Kaisar menatap nanar punggung wanita yang sangat dia cintai. Jingga meninggalkan Kaisar tanpa mau mendengarkan lagi penjelasan Kaisar. Sebenarnya Jingga sangat ingin mendengarkan alasan Kaisar, kenapa Kaisar bilang mencintanya dulu , sekarang dan selamanya tapi kenyataannya dia sampai hati menampar nya.
Jingga takut selamanya akan terjebak dengan perasaannya terhadap Kaisar . Karena itu sebisa mungkin dia harus menghindar dari Kaisar seperti sebelumnya. Apalagi sekarang tidak akan mudah untuk mempercayai Kaisar lagi selain hati Jingga yang belum sembuh, daddy Arka juga tidak akan membiarkan dia dan Kaisar bersama lagi. Jadi sebisa mungkin Jingga akan membentengi hati nya supaya tidak jatuh lagi pada Kaisar.
"𝘒𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘭𝘢𝘨𝘪 , 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘥𝘶𝘭𝘪 𝘮𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯𝘱𝘶𝘯 " 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳
Kaisar pergi meninggalkan acara pertunangan Langit dengan perasaan sesak, dia belum bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya pada Jingga, namun Kaisar sedikit lega karena setidaknya dia bisa bertemu Jingga dan memeluk nya walau sebentar, itu sudah cukup mengobati rasa rindu nya selama 4 tahun belakangan yang hanya bisa menatap Jingga dari jauh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mom adek berangkat ya"
Jingga buru-buru menuruni tangga kemudian menghampiri semua keluarga nya yang sedang menikmati sarapan di meja makan.
"Sayang kenapa buru-buru? sarapan dulu" kata mommy Queen.
"Mom adek ada operasi jam 8 pagi, adek sarapan di rumah sakit aja deh " Jingga menatap jam tangan di pergelangan tangan nya.
"Ya udah mommy siapin bekal adek aja ya" mommy Queen beranjak dari duduk nya kemudian menyiapkan bekal Jingga.
"Makanya bangun tuh pagi-pagi" kata Langit.
"Ini juga masih pagi bang" kata Jingga.
"Iya memang pagi tapi tetap aja orang udah pada sarapan kamu baru bangun"
Jingga hanya mencebik , malas fikirnya pagi-pagi harus berdebat dengan Langit.
"Lagian adek kan pemilik rumah sakit terlambat sedikit gak apa-apa kali dek" kata Senja.
"Kan orang gak tau adek pemilik rumah sakit" kata Jingga.
"Kenapa sih gak umumin aja kalau adek pemilik rumah sakit, kamu tuh bikin ribet diri sendiri" kata Senja.
"Belum waktunya kak, ada misi yang sedang adek kerjakan" kata Jingga.
Daddy Arka yang mendengar Jingga sedang ada misi langsung menatap tajam putri nya itu. Sedangkan Jingga tersenyum smirk pada daddy nya.
"𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘦𝘬 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯?" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘈𝘳𝘬𝘢.
"𝘋𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘨𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘶𝘳𝘶𝘴𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘥𝘢" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢.
Daddy Arka dan Jingga seolah sedang berbicara lewat tatapan mata yang hanya mereka saja yang mengerti.
"Kalian mulai lagi deh pakai bahasa isyarat" kata Senja.
"Udah deh kakak mending ngurusin rumah tangga kakak aja sama kak Bumi"
Peletak
"Awwwssss" Jingga meringis karena Senja menyentil keningnya.
"Kakak sakit tau"
"Rasain siapa suruh ngomong sembarangan, ngomongin rumah tangga nikah aja belum" kata Senja.
"Dad denger kan? kakak minta di nikahin"
"Jingga... " teriak Senja.
Jingga tertawa karena berhasil mengerjai kakaknya.
"Adek jangan ngerjain kakaknya lagi dong!" mommy Queen datang sambil membawa kotak bekal Jingga.
"Sorry kakak ku yang cantik tapi lebih cantikan adek" Jingga mencium pipi kakak nya kemudian kabur takut kena amukan Senja lagi.
"Dasar Jingga dokter somplak, pasien nya pada kabur semua pasti, bukannya sembuh malah tambah sakit" gerutu Senja.
Mommy Queen dan daddy Arka hanya geleng-geleng kepala, mereka sudah biasa melihat perdebatan anak-anaknya yang tidak ada faedahnya sebenarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah sakit
Jingga memasuki rumah sakit dengan terburu-buru karena operasi akan segera di mulai sebentar lagi sedangkan rekan-rekannya yang akan terlibat dalam operasi ini sudah menunggu nya di ruang meeting untuk membahas jalannya operasi.
"Maaf saya terlambat" Jingga membungkuk ,malu sebenarnya karena hanya tinggal menunggu dia saja yang belum datang.
"Kalau pasien benar-benar sekarat mungkin sudah keburu mati karena menunggu kamu dokter Jingga"
Jingga hanya menunduk karena dia juga merasa bersalah.
"Sudahlah dokter Friska lebih baik sekarang kita mulai meeting nya " kata dokter Angkasa.
"𝘋𝘰𝘬𝘵𝘦𝘳 𝘈𝘯𝘨𝘬𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘭𝘢 𝘥𝘰𝘬𝘵𝘦𝘳 𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘤𝘶𝘴 𝘪𝘵𝘶, 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘯𝘨𝘬𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘪𝘯𝘪" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘍𝘳𝘪𝘴𝘬𝘢.
Semua karyawan rumah sakit Dirgantara hospital tidak tau kalau Jingga adalah pemilik sah Dirgantara hospital. Mommy Queen menyerahkan rumah sakit pada Jingga sedangkan kantor nya mommy serahkan pada Senja, sedangkan Langit memegang kantor daddy Arka.
Jingga tidak ingin semua orang mengetahui kalau Jingga sebenarnya pemilik rumah sakit.Jingga hanya ingin melihat orang-orang yang benar-benar tulus padanya tidak berpura-pura padahal dibelakangnya menjelekan.
Sebenarnya santer terdengar bahwa salah satu dokter di rumah sakit ini adalah anak pemilik rumah sakit yang merupakan pewaris sah Dirgantara hospitals, namun itu hanya desas-desus saja karena belum ada satu orang pun yang tau siapa sebenarnya pewaris Dirgantara hospital.
Semua orang menyangka itu adalah Friska karena penampilan nya yang glamour memperlihatkan kalau dia orang kaya. Sedangkan Jingga, dia hanya berpenampilan biasa saja walaupun semua yang dikenakan nya tergolong fantastis. Semua orang hanya menganggap itu wajar karena gaji dokter juga sangat besar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Akhirnya selesai juga" Jingga meregangkan ototnya.
Setelah melakukan operasi selama 2 jam lebih akhirnya operasi berhasil dan pasien sudah dipindahkan ke ruang observasi untuk di lihat perkembangannya.
Jingga masuk ke ruangan nya kemudian membuka kotak bekal yang disiapkan mommy nya.
Tok tok tok
"Masuk"
"Wahh lagi makan nih, baru jam segini padahal" Angkasa tiba-tiba masuk ke ruangan Jingga.
"Maaf dokter Angkasa saya sebenarnya belum sarapan" Jingga menyengir.
"Bisa nggak sih gak usah formal kita hanya berdua Jingga" kata Angkasa.
"Tapi ini di rumah sakit apalagi dokter Angkasa adalah atasan saya, bisa habis saya kalau ada orang lain yang mendengar"
"Harus nya saya yang lebih sopan pada anda dokter Jingga, karena anda pemilik rumah sakit ini" Angkasa tersenyum smirk.
"Kak Asa!" Jingga menatap tajam Angkasa.
Sedangkan Angkasa tertawa melihat wajah panik Jingga. Angkasa memang tau kalau Jingga pemilik rumah sakit, karena keluarga mereka cukup dekat apalagi sebentar lagi Senja dan Bumi akan menikah maka akan semakin mempererat hubungan keluarga diantara mereka seperti yang diketahui kalau Angkasa adalah adik kandung Bumi calon suaminya Senja.
"𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘯𝘪𝘬" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘈𝘯𝘨𝘬𝘢𝘴𝘢.
Tok tok tok
"Jingga.... "
"Kaila... "
Jingga dan Kaila saling berpelukan.
"Kenapa kamu ada disini?" tanya Jingga.
"Bunda masuk rumah sakit ini, dia kena serangan Jantung"
"Apa? "
Next
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Like dan komen. Jangan lupa bintang 5 nya . Terima kasih.
Follow juga instagram aku ya 'Kikan dwi'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Dewi Payang
5🌹buat Jingga🥰
2024-06-19
1
Dewi Payang
Berarti hanya Angkasa yg tau kalau Jingga adalah pemilik rumah sakit
2024-06-19
1
Dewi Payang
Mimpi, elu yg malah tersingkir karena ini rumah sakit milik Jingga
2024-06-19
1