Bab 12 Ku Temukan Kau

"Kamu siapa?" Abiyyu menekan kedua pipi Annisa dengan gemas. "Apa kamu kesambet karena pulang menjelang maghrib minggu lalu?"

Wajar kalau Abiyyu menggoda adiknya. Hanum bahkan masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Annisa tidak hanya merubah penampilannya dengan menggunakan hijab, sikapnya pun menjadi lebih penurut.

"Ya Tuhan!" Abiyyu mengelus ubun-ubun adiknya. "Setan mana yang bisa merubahmu sejauh ini?"

"Mas Abi apaan, sih?" Selalu digoda membuat Annisa risih. "Sana-sana!"

Gadis itu mengusir Abiyyu karena malu. Lalu menyantap sarapannya sembari memikirkan apa yang Abiyyu katakan.

Sebenarnya, Annisa sendiri pun bingung kenapa bisa begini. Jika diingat-ingat, tak terhitung berapa kali Abiyyu menasehatinya agar merubah penampilannya seperti sekarang. Tapi Annisa mengabaikannya.

Dan kemudian, seorang wanita asing muncul. Tidak hanya cantik dan baik hati, tapi juga sangat perhatian padanya. Wanita itu bahkan rela mengantarnya pulang hanya untuk memastikan dirinya aman.

Saat itulah Annisa merasa malu dan itulah alasannya merubah penampilannya.

"Annisa kenyang." Annisa meletakkan alat makannya, lalu bangkit dari tempat duduk. "Annisa berangkat dulu, ya?"

"Mau diantar?" tawar Abiyyu yang saat itu juga sudah selesai sarapan.

"Nggak!" tolak Annisa sebelum pergi untuk mencium tangan Hanum.

Ibu dan anak itu pun bersentuhan. Hanya beberapa detik saja, tapi Hanum menyadari kalau Annisa sedang kurang sehat.

"Kamu demam?" Hanum pun memeriksa suhu tubuh Annisa. Tapi Annisa buru-buru menyingkirkan tangan ibunya. "Cuman flu ringan, kok, Ma!"

Akhirnya Annisa pun pergi ke sekolah. Mengikuti pelajaran seperti biasa dari mata pelajaran yang satu ke mata pelajaran berikutnya. Tapi flu nya semakin parah dan kepalanya mulai terasa berat.

Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran, Annisa pun meminta ijin untuk pulang.

"Mas, angkat teleponnya, dong!" Setelah sekian lama, akhirnya Annisa meminta Abiyyu menjemputnya. Tapi Abiyyu tidak mengangkat teleponnya.

"Sial!" gerutunya.

Annisa pun mengantongi ponselnya. Wajahnya cemberut dan menganggap Abiyyu sebagai seorang pengkhianat. "Biasanya aja selalu ngotot mau antar jemput. Eh, giliran suruh jemput malah sibuk. Sebel!"

Annisa pun mulai bergerak. Menendang-nendang botol selagi melangkahkan kakinya. Seharusnya, anak itu pulang ke rumah tapi ia malah menyusuri jalanan yang dia lalui kemarin. Jalan itulah yang membawanya berdiri di depan rumah Nisa sekarang.

"Ya ampun!" Annisa memegang dahinya yang hangat. "Kenapa aku malah kesini, sih?"

Annisa pun segera memutar tubuhnya. Tapi Nisa sudah lebih dulu memanggilnya sebelum Annisa sempat melangkah. "Apa itu kamu, An?"

Wanita itu tidak heran Annisa datang kerumahnya. Yang membuatnya heran adalah kenapa anak itu datang ke rumahnya di jam seperti ini. "Kamu bolos?"

"Enggak kok, Mbak!" Annisa menggaruk pipinya yang tidak gatal. Bingung mau menjawab apa.

Beruntung Nisa sangat perhatian. Hanya dengan melihat wajah Annisa yang kemerahan dan ingus yang keluar masuk dari hidungnya, Nisa tahu kalau anak itu sedang sakit.

"Kamu sakit?" Nisa pun bergegas menghampiri Annisa, lalu memeriksa suhu badannya persis seperti apa yang dilakukan Hanum tadi pagi.

"Maaf ya, Mbak! Annisa sebenarnya mau pulang tapi mamaku nggak ada di rumah." Annisa buru-buru mencari alasan. "Kakakku juga nggak mengangkat teleponnya, jadi ... "

"Nggak apa-apa." Nisa tersenyum manis. "Ayo masuk!"

Nisa pun membawa Annisa masuk ke rumah. Memintanya istirahat dan mengompres keningnya. Tak lama setelah itu, Annisa pun tertidur pulas setelah meminum obat.

.

.

.

Sementara itu di hotel.

"Pak, kenapa Pak Abiyyu tidak mengangkat teleponnya?" Sandra, istri baru Arman itu menodong pertanyaan begitu melihat Abiyyu sudah sampai di hotel.

"Kamu menelepon?" Dahi Abiyyu tampak mengkerut. Pria itu pun buru-buru memeriksa ponselnya. Tapi ponsel miliknya tidak ada di kantong maupun di dalam tas.

"Maaf, sepertinya ponselku tertinggal di ruang kerja!" Sekilas, Abiyyu melihat perut Sandra yang semakin membuncit. Dia pun bisa menebak untuk apa Sandra mencarinya. "Kamu mau resign, kan?"

"Darimana Pak Abiyyu tahu?" Sandra memelotot, lalu tersenyum begitu melihat Abiyyu menganggukkan kepalanya.

Karena jika Abiyyu sudah mengangguk, itu berarti Abiyyu menerima pengunduran dirinya.

"Kalau begitu saya permisi dulu, Pak!" Sandra tersenyum semakin lebar. Tak lupa menunjuk ke arah parkiran. "Suami saya sudah menunggu sejak tadi."

"Silahkan!" kata Abiyyu.

Dari tempatnya berdiri, Abiyyu bisa melihat Sandra menemui suaminya. Pria itu beberapa kali mencium dan mengelus perut Sandra dan itu membuat pria jomblo seperti Abiyyu merasa iri. "Mereka pasti sengaja ingin pamer," gerutunya.

Tak ingin terus menjadi penonton, Abiyyu pun bergegas masuk ke ruangannya. Belum ada satu menit, tapi pria itu sudah berlari menuju parkiran. Tepatnya setelah memeriksa ponsel dan melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari adiknya.

Bagaimana Abiyyu tidak buru-buru, karena diantara sekian banyak panggilan, ada satu pesan yang Annisa kirimkan untuknya.

Pesan itu hanya terdiri dari tiga kata bertuliskan 'jemput atau end' dengan satu emoji menebas leher.

"Jemput atau end kepalamu!" umpat Abiyyu.

Jengkel memang, tapi hal itu tak membuat Abiyyu menunda waktu. Detik itu juga Abiyyu mengendarai mobilnya menuju alamat yang diberikan Annisa.

Menyetir seperti biasa, bersikap seperti biasa tanpa tahu bahwa istri orang yang selalu dia sebut dalam doanya sudah berganti status menjadi janda.

Tok

Tok

Tok

"Assalamualaikum!" sapa Abiyyu.

Salam pertama, Nisa mendengarnya , tapi tidak segera menyahut. Salam kedua, Nisa masih duduk di samping Annisa, menebak siapa yang bertamu ke rumahnya.

Barulah di salam ketiga Nisa ingat, mungkin pria itu adalah kakak Annisa yang datang untuk menjemput adiknya.

Sementara di luar sana, Abiyyu mulai ragu. "Apa aku salah alamat?"

Pria itu berdiri membelakangi pintu, lalu mengambil ponselnya untuk memeriksa alamat pemberian Annisa. Tepat saat itulah Nisa membuka pintu dan menjawab salam dari Abiyyu. "Wa'alaikumsalam!"

DEG

Spontan, Abiyyu mengangkat wajahnya. Jantungnya berdetak tak karuan sementara waktu seolah berhenti. Suara ini adalah suara yang sangat dia rindukan.

Sementara di belakang sana, Nisa tidak bisa melihat apa-apa selain punggung Abiyyu yang lebar dan kokoh.

Abiyyu pun berbalik arah, memastikan pendengarannya tak salah. Dan begitu melihat sosok Nisa, Abiyyu merasakan banyak kupu-kupu beterbangan di antara mereka.

"Nisa?" Sungguh, seandainya Abiyyu tidak ingat bahwa mereka bukan muhrim, pria itu pasti akan memeluk Nisa. Lalu tidak akan melepasnya meskipun hanya sebentar.

Di sisi lain, Nisa tampak mematung untuk sepersekian detik. Mencerna dengan baik apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, apakah mantan bos yang berdiri di hadapannya ini adalah kakak menyebalkan yang sering Annisa ceritakan?

"Pak, Anda,-"

Nisa belum selesai bertanya. Tapi Abiyyu sudah meralat cara Nisa memanggilnya karena mereka bukan atasan dan bawahan lagi.

"Panggil saja Abiyyu," kata Abiyyu.

Nisa tersenyum kaku karena tidak terbiasa memanggil Abiyyu dengan cara seperti itu. Menyadari Nisa sepertinya belum tahu bahwa Annisa adalah adiknya, Abiyyu menjelaskannya secara singkat maksud dan tujuannya kemari.

"Aku memiliki satu adik. Namanya Annisa. Dia bilang sakit dan minta di jemput di alamat ini. Apa dia ada di dalam?" tanya Abiyyu.

Nisa pun mengangguk, lalu mempersilahkan Abiyyu masuk ke dalam. "Ada, dia sedang istirahat. Silahkan masuk!"

***

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

seru bangeet wah Aditya msh menyangka nisa msh istri orang padahal sdh janda...dan mantan susmiy sdh nikah lg

2024-11-09

0

Nur Fatihah

Nur Fatihah

seru

2024-07-21

0

Jumli

Jumli

hahahaha 🤣
kocak banget ya si Annisa itu

2024-06-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Putri Pelacur
2 Bab 2 Di Ujung Perceraian
3 Bab 3 Patah Hati
4 Bab 4 Selingkuh
5 Bab 5 Diceraikan
6 Bab 6 Ikhlas Melepasmu
7 Bab 7 Siapa Pencuri Itu?
8 Bab 8 Gadis Kecil Bernama Raya
9 Bab 9 Nasi Berbentuk Hati
10 Bab 10 Diceramahi Calon Mantu
11 Bab 11 Nisa dan Annisa
12 Bab 12 Ku Temukan Kau
13 Bab 13 Nyatakan Cintamu Sekali Lagi
14 Bab 14 Love Action
15 Bab 15 Upgrade Nama Panggilan
16 Bab 16 Tidak Ada Ciuman Untukku?
17 Bab 17 Mantan vs Masa Depan
18 Bab 18 Jadi, Ibunya adalah?
19 Bab 19 Sepuluh Detik
20 Pengumuman!
21 Bab 20 Ikatan Batin
22 Bab 21 Secercah Harapan
23 Bab 22 Anak Siapa Ini, Abiyyu?
24 Bab 23 Berandal Itu Aku
25 Bab 24 Aku Salah Apa?
26 Bab 25 Rindu Mantan Menantu
27 Bab 26 Penyesalan Arman
28 Bab 27 Kenangan Manis
29 Bab 28 Rujuk?
30 Bab 29 Tidur Denganku Malam Ini
31 Bab 30 OTW Ketemu Mama & Papa
32 Bab 31 Pulang ke Rumah
33 Bab 32 Bertindak Sebagai Ayah
34 Bab 33 Pulang Sekarang
35 Bab 34 Haruskah Unboxing?
36 Bab 35 Ayahmu Pria Brengsek, Nisa!
37 Bab 36 Jangan Potong Burungku, Pa!
38 Bab 37 Selamat Datang di Rumah!
39 Bab 38 Ngintip, Yuk!
40 Bab 39 Mau Lihat? Akan Kutunjukkan!
41 Bab 40 Tikus, Kecoak atau Belalai Abiyyu?
42 Bab 41 Bertengkar
43 Bab 42 Cemburu
44 Bab 43 Kau Bajingan!
45 Bab 44 Ayo Menikah
46 Bab 45 Sah
47 Bab 46 Only 21+
48 Bab 47 Berita Pagi
49 Bab 48 Jangan Curi Anakku
50 Bab 49 Adik & Kakak?
51 Bab 50 Anak yang Banyak dan Lucu
52 Bab 51 Saatnya Pensiun
53 Bab 52 Papa?
54 Bab 53 Hari Apes
55 Bab 54 Mati?
56 Bab 55 Kenapa Kalian Bau
57 Bab 56 Calon Ayah
58 Bab 57 Bukan Aku yang Nakal
59 Bab 58 Butuh Obat
60 Bab 59 Abiyyu is Back
61 Bab 60 Dean Nathan & Zayn Nathan
62 Bab 61 Sampah yang Lucu
63 Bab 62 Bukan Salah Abimanyu
64 Bab 63 Kenapa Zayn Berbeda?
65 Bab 64 Kembar Identik
66 Bab 65 Jempol Dean Nathan
67 Bab 66 Kelakuan Nakal Zayn
68 Bab 67 Testpack Milik Siapa?
69 Bab 68 Nggak Mau Punya Adik
70 Bab 69 4 Tahun Kemudian
71 Bab 70 Proyek Pembuatan Adik (Gagal)
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Putri Pelacur
2
Bab 2 Di Ujung Perceraian
3
Bab 3 Patah Hati
4
Bab 4 Selingkuh
5
Bab 5 Diceraikan
6
Bab 6 Ikhlas Melepasmu
7
Bab 7 Siapa Pencuri Itu?
8
Bab 8 Gadis Kecil Bernama Raya
9
Bab 9 Nasi Berbentuk Hati
10
Bab 10 Diceramahi Calon Mantu
11
Bab 11 Nisa dan Annisa
12
Bab 12 Ku Temukan Kau
13
Bab 13 Nyatakan Cintamu Sekali Lagi
14
Bab 14 Love Action
15
Bab 15 Upgrade Nama Panggilan
16
Bab 16 Tidak Ada Ciuman Untukku?
17
Bab 17 Mantan vs Masa Depan
18
Bab 18 Jadi, Ibunya adalah?
19
Bab 19 Sepuluh Detik
20
Pengumuman!
21
Bab 20 Ikatan Batin
22
Bab 21 Secercah Harapan
23
Bab 22 Anak Siapa Ini, Abiyyu?
24
Bab 23 Berandal Itu Aku
25
Bab 24 Aku Salah Apa?
26
Bab 25 Rindu Mantan Menantu
27
Bab 26 Penyesalan Arman
28
Bab 27 Kenangan Manis
29
Bab 28 Rujuk?
30
Bab 29 Tidur Denganku Malam Ini
31
Bab 30 OTW Ketemu Mama & Papa
32
Bab 31 Pulang ke Rumah
33
Bab 32 Bertindak Sebagai Ayah
34
Bab 33 Pulang Sekarang
35
Bab 34 Haruskah Unboxing?
36
Bab 35 Ayahmu Pria Brengsek, Nisa!
37
Bab 36 Jangan Potong Burungku, Pa!
38
Bab 37 Selamat Datang di Rumah!
39
Bab 38 Ngintip, Yuk!
40
Bab 39 Mau Lihat? Akan Kutunjukkan!
41
Bab 40 Tikus, Kecoak atau Belalai Abiyyu?
42
Bab 41 Bertengkar
43
Bab 42 Cemburu
44
Bab 43 Kau Bajingan!
45
Bab 44 Ayo Menikah
46
Bab 45 Sah
47
Bab 46 Only 21+
48
Bab 47 Berita Pagi
49
Bab 48 Jangan Curi Anakku
50
Bab 49 Adik & Kakak?
51
Bab 50 Anak yang Banyak dan Lucu
52
Bab 51 Saatnya Pensiun
53
Bab 52 Papa?
54
Bab 53 Hari Apes
55
Bab 54 Mati?
56
Bab 55 Kenapa Kalian Bau
57
Bab 56 Calon Ayah
58
Bab 57 Bukan Aku yang Nakal
59
Bab 58 Butuh Obat
60
Bab 59 Abiyyu is Back
61
Bab 60 Dean Nathan & Zayn Nathan
62
Bab 61 Sampah yang Lucu
63
Bab 62 Bukan Salah Abimanyu
64
Bab 63 Kenapa Zayn Berbeda?
65
Bab 64 Kembar Identik
66
Bab 65 Jempol Dean Nathan
67
Bab 66 Kelakuan Nakal Zayn
68
Bab 67 Testpack Milik Siapa?
69
Bab 68 Nggak Mau Punya Adik
70
Bab 69 4 Tahun Kemudian
71
Bab 70 Proyek Pembuatan Adik (Gagal)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!