Ayla pun duduk kembali di tempat duduknya. Dewi ayu khawatir kepada anaknya karena dia melihat mata anaknya merah seperti habis menangis.
"Ayla,kamu gak papa?" tanya Dewi Ayu.
"Gak papa ma...." jawabnya singkat.
"Aku ingin mengatakan hal ini kepada kalian semua,bahwa aku setuju dengan perjodohan ini." Ujar Ayla yang membuat orang langsung kaget mendengar hal baik itu.
"Alhamdulillah...akhirnya kamu setuju Nak!" Ucap Prasetyo dengan bahagia.
"Ini pasti gara-gara Nak Rakha yang membuat Ayla setuju. Memang ya kalau sudah ada pawangnya semua akan lancar." kata Prasetyo lagi.
"Enggak om,saya gak berkata apa-apa pada Ayla,mungkin memang Ayla sudah Dewasa dalam menyikapi masalah perjodohan ini." Ucap Rakha.
"Hmm...so bijak banget sih ngomong begitu didepan papa!"bathin Ayla.
"Kalau begitu,kita atur saja tanggal pernikahan yang baik untuk mereka." Seru Baskara.
"Hah...kok cepat sekali om?" tanya Ayla.
"Iya,lebih cepat akan lebih baik sayang...nanti resepsinya kita adakan setelah kamu lulus SMA." timpal Anita.
"OMG...gue gak sanggup kalau harus serumah sama dia." batin Ayla yang mulai membayangkannya saja dia tak sanggup.
"Saya sudah mengatur hari yang baik untuk pernikahan mereka. Bagaimana kalau minggu depan hari Kamis tanggal 14 Maret 2024." Ujar Prasetyo.
"Papa..itu terlalu cepat buat Ayla.." protesnya.
"Kalau Ayla belum siap, jangan dipaksakan om,saya tak bisa melihat orang yang dekat dengan saya sampai terpaksa." Ucap Rakha.
"Iya Mas..terlalu cepat,kasihan Ayla." seru Dewi Ayu.
"Untuk persiapan,bagiamana kalau pernikahan ini kita adakan 2 minggu lagi?." Ujar Anita.
"Bagaimana Ayla siap?" tanya Anita.
"Percuma gue protes,toh akhirnya pernikahan itu akan terjadi." Ucap Ayla dalam hati.
"Iya siap tante." jawab Ayla.
Mereka pun bahagia mendengar persetujuan dari Ayla. Setelah itu mereka melanjutkan makan malam bersama sembari berbincang-bincang tentang persiapan pernikahan. Ayla hanya terdiam menyaksikan 2 keluarga yang akan bersatu nanti. Gak terbayang bagaimana nasib Ayla setelah menikah nanti.
Setelah Acara Makan malam selesai,keluarga Baskara pun pulang. keluarga prasetyo pun mengantar mereka sampai kedepan rumah. Setelah mobil yang dinaiki Rakha dan keluarga pergi, Ayla langsung pergi ke kamar dan mengunci pintu.
Orangtua Ayla pun sangat khawatir dengan perasaannya. Pasalnya Ayla baru berumur 18 tahun dan belum seharusnya dia menikah. Dewi Ayu pun berbicara kepada suaminya.
" Mas..kenapa kamu gak ngomong sama aku dulu soal perjodohan ini?"
"Buat apa aku ngomong sama kamu,kamu juga telah Berkhianat dibelakangku! Nanti setelah Ayla menikah.kita urus surat perceraian kita!" Jawab prasetyo.
"Mas,apa aku sebenci itu sama aku? Setelah 25 tahun kita bersama kamu mencampakkan aku begitu saja karena aku membuat kesalahan." Ujar Dewi Ayu.
"Aku bisa memaafkan kamu,tapi untuk pengkhianatan yang kamu lakukan. Maafku sudah habis. Kita harus pura-pura baik di depan Ayla dan Salsa." Kata Prasetyo.
Oh ya readers Salsa itu kakaknya Ayla yang sudah menikah dan tinggal di Australia bersama suaminya.makanya dia jarang diceritakan disini.
Prasetyo pun meninggalkan istrinya dan sejak kemarin dia tidak tidur satu ranjang dengannya. karena itu,dia harus segera mencarikan pasangan untuk Ayla,agar Ayla tidak terlalu bersedih ketika kedua orangtuanya berpisah nanti.
Sebenarnya Prasetyo tidak seperti itu, dahulu meskipun istrinya kelayapan sampai tengah malam baru pulang dia bisa memaafkan kelakuannya,tetapi untuk kali ini kesalahannya sudah benar-benar fatal dan tak bisa dimaafkan. Sekalinya ia dikhianati dia tak akan pernah mau kembali lagi.
***
Karena hari ini hari minggu, Ayla sengaja bangun pagi karena semalam dia habis nonton drakor sampai subuh. Untung saja dia anak orang kaya jadi gak harus capek ngurus rumah dan semua keperluannya. Pelayan dirumahnya sangat banyak dan mau dia bangun sampai dzuhur pun tak ada yang memarahinya.
Tok...tok...
(Terdengar suara mengetuk pintu kamar )
"Ayla bangun!!" teriak seseorang yang memanggilnya terus menerus.
"Ih..apaan siii ganggu orang aja! Gak tahu apa gue ngantuk banget!" kesal Ayla.
"Kalau kamu gak bangun, semua ATM kamu papa blokir!" Ancamnya dengan suara meninggi.
Mendengar hal tersebut Ayla langsung bangun dan membukakan pintu kamarnya.
"Ihh papa,,gak liat apa Ayla masih ngantuk paa..lagian hari ini libur,Ayla mager paaa." rengek Ayla.
"Kamu itu anak cewek Ayla,harus bangun pagi,jangan malas-malasan! Papa sudah salah mendidik kamu dengan semua kemewahan ini. Lihat kamu sekarang jadi pemalas kan?" Omel Prasetyo.
"Aduhh pa...kan biasanya juga kayak gini. Mama gak pernah tuh marahin Ayla!" Jawab Ayla dengan raut wajah kesal.
"Itu karena dia gak perhatian sama kamu. Membiarkan anaknya semaunya sendiri." Ujar prasetyo.
"Sekarang Cepat kamu mandi habis itu makan karena hari ini kamu akan feeting baju bersama Rakha." Ucapnya lagi.
"Buru-buru amat sih paa...kan masih lama,lagian kenapa harus sama dia sih?"
" lebih cepat lebih baik Ayla,kalau kamu gak mau semua Card ATM kamu papa blokir!" ancam prasetyo.
"Ih papa bisanya ngancam Ayla terus!"
"Kamu pilih aja,mending nurut sama papa atau enggak. Semua ada ditangan kamu."
"Iya...iya... Ayla akan nurut sama papa." lebih baik dia rela nahan ngantuk daripada harus nahan jajan.
"Papa tunggu dibawah ya, jangan tidur lagi ingat!" Ujar Prasetyo.
"Iya papa...!" jawab Ayla.
Setelah itu dia langsung berjalan ke kamar mandi dan kurang lebih 30 menit dia keluar dengan mengenakan handuk yang dililit sampai dada. Ia memilih baju yang akan dikenakan hari ini. Outfit hari ini dia memilis celana jeans dan baju tunik belang-belang berwarna putih biru. Tak lupa ia juga memakai skincare agar mukanya fresh dan kelihatan kinclong.
Cukup 10 menit dia memakai skincare andalannya dan setelah itu dia mengeringkan rambutnya yang basah dengan hair drayer. tak lupa ia juga memakai vitamin rambut agar rambutnya berkilau dan wangi.
Setelah semuanya selesai,dia turun kebawah untuk sarapan bersama orangtuanya. Menu makan hari ini yaitu ayam balado dan sayur sop. Biasanya pagi-pagi dia hanya meminum segelas susu dan roti bakar saja kalau mau berangkat sekolah.
"Cantik sekali anak mama hari ini." puji Dewi Ayu.
"Gak usah memuji Ayla ma...kalau bukan karena kemauan papa, Ayla gak akan mau pagi-pagi begini mandi dan sarapan." Ucapnya dengan polos.
"Ini semua papa lakukan demi kebaikan kamu. Masa anak gadis jam seginu masih tidur? Gimana nanti kalau kamu sudah menikah?" Timpal Prasetyo.
"Tenang aja pa...kalau nanti itu urusan nanti,papa gak perlu cemasin Ayla." jawabnya.
"Cukup sudah! Kamu ini lama-lama bikin papa naik darah." Ucap Prasetyo.
Ayla pun tak bisa berkata apa-apa lagi melihat papanya marah. Kalau setiap hari diomeli oleh papanya itu sudah biasa,tapi kalau dibentak dia akan lebih sakit hati.
Readers ada yang sama gak? Kalau dibentak sama oragtua akan nyesek dan sakit hati? Kalau ada yang sama jangan lupa komen dibawah...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments