Bab 15

Rakha tetap sabar menghadapi Ayla kalau Readers yang punya anak kaya Ayla bakal sabar gak?...

Akhirnya Rakha memutuskan untuk menunggu Ayla di lantai bawah dan disana ada mertuanya yang sedang sarapan pagi. Kebetulan sekali Rakha ingin mengatakan hal penting kepada mertuanya.

"Nak...ayok kemari..." Seru prasetyo.

"Iya pah.." jawabnya singkat lalu menghampiri mereka. Meskipun hubungan orangtua Ayla sedang tidak baik-baik saja,tetapi mereka sangat profesional. Tidak memperlihatkan ego mereka kepada Ayla dan Rakha.

"Pah..maa..sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian. Aku ingin membawa Ayla untuk ke Apartemen kami." Ujar Rakha.

"Kenapa kalian tidak tinggal disini saja?" tanya Dewi ayu. Karena belum bisa berpisah dengan anak bungsunya.

"Ma..sebelum menikah,Ayla itu menjadi tanggung jawab kita. Tapi setelah menikah,dia harus ikut bersama suaminya karena dia sudah menjadi tanggung jawabnya." jelas Prasetyo.

"Iya Ma.. Tenang saja, aku akan membolehkan Ayla untuk berkunjung kesini. Karena bagaimna pun rumah masa kecilnya akan selalu dirindukan." kata Rakha yang membuat hati Dewi ayu akhirnya tersentuh dan membiarkan putrinya untuk ikut bersama suaminya.

Turunlah Ayla dengan mengenakan seragam sekolah dan mengikat rambutnya seperti biasa.Tak lupa sebelum sekolah Ayla juga menyimpan cincin pernikahannya karena dia bisa-bisa ketahuan jika dilihat oleh guru atau teman-temannya.

"Sini Ayla..sarapan dulu!" Ujar Prasetyo.

Ayla pun menghampiri mereka dan ikut bergabung. Seperti biasa dia makan roti bakar dan segelas susu.

"Aduh...pengantin baru aura nya kaya cape ya pa!" Puji Dewi Ayu yang mengisengi putrinya.

Ayla pun cuek dengan perkataan mamanya orang dia semalam aja tidurnya terpisah.dan Ayla pun punya ide untuk membalas keisengan mamanya.

"Ya iyalah ma...aku cape banget mana Mas Rakha minta jatah berkali-kali sampai-sampai aku kelelahan dan tak bertenaga. kalau hari ini libur,mungkin aku akan beristirahat." Ucap Ayla yang membuat semua orang tercengang termasuk Rakha yang menahan malu karena perkataan Ayla seakan dia yang sudah melakukan itu semua.

"Ayla..ayla kamu ini gak bisa dijaga apa..liat suamimu jadi merah kan pipinya." ucap Prasetyo.

"Gak papa kan mas.." decak Ayla sambil memegang pundak Rakha.

Rakha pun hanya bisa tersenyum malu karena ulah istrinya.

"Ayla nanti kamu pulang sekolah siap-siap karena mulai sekarang kamu akan tinggal bersama Rakha." Ujar Prasetyo.

"Hahhh!!! Apa? Aku gak mau pindah dari sini. Rumah ini sudah menjadi tempat ternyaman buat aku. Dan aku gak mau berpisah sama Mama dan Papa." Ayla pun sangat kesal dan gak mood sarapan.

" Ayla...kamu harus nurut sama suami kamu,nanti ditempat baru kamu akan memulai kenyamanan tersendiri sampai kamu melupakan kami." ucap Prasetyo yang menasihati putrinya.

"Pintu ini akan selalu terbuka untuk kamu nak,jangan sedih nanti kami akan sering berkunjung ke Apartemen kalian."

"Baiklah Ma...pah...Ayla akan ikut Mas Rakha!" tuturnya sambil menahan isak air mata.

"Ayla udah makannya , mau berangkat sekarang!" sambil beranjak pergi.

"Tunggu Ayla..kamu sama saya ke sekolahnya." ucap Rakha.

Ayla pun tak menghiraukan ucapan Rakha dan berlalu pergi. Sedangkan Rakha buru-buru pamit kepada mertuanya .

"Nak Rakha, kamu yang sabar menghadapi Ayla karena dia anak keras kepala dan susah diatur." Ujar Prasetyo.

"Iya pah... Rakha akan berusaha untuk merubah Ayla sedikit demi sedikit."

"Hati-hati ya..." ucap Dewi Ayu.

Rakha pun secepat mungkin mengejar Ayla dan untung saja Ayla sudah menunggunya didepan rumah. Rakha langsung mengambil mobilnya tak lupa juga membukakan pintu untuk Ayla.

"Gak usah! Lagian saya mau duduk di belakang." Ayla pun membuka pintu belakang dan langsung duduk.

Untung saja kesabaran Rakha tak setipis tissu. Dia langsung menutup lagi pintu depan dan berjalan menuju tempat mengemudi.

"Pak...bapak tega ya mau misahin aku sama otangtuaku?" tanya Ayla.

"Tenang Ayla,kamu bisa berkunjung ke rumah ini kapan pun kamu mau." Ucap Rakha sambil fokus menyetir mobil.

"Tapi saya gak bisa tidur kalau ditempat baru pak!"

"Nanti juga kamu akan terbiasa, belum juga mencoba kamu udah gak mau. Oh ya,cincin pernikahan kita kamu lepas?"tanya Rakha.

"Iya,saya gak mau orang lain tahu kalau saya sudah menikah! Apalagi orang itu adalah guru saya sendiri."

"Sebisa mungkin kamu jangan pernah lepas cincin itu. Kan saya belinya gak persis seperti cincin pernikahan."

"Saya gak suka pakai cincin,jadi kalau pakai malah gak enak." Ucap Ayla.

Rakha pun tidak berkata apapun lagi mereka berdua langsung saling diam seperti nyamuk yang ditepuk oleh tangan. Mereka pun sampai di dekat sekolah. Ayla langsung minta berhenti karena takut ada orang yang liat dia semobil sama gurunya.

"Udah pak,berhenti disini aja,mumpung gak ada orang yang lewat."

"Baiklah.." jawab Rakha dan langsung menepikan mobilnya disisi jalan.

Ayla pun turun buru-buru dan menjauh dari mobil itu tanpa pamit kepada suaminya. Setelah Ayla turun, Rakha melajukan mobilnya sampai di depan sekolah dia memarkirkan mobilnya diparkiran guru.

Ayla pun berjalan kaki karena jaraknya lumayan dekat. Tiba-tiba Dimas temen sekelas Ayla berhenti.

"Ay,lho gak diantar supir? Tumben lho jalan kaki?"

"Jangan tanya-tanya gue! Mobilnya kempes dijalan, makanya gue naik ojeg tadi dan berhenti disini." ucap Ayla yang terpaksa berbohong.

"Ayok ikut gue,nanti lho telat lagi. Bentar lagi gerbangnya mau ditutup." ucap Dimas yang membuat Ayla gak bisa menolak. Daripada dia harus dihukum gara-gara telat.

"Ya udah gue ikut sama lho."

"Nah,gitu dong!" kata Dimas yang membuat hatinya berbunga-bunga karena bisa dekat dengan Ayla. Sebenarnya Dimas menyukai Ayla sejak lama tapi dia malu untuk mengatakan cintanya karena takut ditolak oleh Ayla, seakan Ayla itu cewek tercantik nomor satu disekolah dan jadi bahan rebutan para cowok.

Dimas pun menepikan mobilnya diparkiran siswa yang mana bisa dilihat oleh Rakha karena jarak mereka saling berhadapan.

"Makasih ya Dimas udah beri tumpangan buat gue." ucap Ayla.

"Iya sama-sama. Oh ya,ini aku bawa sesuatu untuk kamu." sambil membuka tasnya dan mengambil sebuah kotak kecil.

"Apaan ini?" tanya Ayla.

"Itu coklat buat kamu Ay.." ucap Dimas.

"Ya udah makasih ya." Ujar Ayla sambil menerima kotak itu dan berlalu pergi.

"YES!! Coklat gue diterima sama Ayla!!" batinnya senang bukan kepalang.

Rakha pun yang menyaksikan istrinya menerima coklat dari Dimas langung tak terima seakan ada rasa cemburu yang menggebu dihatinya.

Ayla pun memberikan kotak kecil tadi ke seseorang karena dia tidak terlalu suka sama coklat apalagi coklat itu pemberian cowok,dia takut diguna-guna dan langsung klepek-klepek sama orang yang memberinya.

Ayla langsung masuk ke kelas dan seperti biasa sebelum ada guru mereka semua bergosip seperti sedang berada dipasar.

Nindi pun menghampiri Ayla.

" Ayla...ada info terbaru dan ter up to date hari ini,pokonya lho harus tahu ini sangat penting banget untuk gue ceritain." ucap Nindi yang sangat antusias untuk bercerita.

"Ada apaan sih emangnya? Sepenting itukah buat gue?" tanya Ayla.

"Iya 100% penting!! Gue barusan lewat dan berpapasan sama pak Rakha ternyata dijari manisnya ada cincin guys..cincin itu kaya cincin tunangan atau nikahan modelnya."

"Ya gak papa lah...mungkin dia udah nikah kali!" tutur Ayla.

" lah...kok lho gak kaget gitu dia pakai cincin. Dan yakin banget kalau dia udah nikah, darimana lho tahu?" tanya Nindi.

"Skakmat!! Gue keceplosan lagi! Gue harus cari cara buat dia gak curiga sama gue!" batin Ayla.

" Gue cuma nebak aja,siapa tahu kan dia udah nikah!" ucap Ayla yang mengekpersikan wajahnya yang datar.

"kirain lho bakal kaget Ay,gue kalau tahu dia udah nikah pengen tahu tipe ceweknya kaya apa?" Ujar Nindi yang membuat Ayla ketawa-ketawa sendiri di dalam hati.

"Lagian mau nikah ke,tunangan ke, bukan urusan kita. Ngapain sih ngurusin hidup orang. Kita aja pusing mikirin hidup sendiri."

"Yaah gak gitu juga kali..kalau lho ketemu sama istrinya atau tunangannya jangan lupa kasih tahu gue,kalau perlu lho photo wajahnya." Ucap Nindi yang sangat kepo tingkat dewa.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!