Bab 18

Sampailah Ayla di Apartement Rakha. Rumah yang tak begitu besar namun terlihat estetik. Amira turun dari mobil dan tak lupa Rakha membawakan barang-barang miliknya dan milik Ayla.

"Ayok masuk." Ajak Rakha dan mengambil kunci rumah. Ayla membuntutinya dari belakang sambil memandangi sekeliling rumah. Dihalaman depan terdapat taman serta kolam ikan.

"Lumayan bagus!" batin Ayla.

Ayla masuk ke dalam dan melihat setiap sudut ruangan,tak hanya bersih dia pun pandai memilih desain dan semuanya sangat indah dipandang.

"Saya akan tunjukkan kamar kamu." Ucap Rakha menuju lantai 2.

"Jadi kita akan tidur barengan?"tanya Ayla dengan wajah polosnya.

"Yah...semestinya kalau suami istri begitu,tapi saya tidak akan memaksa kamu untuk tidur bersama saya sampai kamu siap lahir bathin dengan saya." jawab Rakha.

"Saya bukannya gak mau tapi belum... "

"Ya saya mengerti." Ucap Rakha denga memotong pembicaraan Ayla.

"Satu lagi, saya gak mau dipanggil bapak kalau sedang diluar kampus, memang saya setua itu? "

"Kan emang bapak umurnya lebih tua dari saya." Ujar Ayla sambil menaikkan alisnya sebelah.

"Kalau kamu berkata seperti itu lagi, saya akan hukum kamu! "

"Hmm... mentang-mentang dosen, bisa seenaknya aja hukum orang! " Protes Ayla yang pusing dengan sikap Rakha.

"Hukuman dirumah sama disekolah berbeda Ayla, kamu ingin merasakan hukuman itu? " sambil mendekati Ayla dan posisi mereka begitu dekat sampai hembusan nafas Rakha bisa Ayla rasakan.

"Jangan macam-macam, kalau bapak sampai ngapa-ngapain saya,gak segan-segan saya akan berteriak! " panik Ayla.

Melihat ekspresi Ayla yang ketakutan karena sudah berpikiran yang macam-macam, Rakha pun menertawakannya setelah itu menjauhkan dirinya dari Ayla.

Ayla pun mengusir Rakha karena dirinya merasa malu sekali. Jangan ditanya bagaimana wajahnya sekarang, bak seperti kepiting rebus yang sudah matang. Setelah Rakha pergi dari kamarnya, ia segera mengunci pintu kamar tersebut sebelum Rakha kembali lagi. Jantungnya benar-benar seperti sedang lari maraton.

"Dasar dosen sialan! bisa-bisanya dia ngerjain gue! gue bakal bales lagi nanti, awas aja!! "Umpat Ayla.

Malam ini Rakha sibuk memasak di dapur, karena setelah menikah dia gak mau mengandalkan ART dirumahnya. Dia akan mandiri walaupun nanti akan agak repot karena Ayla anak yang manja dan serba dilayani oleh pelayan dirumahnya.

Ayla yang mendengar suara yang saling bersautan dari arah dapur pun keluar dan melihat ke sumber suara. Terlihat disana ada Rakha yang sibuk memasak dan Ayla pun menghampirinya.

"Lagi masak apa? " tanya Ayla basa-basi.

"Ini, saya ingin membuat nasi goreng,kamu ingin coba? "Ucap Rakha karena masakannya sudah matang dan sebentar lagi akan siap dihidangkan.

"Boleh... "jawab Ayla. Dia pun mencicipi masakan Rakha dan baru saja di memakan satu suapan sudah suka dengan rasanya.

"Bagaimana rasanya? " tanya Rakha.

"Enak, pass banget Dimulut. "

"Alhamdulillah... saya gak gagal belajar memasak selama ini." ujar Rakha.

"Oh ya, By the Way ART nya kemana? kok pertama kali saya kesini gak ada siapapun disini. " tanya Ayla.

"Saya sengaja gak mempekerjakan ART supaya nanti kamu bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga kita."

"Haah? Berarti bapak menikahi saya agar saya jadi pembantu dirumah ini? "

"Bukan begitu Ayla, dengarkan saya dulu.. "

"Stop ya, sebelum saya jadi babu dirumah ini mending saya balik lagi kerumah orangtua saya sekarang! " Ayla pun pergi meninggalkan Rakha menuju kamarnya.

Rakha yang berniat baik pun malah menerima kesaah pahaman ini lalu mengejar Ayla. Ternyata Ayla sudah siap-siap membawa tas dan kopernya untuk pergi.

"Ayla, tunggu dulu! jangan bersikap kekanak-kanakan gini! Saya bisa jelaskan semuanya. " Ujar Rakha yang menghalangi jalan Ayla.

"Saya gak perlu mendengarkan apa-apa lagi dari bapak, selama 18 tahun saya dibesarkan oleh orangtua saya dengan penuh cinta dan kasih sayang, bukannya disuruh untuk jadi pelayan! " Ucap Ayla yang mengeluarkan semua isi hatinya.

"Ya, saya tahu. kamu gak pernah sekalipun menyentuh pekerjaan rumah, tapi saya tidak akan memaksa kamu untuk melakukan semua ini. saya harap suatu saat kamu bisa sedikit demi sedikit melakukan hal itu untuk keluarga kecil kita. "

"Keluarga? lagian siapa yang ingin menjalankan pernikahan ini! saya awalnya menolak karena saya tidak ingin menikah dengan orang yang tidak saya cintai. kalau bapak ingin mempertahankan rumah tangga ini silahkan! tapi saya ingin ART untuk membantu keperluan saya, kalau bapak gak bisa mengabulkan permintaan saya, lebih baik saya kembali ke rumah orangtua saya saja! "

Tanpa berfikir panjang, Rakha langsung menyetujuinya walaupun dia berprinsip tak akan memperkerjakan ART di dalam rumah tangganya.

"Baiklah, saya setuju. lain kali kamu jangan seperti ini lagi. kalau ada masalah kita bisa dibicarakan baik-baik ya. " Ucap Rakha meluluhkan hati Ayla.

Ayla pun tak jadi pergi dan kembali membawa barang-barangnya ke kamar. Untung saja Rakha orangnya penyabar, kalau sama-sama keras kepala sudah dipastikan baru 3 hari pernikahannya sudah kacau.

Rakha pun menghidangkan makanan yang dia masak di meja makan. Setelah itu dia naik menuju kamar Ayla dan memanggilkannya untuk makan bersama.

Tok.. Tok...

"Ayla ayok makan dulu, saya gak mau kamu sakit nanti."

"Ya! nanti saya makan! "ucap Ayla yang menjawab dari dalam kamar.

"Saya ingin makan bersama kamu, apa kamu masih marah sama saya? "tanya Rakha.

Ayla pun membukakan pintu kamarnya dan menemui Rakha.

"Ribet amat sih, kalau mau makan ya makan aja, ngapain nunggu orang! saya sedang gak mood, kalau saya laper nanti saya akan makan sendiri. " Ucap Ayla dengan muka kesalnya.

"Tak baik jika mendiamkan makanan terlalu lama, mumpung masih hangat kita makan sama-sama. " Ujar Rakha yang berusaha membujuk Ayla.

"Iya, saya makan." jawab Ayla singkat.

Mereka pun turun ke bawah bersama menuju meja makan. Rakha menyiapkan kursi untuk Ayla. Mereka pun makan tanpa ada komunikasi apapun. Rakha hanya bisa bersabar menghadapi istri kecilnya. semoga dia bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Ayla pun makan dengan lahapnya yang membuat Rakha senang melihatnya. Dia akan berusaha keras agar nanti istri kecilnya bisa mencintainya dengan tulus.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!