"Malam pun semakin larut terlihat jalanan pun sepi dan Reno pun membawa mobil tampak sangat kencang, tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Eric.
Reno pun memapah Eric untuk masuk kedalam dan mengetuk pintu utama. Terlihat Narin yang sedang berdiri membukakan pintu karena sejak tadi dia tidak bisa tidur, dia terus menunggu Eric di ruang tamu.
"Tuan Muda." Narin terkejut melihat kondisi Eric yang terlihat kacau malam ini.
"Permisi Nona, saya akan membawa Tuan Nuda masuk kedalam kamarnya." Ucap Reno sopan sambil memapah tubuh kekar Eric menaiki anak tangga menuju kamarnya, dengan Narin yang mengekor di belakang Reno dan masuk kedalam kamar milik Eric.
Meski Narin tau Eric melarang dirinya masuk ke dalam kamarnya, namun Narin tetap tidak peduli akan larangan itu karena dia ingin melihat keadaan Eric yang sangat terlihat kacau.
"Reno apa yang sudah terjadi, kenapa Eric bisa seperti ini ?" Tanya Narin dengan raut wajah penuh khawatir.
"Tuan Muda tadi habis selesai makan dia minum terlalu banyak, hingga akhirnya Tuan Muda tidak bisa mengontrol dirinya, dan berujung mabuk seperti ini." Terang Reno pada Narin.
"Terima kasih kamu sudah mau mengantar Eric sampai ke kamar." Balas Narin tersenyum ramah pada Reno selaku asisten suaminya. Narin bersyukur ada Reno yang membawa Eric masuk ke dalam kamarnya.
"Sama sama Nona, sudah malam saya permisi dulu." Pamit Reno bergegas keluar pintu dan meninggalkan Narin yang masih terdiam di tempatnya.
Entah kenapa melihat Eric yang terbaring lemah di atas ranjang, tidak sadarkan diri membuat Narin merasa semakin sakit.
"Apa seburuk itu aku dimatanya hingga makan pun dia tak mau memakan masakanku. Bahkan dia rela makan diluar sambil meminum minuman alkohol hingga membuatnya seperti ini." Ucap Narin dalam hati sembari menatap sendu ke arah Eric.
Dengan berani, Narin pun mendekat ke ranjang dimana tubuh Eric yang sedang terbaring tak sadarkan diri. Tanpa sadar Eric pun bangun dan muntah tepat di hadapan Narin, membuat bajunya basah dan kotor.
Melihat baju Eric yang basah Narin berinisiatif untuk menggantinya, namun saat ingin melakukannya ada perasaan ragu yang mendera di hati Narin. Akan tetapi melihat kondisi Eric seperti itu Narin segera menepis perasaan tersebut. Narin dengan langkah lebar menuju walk in closet untuk mengambil sebuah baju piyama untuk Eric.
Setelah selesai mengganti baju Eric, Narin pun segera keluar. Narin takut Eric akan marah jika dia melihat nya ada di dalam kamarnya.
Dan pada saat Narin hendak keluar, tiba-tiba dia mendengar suara yang menerpa indra pendengarnya membuat langkahnya terhenti sejenak. Narin mendengar Eric mengigau memanggil sebuah nama yang begitu familiar dan membuat hatinya berdenyut nyeri.
"Brenda ...." Eric terus menyebut nama itu dengan keringat dingin yang mengucur membasahi keningnya.
Mendengar hal itu rasanya hati Narin bagai tersayat oleh belati, dan membuatnya semakin sesak, dengan cepat Narin berlari dan segera masuk ke dalam kamarnya karena dia tidak bisa menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuknya.
Di dalam kamar pun Narin kembali menangis, Narin tidak kuat melihat Eric yg tidak sadar tapi tetap saja dia memanggil nama Brenda.
'Sebegitu cintanya kah Eric terhadap Brenda sampai dia tidak bisa melihat ketulusanku padanya ....'
Beberapa menit kemudian, Narin teringat dengan Eric yang masih belum sadar, Narin yang masih respect dengan pria yang notabene sebagai suaminya akhirnya Narin pun memutuskan untuk masuk kembali ke kamar Eric. Dia ingin melihat kondisi sang suami yang beberapa saat dia tinggalkan.
Di dalam kamar, Narin yang tidak sengaja menyentuh tangan Eric, Narin terkejut merasakan tubuh pria yang ada di hadapannya kini tampak demam, sesekali Eric menggigil. Melihat itu Narin bergegas mengecek suhu badan suaminya dan ternyata sang suami kini demam tinggi.
Dengan telaten Narin pun mengambil saputangan untuk mengompresnya dengan air hangat. Dan saat Eric terbangun, Narin dengan penuh keberanian menyuruh Eric minum obat biar demamnya cepat turun, Narin tak peduli jika Eric akan memarahinya karena lancang sudah menyuruh pria itu untuk menuruti keinginannya toh itu juga demi kebaikan pria itu sendiri agar demamnya turun dan keadaannya lekas membaik seperti sedia kala.
Meskipun Eric selama ini berbuat kejam dan menyakitinya, namun Narin tetap memperlakukan dia dengan baik karena bagaimanapun dia adalah suaminya. Dan sudah kewajiban Narin sebagai seorang istri untuk menjaga dan merawat suaminya di saat seperti ini.
Pada saat Narin mau bergegas keluar, tiba tiba langkahnya terhenti saat merasakan sebuah tangan besar menggenggam jemari tangannya, Narin pun menoleh dan benar ternyata Eric lah yang menggenggam tangan Narin tanpa sadar Eric mengigau kembali dan mengucapkan kata kata yang menohok hati Narin.
"Jangan pergi, aku mohom tetaplah disini." Eric meracau sambil menggenggam kuat jemari tangan Narin."
Dengan berat hati, Narin pun memutuskan untuk tetap menjaganya. Malam pun semakin larut membuat Narin tak bisa menahan rasa kantuk ini, hingga aku tertidur di kursi yg ada disebelah ranjang Eric.
Narin taruh kepalanya di atas ranjang sebelah tangan Eric.
Beberapa jam kemudian Eric pun sadar dan melihat Narin yang duduk di kursi sedang tidur, dia melihat wajah Narin yang terlihat tampak lelah karena sedari tadi wanita tersebut telah mengurusnya. Akan tetapi tidak mengurangi kecantikannya itu yang tampak alami.
"Apa yang terjadi denganku, kenapa dia bisa ada disini?" Gumam Eric yang masih menatap sendu wajah cantik yang ada di hadapannya kini yang notabene sebagai istrinya.
Sesaat kemudian dia melihat bajunya yang sudah terganti dengan baju piamanya yang biasa dia pakai untuk tidur. Eric pun berpikir apakah Narin yang menggantikan bajunya ini.
Dan Eric pun melihat ada sapu tangan yang tiba tiba jatuh dari keningnya, dia pun langsung memandangi wajah Narin dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
kubaca sampai sini dulu, /Rose//Rose/meluncur...
2024-06-26
1
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
tatapan cinta yang menggelora.../Facepalm/
2024-06-26
1
Utayiresna🌷
aku kasih dua iklan untuk Kakak, nanti lagi aku lanjut, aku mau mandi dulu... 💗
2024-06-17
1