Bugh
Arka melayangkan beberapa pukulannya pada Kaisar yang baru saja datang bersama Kaila.
"Arka stop! ada apa sebenarnya? " tanya Barra. Namun Arka tidak menghiraukan pertanyaan Barra, dia terus memukul Kaisar dengan membabi buta. Sedangkan Kaisar dia tidak melawan sedikitpun karena dia tau dia yang salah.
Arka pun menghentikan pukulannya setelah melihat Kaisar babak belur.
"Barra aku kesini untuk memutuskan hubungan Kaisar dan Jingga, anggap saja perjodohan ini tidak terjadi.
"Dad... "
"Jangan pernah memanggilku daddy, aku tidak sudi punya calon menantu bodoh seperti mu" hardik Arka.
"Arka bicarakan ini baik-baik, ada apa sebenarnya?" tanya Barra.
"Dia sudah berani menampar putri ku, putri yang begitu aku jaga bahkan seujung kuku pun aku tidak pernah menyakiti nya. Tapi dia, beraninya dia menampar putriku" Arka benar-benar murka.
"Maksud kamu apa? ini pasti cuma salah paham Ar, Kaisar tidak mungkin menampar Jingga" kata Aretha.
"Aku tidak salah paham Aretha kalau kamu tidak percaya tanyakan sendiri pada putramu yang kurang ajar itu" teriak Arka.
"Tutup mulut mu Arka, jangan pernah sekalipun kamu menghardik putraku" marah Aretha.
Arka tersenyum sinis.
"Kamu saja marah kan karena aku menghardik putramu? lalu bagaimana dengan aku, melihat dia menampar putriku apa aku harus diam saja? " teriak Arka.
"Sekarang katakan Kaisar apa benar yang di katakan Arka? "
"Maaf , ayah" Kaisar tidak bisa berkata apa-apa lagi dia hanya menundukkan kepala nya saja.
"Kenapa Kai? bunda tidak pernah mengajarkan kamu kasar apalagi pada perempuan" lirih Aretha.
"Maaf bunda" Kaisar semakin merasa bersalah.
"Ini semua gara-gara perempuan sialan itu bunda" kata Kaila yang dari tadi hanya diam.
"Jangan pernah menyalahkan nya Kaila, ini semua salah ku" kata Kaisar.
"𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘥𝘢𝘪 𝘓𝘰𝘷𝘪𝘯𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
"Lihatlah kau bahkan begitu membelanya" cibir Arka.
"Bukan begitu dad, "
"Jangan pernah memanggilku daddy lagi, karena mulai sekarang aku membatalkan perjodohan ini, permisi "
Arka pergi begitu saja setelah melampiaskan amarahnya. Dia juga sudah membatalkan perjodohan antara Kaisar dan Jingga.
Setelah kepergian Arka , Kaila menceritakan semua yang telah terjadi . Barra dan Aretha begitu kecewa pada putra sulungnya itu. Pantas saja Arka begitu murka jika itu terjadi pada Kaila , Barra pun pasti akan melakukan hal yang sama bahkan mungkin lebih.
"Sekarang kamu puaskan Kai? Arka sudah membatalkan perjodohan kalian, ayah yakin ini juga akan berimbas pada perusahaan karena Arka tidak akan diam saja apalagi ini menyangkut putri kesayangannya" kata Barra.
Mungkin Arka tidak profesional jika menghubungkan masalah pribadi dan pekerjaan, namun Arka tidak pernah mau berhubungan dengan siapapun dan apapun itu dengan orang yang menyakiti keluarga nya.
"𝘔𝘢𝘢𝘧𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪 𝘢𝘺𝘢𝘩, 𝘣𝘶𝘯𝘥𝘢 , 𝘒𝘢𝘪 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘪𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘒𝘢𝘪, 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘒𝘢𝘪. 𝘒𝘢𝘪 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘬𝘪-𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘦𝘯𝘨𝘴𝘦𝘬 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘒𝘢𝘪" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
"Sekarang mau kamu sama siapa pun terserah, ayah dan bunda tidak akan ikut campur lagi" Ayah dan bunda meninggalkan Kaisar yang kini terdiam.
"Selamat ya bang, abang telah membuang berlian hanya untuk sebuah kerikil" Kaila tersenyum mengejek kebodohan abangnya.
"Kai sudah cukup kamu menghina Lovina, memangnya salah apa dia sama kamu sampai-sampai kamu selalu mengatainya dan menghinanya? "
"Salah dia banyak bang, pertama karena dia abang sekarang seperti bukan abang yang ku kenal lagi, dulu abang penyayang dan gak pernah kasar, kedua karena dia abang sekarang berani melawan bunda dan terakhir salah dia karena hadir di kehidupan abang " teriak Kaila.
"Cukup Kaila! " Kaisar membentak Kaila dan melayangkan tangannya, namun sebelum tangannya menyentuh pipi mulus Kaila seseorang lebih dulu menahannya.
Kaila yang reflek memejamkan matanya merasa heran karena tidak merasakan sakit apapun, saat membuka mata ternyata Jingga menahan tangan abangnya.
"Cukup kamu menampar ku kak jangan pernah sekalipun kamu menyakiti adik kamu sendiri" kata Jingga dengan tatapan tajamnya.
"Jingga" Kaila memeluk Jingga dan menangis dipelukan Jingga.
"Aku kira kamu bakal benci sama aku "
"Kenapa aku harus benci sama kamu? " Jingga sambil mengerutkan keningnya.
"Maaf.. karena abangku sudah nyakitin kamu"
"Kai, yang salah abang kamu bukan kamu, aku berteman sama kamu karena kamu, bukan karena abang kamu, ngerti kan maksud aku ? "Kaila mengangguk.
Karena mendengar keributan Barra dan Aretha pun keluar dari kamarnya.
"Jingga... " Aretha memanggil Jingga lirih namun masih bisa di dengar Jingga yang tak jauh dari tempat Aretha berdiri.
"Bunda, ayah" Jingga tersenyum dan menghampiri Barra dan Aretha.
"Sayang maafkan bunda" Aretha menangis sambil memeluk Jingga, begitupun Barra yang berada di samping Aretha. Barra memeluk Jingga yang berada dipelukan Aretha.
Sesayang itu memang Barra dan Aretha pada Jingga. Tumbuh besar bersama Kaila membuat Jingga seperti kembaran Kaila. Apalagi Kaila yang dari kecil punya penyakit tantrum yang berlebihan perlahan sembuh karena kehadiran Jingga.
"Ayah dan bunda jangan sedih , Jingga tetap anak ayah dan bunda juga kan? " Jingga menghibur Barra dan Aretha.
"Tentu saja, Jingga anak ayah dan Bunda " kata Aretha yang tidak mau melepaskan Jingga dari pelukan nya.
"Jingga harus bahagia, dan Kaisar bukan orang yang pantas untuk membahagiakan kamu" kata Barra sambil menatap ke arah Kaisar yang dari tadi hanya diam.
Jingga perlahan melerai pelukan Aretha, Jingga mengangguk dan tersenyum pada Barra dan Aretha.
"Kak Kai maaf karena aku memaksamu menerima perjodohan ini. Sebelum pergi aku mau bertanya satu hal sama kamu. Apa tidak pernah sekalipun kakak menganggap ku lebih dari seorang adik? "
"Maaf... kakak hanya menganggap kamu seperti adik kakak sendiri, seperti Kaila " Kaisar menatap Jingga yang juga menatapnya.
"𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘥𝘦𝘬.... 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘨𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘶 𝘵𝘢𝘶 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘢𝘱𝘢 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 , 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘢𝘥𝘪𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬, 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘬𝘪𝘵𝘪 𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪"𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
"Baiklah aku mengerti" Jingga mengangguk kan kepalanya.
"Mulai sekarang aku akan menjalani hidupku seperti yang kuinginkan, sudah cukup aku membuang-buang waktu ku untuk orang yang bahkan tidak menganggap ku"
"Aku akan melepaskan mu " kata Jingga
"𝘙𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘮𝘰𝘮, 𝘥𝘢𝘥, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘳𝘨𝘢𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘶" 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢.
"𝘒𝘶 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘬𝘶 " 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳.
"Ini hadiah terakhir untuk mu kak ,semoga kamu bahagia dengan pilihan mu. Kamu ingat kan perkataan ku kak? orang bodoh bukan tipe ku, semoga kamu tidak larut menangisi kebodohan mu " Jingga menyerahkan sebuah kotak sambil tersenyum smirk pada Kaisar.
Deg
Next
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣
Like dan komen. Jangan lupa bintang 5 nya . Terima kasih.
Follow juga instagram aku ya 'Kikan 𝘥𝘸𝘪'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Safa Almira
bagus banget
2025-01-20
1
Qaisaa Nazarudin
Good..Aku suka dengan ketegan Arka..
Aku percaya bukan Kaisar doang nidurin tuh cewek,pasti Kaisar juga bukan orang pertama,Yang jelas Kaisar pasti di perangkap tihak lampir..
2024-08-29
1
Rita
bukti kah?
2024-07-13
1