Bab 14

Yang pada kepo tentang visualnya Rakha, Author akan kasih tau ya..

 Bagaimana menurut kalian? Ganteng gak? Bisa komen dibawah ya...

Setelah selesai makan, Ayla pun beranjak pergi menuju kamarnya badannya terasa capek sekali hari ini. Meskipun tidak mengundang banyak tamu,tetapi banyak sanak saudara yang bersilaturrahmi sampai pukul 17.30 karena mereka sangat jarang bertemu karena sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Ayla langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur yang berukuran king bed. Ini cukup untuk 5 orang karena kasurnya lebar dan besar. Dia memainkan handphonenya dan setelah dilihat ada beberapa panggilan masuk dari Riko.

"Aduh,bagaimana ini? Riko nelpon terus lagi..apa gue angkat aja telponnya?!" Ayla pun panik takut ketahuan oleh Rakha dan rahasianya terbongkar dihadapan Riko kalau dia sudah menikah.

Ayla pun pergi menuju balkon dan menelpon balik secara sembunyi-sembunyi.

"Hallo Sayang..." sapa Ayla. (Dia menggunakan panggilan video call )

"Hallo..kamu kemana aja seharian gak ada kabar?aku telpon gak aktif-aktif." Ucap Riko.

"Ini...aku seharian ini sibuk karena sepupu aku ada yang nikah." Jawab Ayla pelan.

"Kok kamu nelponnya gak dikamar tumben ?" Karena Riko melihat latar belakang rumah Ayla berbeda seperti tidak didalam kamarnya.

"Iya,aku ada di balkon beb..gak tahu kenapa cuacanya gerah banget hari ini." Ucap Ayla.

"Ohhh gitu,,kamu jangan lupa makan dan jaga kesehatan ya sayang...aku gak mau kamu sakit." ujar Riko yang selalu perhatian terhadapnya. Itu yang membuat Ayla jatuh cinta sama Riko.

Lalu terdengar suara orang yang membukakan pintu kamar,ternyata itu adalah Rakha. Ayla pun takut ketahuan jika dia sedang menelpon Riko.

"Iya sayang,,aku akan jaga kesehatan kok tenang aja,yaudah aku tutup dulu telponnya ya, soalnya papa manggil aku." Ucap Ayla yang mulai merasa takut kalau Rakha tiba-tiba muncul dan dilihat oleh Riko.

"Ya udah..istirahat yang cukup ya! I love you honey..!" Seru Riko yang memang kalau diakhir telpon dia suka mengucapkan itu dan wajib.

"I love you too..." bisik Ayla dia malu dihadapan gurunya mengatakan hal tersebut takutnya disangka anak lebay.

Panggilan telpon pun berakhir, Ayla langsung masuk ke kamarnya dan tak lupa menutup pintu jendela yang mengarah ke balkon. Dia melihat Rakha sedang sibuk memainkan ponselnya diatas sofa. Ayla pun langsung naik keatas kasur dan tidur membelakangi Rakha.

"Besok kamu kesekolah bareng sama saya ya!" Ucap Rakha yang memulai pembicaraan.

"Gak bisa gitu dong pak,gimana kalau orang-orang tahu kalau saya dekat sama bapak?"

"Saya akan menurunkan kamu sebelum sekolahan. Jadi tidak akan ada yang mencurigai kita."

"Pokonya saya gak mau! Mending diantar sama supir atau saya bisa kok naik motor sendir ke sekolah." Ujar Ayla yang tetep ngeyel.

"Sekarang kamu adalah tanggung jawabku, dan menolak perintah suami itu dosa hukumnya. Kamu mau dosa terus masuk neraka? Dibolak-balik distrika?" Ucap Rakha.

Mendengar hal itu Ayla jadi takut dan akhirnya dia setuju besok kesekolah bareng Rakha.

"Iya deh,saya mau!" jawab Ayla dengan penuh keterpaksaan.

Rakha pun tersenyum mendengar persetujuan Ayla. Akhirnya dia bisa nurut padanya padahal dia termasuk anak yang keras kepala disekolah. Untung saja Rakha punya ide yang cemerlang agar Ayla bisa nurut padanya.

Rakha pun menghampiri Ayla dan semakin dekat sampai naik ke atas kasur.

"Bapak mau apa? Jangan macam-macam sama saya ya! Kalau bapak macam-macam saya akan berteriak biar semua orang tahu !" Ujar Ayla mengancam.

"Kamu berteriak juga mereka akan paham bagaimana rasanya menjadi pengantin baru. Mereka akan bahagia melihat anaknya sudah tak.."

"Cukup!! saya gak mau ya pak ngelakuin itu.saya ini masih dibawah umur!" ujar Ayla yang memotong pembicaraan Rakha.

"Kamu jangan salah sangka dulu..aku ingin membawa bantal karena pundakku pasti sakit kalau tidur di sofa sepanjang malam." Ucap Rakha.

"Bilang ke dari tadi...mungkin gak akan berfikir yang macam-macam!" kesal Ayla.

"Aku tidak akan menyentuhmu tanpa seizin darimu,sekarang istirahatlah besok kamu sekolah."

Rakha pun pergi menuju sofa dengan membawa bantal. Dipikir-pikir, kasihan juga dia harus tidur disofa tanpa memakai selimut. Ayla bangun dan berjalan menuju ke lemari untuk mengambil selimut.

"Ini pasti nanti dingin sekali." Ujar Ayla dengan menyodorkan sebuah selimut untuk Rakha.

"Terimakasih." jawab Rakha sambil tersenyum.

Ayla pun kembali ke kasurnya dan tidur. Baru kali ini dia tidur dengan seseorang,biasanya dia tidur-tidur pukul 00.00 karena main Vs dulu.

Mereka pun akhirnya tidur walupun keduanya sempat susah untuk memejamkan mata. Waktu pun menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Rakha bangun seperti biasanya untuk melakukan sholat tahajud. Dia berniat membangunkan Ayla untuk sholat bersama.

Rakha pun menepuk-nepuk punggung Ayla

"Ayla ayo bangun..ayok kita sholat ." ajak Rakha.

"Hmm...apaan sih,nanti aja sholatnya!" jawab Ayla sambil masih memejamkan mata.

"Ayla ...ayok sholat tahajud dulu nanti kamu bisa tidur lagi."

"Ihh..kalau mau sholat ya sholat aja! Jangan ganggu orang tidur deh!! " Ucap Ayla karena dia merasa terganggu oleh Rakha.

Rakha pun masuk ke kamar mandi untuk mandi dan juga mengambil air wudhu. Oh ya reader manfaat mandi sebelum subuh itu bagus untuk kesehatan. Diantaranya:

- membuat wajah awet muda

-Tidak sering sakit

- Menyehatkan untuk tubuh

-Menyegarkan badan agar selalu vit dan menumbuhkan semangat yang tinggi dalam diri kita.

Rakha pun melaksanakan sholat tahajud 2 rakaat setelah itu sholat witir. Dia berdo'a agar rumah tangganya dipenuhi keberkahan dan rezekinya selalu lancar seperti derasnya air yang mengalir. Dia juga berdo'a supaya Ayla dibukakan pintu hatinya untuk bisa dekat dengan Alloh agar dia bisa menjalankan ibadah dengan rajin walaupun ia tahu sangat sulit untuk bisa mengubah sikapnya tapi dia akan berusaha untuk bisa mengajak Ayla kepada jalan yang benar.

Setelah seleaai sholat,ia membaca Al-Qur'an dan tak lama adzan subuh pun berkumandang. Rakha membangunkan Ayla lagi untuk mengajaknya sholat berjama'ah.

"Ayla..ayok bangun ini sudah waktunya sholat subuh.kita akan sholat berjama'ah."

"Aduuh...pak Rakha ini gak tahu ya saya ini ngantuk banget! Gak bisa lihat orang tenang dikit apa?" Ucap Ayla yang membuka matanya .

"Saya tidak akan mengganggu kamu lagi kalau kamu bangun dan sholat subuh."

Ayla pun beranjak menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, setelah itu sholat berjama'ah bersama Rakha. Selesai melaksanakan sholat Rakha menoleh kebelakang dan mengulurkan tangannya. Ayla yang melihat Rakha langsung menatapnya dan beregas pergi.

Ia memaklumi istrinya bahwa baru kali ini dia sholat bersamanya. Untung saja Rakha mempunyai kesabaran setebal tembok beton.

Setelah itu, Rakha bersiap-siap karena hari ini dia akan ke sekolah bersama Ayla dan orang yang dia tunggu malah santai - santai tidur lagi.

"Ayla..ayok bangun! Ini sudah jam 05.30 kamu harus mandi dan bersiap-siap." Ucap Rakha.

"Tadi kan bapak bilang kalau saya boleh tidur lagi setelah sholat."

"Iya,tapi tidur setelah subuh itu gak baik untuk kesehatan."

"Aaaa... Bapak bawel banget sih,kalau mau ceramah di mesjid aja jangan disini!" kesal Ayla.

"Saya ha.."

"Nikah sama bapak itu gak enak sama sekali! Bukannya bebas malah jadi banyak aturan. Harus inilah...itulah...saya itu mending gak nikah kalau tahu begini!" Ujar Ayla sambil membanting pintu kamar mandi.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!