Di sebuah rumah yang sangat megah, terlihat para asisten rumah tangga yang sibuk menyiapkan berbagai macam makanan untuk nanti malam, karena ada acara makan malam dengan keluarga Bramantyo yang akan membahas soal perjodohan.
Tepat jam tujuh malam keluarga Bramantyo datang, dan keluarga Vanley pun menyambutnya dengan sangat ramah.
"Panji, silahkan masuk." sapa Rico menghambur memeluk sahabatnya itu, sedangkan Meta dan Meri pun sama berpelukan dan cipika cipiki satu sama lain
"Panji aku tak menyangka sebentar lagi kita akan menjadi besan, dengan adanya perjodohan ini semoga perusahaan kita semakin berkembang pesat," ucap papa Narin, mengurai pelukannya seraya tersenyum hangat menatap wajah sahabatnya itu.
"Iya aku berharap juga begitu, aku sangat bahagia bisa berbesan denganmu," sahut papa Eric dengan tawanya sembari berjalan masuk, dan mendaratkan tubuhnya di atas sofa, di ikuti oleh kedua wanita di belakangnya. sedangkan Eric hanya menatap ke arah mereka yang tampak bahagia dengan perjodohan yang mereka atur, melihat itu hati Eric terenyuh dan tidak tega jika mematahkan kebahagian kedua orang tuanya.
Namun di sisi lain, Eric juga tidak mungkin memberi tahu kekasihnya perihal perjodohannya ini dengan gadis pilihan orang tuanya. Pria itu tidak sampai hati untuk menyakiti hati kekasihnya yang selama ini sudah membuat Eric nyaman.
Sungguh Eric di buat dilema dengan takdir yang pria itu jalani, seakan semesta menguji kesetiaan dirinya pada kekasihnya.
☘️☘️☘️
Di lain tempat, tampak seorang gadis menatap lurus ke sebuah cermin. Dia merasa masih belum siap untuk di jodohkan secepat ini dengan pria yang sama sekali belum dia kenal. Sampai akhirnya terdengar bunyi ketukan pintu yang membuyarkan lamunannya, seketika dia berjalan menuju pintu dan membukanya.
"Sayang, gimana kamu sudah siap ?" tanya mama Narin.
"Sudah ma," jawab Narin dengan wajah yang sendu.
"Sayang, senyum dong jangan cemberut gitu wajahnya. Mama tahu kamu pasti masih belum bisa menerima perjodohan ini, tapi tolong pikirkan lagi ini menyangkut perusahaan."
"Iya ma, aku akan ngelakuin apapun asal mama sama papa bahagia," balas Narin dengan tersenyum kecut.
"Nah gitu dong, itu baru putri mama. Ayo kita turun, semua orang sudah menunggu kedatangan kamu," seru mama Narin.
Mama Narin menggandeng lengan putrinya dengan lembut menuruni anak tangga, terlihat Narin begitu cantik dan anggun membuat semua orang yang berada di ruang makan berdecak kagum dengan paras cantik yang di miliki oleh Narin, namun tidak dengan Eric yang enggan menatapnya.
Tepat di ruang makan, sontak pandangan Narin tertuju pada pria yang sedang duduk menikmati makanannya, wajah pria itu begitu familier di netra gadis itu. Dan benar saja saat pria itu mendongakkan wajahnya, Narin sungguh kaget di buatnya.
Narin tidak menyangka jika pria yang ada di hadapannya saat ini adalah pria yang selama ini sudah berhasil mencuri hatinya bahkan hampir saja gadis itu di buat gila olehnya. namun sayang, pria itu tidak tahu kalau Narin begitu mencintainya.
Eric... apa mungkin pria yang akan di jodohkan denganku adalah dia...
Sedangkan Eric hanya menatap lurus ke arah Narin, sampai akhirnya tatapan keduanya bertemu dan saling menyelami, seolah mereka bicara melalui sorot mata mereka berdua. tak lama kemudian Narin dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menghindari kontak mata dengan pria yang ada di hadapannya.
Acara makan malam pun telah usai, barulah Panji membuka obrolan perihal perjodohan yang sudah mereka rencanakan beberapa hari yang lalu di telpon.
"Jadi bagaimana Rico tentang perjodohan ini, kapan kita akan segera melangsungkan pernikahan mereka berdua, Karena lebih cepat akan lebih bagus bukan ? seru papa Eric dengan tawanya.
"Aku serahkan semuanya padamu, yang penting perjodohan ini lancar sampai nanti mereka menikah," sahut papa Narin dengan senyum.
"Oh ya Narin gimana kamu mau kan menikah sama putra om ?" tanya papa Eric, sontak membuat Narin terlonjak kaget dengan pertanyaan dari papa Eric.
"M-maaf om, Narin belum bisa memberikan keputusannya sekarang, karena sebelumnya Narin belum mengenal jauh putra om. Kalau di ijinkan, apa boleh Narin ngobrol sebentar dengan Eric om ?"
Kemudian dijawab dengan anggukan oleh papa Eric. "Silahkan Narin, Eric ayo bicarakanlah hal ini dengan Narin. papa harap kamu membawa kabar yang bahagia buat papa dan mama," ucap papa Eric penuh harap kepada putranya.
☘️☘️☘️
Di sebuah taman yang sangat indah penuh dengan pepohonan rindang, terlihat Eric berjalan menghampiri Narin yang sedang duduk di kursi panjang tepat dibawah pohon.
"Sebelum kamu menyesal menerima perjodohan ini, maka kamu masih punya kesempatan untuk menolak perjodohan ini," seru Eric yang dengan dinginnya menatap lurus ke arah pohon.
"Maaf mas aku gak bisa menolak perjodohan ini, karena aku nggak mau ngecewain kedua orang tuaku, kalau mas keberatan dengan perjodohan ini maka mas saja yang membatalkan perjodohan ini," pungkasnya, sontak Eric kaget dengan apa yang di ucapkan oleh gadis yang ada di sampingnya saat ini, sungguh Eric tidak percaya jika gadis itu menerima perjodohan ini.
"Meski aku menerima perjodohan ini, namun aku melakukannya karena terpaksa juga. jadi jangan berharap lebih, ingat itu !!!" ucap Eric ketus.
"Jadi mau tidak mau kita harus tetap menerima perjodohan ini dengan catatan harus ada perjanjian diantara kita, supaya tidak ada yang merasa di rugikan dalam hal ini. Namun jangan sampai orang tua kita tau mengenai perjanjian ini," kata Eric sambil menyodorkan selembar kertas pada Narin yang sudah pria itu persiapkan dari awal sebelum berangkat ke rumah gadis itu.
"Satu lagi,dimana didalam isi perjanjian tersebut menerangkan bahwa pihak satu adalah diriku, dan dirimu sebagai pihak kedua." jelas eric.
...SURAT PERJANJIAN PERNIKAHAN...
Poin 1 : Pihak Pertama Bebas melakukan apa saja yang dia inginkan, termasuk mengatur dan menyuruh apapun terhadap pihak kedua.
Poin 2 : Pihak Kedua dilarang keras mengatur ataupun mencampuri urusan pihak ke satu apapun itu alasannya.
Poin 3 : Pihak Satu bebas memiliki hubungan dengan wanita lain (seperti yang sudah dijelaskan di poin pertama)
Poin 4 : Pihak kedua dilarang keras memiliki hubungan dengan laki laki lain selama kontrak berjalan (seperti yang telah dijelaskan di poin pertama)
Poin 5 : Tidur terpisah dengan kata lain pihak pertama tidak mau berbagi kamar dengan pihak kedua.
Poin 6 : Tidak ada kontak fisik sehingga tidak ada yang dirugikan dalam hubungan kontrak ini ( Pihak pertama tidak akan menuntut haknya sebagai suami)
Poin 7 : Pernikahan ini hanya berjalan selama satu tahun, setelah itu pihak pertama akan menggugat cerai pihak kedua dan tidak ada alasan apapun bagi pihak kedua untuk menolaknya.
Poin 8 : Pihak kedua dilarang keras masuk ke kamar pihak pertama.
Tiba tiba kedua pupil milik Narin melebar saat membaca poin ke 7 dari isi surat perjanjian tersebut.
"Jadi pernikahan ini cuma bertahan satu tahun saja ?" tanya Narin dengan terkejut.
"Benar, karena aku tak ingin lama lama memiliki hubungan denganmu !" tukas Eric dengan ketus tanpa menatap Narin.
"Dan satu lagi aku mau bilang bahwa aku sudah memiliki kekasih, dan aku sangat mencintainya !" terang Eric yang berhasil menohok hati Narin.
Narin hanya bergeming menunduk, dan mengiyakan semua ucapan yang di lontarkan Eric kepadanya, meskipun Narin orang yang paling tersakiti dalam hubungan ini nantinya.
"Jadi bagaimana, apa kamu setuju dengan syarat yang aku berikan itu ?" tanya Eric.
Dengan hembusan nafas yang berat sebelum dia menjawab, lalu Narin menyetujui semua syarat yang diberikan Eric terhadapnya tanpa terkecuali.
"Baik aku setuju," jawab Narin dengan terpaksa.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Denada Novidaria
mari kita bikin si Eric lope" sama narin
2024-06-25
1
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
cinta kadang membuat buta.../Facepalm/
2024-06-25
1
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
kasian si Narin../Whimper//Whimper/
2024-06-25
1