Saat memasuki butik, Eric disapa oleh sang pemilik butik yaitu Rosa. Dia sudah diberitahu oleh mama Eric bahwa anak dan menantunya akan datang melakukan fitting baju.
"Selamat sore tuan muda, gaun yang anda pesan sudah kami siapkan." sapa sang pemilik butik dengan senyum dan hanya dibalas dengan anggukan saja oleh Eric
"Tolong kau bantu perempuan itu untuk memakai gaun yang mamaku pesan." kata Eric dengan dinginnya sambil dia menuju Ke arah sofa,lalu dia mendaratkan tubuhnya untuk segera duduk di sofa tersebut
"Mari nona" sapa Rosa dengan senyum
Dan aku pun hanya mengangguk dengan senyum, lalu mengikuti arah Rosa ke sebuah ruangan untuk mencoba sebuah gaun pernikahan yang akan ku pakai di pernikahanku nanti.
"Woow kau sungguh cantik sekali nona, gaun ini sangat cocok sekali ditubuhmu." ucap Rosa dengan sangat takjub yang melihat penampilanku saat ini.
"Terimakasih, kau sangat memujiku terlalu berlebihan. kata ku dengan senyum
"Aah ini benar nona aku tidak bohong,kau terlihat sangat cantik memakai gaun ini, lihat saja nanti Eric bakalan menatapmu tanpa henti." kata Rosa sambil terkekeh, dia kira Narin adalah wanita yang sangat dicintai Eric namun kenyataannya pun tidak seperti itu, justru dia adalah perempuan yang paling Eric benci karena sudah membuatnya terjebak dengan pernikahan ini
Setelah aku pakai gaun tersebut, Rosa mengantarku ke luar menemui Eric untuk dilihat apa sudah pas atau belum.
Saat diriku keluar dari ruangan tersebut, aku dengan grogi berjalan menuju kearahnya hingga suara bariton yang menyadarkan ku bahwa aku telah berada didepannya, aku hanya diam menunduk tanpa mengatakan sepatah katapun.
Dia menatp Narin tanpa berkedip mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, namun seketika dia sadar bahwa dia telah mengagumi kecantikan Narin sehingga membuatnya untuk membuang pikirannya tersebut.
"Cantik" ucap Eric dalam hati
"Aaaach aku mikir apa sih, dia kan wanita yang paling aku benci. Gara gara dia aku harus terpaksa menikahinya." ucap Eric sambil mengusap kasar wajahnya dan membuang jauh jauh pikiran tersebut
Dan akhirnya Eric pun setuju dengan gaun yang aku pakai sekarang.
"Cukup bagus, aku mau yang ini." kata Eric sambil dia memainkan ponselnya lagi
Setelah selesai fitting baju, Eric bergegas keluar dan masuk kedalam mobilnya. disisi lain nampak Narin yang selalu mengekor dibelakang Eric karena tidak mungkin mereka akan berjalan beriringan, karena dia tau Eric pun tidak akan menyukainya
Di dalam mobil suasana hening nampak mereka menyelami pikiran masing masing, dan tidak terasa kalau mobil yang dibawa Eric pun sudah sampai didepan rumah Narin.
Sebelum turun Narin mengucapkan terimakasih pada Eric yang telah mengantarnya pulang dan dia pun menawarkan untuk singgah sebentar dirumahnya, namun secepat kilat ditolak oleh Eric tanpa menoleh padanya.
"Makasih Eric Uda mau mengantarku pulang, dan jika berkenan mampirlah sebentar dirumahku." kata Narin dengan penuh hati hati
"Tidak, aku mau pulang" tukas Eric tanpa menoleh sedikitpun ke dirinya
Hingga akhirnya mobil yang di naiki Eric pun telah keluar dari halaman rumahnya, Narin pun segera masuk dan segera menyegarkan badannya didalam kamar mandi dengan berendam di bathtub.
Tak terasa sudah lama berendam membuatku merasa lebih fresh dan aku pun segera keluar menuju ke walk in closet mencari setelan piama yang selalu membuatku nyaman saat ku pakai dirumah.
Di tempat lain tepat nya di Paris nampak sepasang kekasih yang sedang menuju ke hotel, mereka sangat lah merah sekali bahkan ada yang mengira bahwa mereka adalah sepasang suami istri.
Setelah mereka mendapatkan kunci kamar lalu mereka bergegas menuju lantai paling atas, tepatnya kamar yang mereka sewa berada disana.
Saat masuk ke kamar, mereka pun segera menanggalkan pakaian masing masing hingga membuat mereka terbakar dengan hawa nafsu yang ada di diri mereka.
Tanpa sadar Brenda pun mendesah dengan suaranya yang sexi membuat Leon semakin bergairah dan mempercepat permainannya agar dia cepat mencapai kepuasannya.
"Oooh... Oooh.... Leon aku sudah tak tahan, cepat." ucap Brenda yang mengeluarkan desahan sambil menarik rambut Leon
"Sabar sayang sedikit lagi" jawab Leon sambil mempercepat ritmenya dan menciumi wajah Brenda
Dan tak lama kemudian mereka berdua telah mencapai kepuasannya dan membuat mereka langsung tertidur dengan pulas sambil berpelukan satu sama lain.
"Aaaachhhh......" akhirnya Leon telah mencapai kepuasannya yang dari tadi dia mainkan dan dia pun langsung menjatuhkan dirinya disamping Brenda sambil berpelukan dengan erat.
Gimana yaa reaksi Eric saat mengetahui Brenda selingkuh dibelakangnya????
Apa dia tetap mencintai Brenda atau malah dia membuka hatinya untuk Narin istrinya....
Penasaran kaan sama kisahnya.....
Yuk ikuti terus kisah Narin dan Eric disini sampai tuntas !!!
Jangan lupa like, komen dan subscribe
Terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
Denada Novidaria
cantik kan,bru sadar yaa ric klau narin itu cantik /Shame/
2024-06-28
0
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
wess ceburin aja si Brenda ke laut.../Smirk/
2024-06-26
1
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
liar bingits tuh jalan..../Smirk/
2024-06-26
0