Bab 11

Ayla pun memikirkan saat dia melihat Rakha bersama Zoya tadi, kenapa tadi dia gak video aja perbuatan Rakha,dan itu akan menjadi bukti untuk diberikan ke papanya agar perjodohan dengannya batal.

Tapi disisi lain,kenapa perasaannya jadi aneh,ada apa dengan hatinya? Seharusnya dia baik-baik aja ketika Rakha dekat dengan orang lain. Apakah Ayla sudah mulai menerima Rakha?

"Ihh...kenapa sih gue? Gak level banget deh mikirin dia!" pikirnya dalam hati.

Akhirnya dia kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Setelah pukul 14.45 semua murid keluar karena jam pulang pun sudah tiba. Ayla menelpon Riko menyuruh untuk menjemputnya. Dan tak lama Riko pun datang dengan mobil sedannya yang sudah dimodif. Rakha yang sedang menunggu Ayla diparkiran sekolah harus melihat pemandangan yang tak indah dipandang itu. Orang yang Rakha tunggu akhirnya pulang bersama kekasihnya. Dia pun mengikuti Ayla dan Riko dari belakang.

"Sayang,aku pengen ngomong sesuatu sama kamu." Ujar Ayla karena dia gak mau nanti dia salah paham sama pacarnya ketika dia akan menikah.

"Ya sayang...kamu mau ngomong apa?" tanya Riko.

"Aku akan dijodohin sama orangtuaku!"Ucap Ayla.

"What?? Kenapa orangtua kamu pengen jodohin kamu?ini gak bisa dibiarin sayang! Masa depan kamu masih panjang dan hanya aku yang boleh nikahin kamu."

"Aku udah nolak perjodohan ini,tapi kalau aku nyampe ngebatalin,orangtuaku akan dipermalukan. Aku gak mau sampai itu terjadi." kata Ayla.

"Kalau gitu,aku akan yakinin sama papa kamu kalau aku yang pantas menjadi calon suami kamu,bukan yang lain." ujar Riko

"Gimana kalau kita kawin lari aja?!" ucap Ayla dengan tak berfikir dahulu.

"A- apa? Kawin lari? Aku yakin kamu pasti lagi gak tenang. Akan sangat beresiko kalau kita kawin lari."

"Terus kamu rela aku nikah sama orang lain?" tanya Ayla.

"Siapa yang rela sih pacar yang dia sayangi nikah sama orang lain." jawab Riko.

"Kalau gitu,kamu harus bantuin aku supaya dia mundur dari perjodohan ini!"

"Iya sayang...aku bakal cari cara supaya dia gak akan mau dijodohin sama kamu. Gimana kalau kamu kerjain dia aja."

"Kerjain bagaimana?"tanya Ayla yang masih bingung dengan Riko.

"Nanti aku kasih tahu sama kamu. Semoga rencana kita berhasil." Senyum Riko

Rakha pun mengikuti mobil yang Ayla naiki bersama pacarnya,Riko pun melihat kalau ada yang mengikutinya dari belakang dari tadi.

"Sayang,apakah itu mobil orang yang dijododohkan sama kamu?"tanya Riko sambil memperlihatkan kearah spion.

"Iya sayang..!"jawab Ayla.

"Ini gak bisa dibiarin,aku harus bikin perhitungan sama dia!" Ucap Riko dengan wajah penuh amarah.

Riko pun menghentikan mobilnya dan keluar untuk menemui calon suami Ayla. Melihat mobil yang didepan berhenti, Rakha pun langsung berhenti. Ayla pun turun dan berusaha menahan Riko agar tidak terjadi perkelahian.

"Sayang,udahlah jangan diladenin!" Ucap Ayla.

"Gak bisa sayang, dia sudah kelewatan karena mau aja dijodohin sama kamu. Aku gak bisa biarin seorangpun memiliki kamu sayang!"

Riko pun menghampiri mobil Rakha dan menyuruhnya keluar.

"Woy...keluar lho!" Ujar Riko yang tengah ancang-ancang untuk menghajar Rakha.

"Maaf ya,saya tidak ingin melakukan kekerasan disini." ucap Rakha.

"Gue mau buat perhitungan sama lho! Karena lho mau aja dijodohin sama Ayla."

Riko pun mengeluarkan jurus kuda-kudanya dan bersiap ingin memukul lawan. Untung saja Rakha berhasil membela diri dan tangan Riko ditarik sampai tubuhnya jatuh ke tanah.

Riko bangkit dan berusaha melawan lagi dan ketila ingin menendang Rakha kakinya ditarik oleh Rakha.

"Aduh...sakit kampret!!" ucap Riko yang kesakitan karena kakinya dipegang oleh Rakha.

"Gue mau lepasin lho kalau lho bilang maaf sayang..."

"Bajingan lho !" Ujar Rakha.

"Ya udah gue pletekin aja nih kaki biar lho gak bisa jalan."

"1...2....tig...." kata Rakha

"Ya...ya..maaf...say...yanng.." kata Riko.

Ayla pun ketawa terbahak-bahak karena mendengar Riko memanggil Rakha dengan sebutan sayang.

"Diem lho! Lho ngetawain gue sih Ay..!"

"Bener lho ya bukan malah bantuin malah ketawa." ucap Riko lagi.

Riko pun pergi menuju mobilnya dan membawakan tas Ayla.

"Nih tas lho! Lho ngikut sama dia aja yang jadi calon suami lho!" kata Riko.

"Yang...jangan ngambek dong...maafin aku." rengek Ayla.

Riko pun melajukan mobilnya dan meninggalkan Ayla ditengah jalan. Ayla pun menatap Rakha dan malah memarahinya.

"Ini semua gara-gara lho!" kesal Ayla

Lalu dia menuju ke arah Rakha dan Rakha pun bahagia karena Ayla mau pulang dengannya.

"Gak usah GE ER lho!" ucap Ayla sambil menabrak Rakha dan ternyata Ayla malah membuka pintu dan mengemudikan mobil milih Rakha setelah itu mentancap gas dan langsung pergi.

"Eh Ayla...tunggu saya!" Rakha pun ditinggalkan oleh Ayla di sisi jalan dengan membawa mobil miliknya.

"Haha..emangnya enak gue kerjain!" Ayla tertawa terbahak- bahak.

"Lebih baik gue nongkrong dulu di cafe tar pulangnya malem." Ide Ayla yang mulai melancarkan aksinya.

Rakha pun mencari tumpangan di jalan tetapi dia tidak menemukan satupun taxi maupun ojeg yang lewat. Dari pada dia sendiri di jalan,lebih baik dia berjalan menuju rumah Ayla.

"Begini nih nasib,kalau calon istri terlalu pintar!" ujar Rakha karena handphonenya pun dia simpan di dalam mobil. Kasian sekali Rakha H- 7 harus dikerjain Ayla untuk jalan kaki ke rumahnya yang berjarak 40 km.

Setelah menempuh waktu 1.5 jam akhirnya Rakha sampai dirumah Ayla. Dan dia lihat mobilnya belum ada diparkiran rumah. Rakha pun mengetuk pintu rumah Ayla dan dibukakan pintu oleh salah seorang pelayan.

"Mas Rakha.." kata Bibi

"Bi, Om prasetyo nya ada?" tanya Rakha.

"Ada..mari mas silahkan masuk,saya akan panggilkan tuan."

"Iya bi.." jawab Rakha singkat. Mukanya sudah tak terkondisikan karena lelah berjalan kaki sepanjang 40 km.

Prasetyo pun turun dari lantai atas menuju ruang tamu. Dia melihat Rakha berada disana.

"Rakha,,tumben kamu kesini?" tanya Prasetyo.

"Iya Om,saya tadi mengikuti Ayla bersama pacarnya setelah itu ...." Rakha menceritakan semua kejadiannya dan akhirnya mobilnya dibawa Pergi oleh Ayla.

"Bener-bener ya Ayla sudah kelewatan!"

"Gak papa om, jangan memarahinya saya tahu dia masih SMA dan belum berfikir jauh."

"Kamu istirahat disini dulu ya,anggaplah rumah sendiri." ucap Prasetyo

Dia pun memanggilkan pelayan untuk menyiapkan keperluan Rakha dan tak lupa menyiapkan makanan karena dia tahu Rakha pasti sangat lelah.

Setelah selesai mereka pun duduk diteras sambil bermain catur. Sembari bermain catur,mereka berbincang-bincang mengenai Ayla.

"Rakha..kamu tahu om mengajak kamu bermain catur?"

"Karena ingin bermain om." jawabnya to the point.

"Bukan hanya bermain saja,tapi kamu harus tahu tatacara bermain supaya kamu menang. Kamu harus punya trik supaya bisa mengalahkan lawan kamu meskipun kamu dihadapkan dengan berbagai macam rintangan. Seperti halnya wanita,kamu bisa menaklukannyanya setelah kamu melewati berbagai macam cobaan. Kamu harus pintar bermain trik supaya bisa meluluhkan dia."

"Iya om."

" Ini...om punya buku pintar bermain catur,kamu bisa mempelajarinya disini." Ujar Prasetyo.

Rakha pun mengambil buku tersebut dan setelah itu barulah mobilnya pulang.

"Sorry ya,mobil lho tadi nabrak bajay." kata Ayla sambil berlalu pergi.

Rakha pun melihat mobilnya dan ternyata ada goresan pada bagian belakang mobilnya.

"Aduhh Ayla...ayla..om akan ganti rugi semua kerusakannya ." Kata Prasetyo.

"Gak usah om,ini hanya hal kecil nanti saya akan minta tukang untuk memperbaikinya." Ujar Rakha.

"Kalau begitu saya pamit ya om." ucap Rakha lagi.

"Hati-hati nak.."

Prasetyo pun masuk kedalam rumah setelah mobil Rakha pergi. Dia langsung menghampiri Ayla dan memarahi perbutannya .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!