"Bunda"
Jingga memeluk bunda Aretha yang berbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Bunda kenapa?"
"Bunda nggak apa-apa sayang"
"Kalau nggak apa-apa gak mungkin kan bunda disini ?" kata Jingga.
Bunda hanya tersenyum menatap Jingga yang sangat mengkhawatirkan dirinya.
Brakk
"Bunda nggak apa-apa?" Kaisar membuka paksa pintu kamar rawat bunda Aretha.
"Abang apaan sih udah tau bunda sakit , buka pintu udah kaya maling"kata Kaila.
"Mana ada maling buka pintu keras-keras yang ada nanti ketahuan yang punya rumah" balas Kaisar.
"Lagian abang kenapa sih buka pintunya kaya gitu?"
"Di luar ada dokter penguntit ngalangin pintu katanya abang gak boleh masuk"
"Dokter penguntit ? siapa bang? "tanya Kaila.
"Angkasa khasyaf "
"Ooh... bukannya itu teman kamu Jingga?" tanya Kaila yang tau kalau Angkasa sering bersama Jingga.
"𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
Kaisar baru menyadari kalau di ruangan itu juga ada Jingga.
"Iya Kai" Jingga tersenyum kikuk. Apalagi dia melihat Kaisar yang sedang menatapnya membuat Jingga ingin buru-buru kabur dari ruangan ini.
"Bunda udah aku kasih obat, biarkan bunda istirahat sebaiknya kalian jangan ribut disini!" kata Jingga lagi.
"Baik bu dokter" kata Kaila sambil tersenyum mengejek Jingga. Sedangkan Jingga hanya mencebikkan bibirnya karena tau Kaila sedang mengejeknya.
"Aku keluar dulu " pamit Jingga.
Jingga keluar dari ruangan bunda Aretha diikuti Kaisar di belakangnya , sedangkan Kaila menemani bunda nya yang sedang terlelap.
"Dek, kakak mau ngomong"
"Ngomong apa? jika itu masalah pribadi aku nggak mau"
"Ini tentang bunda"
"Bunda kenapa?"
"Ngomong di ruangan kamu boleh?"
"Yaudah... "
"Tapi kakak cuma mau berdua" Kaisar melirik Angkasa yang sedang berdiri di belakang Jingga.
Angkasa yang mengerti maksud Kaisar pun memilih mengalah dan memberikan ruang untuk Jingga dan Kaisar saling bicara, walaupun sebenarnya Angkasa tidak rela.
"Baiklah aku pergi dulu, kalau dia macam-macam kasih tau aku ya" kata Angkasa sambil melirik Kaisar.
Jingga hanya mengangguk sedangkan Arka terlihat menatap tajam Angkasa.
"𝘔𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘤𝘢𝘮-𝘮𝘢𝘤𝘢𝘮? 𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘥𝘰𝘬𝘵𝘦𝘳 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘶𝘯𝘵𝘪𝘵" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di ruangan Jingga
"Buruan ngomong bunda kenapa?"
"Baru juga duduk harusnya... "
"Kalau gak mau ngomong silahkan keluar" Jingga memotong ucapan Kaisar.
"Ok kakak ngomong sekarang" Kaisar menjeda ucapan nya.
"Sebenarnya ini semua salah kakak, kalau saja kakak nurutin kemauan ayah mungkin ayah gak akan hilang"
Deg
"Maksud kakak apa? ayah hilang? " Jingga kaget sedangkan Kaisar menganggukkan kepalanya pelan.
"Pesawat yang ayah tumpangi jatuh dan sampai sekarang ayah belum di temukan"
"Kakak dan Kaila menyembunyikan kabar ini dari bunda karena takut jantung bunda kambuh lagi" lanjut Kaisar.
"Tunggu kak, kapan ayah kecelakaan dan sejak kapan bunda sakit jantung?"
"Ayah kecelakaan dua hari yang lalu saat akan meninjau proyek yang ada di Singapura, kalau bunda sakit jantung sudah lama, semenjak kakak kecelakaan 17 tahun yang lalu"
"Kecelakaan 17 tahun lalu?" Jingga mengulang perkataan Kaisar.
"Berarti... "
"Ya kamu benar , saat keluarga kakak memutuskan pindah ke London saat itulah kakak kecelakaan. Kakak koma selama tiga bulan dan sempat hilang ingatan" jelas Kaisar.
"Jadi karena itu kamu tidak pernah menghubungi ku kak ?" Jingga sudah berkaca-kaca menatap Kaisar.
"Maaf karena kakak pernah melupakanmu" sesal Kaisar.
Jingga hanya menunduk merasakan sesak di dadanya.
"Lalu sejak kapan kakak bisa mengingat lagi? "
"Lima tahun belakangan kakak mulai ingat sedikit-sedikit, tepatnya setelah kejadian penjebakkan itu" kata Kaisar
"Kenapa kakak tidak bilang waktu pertama kali kita bertemu lagi di kampus?" tanya Jingga.
"Karena wanita sialan itu dan karena penjebakkan itu kakak merasa tidak pantas untuk mu, akhirnya kakak memutuskan untuk tidak menjelaskan nya padamu" kata Kaisar penuh sesal.
"Lalu kenapa kakak menampar ku?" Jingga menatap Kaisar.
"Maaf.. sebenarnya kakak tidak berniat sama sekali untuk menyakiti mu, kakak tidak bisa melupakanmu, setiap melihatmu kakak ingin bilang kakak rindu kakak ingin bersama mu lagi dan menepati janji kakak . Namun kakak ingat lagi bahwa kakak sudah tidak pantas untukmu, kakak menampar mu karena kakak ingin kamu membenci kakak, mungkin dengan membenci kakak perasaan bersalah kakak akan sedikit berkurang " Kaisar menjeda ucapannya.
"Namun setelah kakak tau semua ini hanya jebakan dari wanita sialan itu, kakak tidak bisa menahan perasaan kakak lagi, kakak gak bisa jauh dari kamu dek" Kaisar menunduk dan meneteskan air matanya.
"Tapi seperti nya kakak berhasil" kata Jingga.
"Maksudnya? "
"Kakak sudah berhasil membuat aku benci sama kakak, bahkan aku masih ingat rasanya tamparan itu"
"Maafkan kakak, kakak mohon kasih kakak kesempatan. Kakak tau luka yang kakak torehkan sangat amat membekas , izinkan kakak mengobati luka yang telah kakak ciptakan sendiri" mohon Kaisar sambil bersimpuh memegang lutut Jingga yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Terlambat kak, semuanya sudah terlambat" lirih Jingga.
"Belum terlambat sayang kakak mohon, izinkan kakak berjuang untuk cinta kita" mohon Kaisar.
"Tapi gak akan mudah kak, aku mungkin memaafkan kakak tapi daddy tidak akan pernah memaafkan kakak apalagi merestui kita, dan aku gak bisa kalau tanpa restu daddy" Jingga menatap Kaisar dengan tatapan sendunya.
"Kamu tenang aja kakak yang akan berjuang untuk mendapatkan restu daddy, kakak janji. Asal adek kasih kesempatan lagi buat kakak "
Jingga mengangguk sambil menangis kemudian Kaisar memeluk Jingga dengan erat seolah takut kehilangan Jingga lagi.
"Terimakasih sayang kakak janji akan membuat kamu bahagia dan maafkan kakak karena sudah menorehkan luka dihati kamu, kakak akan berusaha menyembuhkan nya" Kaisar meneteskan air matanya sambil mengecup pucuk kepala Jingga yang berada di pelukan nya.
Jingga dan Kaisar melerai pelukan nya dan Kaisar pun menghapus air matanya dan juga air mata Jingga.
"Jangan menangis lagi!" kata Kaisar.
Jingga hanya mengangguk dan tersenyum kecil pada Kaisar.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengarkan percakapan Kaisar dan Jingga, bukan hanya mendengarkan dia bahkan melihat adegan Kaisar yang memeluk Jingga membuat dia sampai mengepalkan tangannya.
"𝘒𝘪𝘵𝘢 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘥𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘶𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶"
...----------------...
Daddy Arka yang mendengar kabar kalau Barra kecelakaan dan belum ditemukan hingga sekarang membuat daddy Arka khawatir. Belum selesai kekhawatiran nya kemudian dia mendengar kabar lagi bahwa Aretha dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung.
Daddy Arka dan mommy Queen pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit yang kebetulan adalah rumah sakit milik keluarga mommy Queen yakni Dirgantara hospitals. Karena Aretha sedang mengobrol dengan mommy Queen, daddy Arka pun memutuskan untuk menemui putrinya di ruangannya.
Alangkah terkejutnya daddy Arka ketika melihat Kaisar ada di ruangan putrinya. Daddy Arka tadinya ingin langsung memarahi Kaisar tapi urung karena mendengar ucapan Jingga. Ternyata Jingga masih punya perasaan yang sama dengan Kaisar begitupun sebaliknya. Daddy Arka pun tidak bisa apa-apa selain dia akan merestui Jingga dan Kaisar . Namun daddy Arka akan lebih dulu menguji kesungguhan Kaisar dan itu tidak akan mudah.
Daddy Arka pun tersenyum smirk, dia sudah merencanakan sesuatu untuk menguji Kaisar.
"𝘓𝘦𝘵'𝘴 𝘱𝘭𝘢𝘺 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘯"
Next
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Like dan komen. Jangan lupa bintang 5 nya . Terima kasih.
Follow juga instagram aku ya 'Kikan dwi'
Jingga dan Kaisar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
🙄🙄🙄🙄🙄
2024-08-29
1
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Siapa sekarang yg jadi PENGEMIS..Tapi maaf ya thor apapun penjelasan dan alasan Kaisar berlakunkasar ke Jingga aku tidak terima,Karna aku BENCI pria yg Tempramen dan suka naik tangan ke wanita, RINGAN TANGAN,BELOM JADI ISTRINYA AJA UDAH KENA TAMPAR..APA KABAR KALO UDAH NIKAH,AKU LEBIH SETUJU KALO JINGGA SAMA ANGKASA..
2024-08-29
1
Dewi Payang
Wah ini si cowonya bintang idolaku memang🥰
2024-06-24
1