Bab 6

Makan malam pun tiba, seketika pandangannya tertuju ke sebuah jam yang tertempel di dinding, Narin sontak kaget jika sekarang sudah waktunya untuk makan malam bersama kedua orang tuanya, lalu Narin berlari kecil turun menuju keruang makan, dan benar saja disana sudah ada mama papanya yang sedang menunggu kedatangan putrinya.

"Narin sayang, ayo kita makan," ajak mama Narin sembari mengambilkan makanan ke dalam piring Narin, dan Narin pun mengiyakan sambil menarik kursi didepan mamanya.

Tidak lama kemudian papa Narin melontarkan pertanyaan yang berhasil membuat mood Narin menurun.

"Narin kamu sudah lama lulus dan sampai kapan kamu hanya diam dirumah saja, sesekali kamu datanglah ke perusahaan yang selama ini papa kelola. bantulah papa mengurus dan mengelola perusahaan dengan baik, Papa sudah tua dan kamulah yang pantas untuk menggantikan posisi papa di perusahaan nanti, terlebih kamu anak tunggal papa dan mama, itu artinya kamu pewaris tunggal dari keluarga Vanley." tegas papa Narin.

"Tapi pa Narin masih belum paham betul mengenai perusahaan, nanti kan Narin juga bakalan nikah dan Narin bakalan juga ada dirumah mengurus anak dan suami, serta pekerjaan rumah lainnya," tolak Narin lembut dengan tatapan sendunya mengingat dirinya sampai sekarang belum punya kekasih atau teman laki laki yang dekat dengannya.

"Tapi nyatanya kamu sampai sekarang kan belum punya kekasih, atau papa yang akan mencarikan kamu calon suami sekaligus yang akan mengurus perusahaan papa kelak," ucap papa Narin dengan tegas.

Deg

Gimana ini kalau papa beneran mau jodohin aku, terlebih hatiku masih terpaut ke seseorang yang membuatku susah untuk melupakannya.

Aku kan gak mau nikah sama orang yang sama sekali belum ku kenal, apalagi pernikahan tersebut berawal dari perjodohan, pasti akan ada hati yang tersakiti.

Semoga papa dan mama mengerti akan perasaanku ini dan tidak memaksaku untuk menikah dengan pria pilihan papa.

Dalam sekejap suasana berubah menjadi tegang, melihat itu mama Narin juga ikut menimpali perbincangan tersebut bahwasannya dia adalah penerus Perusahaan Vanley Group, dan mau tidak mau Narin harus belajar untuk mengurus perusahaan atau Narin harus menerima jika suatu saat dia akan dijodohkan dengan pria pilihan papanya.

"Sudahlah sayang, kamu turuti saja perkataan papa barusan karena benar bahwa kamu adalah pewaris tunggal Keluarga Vanley, dan kamu harus memimpin perusahaan yang papa kamu kelola saat ini," pinta mama Narin seraya memandang putrinya penuh harap.

Dengan melihat mamanya memohon seperti itu, membuat Narin tidak tega dan tanpa berpikir lagi dia mengiyakan untuk besok datang ke perusahaan untuk belajar mengurus perusahaan.

"Baik ma pa besok Narin akan datang ke perusahaan, dan Narin akan coba untuk belajar mengurus perusahaan," jawab Narin dengan terpaksa.

☘️☘️☘️

Satu bulan kemudian, tidak terasa Eric sudah bisa menghandle perusahaan yang telah dia pegang selama ini, mengingat Eric sosok pria yang sangat cerdas jadi tidak susah untuk Eric belajar mengenai mengurus perusahaan dalam waktu yang sangat singkat. sampai akhirnya tibalah waktu dimana Eric ada jadwal meeting dengan Perusahaan Vanley Group, yakni perusahaan papanya Narin untuk membahas kerja sama nya dalam membangun proyek barunya, dan itu pertamanya bagi Eric meeting dengan perusahaan Vanley Group.

☘️☘️☘️

Di tempat lain Narin yang sudah bersiap siap untuk berangkat ke kantor, tak lupa juga untuk memoles wajahnya dengan sedikit bedak dan liptint di bibirnya dengan tipis suaoaya terlihat lebih fresh saat dia ke kantor nanti. setelah selesai dengan aktivitasnya, Narin bergegas turun menuju ruang makan untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.

"Pagi ma pa," sapa Narin seraya menarik kursi yang akan dia duduki.

"Pagi juga sayang," sahut mama Narin.

"Ayo sayang makan dulu, mama sudah suruh Bik Darmi masak makanan kesukaan kamu," ucap mama Narin.

"Makasih ya mam," ucap Narin, seraya menatap mamanya dengan haru, Narin bisa melihat mamanya yang begitu menyayangi dirinya.

Setelah selesai makan, Narin berangkat ke kantor bersama papanya menggunakan mobil mewah milik papa Narin, beberapa menit kemudian mobil yang di tumpangi Narin dan papanya suda sampai di lobby perusahaan, banyak sekali orang yang menatap ke arahnya dengan menyapa ramah karena mereka tahu bahwa Narin adalah putri tunggal dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.

Dengan ramah Narin membalas sapaan mereka dengan senyum karena memang Narin adalah sosok gadis yg sangat ramah dan baik. setelah itu dia melanjutkan langkahnya berjalan menuju ruangan papanya.

Narin yang sudah berada di dalam sontak dia berdecak kagum dengan ruangan papanya yang begitu luas sama seperti dengan kamarnya, sejenak terdengar bunyi ketukan dari luar pintu yang berhasil membuyarkan lamunan Narin.

Tok... tok... tok...

"Masuk," sahut papa Narin dari dalam.

"Permisi Tuan, saya mau mengingatkan bahwa sebentar lagi ada jadwal meeting dengan perusahaan Bramantyo Group di Kafe XX," ucap Hans asisten pribadi papa Narin.

"Baiklah nanti saya akan kesana bersama putri saya," ucap papa Narin.

"Tapi Tuan, menurut informasi yang saya dengar bahwa pimpinan dari perusahaan Bramantyo Group sekarang sudah di gantikan oleh putra Tuan Panji," terang Hans.

"Putra Tuan panji ?" tanya papa Narin mengulang perkataan Hans sang asisten.

"Iya tuan, Tuan panji menyuruh putranya untuk menggantikan kedudukannya di perusahaan miliknya," jawab Hans dengan sopan.

"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang juga Hans, Narin ayo kamu ikut papa," ucap papa Narin serta mengajak putrinya juga yang membuat Narin terlonjak kaget dengan perkataan papanya barusan.

☘️☘️☘️

Sekitar satu jam, mobil tuan Rico sudah berada di restoran tempat dimana papanya Narin meeting dengan klien yang di bicarakan papanya tadi. Dengan langkah yang gontai Narin terus berjalan memasuki restoran tersebut bersama papanya karena dia baru pertama kali ini ikut papanya meeting dan bertemu klien ditambah lagi Narin belum tahu menahu soal urusan perusahaan.

Saat tiba di meja yang telah dipesan untuk meeting tadi, akhirnya papanya menyapa CEO dari Perusahaan Bramantyo hingga akhirnya membuat Narin kaget, karena ini pertama kalinya dia bertatapan langsung secara dekat dengan laki laki yang selama ini Narin cintai dalam diam. Ada perasaan senang dan grogi saat Narin menatap wajah pria itu, entah kenapa jantung Narin berdegup lebih kencang kencang dari biasanya saat berjabat tangan dengan pria yang ada di hadapannya.

Ya tuhan kenapa jantungku seperti ini ? batin Narin dengan terus meremas kedua tangannya diatas pahanya.

Kenapa engkau pertemukan kami kembali, disaat aku sudah mulai melupakannya...

Skenario macam apakah ini yang harus membuatku mengingatnya lagi, setelah aku bersusah payah untuk menghapus bayangannya dari benakku...

.

.

.

Terpopuler

Comments

Denada Novidaria

Denada Novidaria

lanjuttt gasss

2024-06-25

1

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

cinta dalam diam Narin pada Eric bikin panas dingin.../Proud/

2024-06-25

1

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂

Narin anak baik.../Proud/

2024-06-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!