"Bagaimana mungkin? Dia seorang branch manager?" gumam Nayla.
Teman sekantor Nayla langsung menatap wanita yang mematung itu. Mereka mencoba membisikkan sesuatu ke Nayla, namun gadis itu tidak bisa mendengarnya karena dia sudah tenggelam dalam tatapannya sendiri.
Tatapannya bertemu dengan tatapan mantan suaminya, lelaki itu tersenyum simpul saat melihat wanita yang pernah hidup bersamanya berada dalam satu ruangan. Dengan cepat Nayla memalingkan wajahnya.
Selama rapat berlangsung, Nayla tidak bisa berkonsentrasi. Wanita muda itu terus memikirkan bagaimana sang mantan suami bisa langsung menempati posisi sebagai kepala cabang? Selama dua jam Nayla bertahan di ruangan itu.
"Nay! Tunggu," panggil Rizky saat rapat mereka sudah selesai.
Nayla yang berjalan dengan teman satu divisinya berhenti saat seseorang memanggil ibu satu anak itu. Wanita berlesung pipit itu meminta teman yang lainnya untuk meninggalkannya saat Rizky mulai berjalan mendekati Nayla yang berdiri di lorong panjang itu.
"Selamat ya, Mas. Akhirnya kamu bisa membuktikan pada dirimu sendiri kalau kamu bisa bekerja." Nayla tersenyum dan mengulurkan tangannya mengajak lelaki itu berjabat tangan.
Mereka saling berjabat tangan dan lelaki itu mengucapkan terima kasih kepada mantan istrinya. Dia menanyakan kabar tentang putri semata wayang mereka. Nayla hanya berbicara seperlunya saja dengan lelaki yang sekarang menjadi rekan kerjanya itu.
"Nayla, sekarang aku sudah mendapatkan pekerjaan dan jabatannya lebih tinggi darimu. Aku mohon kembali kepadaku, oke?" pinta Rizky.
Mata Nayla membola saat mendengar ucapan yang di lontarkan mantan suaminya itu. "Mas aku banyak kerja, aku permisi dulu ya?"
Kedua kaki Nayla melangkah pergi meninggalkan lelaki itu sendirian di lorong. Nayla mempercepat langkahnya agar cepat sampai di meja kerjanya. Lisa yang mengetahui sahabatnya sudah kembali itu menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi dengannya dan lelaki itu.
Nayla menceritakan kepada sahabatnya itu apa yang di katakan mantan suaminya, Lisa juga mengekspresikan wajahnya dengan terkejut, bahkan dia mengatakan Rizky lelaki yang tidak tahu malu. Mereka berdua kembali bekerja, hari itu subsidiary company berada di kantor Nayla. Mau tidak mau dia terus melihat mantan suaminya yang berkeliaran di kantornya.
Pada jam makan siang, bos Nayla mengajak karyawannya untuk bergabung dengan anak perusahaan. Mereka semua akan makan siang bersama. Nayla sudah menolak tp bosnya tetap memaksanya untuk ikut serta.
"Mantan suamimu memang banyak bicara." Lisa memberi kode kepada sahabatnya untuk melirik gerombolan Rizky di meja seberang.
Nayla hanya melirik lalu menganggukkan kepalanya. Temannya terus menggoda dan mengatakan berapa bodohnya Nayla bisa menikah dengan lelaki penjilat seperti Rizky. Wanita muda itu hanya bisa tersenyum, bagaimanapun juga lelaki penjilat itu adalah ayah kandung dari anaknya.
Wanita berambut panjang itu hanya ingin cepat pulang agar dia tidak bertemu lagi dengan mantan suaminya. Setelah makan siang bersama, semua karyawan kembali fokus pada pekerjaan masing-masing hingga jam sudah menunjukkan pukul lima sore.
"Nayla, aku antar pulang ya? Aku dapat fasilitas mobil dari kantor," ucap Rizky seraya tersenyum bangga.
"Ngga, Mas. Terima kasih, tapi aku sudah ada janji," sahut Nayla sembari melangkahkan kakinya.
Nayla terus melangkahkan kakinya tapi Rizky juga mengimbangi langkah kaki mantan istrinya itu hingga mereka sampai di lobby perusahaan. Mimik wajah Rizky berubah masam ketika lelaki itu melihat lelaki yang sangat dia benci sedang berdiri di depan perusahaan dengan melipat kedua tangannya di dada. Lelaki itu bersandar pada badan mobilnya.
Rizky menarik lengan Nayla, sontak wanita itu menghentikan langkahnya. Baskara yang melihat hal itu dari kejauhan bergegas melangkah mendekati wanita itu.
"Nay?" panggil Baskara yang sudah berada di dekat mereka berdua.
Nayla menoleh ke arah Baskara. Wanita muda itu menampik tangan Rizky yang masih memegang lengannya. Dia menghela napas panjang lalu melangkah meninggalkan Rizky dan menggandeng lengan Baskara di hadapan mantan suaminya.
Baskara tidak menyangka wanita itu lebih dulu menggandeng tangannya. Mereka berdua masuk ke mobil yang terparkir di depan perusahaan. Nayla melakukan hal itu agar mantan suaminya itu tidak mengejarnya dan mengharapkannya untuk kembali pada ayah kandung Kiara itu.
"Om ... Om!" seru Kiara saat melihat Baskara yang baru saja datang dengan sang ibu.
Namun, gadis kecil itu hanya menyambut Baskara saja. Kiara mengajak lelaki itu untuk bermain, sedangkan Nayla mengganti bajunya lalu menghampiri sang ibu. Rita menyuruh Nayla untuk mengajak Baskara makan malam bersama. Sebenarnya Nayla sangat malu mengajak lelaki itu untuk tinggal dan makan malam bersama.
Rita yang melihat putri sulungnya itu masih saja di dapur, padahal sedang tidak melakukan apapun langsung bergegas menuju ke depan dan berbicara kepada Baskara. Lelaki itu tidak enak karena terus menerus di ajak makan bersama dengan keluarga Nayla. Namun, Rita tetap memaksa lelaki yang masih duduk di atas karpet bermain bersama dengan putri semata wayang Nayla.
"Om ... Besok Kiara ulang tahun," ucap Kiara kepada Baskara.
"Oh iya? Di rayakan?" tanya Baskara.
"Iya, tapi keluarga aja. Gabung saja Nak Baskara," timpal Rita yang membawakan lauk pauk yang dia masak ke meja makan.
Rita mengajak teman putrinya untuk ikut bergabung merayakan ulang tahun cucu kesayangannya yang kab mereka rayakan di sebuah restoran terdekat dan hanya keluarga dekat saja yang akan di undang.
Nayla terkejut saat sang ibu mengundang lelaki itu untuk hadir di acara ulang tahun putri kecilnya besok. Baskara juga tampak antusias untuk menghadiri acara ulang tahun teman kecilnya itu.
"Ajak juga Jiya, Mas." Nayla menyuruh lelaki itu untuk mengajak adiknya untuk datang agar dia tidak merasa, canggung berkumpul dengan keluarga besarnya.
Kiara sangat senang sekali Baskara akan ikut bergabung untuk merayakan ulang tahunnya yang keempat.
***
Waktu cepat berlalu, hari ini Nayla pulang kantor dengan cepat. Dari beberapa hari yang lalu dia sudah memesan tempat untuk acara ulang tahun putrinya, tidak lupa juga dia memesan kue ulang tahun yang sedang viral di kotanya. Kue ulang tahun dengan desain yang sangat apik, di hiasi dengan gambar Minnie mouse tokoh serial kartun yang sering di tonton oleh Kiara.
Nayla dan keluarganya pergi ke restoran itu paa pukul setengah tujuh malam. Sesampainya di sana, wanita muda itu sudah melihat saudaranya yang tinggal satu kota dengannya. Kiara menyalam dengan santun keluarga besarnya, begitu juga dengan Nayla.
"Selamat ulang tahun, Kiara."
Semua saudaranya mengucapkan ulang tahun pada gadis kecil yang sudah berusia empat tahun. Tidak lama kemudian, Baskara dan Jiya datang bersama dengan membawa bingkisan besar yang sudah di bungkus dengan kertas kado yang bermotif karakter kartun.
"Om!"
Kiara langsung berlari memeluk Baskara. Semua keluarga Nayla langsung menatap ke wanita muda itu dengan tatapan curiga. Mereka akan senang jika Nayla dan Baskara berjodoh di pelaminan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
berarti Baskara lebih penyayang daripada ayah kandung mu kan Kiara
2024-05-09
0