Bab 10

Ayla tipikal orang yang kalau ada apa-apa selalu curhat sama orang terdekat,ya Nindi adalah sahabat Ayla sejak kelas 10. Ayla selalu bercerita apa saja baik itu soal Riko,keluarganya,ataupun cerita yang kurang berfaedah. Tetapi kali ini dia lebih baik merahasiakan soal pernikahannya dengan Rakha karena dia gak mau satu orang pun tahu tentang pernikahan mereka.

Keesokan harinya dikantin sekolah,seperti biasa Ayla dan Nindi duduk dibangku kantin. Mereka memesan 2 mangkok bakso dan es teh manis.

"Ay,makin hari Pak Rakha semakin bertambah ya aura ketampanannya." Celetuk Nindi sambil menuangkan saos kedalam mangkok baksonya.

"Mungkin dia perawatan kali...!" Ujar Ayla karena gak mau tahu tentang Rakha.

"Suer dehh kali ini raut mukanya gak terlalu datar kaya pertama kali masuk ngajar kita. Jangan- jangan dia mau nikah ya?!" Ucap Nindi.

"Uhuk..Uhuk.." Ayla pun tersedak setelah mendengar Nindi membicarakan hal itu.

"Ishh Ayla...kalau makan itu pelan-pelan.kan jadi tersedak!"

"Jangan-jangan lho patah hati ya,gara-gara dia mau nikah Hayoo..." ejek Nindi.

"Ya enggak lah! lagian mau dia nikah,tunangan itu bukan urusan gue!" Ucap Ayla. Sebenarnya kalau Nindi tahu dia yang akan jadi calon istrinya Rakha pasti akan syok dan gak percaya.

"Kalau lho tahu yang Pak Rakha nikahin adalah gue,lho pasti syok dengernya Nin..tapi belum saatnya gue cerita ini sama lho." Batin Ayla.

"Eh kenapa sih lho,jadi bengong gitu?"tanya Nindi.

"Gak papa,cuma gue penasaran aja siapa yang jadi calon istrinya ya hahaa...pasti cantik banget,seakan kan pak Rakha juga ganteng." Kata Ayla sambil senyam-senyum dia sengaja mengalihkan perhatian Nindi.

"Akhirnya..lho ngaku juga kalau Pak Rakha ganteng Cie..." Ejek Nindi.

"Apaan sih,lebay banget sih lho!"jawab Ayla.

"Tenang Ayla, masih banyak cowok diluar sana yang gantengnya melebihi Pak Rakha."

Tak sangka yang diomongin mereka dari tadi sedang memperhatikan keduanya. Dan Rakha melewati mereka karena ingin memesan sesuatu pada pedagang dikantin.

"Hmm..! "

"Eh bapak.." Kata Nindi dengan watados ( wajah tampa dosa).

"Aduhh ..gimana ini Ay, pasti tadi dia denger kalau kita lagi ngegosipin dia!" Ujar Nindi sambil berbicara pelan pada Ayla.

"Nah lho...siap-siap aja lho dihukum sama dia." Jawab Ayla sambil senyam-senyum melihat ekspresi temannya yang ketangkap basah.

"Ayla..nanti keruangan saya dan bawa Absen kelas ya!" Ucap Rakha.

"Ditemenin Nindi ya pak!"tawar Ayla karena dia tahu sebenarnya dia dipanggil ke ruangannya bukan untuk disuruh mengambil absen saja.

"Kamu gak hafal jalannya, Sampai-sampai minta diantar teman kamu?"

"Bukan begitu pak,saya cuma..."

"Cukup..kalau saya suruh kamu ya kamu sendiri." Ujar Rakha dengan ekspresi datarnya.

"Baru aja gue muji dia tadi,udah keluar nih sifat aslinya!" batinnya berbicara.

"Iya pak." jawab Ayla singkat.

Setelah Mereka selesai makan bakso, mereka langsung pergi menjauh dari kantin agar tidak menambah masalah lagi dengan Rakha.

"Tuhh kan pasti deh kalau kita nongkrong agak lama muncul deh Guru rese itu, mana gue disuruh keruangnnya lagi!" Kata Ayla sambil meluapkan kekesalaannya.

"Yang sabar Ay,, hari ini lho gak beruntung."jawab Nindi.

"Ini semua gara-gara lho tadi ngomongin dia terlalu kenceng kan jadinya gini kan gue jadi sasarannya."ngambek Ayla.

"Ishh Ayla .. Jangan gitu dong...gue kan gak sendiri ngomonginnya lho juga ikutan nimbrung." jawab Nindi dengan senjata andalannya yaitu memasang muka imutnya didepan Ayla.

Bel masuk pun berbunyi.Ayla dan Nindi segera masuk keruang kelas karena hari ini ada bagian pelajaran Matematika oleh pak Ratwa.

"Aduh,bagaimana ini gue minta izin ke Pak Ratwa? Mana dia gak gampang orang kibulin lagi!" ucap Ayla.

"Ya lho coba aja izin baik-baik,lho disuruh pak Rakha gitu aja!" Ujar Nindi yang memberi masukan.

"Bismillah aja,semoga diizinin.kalau pun enggak gue gak akan pergi keruangan pak Rakha kan? Hahha.."

Ayla pun berdiri dan meminta izin kepada guru Matematika untuk pergi keruang pak Rakha karena disuruh olehnya.

"Ya,silahkan. Tapi jangan lama-lama karena pelajaran ini sangat penting untuk membantu saat ujian nanti." Ujar pak Ratwa.

Para siswi pun iri dengan Ayla karena mendapat panggilan untuk keruangan pak Rakha,sementara mereka belum pernah dipanggil kaya Ayla.

"Dasar sok cantik! Pasti Pak Rakha itu dipelet makanya dia jadi deket sama Pak Rakha!" Ucap salah satu murid bernama Laras.

Sejak pertama bertemu dengan guru barunya Laras langsung jatuh cinta dan klepek-klepek dengan Rakha. Dan siapa pun yang mendekati Rakha akan berurusan dengannya.

Ayla pun membawa Absenan yang disuruh oleh Rakha. Dia pun agak gugup karena seumur-umur dia gak pernah masuk ruang guru dari kelas 10. Dan kali ini dia melangkah agak lama supaya nanti diruangan Rakha sebentar.

"Ah..gue lama-lamain jalannya,biar nanti diruangannya sebentar karena sekarang bagian Pak Ratwa." Ide cemerlangnya tiba-tiba keluar.

Akhirnya dia sampai didepan ruangan Guru dan ada papan yang bertuliskan nama Rakha Samudra. Dia pun langsung mengetuk pintu dan membuka sedikit pintu itu.

Betapa terkejutnya dia mendapati Rakha sedang berduaan bersama salah seorang Guru wanita di dalam.

Ayla pun tak jadi masuk karena pemandangan yang tak indah ini harus ia lihat.

"Ayla.." Ucap Rakha

Ayla pun karena sudah dilihat oleh Rakha akhirnya memberanikan diri masuk ke dalam dan memberikan absenan yang Rakha minta padanya.

"Maaf pak,kalau saya mengganggu waktu bapak,ini Absenan yang bapak minta tadi. Saya permisi dulu."

"Tunggu Ayla..saya ingin berbicara pada kamu." Ucap Rakha.

Guru wanita yang bernama Zoya pun langsung pergi dari ruangan Rakha. Misinya untuk mendekati Rakha akhirnya gagal gara-gara ada Ayla datang.

"Maaf pak,tapi saya diminta pak Ratwa untuk tak lama mengantarkan ini." Ucap Ayla yang entah kenapa hatinya jadi sakit melihat moment yang tadi dia lihat.

"Tunggu Ayla,ini semua gak seperti yang kamu lihat." ucap Rakha dengan memberi penjelasan.

"Maaf ya pak,maksud bapak apa? " Ayla pun pura-pura tak tahu .

Setelah Bu zoya benar-benar pergi,Rakha langsung menutup pintu dan menguncinya.

"Ayla,kamu tadi berfikir saya bersama bu Zoya sedang macam-macam. Padahal tadi dia memberitahu saya karena ada noda makanan di baju saya dan dia membantu membersihkannya."

"Terus penting bagi saya tahu pak?" kata Ayla.

"Kamu cemburu karena tadi saya bersama bu Zoya?"tanya Rakha.

"Enggak..lagian mau bapak berduaan dan berbuat yang aneh-aneh saya tidak cemburu itu urusan bapak kan? Saya tak berhak tahu!"Ucap Ayla.

"Saya permisi pak,karena pasti sudah ditunggu oleh Pak Ratwa dikelas."

Ayla pun berbalik ingin meninggalkan ruangan tersebut. Tetapi ketika dia akan membuka pintu langsung dicegah oleh Rakha.

"Kamu berbohong,saya tahu kamu cemburu tadi.mulut kamu bisa berbohong Ayla tapi mata kamu tidak." Ucap Rakha lalu mendorong Ayla ke pintu. Mata mereka saling memandang satu sama lain bahkan hembusan nafas Rakha bisa Ayla rasakan.

Ayla pun mendorong Rakha dan menjauhkan diri darinya.

"Pak..kali ini bapak sudah kelewatan! Tidak seharusnya bapak seperti itu sama saya tadi!"

Ayla pun marah dengan Rakha karena dirinya hampir saja melewati batas. Rakha pun menyesali perbuatannya karena tidak bisa mengontrol emosi dan nafsunya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!