Bab 2

Ketika ingin masuk ke alam mimpi, bunyi dering telponnya bergetar. Sengaja ia menggunakan mode hening supaya ketika dikelas tidak ketahuan oleh guru.

Dret...Dret...Dret..

"Aduh...siapa sih ini yang nelpon!"kesal Ayla sambil membuka layar hp nya. Ternyata panggilan masuk dari kontak " My LuV " yang ternyata pacar Ayla.

"Hallo Sayang...?" Sapa Riko pacar Ayla.

"Hallo hunny..."dengan nada tak bersemangat.

"Kenapa kamu cintaku,sayangku? Apa ada masalah? Cerita sama aku." Dengan penuh perhatian.

"Iya beb, aku lupa gak ngerjain tugas Matematika dan sekarang aku dihukum sama Pak Ratwa disuruh bersihin Perpustakaan." sambil menampakkan muka bete.

"Ya udah...aku jemput kamu sekarang,,biar kamu gak bete lagi."kata Riko.

Emang yah nie orang bukannya ngasih motivasi malah makin ngajak yang gak bener.

"Oke...aku tunggu dihalaman belakang." Seru Ayla karena dia tahu trik kabur supaya gak ketahuan sama satpam.

Ia pun berjalan ke halaman belakang sambil mengendap - ngendap agar gak ada orang yang tahu kalau dia kabur. Sesampainya dihalaman belakang,ia manjat keatas tembok yang gak terlalu tinggi dan dengan mudah ia bisa kabur dari sekolah.

Tak menunggu lama Riko pun datang dengan membawa motor Sport berwarna hitam biru yang mengkilap. Ayla pun langsung naik dan berhasil kabur tanpa ketahuan oleh pihak sekolah.

"Beb,kita makan yuk,,aku laper nih!" kata Ayla

"Oke...kita ke Cafe yang biasa ya" Jawab Riko lalu mampir ketempat yang biasa mereka nongkrong.

Sementara disekolah Pak Ratwa memerintahkan Brian untuk mengecek Ayla diperpustakaan.

"Brian,tolong cek Ayla apakah sudah membersihkan perpustakaan atau belum. Saya tak percaya pada anak itu !" kata pak Ratwa .

"Baik pak,"kata Brian lalu ia pergi menuju perpustakaan.

Dan benar feeling Pak Ratwa . Ayla tidak ada diperpustakaan dan Brian pun mencari ke berbagai tempat siapa tahu dia sedang ada dikantin atau di kamar mandi . Tapi tidak nampak batang hidung nya. Brian pun segera melaporkan hal ini kepada pak Ratwa bahwa Ayla kabur dari sekolah.

Sesampainya di kelas, Brian melaporkan apa yang sudah terjadi.

"Apa??benar-benar tuh anak. Saya harus kasih dia peringatan!" Tegas Pak Ratwa dengan wajah penuh geram.

Kalau saja orangtua Ayla bukan Donatur terbesar disekolah ini mungkin ia sudah mengeluarkan Ayla. Tetapi Tak ada satu pun guru yang sanggup menghadapi sikap Ayla tersebut mereka hanya bisa mengusap dada atas kelakuannya setiap hari.

Mungkin kalau saja ada Guru yang bisa merubah sikapnya bisa jadi Super hero untuk sekolah ini.

"Gak ada cara lain! Ayla harus dikasih pelajaran,meskipun ayahnya Donatur sekolah orangtuanya harus tahu kelakuan anaknya!" Decak Pak Ratwa .

Pak Ratwa pun menelpon orangtua Ayla dan menceritakan ulah anak mereka.

"Apa???Ayla kabur?" kata Pak Prasetyo. Ia pun hanya bisa mengelus dada dan sangat malu pada pihak sekolah. Bukannya jadi murid teladan malah jadi omongan orang.

"Baiklah saya akan mengurus anak saya,terima kasih pak atas infonya."ucap Prasetyo

"Ayla...ayla kenapa kamu selalu membuat ulah? Ini gak bisa dibiarkan! kalau kamu gak mempan nurut sama orangtua dan gurumu,papa akan buat cara lain biar kamu nurut." Kata Prasetyo dalam hati.

Disisi lain Ayla sedang asik makan dan berpacaran sama si Riko di Rotella D'cafe yang hanya bisa dimasuki oleh orang orang kaya saja. Bagi Ayla makan di Cafe ini seperti makan di warteg sangat kecil dan bisa dibeli kapan saja.

Tring....( bunyi notif pesan masuk ) dari handphone Ayla.

"Ayla cepat pulang sekarang papa tunggu dirumah"

"Ada apa sih papa,tumben nge WA suruh pulang?" Decak Ayla.

"Kenapa hunny bunny sweety...?"tanya Riko

"Ini nih,papa aku nyuruh pulang,gak biasanya dia begini kalau gak ada yang penting." jawab Ayla

"Ya udah...siapa tahu penting,aku anter kamu pulang ya."

"Hmm...." timpal Ayla.

Sebenarnya dia pengen berduaan sama Riko dengan bebas dan leluasa tetapi karena papanya menyuruh pulang ia harus menuruti perintahnya. kalau enggak bisa-bisa papanya mencabut semua fasilitas yang diberikan padanya.

Sesampainya dirumah,Ayla masuk dan disana sudah ada orangtuanya menunggu diruang keluarga.

"Ayla sini!"tegas Prasetyo

Ayla pun berjalan kearah sumber suara itu dan menundukkan kepala karena ia tahu ayahnya pasti akan memarahinya.

"Duduk!"Ucap prasetyo.

"Kenapa kamu kabur dari sekolah?"tanya Prasetyo.

"Ayla bosen pa...Masa gara-gara Ayla lupa ngerjain tugas disuruh ngebersihin perpustakaan..kan capek!" jawab Ayla sambil memasang muka melasnya.

"Itu resiko kamu dong...kenapa gak ngerjain tugas. Terus kalau kamu punya keslahan ,kamu harus bisa bertanggung jawan atas kesalahan kamu,bukan malah kabur kelayapan gak jelas!" ucap Prasetyo .

"Males pa..lagi pula aku tuh butuh healing pa...biar otakku fresh..bukan malah ditambah beban!" Timpal Ayla.

"Kalau kamu gak bisa merubah sikap,papa bakal kirim kamu ke asrama. Biar kamu disiplin! Dan papa akan mencabut semua fasilitas yang papa berikan." Tegas Prasetyo.

"Pa...jangan begitu kasihan Ayla."kata Dewi Ayu yang membela anak bungsu kesayangannya.

"Ma...ini akibatnya kamu selalu memanjakkan dia!" ucap Prasetyo.

"Papa jahat! Papa gak sayang lagi sama Ayla!"jawab Ayla dengan muka marah dan menangis.

"Papa beri kamu 2 pilihan,kamu jangan buat masalah dan kabur dari sekolah,atau papa kirim kamu ke Asrama ! Bagaimana?"

Pilihan ini memang sangat sulit bagi Ayla, tetapi kalau dia gak menuruti papanya dia akan dikirim ke asrama dan semua fasilitas kemewahannya akan dicabut.sama aja dia cari mati kalau begitu. Gak jauh beda sama anak gelandangan.

"Iya deh pa...aku akan merubah sikap dan gak akan buat masalah disekolah." jawab Ayla dengan pasrah.

"Nah gitu dong...papa akan pegang omongan kamu!" Seru Prasetyo.

Ayla pun langsung lari ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur. Ia meluapkan kekesalannya dengan bermain game karena itu satu-satunya cara agar dia bisa melupakan masalah yang ia hadapi.

"Huhh....ini semua gara-gara guru tua itu! Coba kalau dia datang ke kelas gak cepet,pasti gue gak akan dimarahi papa kaya gini! Dasar guru sialan....!" Teriak Ayla yang mengumpat gurunya.

...****************...

Keesokan harinya...

Ayla pun bangun kesiangan seperti biasa,karena dia bak seorang putri raja,dia dengan mudahnya menyuruh pelayannya untuk mempersiapkan keperluan sekolahnya.

"Bibi....Siapin air hangat buat mandi!!"Teriak Ayla

Diluar nalar prediksi Ayla, pembantunya tidak merespon apapun perintah dari Ayla.

"Ihhh...bibi...cepet dong...nanti aku kesiangan!" gerutu Ayla. Dia pun bangun dari tempat tidur dan ternyata yang datang adalah papanya.

"Papa!" kata Ayla sambil mengucek-ngucek matanya.

"Sekarang gak akan ada yang membantu kamu Ayla, Papa sudah perintahkan bibi untuk menyiram tanaman. Kamu harus mandiri dari sekarang,jangan sedikit-sedikit Bibi..nanti kamu gak akan dewasa kalau begitu terus!" Seru prasetyo.

"Apa-apaan sih pa...jangan gitu dong!" protes Ayla.

"Kamu harusnya bersyukur punya rumah dan fasilitas yang papa berikan. Kamu lihat masih banyak orang diluaran sana yang tidur juga dikolong jembatan." ucap Prasetyo.

"Iya..iya.." jawab Ayla karena dia gak mau mendengar ceramah dari papanya.

Terpopuler

Comments

S.agatha off✴️

S.agatha off✴️

ayo saling dukung kak..
saling mampir kembali😉😄

2024-03-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!