Di sebuah ruangan yang luas nampak sosok laki laki yang tengah duduk di kursi kebesarannya dengan memegang sebuah foto ditangannya.
"Brenda kenapa kau lebih memilih pekerjaanmu daripada diriku,kau lebih mementingkan karir dibanding rasa cintaku ini padamu." kata Eric dalam hati
Drrrt... drrrt... drrrt...
Ponsel Eric pun berbunyi tertera nama Brenda yang sedang menelpon, dengan cepat Eric mengangkatnya.
"Hallo sayang, aku merindukanmu" kata Brenda
"Aku pun sangat merindukanmu juga sayang, kapan kau akan kembali ???" tanya Eric
"Aku disini masih beberapa bulan lagi sayang karena aku sudah ada kontrak dengan perusahaan baru." jelas Brenda di balik telpon
"Tapi kenapa kau lebih mementingkan karirmu dibanding aku yang sangat mencintaimu." kata Eric
"Aku janji padamu setelah aku menyelesaikan kontrak ini aku segera kembali kepelukanmu dan kita akan segera menikah sesuai dengan impian kita dulu." kata Brenda
Deg, tiba tiba Eric merasa kaget dengan perkataan Brenda. dia merasa telah mengkhianati sang kekasih dengan menikahi wanita lain secara diam diam.
"Brenda ada satu hal yang ingin ku sampaikan padamu, maafkan aku sebenarnya aku sudah menikah dan itu semua aku lakukan demi keluargaku yang terus saja menuntutku untuk segera menikah." ucap Eric dengan penuh hati hati
"Kau bohong kan Eric,katakan jika kau sedang bercanda." ucap Brenda dengan nada yang bergetar
"Aku tidak bercanda, aku serius dan aku tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan orang tuaku. Kau dulu pernah aku ajak menikah namun kenapa kau selalu menghindar saat aku bicara tentang pernikahan."
"Kau tau sendiri bukan kalau aku mempunyai mimpi untuk jadi seorang model terkenal sejak dulu, tapi kenapa kau selalu tidak mengerti akan impianku itu." ucap Brenda sambil menahan Isak tangisnya
"Sudahlah jangan menangis lagi, aku hanya ingin menyampaikan itu saja." ucap Eric
"Tapi sayang, apa kau sudah melakukan itu ???" tanya Brenda dengan penasaran
"Belum, aku hanya ingin melakukan itu dengan orang yang aku cintai. Bahkan kami pun tidur terpisah." jelas Eric
"Syukurlah kalau begitu, aku merasa lega dan aku janji setelah pulang dari Paris aku akan selalu berada disampingmu dan kau juga harus berjanji bahwa kau tidak akan pernah memiliki perasaan terhadap wanita itu, kau mengerti." kata Brenda
"Baiklah akan ku pegang janjimu, jaga dirimu baik baik disana. Jangan melakukan hal hal yang membuatku tak suka." ucap Eric dengan penekanan
"Iya sayang disini aku baik baik kok dan aku akan selalu jaga hatiku hanya untukmu seorang. Sudah dulu yaa aku ada pemotretan yang sebentar lagi akan dimulai. Bye I love you." kata Brenda
"I love you too"
Setelah sambungan telpon terputus, tiba tiba dia sadar kalau sekarang waktunya makan malam membuatnya turun dan bergegas ke ruang makan.
Di meja makan tampak berbagai makanan yang sudah tertata rapi, semua itu masakan Narin yang dibantu oleh pelayan.
Eric mengedarkan pandangannya mencari sosok yang sedari tadi tidak dia lihat, akhirnya muncul lah Narin dari arah dapur menuju meja makan dimana sudah ada Eric yang duduk disana.
"Mas, aku sudah masak ini semua untukmu. Semoga mas suka." ucap Narin dengan menunduk
"Siapa yang menyuruhmu memanggilku dengan sebutan itu, panggil aku TUAN MUDA !!!" jelas Eric dengan menggebrak meja makan
"Aku sudah bilang kau tidak perlu memasak untukku, aku tidak ingin memakan masakanmu." ucap Eric sambil bergegas keluar menuju pintu utama
Narin pun terlonjak kaget mendengar suara bariton yang ada di depannya, sehingga membuat dia tampak menunduk dengan ketakutan.
"Ya tuhan sebenarnya apa salahku, sebenci itukah dia padaku hingga tak mau makan masakanku." ucapku dalam hati melihat kepergian Eric
Di dalam mobil tampak Reno bingung melihat tuannya yang dari tadi diam terus tanpa mengatakan akan kemana, sehingga membuatnya memberanikan diri untuk bertanya.
"Tuan kita mau kemana ???" tanya Reno sambil mengemudikan mobilnya
"Ke restoran tempatku biasanya" kata Eric sambil terus melihat keluar jendela
Beberapa menit kemudian mobil yang dibawa Reno sudah sampai di restoran, Eric pun segera turun dan Reno pun mengekor di belakang tuannya dan masuk ke ruangan VIP yang biasanya dia makan dengan Brenda.
Reno pun memesan sebuah makanan dan minuman favourit tuannya dan tidak lama kemudian tampak seorang waitress yang mengantar pesanan mereka.
"Permisi tuan, ini makanannya" ucap waitres dengan menundukkan kepalanya dengan sopan lalu dia bergegas pergi
Di sebuah meja yang tidak jauh dari Eric, terlihat Reno sedang mengamati tuannya sambil berpikir apa yang membuat tuannya sampai kesal begitu hingga terlihat dingin sekali. memang dari dulu Eric orangnya sangatlah dingin dan hari ini tampak Eric terlihat seram dengan wajah garangnya hingga membuat Reno pun bergidik ngeri.
Malam ini Eric terlihat kacau sekali karena selesai makan tadi dia minum terlalu banyak membuatnya mabuk dan tak sadarkan diri.
Dengan langkah yang lebar Reno pun beranjak dari kursinya dan segera memapah tuannya keluar dan masuk kedalam mobil.setelah itu Reno menancap gas menuju ke rumah Eric.
Perlakuan dan sikap Eric membuat Narin semakin merasakan sakit yang teramat dalam, akan kah Narin masih bisa bertahan dengan sikap Eric yang dingin itu atau dia tetap berada disisi Eric....
Yuk simak terus kisah mereka berdua sampai tuntas yaaa !!!
Jangan lupa like, komen dan subscribe
Terima kasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
nih 🌶️🌶️🌶️🌶️ buat mulut eric
2024-06-26
0
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
Brenda Ndak pernah cinta sama kamu
2024-06-26
1
Selviana
🌹🌹 untuk author nya supaya lebih semangat 💪🥰🥰
2024-06-22
1