Ibu belambut lumut

Saat tengah menyantap sebuah hidangan, suara familiar terdengar mengalun di telinga Rania. 

“Ibu Jeva… … “ sapa Dania. 

“Dania, Rika, Aldo kalian disini juga ? “ sapa Ibu Jevanka. 

“Iya bu, baru abis pesanin makanan buat mba Arita dan mba Sella “ ceplos Rika. 

Ridho memukul tangan Rika, “ Lu gimana sih ngadu ke bos ! “ bisiknya. 

“Biarin, lu diem makanya ! “ balas Rika berbisik. 

“Kenapa kalian yang belikan ? “ tanya Ibu Jevanka. 

“Mereka minta Dania yang belikan bu, padahal Dania kan karyawan baru ! “ sahut Rika. 

“Lu ngomong apa sih, Rik ! “ bisik Ridho. 

“Diem ! “ bisik Rika. 

Dania yang tidak tahu keberadaan adiknya pun hanya menyapa Nora yang tengah menatapnya. 

“Hai gadis cantik, “ sapa Dania. 

Mendengar suara familiar, Rania mendongak kepalanya lalu menatap Nora yang terlihat memberikan senyuman singkat kepada seseorang membuat Rania menoleh ke belakang. 

Saat melihat siapa orang yang di senyin Nora, Rania memekik girang. “Kak Dania !!! “ pekiknya. 

“Loh dek, kamu di sini ? “ tanya Dania kaget saat dirinya melihat sang adik yang tengah makan. 

“Kalian saling kenal ? “ tanya Ibu Jevanka begitu juga Ridho dan Rika pun saling pandang. 

“Eh, iya bu. Ini Rania adik kandung saya “ jawabnya sopan. 

“Oh jadi kalian kakak adik ya, “ ucap Ibu Jevanka paham. 

“Iiiii gemullnyaaa ! “ pekik Rika gemas menatap Rania yang sedang mengunyah makanan, kedua pipi gembulnya mengembung, bulu mata yang lentik menghiasi mata besarnya. 

“Kayak boneka ! “ pekik Ridho sama gemasnya dengan Rika. 

“Iya, Dan ! Lo punya adik nggak ngasih tau kita ! “ rajuk Rika dan menghampiri Rania yang baru selesai menghabiskan makanannya. 

“Halo nama kakak Rika, salam kenal adik manis ! “ ucapnya memperkenalkan diri kepada Rania sedangkan Nora mereka sudah kenal karena sering datang ke boutique flowers. 

“Sebental ya, Lania cuci tangan dulu ! “ ucapnya meminta izin untuk mencuci tangannya yang terkena sambal. 

“Nah, dah belsih ni ! Sini-sini salaman dulu kita ! “ ucap Rania setelah membersihkan tangannya. 

“Namanya Lania Layanja, panggil Lania saja ya kakak cantik ! “ seru Rania ramah terkesan sangat manis dimata Rika dan Ridho. 

“Nama abang ! Nama abang, Ridho ! “ seru Ridho semangat memperkenalkan diri membuat Rika mengomel kesal. 

“Oo abang Lido ! “ sahut Rania paham. 

“Ridho dek ! “ ucap Dania membenarkan pengucapan Rania. 

“Iya Abang Lido “ sahut Rania paham maksud dari sang kakak. Dania menghela nafasnya, sang adik memang masih belum bisa menyebut huruf R dan S dengan benar tapi adiknya tetap berusaha untuk membenarkan ucapannya. 

“Sudah makannya ? “ tanya Ibu Jevanka kepada dua bocah gembul. 

“Cudah !! “ teriak keduanya heboh.

Setelah membayar bill, mereka pun pergi ke boutique flowers. Rania yang awalnya ingin pulang dan menemani sang kakek membuka sembako pun tidak jadi lantaran Nora masih ingin bermain dengan Rania. 

Sepanjang perjalanan ke toko, hanya suara Rania dan Nora yang berisik keduanya saling berargumen menatap beberapa jajanan yang ada di pinggir jalan. 

“Jajanannya enak nda ya ? “ tanya Rania penasaran. 

“Nda enak ! “ jawab Nora. 

“Kok kamu bilang nda enak ? Nda boleh kayak gitu ! “ tegur Rania. 

“Nda enak kan belum pelnah lasana, emang citu bilang enak udah pelnah melasakanna ? “ tanya Nora kesal. 

“Tapi sama aja, nda boleh nomong nda ena nanti kualat ! “ tegur Rania. 

“cetelah citulah ! Capek adu mulut nda jelas gala makanan ! “ sahut Nora dan memilih untuk memejamkan kedua matanya. 

Kini mereka telah sampai di botique flowers, Rania yang pertama kali datang ketempat tersebut dibuat kagum dengan keindahan bunga-bunga yang terpajang di dalam ruang kaca. 

“UWAAAA INDAHNAAA ! MACAM TAMAN LAH ! “ pekik Rania heboh, Nora menutup wajah Rania dengan telapak tangan gemuknya. 

“Jangan nolak ! “ ucap Nora kesal. 

“Benel bagus kok ini Nola ! Lania balu peltama kali liat bunga walna walni ! “ ucapnya menyingkirkan kedua tangan gemuk Nora. 

Kedua bocah tersebut masih menggendong tas ransel, terkesan sangat gemas dengan seragam yang sedikit berantakan berwarna putih hijau muda. 

Sedangkan, Dania dan lainnya sudah kembali bekerja setelah memberikan pesanan makanan milik senior Dania. Ibu Jevanka ia memilih untuk masuk ke dalam ruangannya, merek melupakan dua bocah gemuk yang berjalan mandiri memasuki ruang kaca. 

Keduanya tampak berjalan mengitari tumpukan pot yang tersusun rapi. 

“NOLA ! NOLA ! COBA LIAT INI !! BUNGANA KELEN SEKALI !!“ teriak Rania yang berada di sudut kaca. 

“APA LANIA !! KAU DIMANA !!!“ teriak Nora berlari menyusul Rania. 

“DICUDUT  CINI !!” teriak Rania yang sudah heboh disudut ruangan.

“SEBENTAL AKU CUCUL KAMU KE CANA !! “ balas Nora teriak.

Namun, karena tidak berhati-hati Nora tersandung kakinya sendiri sehingga ia menjatuhkan salah satu pot yang akan dikirim hari itu juga. 

PRANKKKKKKK !!! pecahan pot bunga terdengar sampai keluar ruang kaca membuat beberapa karyawan berdatangan termasuk Dania dan Rika. 

“ADA APA INI !! “ teriak Atria panik dengan tangan yang masih memegang sendok. 

Semua karyawan menatap ke arah dua bocah yang berada di dalam ruang kaca, Rania yang berlari panik segera membantu Nora untuk bangun sedangkan Nora sudah meneteskan air matanya menatap dirinya jatuh merayap seperti cicak di lantai. 

“Raniaaaa !! “ panggil Dania khawatir saat melihat adiknya dan Nora pelaku pemecahan pot bunga. 

“Kalian nggak apa-apa ? “ tanya Dania khawatir, ia membantu Rania menolong Nora sedangkan Rika ia membersihkan pecahan pot. 

“Ayo minggir dulu, “ ujar Dania membawa Nora dan Rania ke tempat yang aman. 

“Jangan nangis, nggak apa-apa ! “ bujuk Dania kepada Nora yang terlihat menangis. 

“Potna pecah hiks ! Abis Nola dimalahi nenek lampil ! “ ucap Nora yang mana membuat dania kebingungan. 

Baru saja diomongin, orang yang dikatai lampir oleh Nora sudah muncul dengan surah besarnya. 

“SIAPA YANG MECAHIN POT BUNGA INI !! INI SUDAH DIPESANKAN ORANG LOH !  SUDAH LUNAS PEMBAYARANNYA ! MASA PECAH ! SIAPA YANG MAU GANTI KERUGIANNYA ! “ teriaknya menggema. Kedua mata besarnya menatap tajam Nora dan Rania. 

Rania yang melihat tatapan tajam itu bukannya takut tapi ia membuat Atria keemosian. 

“NDA UCAH MOTOT -MOTOT KITA ! KITA NDA CENGAJA ! “ pekik Rania tak suka. 

“OOO JADI BENAR KALIAN BERDUA PELAKUNYA ! “

“NDA HALUS DIULANG LAGI LAH, YANG BADANNA KOTOL DICINI CIAPA ? “ tanya Rania kesal. 

“Kalian berdua ! “ ucap Atria tajam. 

“NAH CITU DAH TAU NDA UCAH NANYA LAGI ! “ sarkas Rania kesal. Namun, tetap saja ditegur oleh Dania ia tidak ingin adiknya berlaku tak sopan dengan orang tua. 

“KAUUUU !!! “

“APA ! MAU BILANG LANIA NDA COPAN ? HEH ! IBU-IBU BELAMBUT LUMUT, LANIA KASIH TAU YA ! LANIA NDA CENGAJA JATUHIN POTNA, KALO MAU NYALAHIN, CALAHIN KAKINA LANIA YANG BELADU ! “ pekik Rania kesal. 

“Lania, nda salah ! yang salah Nola ! “ cicitnya takut dan sesenggukan. 

“Maaf mba, anak-anak nggak sengaja. Nanti biar Dania yang perbaiki ! “ jawabnya menengahi pertengkaran seniornya dengan adiknya. 

“HARUS ITU ! “ bentaknya. 

Rania tak terima kakaknya dibentak pun kembali menyerang Atria. “JANGAN BENTAK KAKAKNA LANIA IBU BELAMBUT LUMUT !! "

“APA KATAMU LUMUT !!! “ teriaknya tak terima dipanggil ibu berambut lumut. 

“CETELAH MULUTNA LANIA !! “

Terpopuler

Comments

sendy kiki

sendy kiki

akhirnya biar silahturahmi kita sambung kasih bunga 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 rajin up Kaka cantik biar semangat baca dan kasih hadiah y.mohon di dengar dan di simak

2024-02-18

1

Greenindya

Greenindya

rajin upnya thor

2024-02-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!