Bab 7 Siapa Pencuri Itu?

Di sudut kota yang lain.

"Abi pulang!" Seorang pria lajang berteriak begitu sampai rumah. Pria itu adalah Abiyyu.

Rambutnya tampak basah karena keringat. Pun dengan beberapa bagian di bajunya. Maklum, pria itu baru saja berolahraga dengan berlari di sekitar kompleks.

"Tumben pulangnya cepet!" Hanum, orangtua tunggal Abiyyu itu menyambut kedatangan putranya dengan suka cita. "Pasti kamu digodain ibu-ibu kompleks. Makanya cepet pulang. Iya, kan?"

"Apa sih, Ma?" Abiyyu tersenyum. Hampir saja dia memeluk ibunya, tapi niat itu dia urungkan setelah sadar dirinya penuh keringat. "Abi mandi dulu, ya?"

Hanum hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Abiyyu. Lalu memberikan sebuah kode agar Abiyyu merendahkan tubuhnya yang menjulang tinggi.

"Mandi setelah keringatmu kering, oke?" Wanita itu mencium Abiyyu. Tidak peduli meskipun Abiyyu penuh dengan keringat.

Sementara Abiyyu hanya bisa tersenyum menahan malu mendapat perlakuan seperti itu dari ibunya. "Iya, Ma!"

Sembari menunggu keringatnya kering, Abiyyu pun duduk di salah satu kursi yang ada di dapur. Matanya yang jernih tampak awas melihat sekeliling.

Sebenarnya, dapur itu berukuran cukup besar. Tapi terasa sempit karena ada beberapa orang karyawan yang sibuk membantu Hanum memproduksi kue. "Hari ini banyak pesanan, Ma?"

"Iya, nih!" jawab Hanum. Wanita itu sibuk sendiri. Membuat secangkir teh hangat untuk anak sulungnya. "Kenapa? Mau bantuin?"

"Enggak!" Dengan cepat, Abiyyu menggelengkan kepalanya. "Abiyyu kan nggak bisa bikin kue."

"Kalau begitu, bantu yang lain aja, Bi." Hanum tampak menghampiri Abiyyu, lalu menyodorkan teh buatannya.

Sementara itu, Abiyyu mengaduk teh itu dan bertanya, "Memangnya mama mau Abi bantuin apa? Mama butuh sesuatu?"

Hanum tersenyum simpul. "Mama butuh menantu. Tolong segera carikan, ya?"

"Uhuk!" Abiyyu tersedak mendengar permintaan Hanum. Pria itu pun segera mengalihkan pembicaraan agar ibunya tidak membicarakan soal menantu lagi. "Ngomong-ngomong, Annisa mana, Ma?" tanyanya.

Annisa, namanya sangat mirip dengan Nisa. Dia adalah adik bungsu Abiyyu, perempuan tulen yang cara berpakaiannya mirip anak laki-laki.

Seumur hidup, anak itu jarang memakai rok karena lebih suka memakai celana sepanjang lutut.

Parahnya, gadis tomboi itu lumayan pintar berkelahi. Abiyyu bahkan pernah dipanggil pihak sekolah karena kelakuan adiknya yang nakal itu.

"Biasa!" Hanum menghela nafas panjang. Lelah dengan kebiasaan buruk putri bungsunya. "Dia pasti tidur lagi."

"Biar Abiyyu bangunin, ya, Ma?" Tanpa menunda waktu, Abiyyu pun naik ke kamar Anissa.

Dan begitu kamar dibuka, Abiyyu merasa tekanan darahnya naik. Kamar anak gadis itu mirip kapal pecah. Lengkap dengan cara tidur Annisa yang tak karuan.

"An, bangun!" Pria itu mendekat, menggoyangkan pundak adiknya beberapa kali. Tapi bocah SMA itu bergerak hanya untuk ganti posisi.

"Annisa!" ulang Abiyyu.

Kali ini, suaranya lebih keras. Dibarengi dengan gerakan tangan menarik telinga Annisa.

"Apa sih, Mas!" Akhirnya, gadis berwajah manis itu bangun. Mengucek matanya berkali-kali dengan wajah cemberut.

Setengah nyawanya belum terkumpul, tapi Abiyyu sudah menyodorkan jam weker kecil kearahnya. "Lihat, jam berapa sekarang?"

"Mas Abi!" Spontan, Annisa berdiri. Protes keras pada kakaknya karena membiarkannya bangun terlambat. "Kenapa nggak bangunin dari tadi sih, Mas?"

Gadis itu berlari menyambar handuk, lalu pergi ke kamar mandi tanpa menghiraukan kakaknya lagi. Sementara Abiyyu hanya bisa mengomel dalam hati menyadari adiknya semakin nakal dari hari ke hari. "Annisa, seandainya saja kamu memiliki sifat seperti Althafunnisa sedikit saja, Mas Abi pasti senang!"

.

.

.

"Pagi, Mah!" Setelah beberapa saat, akhirnya Annisa turun juga. Gadis itu mencium tangan Hanum. Lalu memeluk sambil memberikan hujan ciuman.

Meksipun cukup nakal, tapi Annisa adalah tipe anak yang berbakti. Sedikit pengingat, Annisa hanya berbakti pada ibunya, bukan kakaknya.

"Whee!" Gadis itu menjulurkan lidahnya pada Abiyyu yang sedang menikmati sarapan. Lalu menarik kursi dan duduk di samping Abiyyu untuk sarapan.

Tapi belum sempat meraih gelas, Abiyyu sudah lebih dulu memberikan sebuah pukulan di kepalanya.

TUK

Hanya pukulan ringan, tapi sangat sukses membuat Annisa berteriak. "Aduh! Sakit, Mas!" katanya sembari memegangi kepala.

Sebenarnya, anak itu sudah besar. Tapi terkadang kelakuannya seperti anak kecil. Sangat persis seperti apa yang dia lakukan barusan. Tujuannya berteriak, memangnya apalagi kalau bukan untuk mencari perhatian ibunya?

"Ma, Mas Abi jahat!" adu Annisa.

Gadis itu memasang wajah memelas. Sayangnya hal itu tidak membuat Hanum kasihan. Yang ada, Hanum justru membela sang kakak.

"Annisa, pelankan suaramu saat bicara dengan kakakmu!" Hanum mengunyah sarapannya. "Memangnya kapan kakakmu pernah jahat sama kamu?"

Faktanya, apa yang dikatakan Hanum memang benar. Jika ada hari dimana Abiyyu menyakiti Annisa, itu hanya pernah terjadi satu kali. Tepatnya saat keduanya masih balita.

Mungkin karena terlalu gemas melihat adik bayinya, Abiyyu menggigit jempol kaki Annisa saat Annisa di jemur di bawah terik matahari pagi.

"Maaf!" Annisa yang tidak mendapatkan pembelaan pun meminta maaf. Lalu meminum susunya tanpa menyentuh sarapannya. "Kuenya masih ada, Ma?"

"Tuh disana!" jawab Hanum sembari menunjuk ke arah lain.

Melihat ibunya mengangguk, Annisa pun segera memasukkannya ke kantong. Lalu memberikannya pada beberapa teman kecil di depan sekolah nanti.

Yah, itu adalah kebiasaan Annisa setiap pagi. Satu-satunya kebiasaan yang membuat Abiyyu melupakan semua sifat nakalnya.

"Tunggu!" Tiba-tiba, Abiyyu menarik tas Annisa yang hendak pergi sekolah. Annisa pun menoleh dan bertanya, "Apalagi?"

"Titip!" Pria itu mengeluarkan dompetnya. Mengambil sejumlah uang dan memberikannya pada Annisa. "Bagikan ke mereka, ya?"

Nisa terkejut melihat uang yang Abiyyu berikan. Dia pun protes karena uang jajannya lebih sedikit dari itu. "Mas,-"

"Diam!" potong Abiyyu. Pria itu menyentil dahi adiknya yang tertutup poni. "Uang jajanmu memang sedikit. Tapi uang yang Mas Abi simpan untuk biaya kuliah dan biaya pernikahanmu nanti jauh lebih banyak dari ini, tahu?"

Seketika Annisa terdiam. Sebal karena Abiyyu selalu saja menyinggung soal pernikahan. Dia kan masih SMA. Apa tidak terlalu cepat menyiapkan biaya pernikahan untuknya?

Selain itu, jika ada orang yang harus menyiapkan biaya pernikahan, bukankah seharusnya orang itu adalah Abiyyu mengingat umurnya sudah lewat dari seperempat abad?

"Ngomong-ngomong, kapan kamu akan menikah, Mas?" Maklum, Abiyyu tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun.

Annisa benci mengakuinya. Tapi kakaknya itu memiliki wajah yang tampan. Terlalu tampan sampai teman-temannya tantrum ketika melihat Abiyyu.

Lalu, yang menjengkelkan adalah, mereka akan melakukan pendekatan lewat dirinya agar bisa mengenal Abiyyu lebih dekat. Karena alasan itulah Annisa selalu menolak saat Abiyyu ingin mengantarnya ke sekolah.

"Mas?" Sekali lagi, Annisa bertanya. Dia hanya ingin menggoda kakak kesayangannya. Tapi jawaban Abiyyu membuatnya kehilangan kata-kata.

"Tahun depan." Abiyyu menyudahi sarapannya. "Mas Abi mau menikah tahun depan."

"T-tahun depan?" Mata Annisa memelotot. Terkejut dengan jawaban Abiyyu yang kelihatan serius.

"Kenapa?" tanya Hanum dan Abiyyu bersamaan. Heran melihat perubahan ekpresi Annisa yang tiba-tiba.

"Oh, enggak, kok!" Annisa menggaruk pipinya yang tidak gatal. "Annisa berangkat sekolah dulu, ya?"

Annisa langsung pergi tanpa menunggu jawaban ibu dan kakaknya. Melihat jalanan dengan pandangan yang kabur karena air mata yang mulai membendung di pelupuk matanya.

"Siapa?" Annisa mulai menangis. "Siapa yang berani mencuri Mas Abiyyu?"

***

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

ga rela ya kehilangan kska trbaiky

2024-11-09

0

Jumli

Jumli

hahahaha 🤣
kirain apa an😭😭😭
rupanya takut di selingkuhi dan kehilangan kasih sayang ya😂☺️

2024-06-26

0

Jumli

Jumli

wah. sangat bikin kaget ya kemauan si Ibu🤣

2024-06-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Putri Pelacur
2 Bab 2 Di Ujung Perceraian
3 Bab 3 Patah Hati
4 Bab 4 Selingkuh
5 Bab 5 Diceraikan
6 Bab 6 Ikhlas Melepasmu
7 Bab 7 Siapa Pencuri Itu?
8 Bab 8 Gadis Kecil Bernama Raya
9 Bab 9 Nasi Berbentuk Hati
10 Bab 10 Diceramahi Calon Mantu
11 Bab 11 Nisa dan Annisa
12 Bab 12 Ku Temukan Kau
13 Bab 13 Nyatakan Cintamu Sekali Lagi
14 Bab 14 Love Action
15 Bab 15 Upgrade Nama Panggilan
16 Bab 16 Tidak Ada Ciuman Untukku?
17 Bab 17 Mantan vs Masa Depan
18 Bab 18 Jadi, Ibunya adalah?
19 Bab 19 Sepuluh Detik
20 Pengumuman!
21 Bab 20 Ikatan Batin
22 Bab 21 Secercah Harapan
23 Bab 22 Anak Siapa Ini, Abiyyu?
24 Bab 23 Berandal Itu Aku
25 Bab 24 Aku Salah Apa?
26 Bab 25 Rindu Mantan Menantu
27 Bab 26 Penyesalan Arman
28 Bab 27 Kenangan Manis
29 Bab 28 Rujuk?
30 Bab 29 Tidur Denganku Malam Ini
31 Bab 30 OTW Ketemu Mama & Papa
32 Bab 31 Pulang ke Rumah
33 Bab 32 Bertindak Sebagai Ayah
34 Bab 33 Pulang Sekarang
35 Bab 34 Haruskah Unboxing?
36 Bab 35 Ayahmu Pria Brengsek, Nisa!
37 Bab 36 Jangan Potong Burungku, Pa!
38 Bab 37 Selamat Datang di Rumah!
39 Bab 38 Ngintip, Yuk!
40 Bab 39 Mau Lihat? Akan Kutunjukkan!
41 Bab 40 Tikus, Kecoak atau Belalai Abiyyu?
42 Bab 41 Bertengkar
43 Bab 42 Cemburu
44 Bab 43 Kau Bajingan!
45 Bab 44 Ayo Menikah
46 Bab 45 Sah
47 Bab 46 Only 21+
48 Bab 47 Berita Pagi
49 Bab 48 Jangan Curi Anakku
50 Bab 49 Adik & Kakak?
51 Bab 50 Anak yang Banyak dan Lucu
52 Bab 51 Saatnya Pensiun
53 Bab 52 Papa?
54 Bab 53 Hari Apes
55 Bab 54 Mati?
56 Bab 55 Kenapa Kalian Bau
57 Bab 56 Calon Ayah
58 Bab 57 Bukan Aku yang Nakal
59 Bab 58 Butuh Obat
60 Bab 59 Abiyyu is Back
61 Bab 60 Dean Nathan & Zayn Nathan
62 Bab 61 Sampah yang Lucu
63 Bab 62 Bukan Salah Abimanyu
64 Bab 63 Kenapa Zayn Berbeda?
65 Bab 64 Kembar Identik
66 Bab 65 Jempol Dean Nathan
67 Bab 66 Kelakuan Nakal Zayn
68 Bab 67 Testpack Milik Siapa?
69 Bab 68 Nggak Mau Punya Adik
70 Bab 69 4 Tahun Kemudian
71 Bab 70 Proyek Pembuatan Adik (Gagal)
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Bab 1 Putri Pelacur
2
Bab 2 Di Ujung Perceraian
3
Bab 3 Patah Hati
4
Bab 4 Selingkuh
5
Bab 5 Diceraikan
6
Bab 6 Ikhlas Melepasmu
7
Bab 7 Siapa Pencuri Itu?
8
Bab 8 Gadis Kecil Bernama Raya
9
Bab 9 Nasi Berbentuk Hati
10
Bab 10 Diceramahi Calon Mantu
11
Bab 11 Nisa dan Annisa
12
Bab 12 Ku Temukan Kau
13
Bab 13 Nyatakan Cintamu Sekali Lagi
14
Bab 14 Love Action
15
Bab 15 Upgrade Nama Panggilan
16
Bab 16 Tidak Ada Ciuman Untukku?
17
Bab 17 Mantan vs Masa Depan
18
Bab 18 Jadi, Ibunya adalah?
19
Bab 19 Sepuluh Detik
20
Pengumuman!
21
Bab 20 Ikatan Batin
22
Bab 21 Secercah Harapan
23
Bab 22 Anak Siapa Ini, Abiyyu?
24
Bab 23 Berandal Itu Aku
25
Bab 24 Aku Salah Apa?
26
Bab 25 Rindu Mantan Menantu
27
Bab 26 Penyesalan Arman
28
Bab 27 Kenangan Manis
29
Bab 28 Rujuk?
30
Bab 29 Tidur Denganku Malam Ini
31
Bab 30 OTW Ketemu Mama & Papa
32
Bab 31 Pulang ke Rumah
33
Bab 32 Bertindak Sebagai Ayah
34
Bab 33 Pulang Sekarang
35
Bab 34 Haruskah Unboxing?
36
Bab 35 Ayahmu Pria Brengsek, Nisa!
37
Bab 36 Jangan Potong Burungku, Pa!
38
Bab 37 Selamat Datang di Rumah!
39
Bab 38 Ngintip, Yuk!
40
Bab 39 Mau Lihat? Akan Kutunjukkan!
41
Bab 40 Tikus, Kecoak atau Belalai Abiyyu?
42
Bab 41 Bertengkar
43
Bab 42 Cemburu
44
Bab 43 Kau Bajingan!
45
Bab 44 Ayo Menikah
46
Bab 45 Sah
47
Bab 46 Only 21+
48
Bab 47 Berita Pagi
49
Bab 48 Jangan Curi Anakku
50
Bab 49 Adik & Kakak?
51
Bab 50 Anak yang Banyak dan Lucu
52
Bab 51 Saatnya Pensiun
53
Bab 52 Papa?
54
Bab 53 Hari Apes
55
Bab 54 Mati?
56
Bab 55 Kenapa Kalian Bau
57
Bab 56 Calon Ayah
58
Bab 57 Bukan Aku yang Nakal
59
Bab 58 Butuh Obat
60
Bab 59 Abiyyu is Back
61
Bab 60 Dean Nathan & Zayn Nathan
62
Bab 61 Sampah yang Lucu
63
Bab 62 Bukan Salah Abimanyu
64
Bab 63 Kenapa Zayn Berbeda?
65
Bab 64 Kembar Identik
66
Bab 65 Jempol Dean Nathan
67
Bab 66 Kelakuan Nakal Zayn
68
Bab 67 Testpack Milik Siapa?
69
Bab 68 Nggak Mau Punya Adik
70
Bab 69 4 Tahun Kemudian
71
Bab 70 Proyek Pembuatan Adik (Gagal)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!