"𝘚𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶"
Saat Kaisar mengikuti Jingga tanpa sengaja dia mendengar pembicaraan Jingga dengan Friska. Kaisar juga mendengar Friska menelpon seseorang namun tidak tau apa yang Friska bicarakan.
Kaisar memang mengenal Friska karena Kaisar pernah menjadi dosen di kampus Jingga yang juga kampus Friska.
Dari pembicaraan Jingga dan Friska tadi Kaisar dapat menarik kesimpulan bahwa masalah yang terjadi diantara mereka adalah tentang cinta segi tiga.
"Cih... ternyata mereka memperebutkan dokter penguntit itu" gumam Kaisar.
"Apa hebatnya dia? mending aku kemana-mana lah"
Kaisar adalah dosen di salah satu universitas ternama di Indonesia namun itu hanyalah pekerjaan sampingan nya. Kaisar sebenarnya adalah seorang dokter bedah terbaik lulusan luar negeri, dia juga punya rumah sakit sendiri dari hasil kerja kerasnya menjadi seorang dosen.
Sarfaraz Hospital adalah rumah sakit impian Kaisar, rumah sakit yang dia bangun dengan keringatnya sendiri tanpa campur tangan keluarga nya. Karena ayah Barra ada proyek yang harus dia tinjau sendiri di Singapura akhirnya untuk sementara Kaisar harus menggantikan dulu ayah nya di kantor.
Sebenarnya Kaisar yang di minta tolong ayah Barra untuk meninjau proyek nya di Singapura, namun Kaisar beralasan dia tidak bisa meninggalkan rumah sakit karena ada pasien yang tidak bisa dia tinggalkan. Akhirnya ayah Barra lah yg pergi ke Singapura dengan syarat Kaisar mau menggantikan ayah Barra selama dia pergi, dan akhirnya terjadilah kecelakaan mengerikan itu yang berakhir ayah Barra disekap Lovina .
"Apa aku harus pindah kesini saja, sepertinya seru kerja bareng calon pacar" Kaisar terkikik sendiri memikirkannya.
...----------------...
Tok tok tok
Ceklek
"Kakak kok disini ?" Jingga menghampiri Kaisar yang sudah duduk di sofa ruang kerjanya.
"Dek, apa kamu punya perasaan sama dokter penguntit itu ? " Jingga mengernyit kan alisnya bingung , karena Kaisar yang tiba-tiba datang dan bertanya seperti itu.
"Maksud kakak , kak Asa? " tanya Jingga.
"Sudah kakak bilang stop panggil dia seperti itu!" Kaisar menatap tajam Jingga.
Jingga hanya nyengir mendengar ocehan Kaisar.
"Aku gak ada perasaan apa-apa sama dia, kita hanya berteman itu saja"
"Syukur lah.." Kaisar tersenyum lega setelah mendapat jawaban langsung dari Jingga.
Kaisar kemudian teringat ucapan Friska yang seperti sedang merencanakan hal buruk untuk Jingga.
"Dek, kamu harus hati-hati sama Friska"
"Kenapa kak ? " Jingga tau kalau Kaisar sudah memperingatkan sesuatu berarti ada sesuatu hal yang tidak Jingga ketahui.
"Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu untuk mu dan kakak yakin dia merencanakan sebuah kejahatan"
"Kenapa kakak bisa tau? " Jingga memicingkan matanya curiga.
"Kakak tidak sengaja dengar dia menelpon seseorang tadi, tapi kakak tidak tau apa yang mereka bicarakan"
"Kenapa kakak yakin sekali dia mau jahatin aku? "
"Kakak hanya merasakan nya saja, kita tidak tau terkadang seseorang bisa berbuat apa saja karena sakit hati"
Jingga pun memikirkan tentang pembicaraan nya dengan Friska beberapa saat lalu yang berakhir ketegangan. Mungkinkah Friska akan berbuat lebih jauh hanya karena masalah ini?
"Baiklah, aku akan lebih waspada" kata Jingga.
Tiba-tiba Kaisar menarik tangan Jingga yang sedang duduk di samping nya, kemudian menuntun Jingga untuk duduk di pangkuan Kaisar. Jingga yang tidak pernah berhubungan dengan laki-laki manapun merasa terkejut dengan perlakuan Kaisar.
"Kakak apa yang kamu lakukan? jangan seperti ini!" panik Jingga.
"Tidak apa-apa sayang kakak hanya ingin lebih dekat dengan mu, kakak janji tidak akan lebih dari ini"
Kaisar menatap Jingga yang duduk menyamping di pangkuan nya, sangat cantik lebih cantik dari yang dia bayangkan waktu kecil. Perlahan tangannya mengusap bibir ranum Jingga dengan ibu jari nya perlahan bibir Kaisar medekati bibir Jingga dan terjadilah ciuman pertama Jingga.
Cup
Jingga melotot merasa terkejut dengan apa yang Kaisar lakukan ,untuk pertama kalinya Jingga merasakan yang namanya ciuman.
"𝘈𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘯𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘪𝘴𝘴𝘪𝘯𝘨? "
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘬𝘪𝘯 𝘤𝘢𝘯𝘥𝘶? "
"𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢 𝘰𝘵𝘢𝘬 𝘴𝘶𝘤𝘪 𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘰𝘥𝘢 , 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘢𝘥𝘥𝘺 𝘵𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘬𝘶"
Jingga sedang berkecamuk dengan fikiran nya, ketika Kaisar melepaskan ciumannya.
"Kenapa gak di bales ? " Kaisar yang melihat Jingga kebingungan pun akhirnya mengerti kalau ini ciuman yang pertama Jingga. Kaisar merasa bangga karena dia yang pertama mendapatkan first kiss nya Jingga, namun ada rasa menyesal karena tidak bisa mengendalikan nafsunya ketika berdekatan dengan Jingga. Namun penyesalan itu hanya berlangsung sebentar karena setelah itu Kaisar kembali mencium Jingga.
Kaisar mampu membuat Jingga hanyut dalam ciuman yang Kaisar ciptakan, Kaisar memagut bibir Jingga dengan lembut dan semakin menuntut membuat Jingga membuka bibir nya dan kesempatan itu Kaisar gunakan untuk mengeksplor mulut Jingga yang membuatnya candu. Kaisar pun melepaskan ciumannya ketika merasakan Jingga sudah kehabisan nafasnya.
"Sayang mulai saat ini dan selamanya kamu milik kakak" Kaisar menyatukan keningnya dengan kening Jingga.
" Oh iya Apa ini first kiss? "
Blush
Seketika Jingga merasakan pipinya merona serasa terbakar, namun hatinya merasakan ada ribuan kupu-kupu menyergap nya.
"𝘗𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘪𝘯𝘪? " 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢.
Jingga bisa dibilang menyukai Kaisar sejak kecil, namun merasakan perasaan seperti ini baru sekarang bahkan jantung nya berpacu lebih cepat dari biasanya. Jingga memang seorang dokter yang genius namun jika soal cinta pengetahuan nya nol besar, yang dia tau Jingga menyukai Kaisar sejak kecil karena Jingga hanya mengenal Kaisar saja selain daddy dan abangnya.
"Iya ini yang pertama, aku bukan kakak yang setiap pacaran cium sana sini, dari kecil sampai sekarang hanya kakak laki-laki satu-satunya yang dekat dengan aku selain daddy dan bang Langit"
Jingga menyembunyikan wajahnya di pelukan Kaisar, sungguh ini sangat memalukan bagi Jingga karena untuk pertama kalinya dia mengakui perasaan nya.
Kaisar merasa bahagia karena dia begitu dicintai oleh Jingga, namun perasaan menyesal nya masih ada setiap kali melihat Jingga, dadanya sesak mengingat perlakuan nya dulu pada gadis yang sangat dia cintai ini.
Pletak
"Awwwwwssshhh " Jingga meringis merasakan keningnya disentil Kaisar.
"Kamu fikir kakak laki-laki apa yang seenaknya cium sana sini? "
"Mana ku tau"
"Dengerin kakak baik-baik, ini juga first kiss buat kakak" Jingga membelalakkan matanya.
"Hah kok bisa? "
"Ya bisa lah, kan waktu pacaran sama ular sawah kemarin kakak terpaksa hanya karena jebakan itu, kalau tau dia menjebak kakak ogah deh pacaran sama dia"
"𝘏𝘢𝘭𝘢𝘩... 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘴𝘪 𝘶𝘭𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘵𝘦𝘨𝘢 𝘯𝘢𝘮𝘱𝘢𝘳 𝘢𝘬𝘶" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢.
Jingga menganggukkan kepalanya sambil mencebik kan bibirnya, tapi dalam penglihatan Kaisar seolah Jingga sedang meledek nya.
"Kamu berani ya ngeledek kakak? " Kaisar menggelitik pinggang Jingga.
"Ampun kak ampun..." Jingga dan Kaisar pun tertawa bersama.
Kaisar bersyukur Karena Jingga mau memaafkannya. Kaisar akan berjuang meluluh kan hati daddy Arka yang Kaisar pun tau itu tidak akan mudah karena Kaisar pernah menorehkan luka yang begitu dalam pada putrinya.
Tanpa mereka sadari di luar ruangan Jingga seseorang telah mengumpat karena tidak sengaja melihat Kaisar dan Jingga berciuman.
"Shittt...mereka telah menodai mata suci ku"
Next
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Like dan komen. Jangan lupa bintang 5 nya . Terima kasih.
Follow juga instagram aku ya 'Kikan dwi'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Dewi Payang
Ya ampyun Jingga😁😁
2024-06-26
1
Dewi Payang
Wah wah bahaya Kai...😄
2024-06-26
1
Dewi Payang
cembukor😄
2024-06-26
1