Bab 6

Keesokannya Ayla terpaksa harus masuk sekolah karena dia tahu gak gampang untuk ngelabui guru barunya apalagi tiba-tiba dia jadi wali kelas pasti sangat pelit banget buat ngasih nilai rapotnya.

"Ayla...nanti malam akan ada acara makan malam bersama teman papa,kamu siapin baju yang rapi dan sopan karena kamu akan ikut dalam acara makan malam nanti." Ucap Prasetyo.

"Emang harus banget ya Ayla ikut pah??"tanyanya sambil tak bersemangat.

"Iya, kamu jangan cari alasan untuk gak bisa ikut. Ini sangat penting." Serunya.

"Iya deh..Ayla ikut aja." jawabnya setelah itu mengambil segelas susu dan roti favoritnya lalu berangkat ke sekolah.

"Oh ya paa.. Mama kemana? Kok gak sarapan bareng sih?"tanya Ayla heran.

"Mama kamu lagi badmood sarapan."Ucap prasetyo singkat karena gak mau menceritakan permasalahan rumah tangganya terhadap anaknya.

"Ohhh ..

Sesampainya di sekolah, ia seperti biasa jadi primadona anak-anak cowok. Biasalah kalau ada cewek cantik disekolah selalu jadi incaran para cowo yang saling rebutan mencuri hati sang pujaaan.

Bukan Ayla namanya kalau gak merasa bodo amat pada mereka. Menurutnya disekolahan yang terbilang cukup elit ini gak ada cowok yang sebanding dengannya makanya dia gak nerima cowok yang menurutnya dibawah standar kriterianya.

Tibalah ia dikelas yang penuh dengan berbagai macam kelakuan anak zaman now. Ada yang sibuk ghibah,ada yang ngonten dan ada pula yang nge gank suasana kelas sebelum bel masuk memang ramai layaknya seperti di pasar.

"Tumben lho gak telat Ay?"tanya Nindi.

"Gue kaya gini semenjak tahu Guru baru yang sok keren itu jadi wali kelas! Emang boleh segampang itu,menurut gue sih pa kepala harus dirukyah biar bisa terbuka mata batinnya mana yang baik dan mana yang buruk. Mendingan bu Siti aja Dari pada dia!" keluhnya

"Gak papa kali Ay...bagus dong kalau pak Rakha jadi wali kelas kita. Biar bisa cuci mata liat kegantengannya ya kan??hahaa..." Ucap Nindi.

"Cih,,,ganteng dari mana? Menurut gue lho harus beli kaca mata mins biar mata lho jelas liat kelakuannya."

"Jangan terlalu benci Ay...nanti lho suka baru tahu rasa!" sambil menggoda Ayla.

"Mit amiit deh gue suka sama Guru kaya gitu? Gak akan pernah!" berkata dengan polosnya.

Ayla tak sadar bahwa dari tadi orang yang dia bicarakan ada dibelakangnya.

"Hmm...siapa orang yang kamu maksud?" tanya Rakha.

"Aduhh ketahuan lagi!" batin Ayla yang terus komat kamit agar dia gak dihukum karena sudah membicarakan gurunya sendiri.

"Eh bapa,bukan siapa-siapa pak,saya lagi ngobrolin tetangga sebelah saya pak." Ucap Ayla dengan wajah tak berdosa.

"Kemarin kamu gak masuk sekolah 4 hari kenapa?"tanya Rakha.

"Anu pak...saya sakit." jawabnya.

"perhatikan semunya ! Ini berlaku untuk kalian semua. Jika ada yang tidak masuk lebih dari 3 hari,maka saya tidak akan memberi nilai sedikitpun di rapot kalian. Apalagi sebentar lagi kalian akan menghadapi ujian. Harus bisa menjaga kesehatan jangan lemah kaya Dia." sambil melirik Ayla.

Ayla pun tak tahan melihat kelakuan Guru baru itu. Sebelumnya gak pernah ada guru yang ngomongin dia atau nyeramahin di depan umum secara langsung kaya tadi. Dia langsung gak terima sama semua omongan mengenai dirinya.

"Bapa Rakha yang terhormat,maaf kalau saya berbicara agak gak sopan. Menurut saya bapak jangan menuduh orang sembarangan. Bapak gak tahu kan apa yang terjadi sebenarnya? Jangan mengjudge orang sembarangan kalau belum tahu kebenarannya.itu bisa jadi fitnah loh Pak!" Ucap Ayla yang mengeluarkan isi hatinya.

Semua orang memperhatikan Ayla yang sangat berani berbicara langsung didepan guru baru yang menjadi wali kelas mereka.

"Kamu tersindir sama ucapan saya tadi? Saya tidak menyebutkan nama kamu loh...cuma saya ingin kalian semua kalau izin atau sakit gak boleh lebih dari 3 hari."

"Iya kan siapa tahu sakitnya emang parah dan gak bisa berangkat ke sekolah." timpal Ayla.

"Kalau kamu ingin protes nanti ke ruangan saya, kasihan guru yang lain waktunya tersita gara-gara perdebatan kamu yang gak jelas." Seru Rakha yang membuat emosi Ayla semakin memuncak.

"Bener ya nih Guru satu bikin rese! kalau ada telor ditaruh dikepala gue mungkin udah jadi terlor ceplok kali !" Batin Ayla.

"Enggak pak,terima kasih banyak." jawab Ayla singkat.

Rakha pun hanya tersenyum licik melihat kekesalan siswinya itu.

Ayla tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk membalas guru nya yang rese itu. Kalau dia tidak ingat kata-kata ayahnya kemarin,mungkin dia sudah kabur dari sekolah dan membebaskan diri diri dari manusia setengah Kera itu. Dia memang sangat licik dan hanya orang yang cerdik yang bisa membalas dendam dengannya.

***

Tiba saatnya untuk pulang, hari ini dia sangat kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa. Tiba-tiba saja ponselnya berdering lalu ia pun melihat siapa yang menelponnya. Dan betapa senangnya Ayla melihat nama kontak dilayar hp nya dari Riko. Ia pun bersemangat untuk mengangkatnya.

"Hallo honney..aku kangen banget sama kamu!" Ungkap Ayla yang sudah jadi anak bucin.

"Hallo sayang...gimana kabar kamu hari ini? oh ya kata Nindi kamu gak sekolah 4 hari. Kenapa?" tanya Riko.

" Aku males ketemu manusia setengah kera yang sekarang jadi wali kelasku. Emang tuh orang harus dikasih pelajaran!" Ujar Ayla.

"Jangan gitu sayang...kamu harus bikin trik untuk bisa bermain cantik. Kalau kamu terang-terangan gak suka sama dia pasti kamu gak akan menang untuk melawannya." Ucap Riko.

"Iya...tapi tenang aja, aku akan membalas senua perbuatan dia apalagi tadi pagi disekolah Dia sudah mempermalukan aku didepan umum."

"Apa??berani sekali Dia mempermalukan kamu sayang!" kemarahan Riko pun mulai memuncak.

"Ini gak bisa dibiarin,dia emang harus dikasih pelajaran!" ujar Riko lagi.

"Harus emang! Tenang aja sayang,pacarmu ini sudah membuat rencana untuk membalas orang yang rese kayak dia.semoga aja dia gak betah nanti jadi wali kelasku." tutur Ayla.

" Ya udah besok kita ketemu lagi ya sayang...maafin aku karena kemarin gak ngangkat telpon kamu."

"Iya gak papa ko, aku bisa ngerti mungkin kemarin kamu sibuk sampai gak bisa dihubungi berkali-kali." Seru Ayla.

"Makasih ya sayang,kamu udah ngertiin aku. Aku gak salah memilih kamu untuk jadi pacar aku ." kata Riko

"Hmmm...aku juga gak salah memilih kamu sayang. Ingat ya kamu harus tutup mata jangan cari cewek ganjen disana!" tutur Ayla.

"Ya gak mungkinlah aku nyari cewe lain..kamu satu-satunya milikku gak ada yang lain." ujar Riko.

"See you honey..." kata Ayla dengan Alaynya.

"See you too.." jawab Riko.

Melihat kebucinan mereka membuat kaum muda merasa baper. Tapi apakah mereka bisa bersatu selamanya?Jangan bosan untuk ikuti kisah selanjutnya..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!