Bab 9

Setelah mereka berdua telah setuju dengan surat perjanjian tersebut, dengan langkah gontai Narin mengikuti Eric masuk kedalam rumah dimana ada kedua orang tua mereka yang tidak sabar mendengar keputusan mereka berdua.

"Gimana nak, apa kamu setuju menikah dengan anak Tante ?" tanya mama Eric.

Dengan hembusan nafas yang berat, akhirnya Narin mengiyakan dengan senyum terpaksa. Narin bisa melihat betapa bahagianya kedua orang tua mereka saat Narin telah menerima perjodohan ini, namun tidak dengan Eric yang terpaksa menerimanya bahkan dia terang terangan mengatakan bahwa pernikahannya hanya berjalan selama satu tahun saja, dan setelah itu dia akan bercerai.

Sungguh ini sangat menyakitkan buat Narin, dia tidak menyangka bahwa pria yang selama ini di cintainya ternyata sama sekali tak mempunyai perasaan terhadap Narin.

"Rico bagaimana kalau pernikahan mereka kita percepat saja, bukannya lebih cepat lebih bagus ?" tanya papa Eric yang tidak sabar menunggu hari bahagia itu.

"Oke aku setuju, bagaimana kalau bulan depan saja ?"

Sontak langsung membuat pupil mata Narin dan Eric melebar mendengar pernikahan nya akan dipercepat.

"Pa apa itu tidak terlalu cepat, untuk kami yang belum mengenal satu sama lain ?" sahut Eric yang tidak setuju dengan keinginan papa nya.

"Kamu tenang saja Eric, kamu akan mengenalnya satu sama lain saat kalian sudah menikah, Dan serahkan semuanya pada mama dan papa biar kami yang urus semuanya, kamu cuma terima beresnya saja," jelas papa Eric pada putra nya.

Tak terasa hari sudah semakin larut hingga membuat tuan panji dan istrinya pamit untuk pulang, dan mereka lega karena sudah menetapkan tanggal pernikahan anak mereka yang akan digelar di sebuah gedung yang mewah.

☘️☘️☘️

Di dalam mobil saat perjalanan ke rumah, suasana hening tidak ada obrolan sama sekali antara kedua orang tua dengan putra nya, seketika papa Eric membuka obrolan untuk mencairkan suasana.

"Eric gimana menurut kamu, tentang Narin ?" tanya papa Eric penasaran dengan jawaban putra nya tentang calon menantunya.

"Lumayan," jawab Eric singkat sambil dia sibuk memainkan ponsel nya.

"Lumayan gimana orang Narin cantik kayak gitu kamu bilang lumayan, kamu itu aneh !" sahut mama Eric kesal mendengar jawaban putra nya.

"Kan papa tanya pendapat Eric tentang dia, ya aku jawab jujurlah lumayan karena dia itu bukan tipeku ma, Mama tau kan gimana tipe cewek yang Eric inginkan," sahut Eric.

"Asal kamu tau ya Eric, Narin itu gadis baik, penurut, sederhana dan lemah lembut mangkanya mama, dan papa setuju menjodohkanmu dengan dia." kata sang mama

"Tapi ma Eric sama sekali tidak mencintainya, dan satu hal lagi yang harus mama dan papa ketahui bahwa Eric sudah punya kekasih ma," kata Eric dengan santainya.

Sontak membuat kedua orang tuanya kaget dengan pernyataan anaknya barusan.

"Papa minta kamu segera memutuskan hubunganmu itu, papa gak mau kamu setelah menikah tapi masih ada wanita lain di hati kamu, tolong jaga dan hargai perasaan Narin nanti setelah menikah, papa gak mau kalau kamu sampai menyakiti anak dari sahabat papa, Dan mau papa taruh dimana muka papa ini kalau papa Narin tau kamu sudah menduakan anaknya."

Namun Eric tetap bergeming tidak bisa menjawab apa yang diminta oleh papanya saat ini, karena Eric sangat mencintai Brenda kekasihnya, dan dia pun tak ingin menyakiti hatinya.

Melihat anaknya yang tetap diam tak menjawab ucapan papanya, akhirnya mama Eric ikut menasihati anaknya.

"Eric mulai sekarang cobalah untuk membuka hati kamu untuk Narin yang sebentar lagi menjadi istrimu, mama tidak mau jika nanti kamu sampai menyakiti hatinya karena mama ini wanita nak. Mama tau betul gimana perasaan Narin nanti saat dia tau kalau dihati suaminya ada wanita lain," sahut sang mama

Tak terasa mobil yang mereka naiki sudah berada di halaman rumah mereka, dengan langkah lebar Eric langsung masuk kedalam rumah, dan bergegas masuk ke kamarnya untuk menenangkan pikirannya.

Saat Eric turun dari mobil, papanya ingin sekali menegur atas sikapnya itu namun sang istri menahannya dengan mengelus dada sang suami.

"Sudah pa jangan terlalu dipikirkan, kita kasih Eric waktu untuk memikirkan apa yang kita bilang tadi."

"Tapi ma, papa masih belum tenang jika Eric belum memutuskan hubungannya itu dengan wanita lain, papa gak bisa bayangin kalo Rico sampai tau bahwa Eric punya hubungan dengan wanita lain. Pasti dia sangat marah sekali sama papa karena papa tidak bisa mendidik Eric jadi laki laki yang baik."

"Iya pa nanti mama coba bicara lagi ya sama Eric, sekarang ayo kita istirahat sudah malam," kata mama Eric sambil berjalan menuju kamarnya.

Di sebuah kamar yang indah nan luas ber nuansa pink, terlihat seorang gadis yang sedang duduk diatas balkon yang larut dengan pikirannya sendiri, ucapan Eric masih terngiang ngiang di otaknya, Narin merasa perjanjian yang dibuat Eric itu sangatlah tidak pantas karena mereka sama saja dengan mempermainkan sebuah pernikahan yang sakral.

Namun apalah daya Narin yang hanya bisa mengiyakan setiap kata yang diontarkan Eric tadi malam, Narin ingin menolak perjanjian itu tapi Narin tidak ingin melihat kedua orang tuanya kecewa.

Malam semakin dingin hingga membuat Narin masuk kedalam kamarnya, dan menutup pintu yang kearah balkon. Narin segera beranjak ke ranjang kesayangan miliknya itu.

Sang mentari mulai muncul membuat sinarnya menembus gorden tebal yang ada dikamar tersebut hingga membuat sang pemilik kamar terganggu dan segera bangun.

Narin membuka matanya sambil megerjapkan kedua bola matanya, dan segera bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap siap ke kantor bersama papanya.

Setelah Narin selesai dari ritual mandinya, lalu dia menuju ke walk in closet dimana didalamnya sudah ada berbagai macam barang dari mulai pakaian, sepatu, tas dan barang branded lainnya. sampai akhirnya Narin memutuskan untuk mengambil beberapa stel baju yang dia gunakan untuk berangkat kerja ke kantornya, tak lupa juga dia memoleskan bedak sedikit ke wajahnya dan sedikit lipstik tipis di bibirnya, sehingga membuat wajahnya terlihat cantik natural.

Diruang makan tampaklah sepasang suami istri yang sedang duduk bercengkrama sambil menunggu putrinya turun.

"Pagi ma pa," sapa Narin dengan tersenyum.

"Pagi juga sayang,"

"Narin nanti kamu bisa kan pulang lebih awal, karena barusan mama dapat telpon dari mamanya Eric kalau nanti sore kamu jemput Eric untuk fitting baju di Rosela Boutique," kata mama Narin.

"Iya ma nanti aku usahakan pulang lebih awal," sahut Narin sambil menikmati sarapan nya.

Setelah selesai sarapan, Narin pamit ke mamanya untuk berangkat ke kantor bersama papanya.

"Ma, Narin berangkat dulu ya ke kantor," pamit Narin sambil mencium takzim punggung tangan mama nya.

"Iya sayang hati hati ya, papa juga."

Saat didalam mobil suasana berubah menjadi hening, dan akhirnya papa Narin berusaha mencairkan suasana dengan membuka sebuah obrolan.

"Narin, papa tau kamu menerima pernikahan ini karena mama dan papa, tapi papa yakin suatu saat nanti kamu akan membuka hati untuk Eric, dan menerima Eric sebagai suamimu." Kata papa Narin.

"Iya pa Narin akan mencobanya,semua demi mama dan papa."

"Terimakasih ya sayang kamu mau menerima perjodohan ini, dan papa sangat bahagia sebentar lagi kamu akan menikah dengan anak sahabat papa," kata papa Narin sambil memeluk putrinya dengan penuh sayang.

☘️☘️☘️

Tak terasa mereka telah sampai dikantor, akhirnya Narin turun dan segera masuk menuju ruangan papanya.

Ketika didalam ruangan, Narin mempelajari beberapa berkas yang ada di meja kerja papanya.

Waktu terus berjalan, hingga tak terasa sudah siang dan waktunya untuk makan siang, namun saat Narin mau keluar dari ruangan papanya, tiba tiba ponsel nya berbunyi tertera nama sang mama yang menghubunginya, Lalu tak butuh waktu lama untuk Narin mengangkat telpon tersebut.

"Hallo ma."

"Hallo sayang, mama cuma mau ingatin kamu nanti sore jangan lupa kamu ke Rosella Boutique ya buat fitting baju sama Eric, dan nanti kamu dijemput sama Eric. Jadi kamu tunggu Eric ya nanti," terang mama Eric dia berangkat telpon.

"Apa ? Tapi aku kan bisa berangkat sendiri ma tanpa dijemput sama Eric."

"Tapi Eric kan calon suami kamu, jadi wajarlah kalau dia jemput kamu di kantor, lagian kan kalian berdua juga punya tujuan yang sama yaitu fitting baju kan...." kata mama Narin.

Akhirnya Narin langsung mengiyakan semua ucapan mama nya, biar gak tambah panjang urusannya karena cacing diperut Narin sudah kelaparan dan minta segera diisi.

Setelah Narin mematikan sambungan telponnya, dia bergegas menuju kantin untuk makan siang. Disaat Narin berjalan, tiba tiba papa Narin memanggil putri nya untuk bergabung di meja papa Narin, Narin langsung menuju ke meja papa nya yang sudah ada berbagai makanan kesukaanku.

.

.

.

Terpopuler

Comments

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

Eric sukanya yang liar kayak Brenda..🤭🤭

2024-06-25

1

Selviana

Selviana

Hem.. pasti deg-degan

2024-06-19

1

Selviana

Selviana

wah... sudah fitting baju nih.Aku tidak sabar lagi menantikan pernikahan Eric dan Narin.🤗🤗🤗

2024-06-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!