urusan yang belum aku selesaikan. Lain kali aku yang akan mentraktirmu kopi!"

Abiyyu pun bergegas pergi tanpa menunggu jawaban Arman. Menyalakan mobil dan mengemudi dengan kecepatan tinggi. Dan ... Tujuannya kali ini adalah rumah Nisa.

Abiyyu tidak ingat berapa kecepatan mobilnya tadi. Tapi yang jelas, kurang dari sepuluh menit saja dia sudah berdiri di hadapan Nisa sekarang.

"Kamu lagi?" Dahi Nisa mengkerut melihat siapa yang datang. Dia pun melirik jam dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

"Apa yang kamu lakukan?" Nisa sempat memicingkan mata, lalu meralat ucapannya. "Maksudku, kenapa kamu datang ke rumahku selarut ini?"

"Karena ... " Abiyyu menggantung kalimatnya. Lalu melihat sekitar tempat tinggal Nisa yang sudah sepi. "Aku merindukanmu."

"Apa?" Nisa tertawa ringan. "Kita baru berpisah siang tadi, apa kamu lupa?" Uniknya, bukan jawaban yang Nisa terima, melainkan sebuah pelukan hangat dari Abiyyu.

Pria itu mengulurkan tangannya yang kekar. Memegang tangan Nisa erat-erat sebelum merengkuh tubuhnya yang kecil ke pelukannya.

"Tolong jangan berteriak!" Abiyyu memejamkan matanya. Menghirup aroma tubuh Nisa yang membuatnya merasa sangat nyaman. "Aku hanya ingin memelukmu, sebentar saja!"

***

Terpopuler

Comments

Idahas 3105

Idahas 3105

np sih tidak membersihkan nama nisa dituduh selingkuh ternyata bukan

2025-01-07

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

lanjuut lah

2024-11-09

0

Ila Lee

Ila Lee

cepat halal kn Nisa abiyyu

2024-06-19

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Putri Pelacur
2 Bab 2 Di Ujung Perceraian
3 Bab 3 Patah Hati
4 Bab 4 Selingkuh
5 Bab 5 Diceraikan
6 Bab 6 Ikhlas Melepasmu
7 Bab 7 Siapa Pencuri Itu?
8 Bab 8 Gadis Kecil Bernama Raya
9 Bab 9 Nasi Berbentuk Hati
10 Bab 10 Diceramahi Calon Mantu
11 Bab 11 Nisa dan Annisa
12 Bab 12 Ku Temukan Kau
13 Bab 13 Nyatakan Cintamu Sekali Lagi
14 Bab 14 Love Action
15 Bab 15 Upgrade Nama Panggilan
16 Bab 16 Tidak Ada Ciuman Untukku?
17 Bab 17 Mantan vs Masa Depan
18 Bab 18 Jadi, Ibunya adalah?
19 Bab 19 Sepuluh Detik
20 Pengumuman!
21 Bab 20 Ikatan Batin
22 Bab 21 Secercah Harapan
23 Bab 22 Anak Siapa Ini, Abiyyu?
24 Bab 23 Berandal Itu Aku
25 Bab 24 Aku Salah Apa?
26 Bab 25 Rindu Mantan Menantu
27 Bab 26 Penyesalan Arman
28 Bab 27 Kenangan Manis
29 Bab 28 Rujuk?
30 Bab 29 Tidur Denganku Malam Ini
31 Bab 30 OTW Ketemu Mama & Papa
32 Bab 31 Pulang ke Rumah
33 Bab 32 Bertindak Sebagai Ayah
34 Bab 33 Pulang Sekarang
35 Bab 34 Haruskah Unboxing?
36 Bab 35 Ayahmu Pria Brengsek, Nisa!
37 Bab 36 Jangan Potong Burungku, Pa!
38 Bab 37 Selamat Datang di Rumah!
39 Bab 38 Ngintip, Yuk!
40 Bab 39 Mau Lihat? Akan Kutunjukkan!
41 Bab 40 Tikus, Kecoak atau Belalai Abiyyu?
42 Bab 41 Bertengkar
43 Bab 42 Cemburu
44 Bab 43 Kau Bajingan!
45 Bab 44 Ayo Menikah
46 Bab 45 Sah
47 Bab 46 Only 21+
48 Bab 47 Berita Pagi
49 Bab 48 Jangan Curi Anakku
50 Bab 49 Adik & Kakak?
51 Bab 50 Anak yang Banyak dan Lucu
52 Bab 51 Saatnya Pensiun
53 Bab 52 Papa?
54 Bab 53 Hari Apes
55 Bab 54 Mati?
56 Bab 55 Kenapa Kalian Bau
57 Bab 56 Calon Ayah
58 Bab 57 Bukan Aku yang Nakal
59 Bab 58 Butuh Obat
60 Bab 59 Abiyyu is Back
61 Bab 60 Dean Nathan & Zayn Nathan
62 Bab 61 Sampah yang Lucu
63 Bab 62 Bukan Salah Abimanyu
64 Bab 63 Kenapa Zayn Berbeda?
65 Bab 64 Kembar Identik
66 Bab 65 Jempol Dean Nathan
67 Bab 66 Kelakuan Nakal Zayn
68 Bab 67 Testpack Milik Siapa?
69 Bab 68 Nggak Mau Punya Adik
70 Bab 69 4 Tahun Kemudian
71 Bab 70 Proyek Pembuatan Adik (Gagal)
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Putri Pelacur
2
Bab 2 Di Ujung Perceraian
3
Bab 3 Patah Hati
4
Bab 4 Selingkuh
5
Bab 5 Diceraikan
6
Bab 6 Ikhlas Melepasmu
7
Bab 7 Siapa Pencuri Itu?
8
Bab 8 Gadis Kecil Bernama Raya
9
Bab 9 Nasi Berbentuk Hati
10
Bab 10 Diceramahi Calon Mantu
11
Bab 11 Nisa dan Annisa
12
Bab 12 Ku Temukan Kau
13
Bab 13 Nyatakan Cintamu Sekali Lagi
14
Bab 14 Love Action
15
Bab 15 Upgrade Nama Panggilan
16
Bab 16 Tidak Ada Ciuman Untukku?
17
Bab 17 Mantan vs Masa Depan
18
Bab 18 Jadi, Ibunya adalah?
19
Bab 19 Sepuluh Detik
20
Pengumuman!
21
Bab 20 Ikatan Batin
22
Bab 21 Secercah Harapan
23
Bab 22 Anak Siapa Ini, Abiyyu?
24
Bab 23 Berandal Itu Aku
25
Bab 24 Aku Salah Apa?
26
Bab 25 Rindu Mantan Menantu
27
Bab 26 Penyesalan Arman
28
Bab 27 Kenangan Manis
29
Bab 28 Rujuk?
30
Bab 29 Tidur Denganku Malam Ini
31
Bab 30 OTW Ketemu Mama & Papa
32
Bab 31 Pulang ke Rumah
33
Bab 32 Bertindak Sebagai Ayah
34
Bab 33 Pulang Sekarang
35
Bab 34 Haruskah Unboxing?
36
Bab 35 Ayahmu Pria Brengsek, Nisa!
37
Bab 36 Jangan Potong Burungku, Pa!
38
Bab 37 Selamat Datang di Rumah!
39
Bab 38 Ngintip, Yuk!
40
Bab 39 Mau Lihat? Akan Kutunjukkan!
41
Bab 40 Tikus, Kecoak atau Belalai Abiyyu?
42
Bab 41 Bertengkar
43
Bab 42 Cemburu
44
Bab 43 Kau Bajingan!
45
Bab 44 Ayo Menikah
46
Bab 45 Sah
47
Bab 46 Only 21+
48
Bab 47 Berita Pagi
49
Bab 48 Jangan Curi Anakku
50
Bab 49 Adik & Kakak?
51
Bab 50 Anak yang Banyak dan Lucu
52
Bab 51 Saatnya Pensiun
53
Bab 52 Papa?
54
Bab 53 Hari Apes
55
Bab 54 Mati?
56
Bab 55 Kenapa Kalian Bau
57
Bab 56 Calon Ayah
58
Bab 57 Bukan Aku yang Nakal
59
Bab 58 Butuh Obat
60
Bab 59 Abiyyu is Back
61
Bab 60 Dean Nathan & Zayn Nathan
62
Bab 61 Sampah yang Lucu
63
Bab 62 Bukan Salah Abimanyu
64
Bab 63 Kenapa Zayn Berbeda?
65
Bab 64 Kembar Identik
66
Bab 65 Jempol Dean Nathan
67
Bab 66 Kelakuan Nakal Zayn
68
Bab 67 Testpack Milik Siapa?
69
Bab 68 Nggak Mau Punya Adik
70
Bab 69 4 Tahun Kemudian
71
Bab 70 Proyek Pembuatan Adik (Gagal)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!