Saat melihat Dania berjalan sendiri, seseorang menariknya dengan kasar dan melirik kanan kiri lalu membawanya ke tempat sepi.
“Awwh !! “ ringis Dania.
Saat melihat siapa yang menariknya membuat wajah Dania menjadi lebih datar.
“Cepat lepaskan istriku ! “
“Lepaskan ? Maaf, tuan ! Istri anda terbukti bersalah untuk apa dibebaskan ! “ sinis Dania.
“Kamu !! “
“Apa ?! “ ucap Dania kesal. Bahkan ia tak lagi melihat siapa orang yang ia ajak bicara.
“DANIA !! “ teriak Gio saat melihat Dania berbicara dengan seseorang yang membelakanginya.
Dani yang mendengar suara iparnya bergegas berlari meninggalkan Dania yang menghela nafasnya lega.
“Dania, kamu disini ? Papa dan lainnya nyariin kamu loh.. “ ucap Gio lega.
“Maaf pa, “ sesal Dania.
“Ayo, kita ke mobil yang lainnya sudah menunggu di sana “ ucap Gio merangkul putri angkatnya itu.
Gio dan Nella berencana hari ini akan mendaftarkan Dania serta Rania untuk menjadi putri angkat mereka.
Sesampainya di parkiran, terlihat Nella yang tengah berdiri di samping pintu penumpang terlihat cemas membuat Dania berlari menghampiri Nella.
“Mama !! “
Mendengar suara Dania, Nell bergegas memeluk Dania dengan sayang.
“Kamu kemana saja ? Mama cemas saat tidak melihatmu bersama yang lain, “ ucap Nella memeluk tubuh Dania dengan erat.
“Maafin Dania, ma… “ ucap Dania membalas pelukan Nella dengan hangat.
Gio tersenyum melihat istrinya yang begitu menyayangi Dania dan Rania terlebih sebelum itu, saat Gaga dan Gares lahir, istrinya lah yang mengurus kedua keponakannya sedangkan ibu kandung mereka sedikitpun tak mengurus hanya mengurus apabila abangnya Gama ada disana. Itupun hanya sebentar membuat istrinya kelelahan menghadapi dua keponakan yang saat itu sangat rewel.
Kakak dan kakak iparnya selalu mengatakan “ itu untuk pancingan agar kau cepat hamil, “. Hal tersebut membuat istrinya mengiyakan walau lelah. Sedangkan gadis, saat itu sudah berumur 9 tahun sehingga Nella tak mengurusnya.
Namun, Gata tetap minta Nella untuk mengurus Gadis juga. Terlepas apapun itu, mereka akan menggunakan kata pancingan.
“Ayo, kita pulang ! “ ajak Gio membuat pelukan Dania dan Nella lepas. Ketiganya masuk ke dalam mobil.
Gio langsung melajukan mobilnya keluar dari parkiran rumah sakit. Sedangkan disisi lain, ada seorang yang menatap mereka tajam.
“Tidak akan kubiarkan kalian bahagia !! “
*
*
*
*
*
*
*
“CAYAAANGKUUUU !! BABANG LAVA DATANG NI !! “ teriak seorang bocah laki-laki memegang sepedanya.
Sepi tak ada sahutan dari orang dalam membuat Rava menyandarkan sepedanya di dinding rumah.
Dengan tangan gempalnya , Rava mengetuk rumah itu dengan keras.
TOK !! TOK !!
“LANIAAA, CAYANGNA ABANG LAVA !! KELUAL DULU YUK !!! “ teriak Rava lagi.
“ABANG BAWA GOLENGAN MAMA NA ABANG NI !! “ teriak Rava tak menyerah.
“Kemana Lania, apa om Gio lalang Lania kelual ya ? “ ucap Rava pelan. Bahkan wajah gembulnya sudah mengintip dari jendela untuk melihat orang di dalam.
“Hmmmm… “
Mendengar suara deheman, Rava membalikan tubuhnya.
“Eekheee !! Apa itu !! “ ujar Rava saat melihat Gio membawa sesuatu yang membuatnya geli.
“Sesuatu yang membuat anak sepertimu diam ! “ sahut Gio santai.
Tak lama disusul Nella dan lainnya dibelakang Gio. Rava yang melihat kedatangan Rania pun memperbaiki penampilannya dan rasa takutnya saat melihat sesuatu yang dibawa Gio.
“LANIAAAA, CAYANGKU ! TOLONG BILANG CAMA PAPA MELTUA, SINGKILKAN BENDA ITUUUU !! “ teriak Rava memohon.
“Balang apa ? “ tanya Rania.
Gaga yang kepo segera menghampiri omnya dan melihat barang apa yang membuat bocah dihadapannya geli.
“Apa itu om ? “ tanya Gaga polos.
Gio dengan jahilnya memperlihatkan seekor serangga yang paling ditakuti keponakannya itu.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!” teriak Gaga berlari tunggang langgang kearah Nella.
“BIBIIII NELLAAA !!! OM GIO NAKAL !!” teriaknya hampir menangis.
“Ada apa ?” tanya Nella pada suaminya itu. Sedangkan Rava ikut berlari menghampiri Rania namun, bajunya tersangkut sesuatu.
“AAAAAA PAPA MELTUAAAA TOLING LEPACIN !!!! LAVA GELI LIATNAAAAAA AAAAA !!” teriak Rava saat bajunya tersangkut.
“LEPACIN !! LEPACIN CAYA !!!” teriak Rava menangis kejer.
“PULANG !!” satu kata yang keluar dari seorang wanita paruh baya. Rava menoleh kebelakang dilihatnya sosok yang ia kenal.
“IIII MAMA, JANGAN GITU ! MALU LAVA DILIHAT CALON MENANTU NA MAMA !!” pekik Rava kesal.
“Menantu, menantu ! p1p1t masih dibungkus kamu udah nyari menantu ! “ ujar Mama Rosa menatap putra bungsunya itu.
“Iii mama nanti Lania diambil olang gimana ?! “ rengek Rava.
“Nggak !! Sekolah dulu yang bener, baru mikir menantu ! “ sahut Mama Rosa.
Lalu, mama Rosa menatap Rania yang juga menatap dirinya. “ Jangan mau sama Rava, mending kamu sama Raska anak pertama bibi saja, “
Mendengar ucapan mama Rosa membuat Rania tersenyum malu, ia memilin ujung baju Dania dengan gemas. Sedangkan Rava, ia memprotes perkataan mamanya.
“NDAA YAA, LANIA COCOK CAMA LAVA BUKAN CAMA BANGLAS !! “
“LANIA JANGAN DENGEL UCAPAN MAMA, NDA BENEL ITU !! “ teriak Rava panik.
“Sudahlah, ayo pulang ! Sebentar lagi, abang dan papamu pulang ! “ ajak Mama Rosa dan meminta sang putra mengambil sepedanya yang disandarkan di dinding rumah.
Setelah berpamitan dan meminta maaf, Mama Rosa membawa Rava pulang, namun Rava kembali berulah dan bergegas mendekati Rania. “ ini golenganna mama losa, di makan ya cayangku “ ucapnya cepat menyerahkan sekantong kecil gorengan.
“RAVAAAA !!! “ teriak Mama Rosa membuat Rava mengayuh sepedanya dengan cepat.
“JANGAN LUPA DIMAKAN YA CAYANGKU !!! “ teriak Rava setelah jauh.
Nella dan Dania tertawa berbeda dengan Gio ia membuat serangga itu dan mencuci kedua tangannya.
“Bawa sini gorengannya, kita makan disini ! “ ajak Gio pada Rania.
Mereka pun duduk di teras menikmati gorengan pemberian Rava. Rania diam-diam tersenyum mengingat ucapan mama Rosa.
“Lania tandai sampe besal hihi, “
...***...
Jangan lupa dukungannyaও
Follow instagram @coretandella_ akan upload au & visual tokoh novelꕥ
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments