"Sialan bisa-bisanya mereka mesum di rumah sakit" gerutu Kaila.
Saking kesalnya Kaila menggerutu dia sampai menabrak seseorang.
Bruk
Kaila terjatuh dengan sangat tidak elegant.
"Astaga pinggang ku"
"Kalau jalan pakai mata dong kamu gak lihat wanita secantik ini malah kamu tabrak? " Kaila marah-marah.
Sedangkan orang yang Kaila marahi mengernyitkan alisnya bingung.
"Maaf nona aku baru tau kalau jalan pakai mata, karena setauku orang jalan itu pakai kaki "
"Maksudku bukan jalan nya yang pakai mata tapi mata kamu itu gunakan untuk melihat jalan kamu biar gak nabrak, masih gak ngerti juga? "
"Aku jalan udah bener nona, anda saja yang tidak lihat, lihatlah makanan ku sampai berantakan gara-gara kamu "
Kaila melihat makanan yang sudah berantakan di lantai, tiba-tiba saja dia merasa bersalah.
"Maaf aku.... " belum selesai Kaila bicara namun orang itu sudah menyela nya.
"Sudah lah kamu memang wanita yang mau benar sendiri, tidak mau disalahkan dasar egois"
Kaila membelalakkan mata nya, padahal dia ingin meminta maaf namun karena perkataan orang itu rasa bersalah nya hilang seketika.
"Kamu jangan asal menilai orang ya, kamu gak tau siapa aku jadi jangan sembarangan ngatain orang"
"Aku tau kamu kok, kamu adiknya pak Kaisar kan? kakaknya aja suka main tangan, pasti adik nya juga gak akan jauh-jauh dari sifat kakaknya"
Kaila mengepalkan tangannya.
"𝘓𝘢𝘨𝘪-𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘪𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯𝘪, 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘦𝘯𝘢𝘬-𝘦𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘴𝘴𝘪𝘯𝘨-𝘬𝘪𝘴𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢. 𝘋𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘢𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘫𝘢𝘳" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘭𝘢.
"Syukurlah Jingga tidak menerima cinta mu, karena Jingga tidak cocok untuk laki-laki seperti mu yang suka menilai orang sembarangan" Kaila tersenyum sinis pada Angkasa.
Orang yang di tabrak Kaila adalah Angkasa yang berniat untuk memberi makanan pada Jingga. Namun makanan nya berakhir terkapar di lantai karena Kaila tidak sengaja menabrak Angkasa.
"Terus menurut mu apa orang seperti kakak mu cocok untuk Jingga? " Angkasa tersenyum tak kalah sinis dari Kaila.
"Aku tidak bilang abangku cocok dengan Jingga, tapi setidaknya abangku tidak pernah menilai seseorang itu buruk hanya karena mempunyai saudara penjahat"
Kaila akan berlalu dari hadapan Angkasa, namun baru beberapa langkah Kaila membalikkan badannya lagi.
"Harusnya kamu bersyukur karena aku menabrak mu kalau tidak ,mungkin kamu akan patah hati untuk yang kesekian kalinya"
Kaila pun benar-benar berlalu dari hadapan Angkasa yang bingung dengan perkataan Kaila barusan.
"𝘏𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘺𝘶𝘬𝘶𝘳, 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘥𝘦𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘴𝘶𝘮 𝘪𝘵𝘶, 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘵𝘢𝘩 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘦𝘱𝘢𝘵𝘢𝘩-𝘱𝘢𝘵𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘭𝘢.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di ruangan Jingga
"Sayang kamu mau pulang?"
"Iya kak"
Jingga membereskan berkas-berkas berisi data pasien nya.
"Kakak antar ya? "
"Gak usah deh kak nanti ketemu daddy"
"Ya gak apa-apa sekalian aja aku bilang kalau kita pacaran, biar daddy gak jadi jodohin kamu "
"Jodohin maksudnya? "
"Daddy bilang dia akan jodohin kamu sama anak teman nya" Kaisar cemberut.
"Oh.. " Jingga hanya ber oh saja.
"Oh? hanya itu?" Kaisar tidak percaya Jingga nya akan menjawab oh saja.
"Terus aku harus gimana kak? "
"Jadi kamu terima gitu aja di jodohin sama anak teman daddy kamu? "
"Aku gak tau kak, aku tidak bisa menolak daddy"
"Setidaknya kamu bilang kamu gak mau dan bilang kamu udah punya pacar pasti daddy mengerti" kata Kaisar.
"Terus aku bilang pacarku itu kamu? daddy gak akan terima itu kak"
"Setidaknya kamu sudah bilang, setelah itu biar jadi urusan kakak"
"Tapi kak, daddy pasti akan hajar kamu" Jingga khawatir.
"Kamu jangan fikirkan itu sayang, kakak akan hadapi daddy apapun yang terjadi karena kamu milik kakak, dan kakak tidak akan membiarkan siapapun merebut kamu walaupun kakak harus berhadapan dengan daddy kamu sekalipun"
Kaisar membawa Jingga kedalam pelukan nya setelah itu Kaisar mengantarkan Jingga pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bagus kamu ikuti dia terus kalau ada kesempatan, lakukan sesuai rencana! " ucap seseorang di dalam panggilan telepon nya.
Diperjalanan menuju mansion Kaisar merasa ada mobil yang mengikuti nya . Kaisar tidak bilang pada Jingga karena tidak ingin membuat Jingga khawatir.
Kaisar menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang supaya tidak membuat Jingga curiga. Tapi Kaisar lupa siapa Jingga, sebagai queen mafia tentu saja Jingga sudah terlatih membaca keadaan sekitar bahkan sebelum masuk ke dalam mobil Kaisar, Jingga sudah tau ada yang sedang mengintainya.
"Kak sebaiknya kita cari tempat sepi dulu deh" kata Jingga.
"Memangnya yang tadi kurang? "
"Maksud kakak? "
"Tadi kamu bilang suruh kakak nyari tempat sepi, pasti kamu mau minta kiss lagi kan? " kata Kaisar tidak tau malu.
Plak
Jingga memukul lengan Kaisar.
"Astaga kak fikiran mu itu mesum sekali"
"Terus mau apa ketempat sepi? " Kaisar hanya terkekeh melihat wajah cemberut Jingga.
"Kakak gak lihat de belakang kita? "
"Kamu tau sayang? " Kaisar terkejut.
"Kamu lupa siapa aku kak? " Jingga tersenyum smirk menatap Kaisar.
"𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘯 𝘲𝘶𝘦𝘦𝘯 𝘮𝘢𝘧𝘪𝘢 , 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘪𝘬𝘶𝘵𝘪" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
Kaisar menepikan mobilnya di jalanan yang lumayan sepi, kemudian Kaisar dan Jingga keluar dari dalam mobil. Mereka menunggu mobil yang tadi mengikuti mereka sambil bersandar pada bagian depan mobil.
Tidak lama kemudian mobil yang mereka tunggu pun datang. Terlihat dua orang keluar dari mobil dan menghampiri Jingga.
"Kalian mau apa? " tanya Kaisar.
"Aku ingin nyawa wanita cantik ini" dua orang itu pun tertawa.
"Boleh saja, kalau kamu bisa mengambilnya" kata Jingga.
Perkelahian pun tidak terhindar kan, mereka satu lawan satu yang berakhir kekalahan dua orang jahat itu. Mereka memohon ampun pada Jingga dan mengaku kalau mereka hanya disuruh seseorang.
"Kurang ajar, dia sudah melewati batasnya tunggu saja apa yang akan aku lakukan" kata Jingga.
Jingga sudah tau siapa di balik kejadian ini, dan Jingga pastikan akan memberikan perhitungan pada seseorang yang menyuruh dua orang ini untuk mencelakai nya.
Jingga kemudian menelpon seseorang.
"Rigel berani sekali kau mengusik ku? tunggu apa yang akan kulakukan padamu sialan"
Tut
Jingga mematikan panggilan nya tanpa mendengar jawaban orang diseberang telpon nya.
"Kalian pergi lah katakan pada bos mu ingin hukuman seperti apa ? " titah Jingga.
Dua orang yang menguntit Jingga pun pergi dari hadapan Jingga.
"Sayang siapa Rigel? " tanya Kaisar yang sebenarnya sudah penasaran dari tadi.
"Rigel adalah seorang pembunuh bayaran"
"Jadi dia benar-benar ingin membunuhmu?"
"Bukan dia, tapi ada seseorang yang menggunakan jasa nya untuk membunuh ku, tapi sepertinya Rigel juga tidak tau kalau aku yang mereka targetkan, kalau dia tau mana berani dia" kata Jingga.
"Apa kamu tau siapa yang menyuruhnya? "
"Tentu saja" Jingga tersenyum smirk.
"𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘴𝘪𝘯𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘵𝘪𝘯𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘸𝘶𝘫𝘶𝘥 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬"
Next
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Like dan komen. Jangan lupa bintang 5 nya . Terima kasih.
Follow juga instagram aku ya 'Kikan dwi'
Jingga Aozora
Kaisar Sarfaraz
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Rita
hmmm Angkasa??
2024-07-14
1
Dewi Payang
Cieee khawatir🤭
2024-06-26
1
Wistari
tapi suka kan /Grin//Grin/
2024-06-26
1