Di sebuah kamar yang sangat luas nampak seorang gadis yang masih tertidur pulas dibalik selimutnya. Tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu yang membuat sang empu terbangun dari tidurnya.
Tok... tok... tok...
"Ceklek" Narin membuka pintu kamarnya dan ternyata mamanya lah yang mengetuk pintu kamarnya tadi
"Sayang ayo kamu siap siap donk sebentar lagi ada penata rias yang akan datang kesini untuk merias kamu." jelas sang mama
"Iya ma" kata Narin sambil duduk disamping tempat tidur
"Kamu ingatkan hari ini adalah hari pernikahanmu dan harusnya kamu bahagia dong bukan malah cemberut gini" kata sang mama yang sedang menasihati anaknya
"Iya ma, aku cuma grogi aja dan gak nyangka sebentar lagi aku akan ninggalin mama sama papa." ucap ku dengan sedih
"Sayang dengerin mama, yang namanya anak perempuan itu pasti suatu saat akan meninggalkan kedua orang tuanya karena dimana nanti dia setelah menikah akan ikut bersama suaminya." jelas sang mama
"Tapi ma aku...." Narin tampak sudah meneteskan air matanya hingga dia tak mampu melanjutkan perkataannya lagi,segera mungkin mamanya memeluknya dengan erat mencoba untuk menenangkan anaknya
"Sudah sayang kamu jangan sedih lagi, meski kamu sudah tidak ada dirumah ini lagi tapi tetap rumah ini akan terbuka lebar buat kamu sayang." jelas sang mama sambil memeluk anaknya
Saat mereka berpelukan tiba tiba terdengar bunyi ketukan dari luar
Tok... tok... tok...
Narin membuka pintu, tampak dua orang berdiri di hadapannya. Mungkin ini penata rias yang mama maksud.
"Pagi mbak, kami penata rias yang akan membantu merias mbak Narin." ucap sang penata rias dengan sopan
"Silahkan masuk dan tunggu sebentar yaa"
"Narin mama keluar sebentar yaa mau mengecek persiapan lainnya." kata mama sambil melangkah keluar pintu kamar
Didalam kamar mandi, Narin menangis karena sebentar lagi dia akan menjadi istri dari Eric. orang yang sama sekali tidak mencintainya bahkan dia pun orang yang dibenci oleh Eric. Bagaimana rumah tanggaku nanti jika tak ada cinta sama sekali dihati Eric, Namun aku tak mungkin untuk membatalkannya.
Setengah jam kemudian, akhirnya Narin pun keluar. Dan duduk di meja riasnya, penata rias pun akhirnya mendandani Narin secantik mungkin.
Setelah semuanya selesai, akhirnya mereka membantu Narin untuk memakaikan baju pengantinnya. sebuah kebaya putih yang sangat panjang dan terlihat sangat cantik dan begitu pas membalut tubuh Narin yang cantik.
Kebaya itu yang dipilih oleh Eric saat fitting baju kemarin.
Namun sesaat dia teringat bahwa tidak mungkin Eric bisa membuka hatinya untuk dia karena Eric sangat mencintai Brenda, pikir Narin.
"Cantik" ucap salah satu penata rias setelah dia selesai memakaikan mutiara kecil diatas kepala Narin
"Suami mbak beruntung sekali, bisa memiliki istri secantik mbak Narin. mbak sudah seperti bidadari, beneran mbk baru pertama kali ini saya merias pengantin. mbak Narin lah yang paling cantik, Alami tanpa banyak polesan." ucap penata rias
Narin hanya tersenyum kecut mendengarnya.
"Terima kasih mbak" ucap Narin
"Kami pergi dulu ya mbk" ucap salah satu penata rias
Beberapa menit kemudian, mamanya muncul.
"Waaah anak mama cantik sekali ini." ucap mama
"Ayo sayang sudah waktunya kita berangkat."
Narin dan mamanya keluar bersama, dan kini mereka berdua berada di dalam mobil menuju gedung pernikahan.
Disebuah gedung yang mewah sudah banyak para tamu undangan yang telah hadir di acara pernikahan Eric dan Narin.
Narin sudah bersiap siap diruang pengantin yang telah disiapkan untuknya. Menunggu acara ijab kabul dimulai.
"Sah... Sah..." suara penghulu dan para undangan yang hadir terdengar hingga ke ruang pengantin. Aku hanya bisa menangis, air mata ini sangat sulit untuk ku bendung.
Aku berjalan turun dibantu oleh mama, mama terus menggenggam erat tanganku dan menguatkan aku.
Aku terus melangkah hingga berada di depan penghulu, aku duduk di sebelah Eric. tapi aku tidak memandang wajahnya, aku hanya tertunduk.
Eric memasangkan cincin pernikahan di jari manisku, begitu sebaliknya. Kini tiba waktunya aku mencium tangannya untuk yang pertama kali, aku mencium tangan imamku.
Eric ingin mencium keningku, aku menunduk hingga dia hanya mencium pucuk kepalaku.
Setelah acara ijab kabul selesai,Eric dan Narin melakukan foto bersama.
Banyak para tamu undangan yang mengucapkan selamat pada kedua mempelai, termasuk Reno sang Asisten Pribadinya.
"Selamat ya tuan muda,nona muda." ucap Reno
"Hmmm" jawab Eric
"Terima kasih Reno" ucap Narin sambil tersenyum
Setengah jam kemudian para tamu undangan sudah mulai pulang, begitu juga dengan Eric dan Narin yang sudah mulai gerah karena sudah 2 jam lebih mereka berdiri diatas pelaminan. Lalu Eric ijin kepada kedua orang tuanya dan mertuanya untuk membawa Narin pulang ke rumah yang sudah di belinya sebulan sebelum mereka menikah.
"Ma pa Eric duluan yaa" kata Eric sambil mencium tangan kedua orang tuanya dan dibalas dengan anggukan oleh mama papanya
"Eric papa minta tolong kamu jaga Narin yaa selama dia berada disamping kamu, karena dia anak papa satu satunya." ucap papa Narin dengan memohon pada Eric
"Baik pa" jawab Eric singkat langsung bergegas masuk ke mobil
Namun disisi lain Narin masih berada di luar memeluk mamanya karena mulai hari ini dia akan tinggal dengan Eric suaminya.
"Narin jadilah istri yang baik buat suami kamu, dan jangan pernah kamu membantah setiap ucapannya." ucap mama sambil memeluk anaknya
"Sayang mama yakin kamu bisa meluluhkan hati Eric dan dia pasti akan mencintai kamu cepat atau lambat, pesan mama kamu harus tetap ada disisinya suka maupun duka." ucap mama Eric
"Iya ma, Narin berangkat dulu yaa."
Beberapa jam kemudian mereka berdua sudah sampai di sebuah rumah yang besar, dengan dinding yang bercat putih, pagar menjulang tinggi berwarna putih, memberi kesan yang sangat mewah.
Eric pun turun tanpa menghiraukan Narin yang sudah menjadi istrinya beberapa jam yang lalu, saat mereka masuk kedalam semua pelayan menyambutnya.
"Selamat datang tuan dan nona" ucapan salah satu pelayan tersebut dengan sopan
"Hmmm" kata Eric
"Tolong kalian antar perempuan ini ke atas kamar tamu, dan ingat disini dia sama seperti kalian hanya sebagai pelayan bukan nyonya." jelas Eric dengan tegasnya membuat mereka yang mendengarnya ketakutan
Sungguh perkataan Eric membuat hati Narin sakit karna dia sama sekali tidak menganggapnya sebagai istri melainkan pembantu.
"Mari non, bibi antar non Narin ke kamar" ucap pelayan
Tepat didepan kamar, Narin langsung masuk dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket dan gerah.
setengah jam kemudian narin keluar dari kamar mandi dan mengambil beberapa stel piama yang akan dia pakai. setelah itu dia merebahkan badannya di kasur hingga akhirnya dia tertidur pulas hingga malam pun tiba.
Jangan lupa like, komen dan subscribenya
Terima kasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
kasihan Narin.../Whimper//Whimper/
2024-06-26
1
🔵꧁ঔৣ⃝𝐊ꪶꪖ𝘳ꪖ❦꧂
terlalu kamu Eric..../Scream//Scream/
2024-06-26
1
mama Al
awal pernikahan yang tidak bahagia
2024-06-24
0