Bab 18

Di sebuah Kamar yang luas, tampak seorang perempuan yang duduk di bawah lantai sambil memegang kepalanya. pandangannya pun sudah kabur dan dia pun jatuh pingsan.darah segar pun terus mengalir di kepala Narin yang terkena benturan meja tadi.

Melihat Narin jatuh pingsan, Eric pun khawatir dengan keadaan Narin sekarang yang terus mengeluarkan darah dari kepalanya. akhirnya mau tidak mau Eric pun mengangkat tubuh Narin dan meletakkannya di ranjang.

Dengan segera mungkin Eric pun menghubungi Dokter Rizal yakni Dokter Pribadi milik keluarganya.

Beberapa menit kemudian dokter Rizal pun datang dan segera memeriksa keadaan Narin serta membersihkan luka yang tadi dan menutupnya dengan plester. Dokter Rizal pun pamit pulang, namun Eric pun menahannya dan menanyakan keadaan Narin.

"Dokter, bagaimana keadaan dia ???" tanya Eric dengan wajah yang khawatir.

"Kau tenang saja Eric, dia baik baik saja dan sebentar lagi dia akan sadar. oh ya ini resepnya ya dan segera kau suruh dia meminumnya jawab dokter Rizal.

"Apa ini, dan apa lukanya sangat parah ??? Aku lihat tadi banyak darah yang keluar dari kepalanya." ucap Eric sambil memastikan keadaan Narin.

"Yaa awalnya memang begitu, tapi beruntung dengan cepat kau menghubungiku sehingga dia tak banyak kehilangan darah. Dan itu aku kasih resep obat untuk pereda nyeri, mungkin setelah sadar nanti dia akan mengalami nyeri di kepalanya karena aku lihat lukanya tadi sangat dalam sehingga banyak darah yang keluar. Mungkin benturan yang mengenai kepalanya sangatlah keras sehingga aku tadi kesusahan waktu membersihkan dan menghentikan darahnya tadi. jelas dokter Rizal.

Deg, jantung Eric pun berdegup dengan kencang, dia kaget mendengar pernyataan dokter Rizal barusan. Mengingat bagaimana dia tadi mendorong Narin ke lantai sampai dia menatap meja dan mengeluarkan darah banyak.

Eric pun menatap sendu ke arah Narin yang sedang terbaring lemah diatas ranjang dengan plester yang melekat di keningnya. dokter Rizal pun akhirnya membuyarkan Eric dari lamunannya dan dia berpamitan pulang karena tugasnya sudah selesai.

"Eric, aku permisi dulu. kata dokter Rizal sambil melangkah ke luar menuju pintu.

Setelah dokter Rizal keluar, Eric pun menghubungi Reno untuk menemuinya dikamar Narin.

Tok... tok... tok...

"Masuk" kata Eric dengan lantang.

Reno pun segera masuk menemui Eric, dan terkejut melihat Narin yang sedang terbaring lemas tidak sadarkan diri di atas ranjang. namun Reno tidak berani bertanya apa yang sudah terjadi pada Narin, dia hanya diam dan menunduk.

"Maaf tuan apa ada yang bisa saya bantu ???" tanya Reno sopan.

"Reno cepat kau pergi ke apotek belikan obat seperti yang ada di resep itu." kata Eric sembari memberikan selembar kertas yang berisi resep dari dokter Rizal tadi.

Dengan sigap Reno pun mengiyakan perintah Eric dan segera berangkat.

" Baik tuan, saya permisi." ucap Reno sambil dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar.

Setelah kepergian Reno, Eric pun melangkahkan kakinya ke arah ranjang dimana Narin yang masih terbaring lemah belum sadar karena ulahnya.

Dia menatap wajah teduh milik Narin, dia terlihat cantik alami meskipun tak memakai make up sama sekali. Beda halnya dengan Brenda yang kecantikannya selalu mengandalkan dengan make up.

Sejenak dia teringat dengan perbuatannya tadi pagi yang mendorong Narin dengan cukup keras ke lantai sehingga dia terbentur meja dan dia merasa bersalah karena dia sangat keterlaluan memperlakukan Narin seperti itu.

"Apa aku sangat keterlaluan, memperlakukan dia sampai seperti ini ???" tanya nya dalam hati dengan wajah sendu menatap ke arah Narin.

Eric pun akhirnya duduk di atas ranjang sambil memandang wajah cantik Narin, dia tampak khawatir karena belum ada tanda tanda untuk Narin sadar.

Beberapa menit kemudian terdengar bunyi suara ketukan pintu yang tak lain adalah Reno sang asisten pribadi Eric yang datang dengan membawa sebuah kantong yang berisi obat untuk Narin.

Tok... tok... tok...

"Masuk" Kata Eric dari dalam.

"Permisi tuan, ini obat yang anda minta." ucap Reno sopan sambil menyerahkan obat ke arah Eric.

Eric pun menerima obat yang diberikan oleh Reno padanya, dia pun segera menaruh obat tersebut diatas nakas.

"Tuan apa perlu kita mencancel jadwal meeting nanti siang???" tanya Reno dengan hati hati takut dia salah bicara.

"Tidak perlu, 15 menit lagi kita ke kantor. Sekarang tunggulah aku dimobil, sebentar lagi aku akan turun." jawab Eric tanpa menoleh.

"Baik tuan, saya permisi dulu." ucap Reno sopan. saat Reno membuka pintu, Eric pun berdiri sambil menatap Reno dan dia menyuruh Reno untuk memanggil pelayan dibawah.

"Reno tolong kau panggilkan bi asih dibawah suruh dia ke kamar ini." kata Eric.

Setelah kepergian Reno, Eric pun penasaran dengan sebuah buku yang ada di atas nakas tempat dia menyimpan obat tadi.

Sebenarnya Eric sudah dari tadi ingin melihat apa isi dari sebuah buku tersebut namun niatnya gagal karena tadi masih ada Reno didalam.

Dengan langkah lebar Eric pun berjalan menuju ke nakas, dia mengambil buku yang dari tadi sudah membuatnya penasaran. namun sejak dia membukanya sampai sekarang dia tidak menemukan hal apapun.

Tapi setelah dia membuka halaman yang paling akhir dia melihat sebuah tulisan yang mencurahkan isi hati Narin selama ini, Eric pun kelihatan syok dengan tulisan tersebut.

...Dear Diary...

Aku Narin Vanley putri tunggal dari keluarga Vanley yang baru kali ini, aku merasakan indahnya jatuh cinta kepada seseorang yang telah mencuri hatiku selama ini. seseorang itu sangatlah dekat denganku namun diriku sama sekali tak bisa menggapainya, karena dia terlalu sempurna sehingga sulit untuk diriku mendapatkannya.

Apalagi setelah kutahu bahwa dia sudah resmi berpacaran dengan seorang gadis yang sangatlah cantik, modis, pintar berdandan dan terlihat sempurna dimatanya. Beda halnya dengan diriku ini yang hanya seorang gadis biasa tak pernah memakai apapun dan tak bisa memakai make up. aku pun merasa sudah tidak punya kesempatan lagi untuk bisa memilikinya, namun memang kenyataannya dari dulu aku tetap tidak bisa memiliki sebelum dia berpacaran dengan gadis lain.

Semenjak dia berpacaran, aku memutuskan untuk mengubur jauh jauh perasaanku padanya yang tak seharusnya kumiliki. Namun apalah dayaku ini yang selalu mencoba untuk berdamai namun tetap saja diriku tidak bisa melupakannya. Semakin aku mencoba melupakannya semakin besar pula rasa cintaku padanya.

Beberapa tahun kemudian setelah aku lulus kuliah, aku dan dia akhirnya sudah tidak pernah bertemu lagi, hingga sebuah kenyataan yang membuat diriku tak percaya karena tepat dihari itu aku bertemu lagi dengannya. Yaa dia adalah Eric Bramantyo laki laki yang selama ini aku cintai. Aku mencintainya dalam diam tanpa satu pun orang tahu termasuk kedua orang tuaku.

Saat itu entah perasaan apa yang aku rasakan karena antara senang dan sedih bercampur jadi satu. Senang karena kalo laki yang dijodohkan denganku ternyata dia, namun sekejap aku merasa sedih karena apa pantas diriku ini bersanding dengannya sedangkan Eric pun sangat mencintai Brenda.

Aku tahu jika Eric tidak akan mau menerima perjodohan itu tapi aku juga tidak bisa menolak karena aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tua ku. Aku hanya ingin melihat mereka berdua bahagia dan aku siap menerima segala konsekuensinya nanti termasuk akan menjalani pernikahan yang cuma berlangsung selama 1 tahun saja.

Meski aku sudah menikah dengannya, namun hati dan pikiran Eric tetap hanya ke Brenda seorang. Dia tidak pernah menganggapku ada di dalam rumah ini dan dia hanya menganggapku sebagai pelayan yang sama persis di rumahnya. namun hati ini tidak bisa berbohong bahwa aku tetap mencintainya walaupun dia sering menyakiti hatiku dengan sikapnya.

.

.

Terpopuler

Comments

Kak Dsh 14

Kak Dsh 14

Sad bgt dah

2024-07-06

0

Utayiresna🌷

Utayiresna🌷

nah mangkanya jangan teledorr Eric sih😂😂

2024-07-02

0

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

iiihhss gak sopan baca2 diary orang...😤😤

2024-06-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!