"𝘈𝘱𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘬 ?"
"𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘸𝘢𝘭 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢"
"𝘋𝘶𝘭𝘶 𝘶𝘭𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘸𝘢𝘩, 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘨𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘳𝘦𝘴𝘵𝘶 𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘢𝘬𝘶 𝘨𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘬𝘶𝘢𝘭𝘢𝘵"
Jingga terus berperang dengan batinnya, sampai tidak sadar dia sudah melewatkan tidur nya malam ini.
Kring kring kring
Bunyi alarm membangunkan Jingga yang baru saja terlelap.
"Kenapa cepet banget sih paginya" gerutu Jingga.
...----------------...
"Pagi..... " Jingga menyapa semua orang yang berada di meja makan.
"Kenapa?" tanya Langit.
"Apanya" Jingga bingung tiba-tiba abang nya bertanya.
"Tuh muka pagi-pagi udah ditekuk"
"Masa sih orang cantik gini" Jingga sambil mengibaskan rambutnya.
"Dek nanti siang shopping yuk, udah lama loh kita gak hangout ?" ajak Senja.
"Maaf ya kak, seperti nya adek gak bisa deh hari ini, kakak ajak kak Bumi aja"
Senja mengerucut kan bibirnya. Selalu saja Jingga gak pernah bisa kalau di ajak jalan berdua dan alasannya selalu sibuk padahal Senja pun sama sibuk nya tapi Senja selalu meluangkan waktu untuk keluarganya. Berbeda dengan Jingga, dia selalu fokus pada tujuan tertentu dan untuk mencapai tujuan nya tak jarang dia mengabaikan keluarga nya.
"Sekarang apa alasannya, sibuk lagi?"
Jingga hanya menganggukkan kepalanya.
"Kakak juga sibuk dek , tapi kakak bisa menyempatkan waktu kenapa kamu gak bisa?" Senja mulai menaikkan nada bicaranya.
"Kakak kenapa sih datang bulan?" Jingga malah heran dengan tingkah Senja hari ini.
"Kakak serius dek, apa kamu gak mau jalan sama kakak karena trauma dengan kejadian dulu?" tanya Senja.
"Gak ada hubungannya kak adek memang beneran sibuk , hari ini ada dua operasi" kata Jingga.
"Berarti besok bisa kan? " kekeuh Senja.
"Lihat besok deh kak "
"Mau sampai kapan sih kamu kaya gini, gak usah banyak alasan deh kakak juga tau sebenarnya kamu gak mau jalan sama kakak iya kan? "
"Kak jangan mulai deh! " Jingga menatap Senja dengan tatapan memohon.
"Sejak kamu pulang dari Jerman kamu tuh sadar gak sih banyak banget berubahnya?"
"Aku bukan power rangers kak mana bisa berubah"
"Jingga Aozora aku serius" bentak Senja.
"Kalian stop gak ini di meja makan, hargai makanan setelah makan baru ngomong baik-baik" Langit angkat bicara.
"Aku udah selesai, aku berangkat duluan" Jingga meninggalkan meja makan namun urung karena Senja menghentikan dan mencekal tangannya.
"Kita belum selesai"
"Apalagi?"
"Kakak tau kamu sebenarnya masih trauma kan jalan sama kakak?"
"Kenapa itu terus sih kak yang di bahas?"
"Karena kamu belum jawab"
"Aku udah bilang aku sibuk, gak ada hubungannya dengan trauma dan kakak denger baik-baik ya aku gak pernah punya trauma tentang apa pun"
"Kalau gitu kamu buktiin"
"𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘪𝘩, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘢𝘱𝘢?" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢.
"Ok baiklah, tapi jangan hari ini adek beneran sibuk kak"
"Good girl nanti kakak atur waktunya" Jingga hanya bisa pasrah dengan kemauan kakaknya itu.
Senja sebenarnya hanya ingin menghabiskan waktu dengan Jingga,karena Senja merasa akhir-akhir ini Jingga seperti banyak fikiran. Senja tidak ingin kecolongan lagi dengan sikap pura-pura ceria nya Jingga. Hanya dengan cara ini lah akhirnya Jingga mau di ajak jalan oleh Senja walaupun mati-matian Senja nahan ketawa karena jawaban random Jingga.
"Gimana? " tanya Langit.
"Dia mau bang" kata Senja.
Senja dan Langit pun ber tos ria karena rencananya berhasil.
Sebenarnya Langit dan Senja merencanakan drama marah-marahnya Senja. Mereka hanya ingin menghabiskan waktu dengan adik kembar bungsunya.
"Untuk menghabiskan waktu dengan nya saja kita harus pura-pura seperti ini" kata Senja.
"Mau gimana lagi kalau gak dipaksa adek gak bakal mau" jawab Langit.
"𝘛𝘶𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘥𝘶𝘨𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘶, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳𝘫𝘢𝘪 𝘬𝘶" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢.
Jingga sebenarnya curiga dengan Senja yang tidak seperti biasanya. Makanya Jingga pura-pura masuk perangkap Senja dan sekarang ketahuan lah Senja dan Langit merencanakan semua ini.
"𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨-𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨, 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘳𝘢𝘴 𝘥𝘰𝘮𝘱𝘦𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘮𝘢𝘪𝘯-𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘶" 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪.
Jingga yang bersembunyi di balik pintu tiba-tiba matanya bertemu dengan tatapan daddy Arka. Jingga yang sedang kecewa dengan perkataan daddy nya kemarin memilih buru-buru pergi Jingga tidak ingin berhadapan dengan daddy nya dulu.
Daddy Arka pun mengerti dengan sikap putrinya itu dia membiarkan saja Jingga pergi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dirgantara Hospital
Jingga seharian ini disibukkan dengan pekerjaan mulia nya. Jingga bahkan tidak sempat bertukar pesan dengan seseorang yang saat ini tengah kesal karena beberapa chat dan panggilan nya diabaikan oleh Jingga.
"Astaga aku lupa ngabarin kak Kaisar"
Jingga membuka ponselnya dan benar saja banyak chat dan panggilan tak terjawab dari Kaisar. Jingga baru saja akan melakukan panggilan namun ponselnya lebih dulu berdering dan itu tentu saja dari Kaisar.
"Sayang kamu dari mana aja" tanya Kaisar disebrang telpon nya.
"Maaf kak aku seharian sibuk, ada dua operasi hari ini, aku bahkan melupakan makan siangku kak?"
"Kenapa sampai lupa makan sih, yaudah kakak kesitu sekalian mau jemput bunda, mau di bawain makan apa? "
"Bawain seblak kak"
"Hey makanan apa itu, jangan yang aneh-aneh, kakak bawain ayam goreng kesukaan kamu aja ya? "
"Yaudah terserah kakak, gak usah nanya aja sekalian"
"Gak usah ngedumel, kakak kesana sekarang"
Tut
Kaisar mematikan panggilan nya dan tak berselang lama tiba-tiba seseorang mengetuk pintu.
Tok tok tok
"Kenapa cepat sekali" Jingga membuka pintu dia fikir Kaisar yang datang.
"Dokter Friska? maaf saya kira orang lain" kata Jingga.
"Memangnya kamu fikir siapa, Angkasa? " kata Friska.
"Ada perlu apa kesini? "
"Tidak ada, aku hanya mau bilang nanti sore jangan sampai telat, kamu kan biasanya suka telat" Friska beralasan.
Sore nanti rencana nya tim dokter bedah di rumah sakit akan mengadakan makan malam untuk merayakan keberhasilan operasi hari ini. Karena pasiennya adalah orang penting negeri ini dan sudah pasti banyak sekali tekanan nya. Makanya mereka merayakan keberhasilan dengan mengadakan makan malam kecil-kecilan sebagai bentuk rasa syukur mereka karena bisa melewati begitu banyaknya tekanan akhir-akhir ini.
"Kenapa kamu repot-repot datang kesini kan bisa telpon atau nggak nyuruh suster seperti kebiasaan mu? " sinis Jingga.
"A..aku hanya kebetulan lewat aja" gugup Friska.
"Yakin, bukan mau memastikan sesuatu?" tanya Jingga.
Deg
"𝘈𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘢𝘶 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘶? 𝘥𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘫𝘢" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘍𝘳𝘪𝘴𝘬𝘢.
"𝘗𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘫𝘢 , 𝘭𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘪𝘯-𝘮𝘢𝘪𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢, 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘵𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘬𝘶"
Next
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Like dan komen. Jangan lupa bintang 5 nya . Terima kasih.
Follow juga instagram aku ya 'Kikan dwi'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Dewi Payang
Datang2 nyolot....
2024-06-27
1
Dewi Payang
Nah itu hobi ku, menguras dompet😁
2024-06-27
1
Dewi Payang
Cantik kya gini, apa ga buat Kasiar klepek2🤭
2024-06-27
1