Nayla tersenyum malu saat saudaranya menggodanya. Dia memperkenalkan Baskara kepada saudara besar Nayla. Dengan sopan Baskara menyapa seluruh keluarga wanita muda itu. Setelah semuanya berkumpul semua, acara ulang tahun di mulai.
Kiara mengajak Baskara untuk berdiri di sampingnya untuk meniup lilin dengannya. Semua tertawa karena Kiara lebih memilih Baskara dari pada ibu kandungnya sendiri. Gadis kecil itu sangat senang sekali memakai baju barunya bak seorang putri dari Kerajaan yang sering dia tonton do acara televisi.
Dengan di temani Baskara kebahagiaan Kiara bertambah berkali juta lipat. Namun, rasa kebahagiaannya berubah menjadi ketakutan saat gadis kecil itu melihat sang ayah yang melangkah mendekati mereka. Sontak Kiara bersembunyi di belakang tubuh Baskara.
"Selamat ulang tahun, anak Papa yang cantik."
Semua orang menoleh ke sumber suara dan terkejut saat melihat Rizky dengan berpakaian rapi dengan menggenggam sebuah tas bermotif lucu yang mungkin berisikan sebuah kado. Nayla mencoba untuk membujuk putrinya agar mau mendekati ayahnya. Namun, gadis kecil itu tetap tidak mau dan hampir menangis setiap Nayla menyuruhnya untuk menyalam sang ayah.
"Ayo Kiara sapa dulu Papanya, ayok Om temenin ya?" Baskara ikut membujuk gadis kecil itu.
Gadis kecil itu tetap tidak mau walaupun Baskara sudah membujuknya terus. Reaksi keluarga Nayla berubah kesal saat tahu kedatangan Rizky. Mereka kesal dengan keluarga lelaki itu yang sudah memfitnah keponakan mereka bahkan memfitnah Nayla sebagai wanita jalang.
Tidak lama kemudian, orang tua dan adik Rizky muncul dengan membawa kado. Mereka tersenyum dan menyapa keluarga besar Nayla, padahal mereka sudah tidak membalas sapaan dari keluarga mantan suami Nayla itu.
"Nayla, kamu undang mereka?" tanya salah satu saudara Nayla.
Dengan cepat wanita muda itu menggelengkan kepalanya. Dia bahkan tidak tahu mengapa mantan suaminya itu bisa mengetahui bahwa dia akan merayakan ulang tahun Kiara di restoran itu. Suasana mendadak menjadi tidak enak karena kedatangan keluarga Rizky.
Nayla sedikit bingung hendak melanjutkan acara ini atau tidak. Dia menyuruh Kiara untuk menyapa nenek dan kakeknya yang sudah datang. Kiara mau menyapa kedua orang tua Rizky, tapi tidak dengan sang ayah. Wanita muda itu terpaksa menyuruh mereka untuk bergabung untuk makan bersama.
"Nayla ... Baskara ... Kalian duduk saja di sini," ucap pakde Nayla. Kakak dari ayahnya.
Lelaki yang dia panggil dengan sebutan pakde itu menyuruh mereka berdua untuk duduk bersebelahan bersama. Melihat hal itu tentu saja membuat Rizky kesal dan kerasa cemburu. Bahkan putrinya terlihat sangat dekat dengan Baskara.
"Maaf ya Mas Baskara. Suasananya mendadak jadi ngga enak begini." Nayla tahu lelaki itu pasti merasa canggung sekali.
"Tidak apa-apa Nayla, santai saja." Baskara mencoba untuk tenang menghadapi situasi canggung seperti ini.
Lia mencoba untuk mendekati keponakannnya yang sekarang usianya sudah genap empat tahun itu. Kiara mengucapkan terima kasih karena Lia membawakan sebuah kado, tapi gadis kecil itu tidak ingin berada di dekat adik kandung dari ayahnya itu. Dia lebih memilih duduk bersama dengan Baskara.
Rizky mencoba untuk bersabar kali ini, dia ingin mendapatkan hati putri semata wayangnya kembali. Tapi tidak dengan Widya yang terlihat kesal karena cucu pertama mereka dekat dengan lelaki yang tidak memiliki hubungan darah dengan Kiara.
"Kiara sini sayang, ini Papa kamu. Jangan terlalu dekat sama orang asing," celetuk Widya yang membuat Jiya tersinggung.
"Ya walaupun orang asing tapi sayangnya tulus, kan?" Jiya tidak terima dengan ucapan wanita paruh baya itu.
Baskara mengisyaratkan agar sang adik tidak ikut campur dalam masalah internal keluarga Kiara. Adik kandung Baskara terdiam saat sang kakak melototinya.
"Nay? Bisa bicara sebentar?" Rizky mengajak mantan istrinya untuk berbicara empat mata menjauh dari keluarganya.
Nayla tampak ragu tapi akhirnya wanita muda itu mengikuti langkah kaki lelaki itu. Mereka menjauh berbicara di sudut restoran itu. Raut wajah Rizky terlihat sangat kesal, dia menatap tajam ke arah Nayla.
"Kamu apa-apaan sih, Nay? Kenapa ngga undang aku? Aku ini ayah kandung Kiara! Bukan lelaki itu, harusnya aku yang tiup lilin dengan Kiara!" Rizky mendengus kesal.
Naya hanya diam saat mantan suaminya marah, sebenarnya dia ingin mengundang ayah kandung Kiara itu hanya saja sang ibu terlanjur sudah mengundang Baskara. Dia hanya tidak ingin terjadi keributan seperti ini.
Wanita muda itu berpikir bahwa Rizky tidak akan tahu tentang acara ini. Namun ternyata, lelaki itu tahu mereka sedang merayakan pesta ulang tahun Kiara dari tetangga sebelah rumah orang tuanya.
"Ya sudahlah Mas, ngga enak sama Mas Baskara dan Jiya kalau begini. Mereka tamu juga, lagian dia sayang banget kok sama Kiara," sahut wanita muda itu.
Nayla berusaha memeberikan jawaban netral karena dia takut mantan suaminya yang tempramental itu akan mengamuk dan menghancurkan hari putri kecil mereka. Wanita muda juga meminta Rizky untuk mengontrol sang ibu agar tidak ada orang yang tersinggung dari ucapan yang keluar dari mulut wanita paruh baya itu.
Wanita yang memakai baju terusan di atas lutut itu kembali ke kursinya dan bergabung dengan keluarganya yang lain. Orang tua Nayla juga berusaha bersikap tenang agar tidak merusak suasana hati Kiara yang sudah sangat senang mendapatkan banyak kado.
Tepat pukul sembilan malam, keluarga besar Nayla satu per satu mulai berpamitan. Nayla melangkahkan kakinya menuju kasir, saat wanita itu hendak membayar tagihan makanan dan minuman pelayan restoran itu berkata bahwa semua tagihan sudah lunas di bayar.
"Sama siapa, Mbak?" tanya Nayla penasaran siapa yang sudah membayar lu mah tagihan restoran itu.
"Yang pakai kemeja biru itu, Bu," jawab pelayan kasir itu.
Nayla menghela napas berat. Kedua kakinya melangkah mendekati Baskara, mereka saling berbisik. Wanita muda itu ingin mengembalikan uang tagihan yang sudah di bayarkan oleh pengacara itu. Namun, Baskara enggan untuk memberikan struk restoran itu.
Melihat mantan istrinya berbisik dengan lelaki lain membuat Rizky semakin merasa cemburu dengan Baskara. Lelaki itu mendekati mantan istrinya dan mengajaknya untuk pulang bersama.
"Ayah bawa mobil kok, Mas. Terima kasih," sahut wanita yang mempunyai lesung pipit itu.
Baskara hanya terdiam saat mendengar penolakan yang di lakukan oleh mantan kliennya itu terhadap mantan suaminya. Lelaki bertubuh kekar itu bangkit berdiri dan membantu ayah Nayla untuk membawakan semua kado yang di dapatkan Kiara di acara ulang tahunnya.
"Tante Jiya, ayo kita pulang. Kiara mau naik mobil Tante," ucap gadis kecil yang cantik itu.
"Benarkah? Kalau begitu ayo, kita beritahu Mama dulu ya?" ucap Jiya seraya menggandeng tangan kecil milik Kiara.
Widya sangat kesal melihat cucunya lebih dekat dengan orang lain dari pada dengan keluarga ayahnya sendiri. Wanita paruh baya itu mendekati Nayla yang sedang berbicara dengan putra sulungnya.
"Nayla! Kamu gimana sih? Baru juga menjanda sudah dekat dengan orang lain. Kamu itu beneran menyelingkuhi anak saya ya?!" tanya Widya kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
tak habis² nya Widya cari masalah dengan Nayla..... pedulikan saja Nayla
2024-05-09
0