Setelah mendengar rencana daddy Arka untuk menjodohkan Jingga dengan teman bisnis nya, Kaisar semakin was-was apalagi Kaisar tau Jingga selalu patuh terhadap daddy nya itu.
"Sialan, kalau sampai daddy Arka beneran mau jodohin Jingga, aku akan bawa Jingga kabur dari sini. Lihat saja! " Kaisar tersenyum smirk.
Kaisar masuk ke dalam ruang rawat bundanya, dilihat nya bunda sedang melamun bahkan Kaila yang sedari tadi mengoceh pun tidak di dengar sama sekali oleh bunda nya.
"Bunda... "
"Bang gimana ayah, apa sudah ada kabar? " tanya bunda.
"Belum bun, bunda tenang ya, abang udah kerahin anak buah abang buat nyari ayah. Daddy Arka juga mau bantu nyari " kata Kaisar.
Luruh lah air mata bunda Aretha mengingat suami nya yang belum diketahui keberadaan nya. Apakah masih hidup atau sudah tiada. Bunda Aretha tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa ayah Barra.
Drrrrttt drrrrttt
Ponsel Kaisar bergetar .
"Abang angkat telpon dulu ya bun" bunda Aretha mengangguk.
...----------------...
"Hallo ada kabar apa? "
"Kami sudah menemukan tuan Barra" kata seseorang di sebrang telpon.
"Alhamdulillah.. apa dia baik-baik saja? "tanya Kaisar.
"Tuan baik-baik saja tuan muda hanya kakinya saja yang terluka"
"Syukur lah, kirimkan lokasi nya ,aku akan kesana sekarang!" perintah Kaisar.
"Tuan muda tidak perlu kesini, anak buah tuan Arka sudah membawanya, tuan Barra akan dibawa langsung ke rumah sakit Dirgantara"
"Baiklah aku akan menunggu disini"
"Tuan muda ada satu hal lagi yang ingin aku sampai kan"
"Katakan! "
"Ternyata tuan Barra sengaja disekap disini"
"Kurang ajar, siapa yang sudah berani menyekap ayah ku? "
"Tuan muda akan tau nanti "
Tut tut tut
Anak buah Kaisar menutup panggilannya sepihak membuat Kaisar mengumpat.
"Shiittt anak buah kurang ajar, beraninya dia mematikan telpon nya lebih dulu" umpat Kaisar.
...----------------...
Ketika Kaisar akan memberitahukan kabar gembira ini pada bunda Aretha, tapi bunda nya itu sudah terlelap membuat Kaisar urung untuk memberitahu bunda nya. Kaisar tidak tega membangunkan bunda nya dan memilih untuk keluar dari ruangan bundanya.
Tiba-tiba Kaisar melihat gadis pujaan hatinya. Jingga baru selesai melakukan operasi, terlihat sekali wajah lelah nya namun tetap terlihat cantik menurut Kaisar.
Jingga masuk ke ruang kerja nya, tanpa dia sadari ada seseorang yang mengikuti nya.
Hap
Begitu masuk ke ruang kerja nya dia langsung memeluk Jingga dari belakang. Jingga yang kaget hampir saja berteriak namun Jingga urungkan setelah mendengar suara seseorang yang memeluk nya.
"Ini kakak... "
Jingga tidak sadar kalau dari tadi Kaisar mengikuti nya.
"Kakak apa sih ngagetin orang aja" kesal Jingga.
"Maaf.. lagian kamu di panggil dari tadi gak nyaut-nyaut" kata Kaisar.
"Kapan ? aku gak denger"
"Ya gimana mau denger kamunya ngelamun"
Drrrttt drrrttt
Ponsel Jingga bergetar.
"Bagus, bawa mereka ke markas"
Jingga menjawab telpon nya dengan aura yang berbeda membuat Kaisar tertegun melihat nya. Kaisar baru melihat raut Jingga yang seperti ini, tatapan mata yang tajam seperti hewan pemburu yang siap memangsa.
Tut.
Jingga menatap Kaisar yang juga sedang menatapnya.
"Kakak ikut aku!"
"Kemana? "
"Nanti kakak juga tau "
"Tapi..... "
"Kak Asa yang akan merawat ayah begitu ayah sampai disini" kata Jingga yang mengerti kekhawatiran Kaisar.
Kaisar melotot
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘵𝘢𝘶? 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘺𝘢𝘩" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
"𝘛𝘢𝘥𝘪 𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨? 𝘬𝘢𝘬 𝘈𝘴𝘢? 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘰𝘬𝘵𝘦𝘳 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘶𝘯𝘵𝘪𝘵 𝘪𝘵𝘶? 𝘬𝘶𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘢𝘯𝘪𝘴? " 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢.
"Gak usah terkejut begitu kak, aku yang memerintahkan mereka membawa ayah kesini" kata Jingga yang membuat Kaisar shock.
"Berarti orang-orang itu suruhan kamu bukan suruhan daddy Arka? " tanya Kaisar penasaran. Jingga hanya mengangguk.
Kaisar belum tau saja kalau Jingga adalah Queen generasi kedua. Dia queen nya klan lion white yang paling ditakuti di kalangan dunia bawah.
"Apa yang kamu sembunyikan dari kakak? "
"Kakak akan mengetahuinya nanti"
Jingga berjalan hendak melewati Kaisar yang masih mematung di tempatnya, namun begitu sadar Kaisar langsung mencekal tangan Jingga yang akan keluar dari ruangan nya.
"Tunggu ! tidak bisa kah kamu ceritain dulu ke kakak? "
"Akan aku ceritain nanti, kita harus bergegas sekarang akan ada kejutan untuk mu! Jingga tersenyum smirk pada Kaisar.
"𝘚𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘰𝘯𝘨𝘬𝘢𝘳 𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘶𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
"Buruan kak, gak usah ngedumel dalam hati terus percuma aku juga gak bisa denger" Jingga kesal dengan Kaisar karena begitu lamban.
"𝘎𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘦𝘳 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘧𝘪𝘬𝘪𝘳𝘪𝘯" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
"Sebelum pergi ada satu permintaan ku" kata Kaisar.
"Permintaan apa ? jangan aneh-aneh deh kamu kak"
"Jangan panggil dokter penguntit itu kak Asa! "
"Kenapa ? "
"Gak enak di dengar, bikin pendengaran kakak tersumbat"
"𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘬 𝘒𝘢𝘪 𝘣𝘪𝘴𝘢-𝘣𝘪𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘢𝘯" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢.
"𝘈𝘬𝘶 𝘪𝘺𝘢-𝘪𝘯 𝘢𝘫𝘢 𝘥𝘦𝘩 𝘣𝘪𝘢𝘳 𝘤𝘦𝘱𝘦𝘵" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪.
"Baiklah.. " kata Jingga.
Jawaban Jingga membuat Kaisar menyunggingkan senyum nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jingga membawa Kaisar ke markas lion white. Kaisar begitu terkejut ketika semua anggota lion white menunduk pada Jingga. Kaisar juga tau tentang lion white yang paling ditakuti dunia bawah, siapa saja yang berani ikut campur urusannya maka sama saja seperti mengantarkan nyawanya.
Melihat interaksi Jingga dengan salah satu anggota lion white membuat Kaisar menduga kalau Jingga adalah pimpinannya lion white.
"𝘔𝘢𝘯𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘯 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘪𝘮𝘱𝘪𝘯𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘪𝘰𝘯 𝘸𝘩𝘪𝘵𝘦?" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
Tapi kemudian Kaisar mengingat kembali terbongkar nya penjebak kan yang dilakukan Lovina dan Marko waktu itu adalah karena bukti-bukti yang diberikan Jingga. Darimana Jingga menemukan bukti-bukti itu sedangkan kasus itu sudah lama sekali, tapi Jingga bahkan dengan gampang nya memiliki rekaman CCTV kejadian itu?
Kaisar mulai menyambung kan satu persatu puzzle yang semrawut dalam fikiran nya.
"Yang kakak fikirin itu benar, aku adalah queen nya lion white" Kaisar masih shock menatap Jingga tak percaya.
"Sejak kapan? kenapa bisa?" Kaisar melontarkan pertanyaannya bertubi-tubi.
"Nanti akan ku jawab, sekarang ada dua orang yang merindukan mu dan mereka sengaja mengantarkan nyawanya nya kesini"
"Bawa mereka kemari!" titah Jingga.
Anak buak Jingga pun kemudian menyeret Lovina dan Marko ke hadapan Jingga dan Kaisar.
"Awwwsssshhh sakit bodoh " Lovina berteriak kesakitan karena anak buah Jingga mendorong Lovina hingga terjerembab di lantai.
"𝘚𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘪𝘵𝘶"
"𝘓𝘰𝘷𝘪𝘯𝘢"
𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳𝘯𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪. 𝘔𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘲𝘶𝘦𝘦𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘪𝘰𝘯 𝘸𝘩𝘪𝘵𝘦 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘪𝘯𝘨𝘭𝘶𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘯𝘺𝘢 𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘭. 𝘚𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘪𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘓𝘰𝘷𝘪𝘯𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘰 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘪𝘯𝘪?
"Mereka adalah orang yang telah menyekap ayah, dan mereka kemari untuk mengantarkan nyawa nya" kata Jingga dengan tatapan yang sulit diartikan.
Next
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Like dan komen. Jangan lupa bintang 5 nya . Terima kasih.
Follow juga instagram aku ya 'Kikan dwi'
Jingga Aozora
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Rita
ngadi2😂😂😂😂
2024-07-14
1
Wistari
masih banyak hal yang belum kau ketahui Kai , jadi jangan macem macem sama Jingga /CoolGuy/
2024-06-17
1
Birru
lovina sm marko menyerahkan diri secara percuma dengan memasuki kandang binatang buas../Smirk/
2024-06-14
1