"Terus ayah bagaimana kak?"
"Kakak sudah mengerahkan anak buah kakak untuk mencari ayah, kamu jangan khawatir"
Jingga mengangguk dia juga akan meminta bantuan daddy dan mommy nya untuk mencari ayah Barra.
Tok tok tok
"Sayang... "
"Dad... "
Jingga menghampiri dan memeluk daddy nya.
"Daddy disini kenapa apa ada yang sakit? " Jingga mengecek keadaan daddy nya.
"No, daddy baik-baik saja sayang. Daddy sama mommy kesini mau jengukin Aretha"
"Daddy udah denger kabar bunda sama ayah juga? " daddy Arka mengangguk.
"Kamu tenang saja daddy sudah mengirim orang-orang terbaik daddy untuk mencari Barra"
"Makasih dad" kata Kaisar.
"Aku melakukan ini untuk putri ku bukan kamu, karena putri ku sangat menyayangi Barra dan Aretha" kata daddy dengan ketus nya.
"Aku tau, apapun itu terimakasih karena mau membantu mencari ayah ku" kata Kaisar.
"Dad, adek kerja dulu ya ada yang harus di cek" kata Jingga.
Jingga pergi dari ruangan nya meninggalkan Kaisar dan daddy nya saja.
"Kamu sedang apa di ruangan putri ku?" tanya daddy Arka.
"Aku sedang menjelaskan apa yang terjadi pada ayah dan bunda" kata Kaisar.
"Apa cuma itu? "
"Sebenarnya aku meminta maaf pada Jingga dan menjelaskan apa yang sudah terjadi pada ku di masa lalu"
"Apa Jingga memaafkan mu? "
"Apa kalau Jingga memaafkan ku daddy akan memaafkan ku? "
"Jangan mimpi! aku tidak akan pernah memaafkan orang yang sudah menyakiti putri ku apalagi sudah berani main tangan dan itu tidak mustahil untuk terulang kembali"
"Tidak akan, aku berjanji padamu dan pada diriku sendiri itu tidak akan terjadi lagi. Ku mohon dad izinkan aku bersama Jingga lagi" mohon Kaisar.
"Aku tau mungkin Jingga sudah memaafkan mu karena hati dia mudah tersentuh. Tapi kamu tau kan Jingga tidak pernah membantah ku? "
"Aku tau"
"Karena itulah aku akan menjodohkan Jingga dengan putra sahabat ku"
Deg
Kaisar merasa dadanya sesak, hatinya sakit seperti ada ribuan sembilu yang menusuk nya. Daddy Arka yang melihat ekspresi Kaisar seperti menahan sakit itu dalam hatinya tertawa.
"𝘒𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘪𝘯𝘪" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘈𝘳𝘬𝘢.
"Sebaiknya kamu menyerah saja jangan pernah mendekati Jingga lagi"
Daddy Arka pun pergi meninggalkan Kaisar yang sedang terpaku di tempat nya.
"Aku tidak akan pernah membiarkan Jingga bersama siapa pun, Jingga hanya milik ku, aku akan melakukan apapun untuk bersama Jingga" kata Kaisar .
Daddy Arka yang belum jauh dari ruangan Jingga pun mendengar ucapan Kaisar itu.
"Kenapa dia mirip sekali dengan ku waktu muda? tapi tidak, aku tidak pernah main tangan apalagi pada wanita, enak saja mau disamakan dengan anak kurang ajar itu"
"Kita lihat saja sampai dimana perjuangan mu Kaisar"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain tepat nya di rumah sakit Singapore, Barra sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Barra selamat karena ada orang yang menyelamatkan dan membawanya ke rumah sakit.
Barra membuka matanya dan menggerakkan seluruh badannya. Bersyukur tidak terjadi sesuatu yang parah mungkin hanya perlu waktu untuk penyembuhan saja.
"Om sudah bangun? "
"Kamu... kenapa kamu disini? "
"Om masih saja galak seperti dulu , aku yang menyelamatkan mu om harus nya kamu berterima kasih padaku"
"Terima kasih karena sudah menyelamatkan ku"
"Aku tidak butuh sekedar ucapan om"
"Lalu apa mau mu? "
"Nikahkan aku dengan putramu"
"Jangan mimpi! aku tidak akan pernah menikah kah putraku dengan perempuan binal seperti mu"
"Kalau begitu kamu akan selamanya terkurung disini , dan tidak akan lama lagi kamu akan mendengar kabar kematian istrimu yang sombong itu, bukankah istrimu itu punya penyakit jantung?"
Barra tiba-tiba khawatir dengan keadaan istrinya, Barra tidak ingin terjadi apa-apa pada istrinya tapi dia juga tidak mau kalau harus menikahkan Kaisar dengan wanita ini.
"Lovina apa dia sudah sadar? "
Tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan tempat Barra di rawat.
"Lihat saja Mar bahkan dalam keadaan seperti ini saja dia masih sombong"
Marko dan Lovina adalah orang yang menyelamatkan Barra. Lebih tepatnya kebetulan menemukan Barra di rumah sakit dan mereka mengaku-ngaku pada pihak rumah sakit bahwa Barra adalah keluarga nya.
Pihak rumah sakit pun percaya dengan kebohongan Marko dan Lovina sehingga mengizinkan Barra untuk di bawa pulang dan dirawat oleh mereka.
"Sudah lah nanti kita bicarakan lagi di rumah, sekarang kita bawa om Barra ke rumah kita supaya tidak ada yang mengetahui keberadaan nya"
Marko dan Lovina membawa Barra ke tempat tinggal mereka. Ternyata selama ini Lovina dan Marko tinggal di Singapura dengan bantuan teman nya setelah terlunta-lunta karena ulah Kaisar. Mereka ikut jaringan sindikat penjualan barang haram untuk kelangsungan hidup mereka.
Tidak di sangka saat mereka akan melakukan transaksi di rumah sakit mereka tidak sengaja menemukan Barra yang sedang di rawat disana seorang diri tanpa ada keluarga nya yang lain. Setelah diselidiki ternyata Barra adalah salah satu korban kecelakaan pesawat dan membuat mereka mempunyai ide untuk memeras Barra sekaligus membalas kan dendam mereka pada Kaisar.
"Om akan tinggal disini sementara sampai om mau menyetujui permintaan ku" kata Lovina.
"Sampai kapanpun aku tidak sudi menikahkan Kaisar dengan wanita seperti mu, lebih baik aku mati"
"Aku tidak akan membiarkan om mati sebelum keinginan ku tercapai, apa om yakin istri om akan baik-baik saja setelah mengetahui bahwa om di sekap disini? "
Deg
"Ku mohon jangan memberitahukan apapun pada istriku"
Marko dan Lovina tertawa melihat Barra memohon seperti itu.
"Kalau begitu turuti perintah ku, sekarang tanda tangan disini"
"Surat apa ini?"
"Kau tidak usah banyak bicara om tanda tangan saja"
"Aku harus tau dulu apa isi surat ini"
"Itu adalah surat wasiat yang menyatakan bahwa sebelum om mati om menyerahkan seluruh harta kekayaan om pada orang yang menyelamatkan om , yaitu kami"
"Berarti... "
"Tentu saja setelah om menandatangani surat ini kami akan membunuh om"
"Kalau begitu kalian langsung bunuh aku saja, aku tidak akan pernah menandatangani surat ini, toh aku juga akan tetap mati kan?" kata Barra.
"Om tidak punya pilihan lain om selain menandatangani surat ini atau aku akan menelpon istri om dan mengatakan keadaan om " kata Lovina.
"𝘋𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘪𝘯𝘢𝘭, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘈𝘳𝘦𝘵𝘩𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘴𝘵𝘶𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘥𝘶𝘭𝘶" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘉𝘢𝘳𝘳𝘢.
"Baiklah aku akan menandatangani surat ini"
Tiba-tiba....
Brakk
Brakk
Brakk
Next
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Like dan komen. Jangan lupa bintang 5 nya . Terima kasih.
Follow juga instagram aku ya 'Kikan dwi'
Lovina
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Dewi Payang
Lah, nyama'in sendiri, trus nyakal sendiri😄
2024-06-24
1
Dewi Payang
Bagus juga, wajah Arka melakukan itu untuk memberi pelajaran biar Kaisar tdk berulah lagi.
2024-06-24
1
Dewi Payang
Arka masih marah sama Kaisar
2024-06-24
1