Ayla pun langsung pergi ke kamar mandi hanya menggosok gigi dan cuci muka. Dia tahu bahwa pasti ia akan kesiangan kalau mandi dulu. Setelah itu dia memakai baju seragam dan berhias dengan sat set yang penting jangan lupa memakai parfum karena orang gak akan tahu dia mandi atau enggak ke sekolah.
Ayla pun turun menuju ruang makan dan meminum segelas susu dan roti bakar seperti biasa setelah itu berangkat ke sekolah dengan diantar supir pribadinya. Orangtuanya sudah biasa dengan kelakuan anaknya yang setiap hari tidak berpamitan dengan mereka.
Sesampainya disekolah,ia buru-buru menuju ruang kelas karena dia gak mau sampai cari masalah lagi dengan guru. Kalau saja papanya gak mengancam dia dengan mencabut semua fasilitas miliknya,mungkin buat apa dia ke sekolah yang setiap hari hanya bikin bosan. Dia harus bisa menjaga sikap agar papanya bisa percaya bahwa dia beneran berubah.
Untung saja kelas belum dimulai, pas sekali ketika Ayla duduk langsung ada guru yang masuk. Dan sepertinya guru tersebut bersama orang asing dengan memakai kemeja warna biru dan celana yang senada. Para siswi pun dibuat histeris karena ketampanan pria itu bak seperti aktor thailand yang keren.
"Selamat pagi anak-anak!" Sapa Bu Sarah
"Selamat pagi bu...." jawab para siswa serentak.
"Hari ini ibu bersama guru baru,dia akan menggantikan Bu Meta sebagai guru pelajaran Olahraga. Dikarenakan bu Meta akan resign karena dipindahkan keluar kota,maka sementara ini kalian akan belajar bersama Pak Rakha.
"Silahkan Pak Rakha perkenalkan diri anda."Seru bu Sarah.
"Terima kasih bu."jawab Rakha.
"Selamat pagi semuanya...perkenalkan nama saya Rakha Samudra Wijaya. Saya disini akan mengajar pelajaran olahraga. Apa ada yang ingin ditanyakan?" Ucap Rakha
"Pak saya ingin bertanya!" kata siswi yang duduk di belakang Ayla.
"Iya boleh." jawab Rakha singkat.
"Bapa sudah menikah belum?atau masih single?" tanya salah seorang siswi.
"Huhhhhh......!" sorak para Siswa
"Cukup...cukup...jangan berisik!"kata bu Sarah
"Saya masih single,tapi sudah punya calon istri." Jawab Rakha datar tetapi tak akan membuat ketampanannya berkurang.
"Yahh....gagal dong!" jawab siswi tersebut.
"Kasian deh lho!!" Timpal Brian meledek.
Semua para siswi dibuat patah hati,karena mereka tak akan bisa mendekati Guru kerennya itu. Terkecuali berbeda dengan Ayla,dia bersikap biasa saja dan sangat acuh tak sedikitpun ada rasa kagum dimatanya.
"Baiklah kalau begitu pak Rakha, saya permisi dulu. Silahkan anda bisa mulai mengajar hari ini. Oh iya,untuk jadwal hari ini anda mengajar dikelas XII Mipa 1. Jadi kalian semua bisa berganti baju olahraga sekarang." kata bu Sarah.
"Iya bu...." jawab para siswa serentak.
Setelah bu Sarah pergi, Rakha pun duduk dikursi guru yang sudah disediakan.dan mengambil absen.
"Baiklah,saya kasih waktu kalian untuk berganti baju 3 menit. Yang lebih dari 3 menit akan saya hukum!" ucap Rakha.
"Yahh pa...gak bisa gitu dong...masa cuma sebentar sih,kan bapak tahu cewek ganti bajunya lama." protes Kinan yang mewakili semua siswi.
" Yang protes silahkan keluar!" tegas Rakha.
"Ih...guru macam apa ini? Tampan sih iya tapi lebih killer dari pak Ratwa!" gerutu siswi yang lain.
"Cepat ! Saya hitung sampai 3, kalau ada yang masih mengobrol saya akan keluarkan dari mapel saya. Satu....
Semua anak-anak bergegas membawa kaos olahraga dan keluar untuk mengganti pakaian. Tapi berbeda dengan Ayla yang tidak merasa takut sedikit pun hanya dia yang bersantai tidak seperti teman-temannya.
"Ayla cepet,waktu kita gak banyak!" Ucap Nindi yang malah greget melihat temannya gak sat set.
"Apaan sih,biasa aja kali,,gak usah cepet-cepet." jawab Ayla.
Ayla punya trik biar mengganti baju dengan cepat. Ia pergi keluar dan menyuruh nindi untuk menghalanginya. Mumpung teman-temannya sedang berganti baju diruang ganti,ia langsung membuka seragam hanya dihalangi oleh Nindi.
"Gila lho ya! Kalau ada orang yang tahu mampus lho malunya sampai ubun - ubun!" ucap Nindi.
"Berisik lho,ini tuh cara yang cepet biar gak desak-desakan sama ciwi-ciwi...tuh kan langsung beres tanpa harus jalan ke ruang ganti." Kata Ayla dengan entengnya.
"Nih sekarang lho,cepet gue bakal halangin lho dari depan. Mumpung gak ada orang yang liat." ujar Ayla.
"Awas ya,kalau nanti ada orang lain lewat pas gue buka baju!" kata Nindi.
"Makanya,jngan banyak ngomong...otak itu dipake bukan ditinggal di dengkul!" timpal Ayla yang meledek Nindi.
"Ih...makan apa sih lho,kalau debat selalu aja pengen menang?" kata Nindi sebari mengganti pakaiannya.
"Bukan soal makan apa,tapi emang otak gue udah pinter dari lahir, hanya aja gue males soal pelajaran haha..."
Selesai mereka mengganti baju, lalu mereka masuk ke kelas untuk menunggu yang lain.
"Sudah selesai?mana yang lain?" tanya Rakha karena mereka berdua paling cepat dari yang lain.
"Itu pak, mereka masih diruang ganti."jawab Nindi.
Sementara Ayla hanya sibuk dengan dirinya sendiri tak menggubris pertanyaan Rakha.
"Biasakan kalau sedang ada guru perhatikan,bukan malah asik sendiri." Ucap Rakha yang memperhatikan sikap Ayla.
"Iya pak.."jawab Ayla singkat.
Setelah semuanya kembali dari ruang ganti lalu mereka disuruh duduk oleh Rakha.
"Saya akan mengabsen kalian dulu,yang saya sebutkan nanya silahkan mengacungkan tangan."
"Adinda khanza ..."
"Hadir pak..."
"Arsen prayoga"
"Hadir pak."
"Ayla Anindhita"
Ayla pun berdiri dan mengacungkan tangan.
"Ohh,,jadi dia orangnya." Ucap Rakha dalam hati.
"Brian domani."
"Hadir pak..".
-
-
-
Dst...
Setelah selesai diabsen,mereka semua kumpul dilapangan hari ini Rakha akan memulai mengajar dengan bermain bola volly.
"Sebelum memulai pelajaran kali ini,mari kita pemanasan terlebih dahulu agara otot-otot kalian tidak akan kaku dan mengalami cedera." Ucap Rakha.
Semua murid pun mengikuti pemanasan yang dipimpin oleh Rakha, ada yang terkagum - kagum karena ketampanannya,ada juga yang ngerumpi gak jelas karena terlalu banyak aturan.
"Saya akan membagi kelompok menjadi 2 bagian terdiri dari 7 orang pemain inti dan 3 orang pemain cadangan. Sebelum memulai latihan,apakah ada yang sakit?kalau ada silahkan acungkan tangan dan memisahkan diri. Karena saya tidak mau pas nanti dimulai sampai ada yang pingsan. Ayok silahkan!" kata Rakha.
"Hmmm gimana kalau gue pura-pura sakit aja,males kalau ikut olahraga sama dia." kata Ayla yang ngedumel dalam hati.
"Pak...Saya izin gak ikut ." Seru Ayla.
Semua orang menatap Ayla dan memperhatikannya.
"Kenapa? kamu sakit ?." tanya Rakha sambil menghampiri Ayla.
"Iya pak ...tiba-tiba saja saya sakit perut dan pusing." jawab Ayla yang pura-pura memelaskan wajahnya demi bisa dipercaya.
Rakha pun memegang kening Ayla dan memastikan bahwa dia benar-benar sakit atau enggak.
Sementara para ciwi dibuat baper oleh kelakuan Rakha seperti sedang menonton film drakor romatis.
"Ihh bapak...kenapa megang-megang saya sih!" ucap Ayla dengan nada tinggi.
"Lihat?mana ada yang sakit bisa marah seperti ini?ini cuma akal-akalan kamu aja,saya gak akan bisa kamu bohongi gadis nakal!" senyum Rakha yang sinis membuat Ayla menjadi bahan omongan yang lain.
"Huhh....Ayla hari ini lho gak beruntung!salah sasaran sih pengen ngelabui yang cerdik dari lho....kena batunya kan? Haha..haa..." seru Adinda dengan renyahnya menertawakan Ayla.
"Diem lho!"Decak Ayla emosi.
"Sudah...kalau ada yang ribut lebih baik jangan ikut pelajaran saya." kata Rakha menengahi.
"Sabar Ay..jangan marah ok..!"ucap Nindi menenangkan sahabatnya.
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments