Kepergian kakek Rangga (2)

“Bapak curiga ini ulah anaknya sendiri, siapa lagi kan yang punya niat seperti itu, “ ucap Pak RT. 

Dania terdiam mendengar ucapan Pak RT yang menurutnya bisa jadi ulah ketiga orang itu. 

“Maaf pak, kami dari kepolisian ingin meminta penjelasan terkait meninggalnya bapak Rangga, “ ucap komandan polisi. 

“Oh, baik pak ! “. jawabnya tegas. 

“ Begini pak, salah satu dari warga sini mendengar suara gaduh di dalam rumah kakek Rangga, kemudian memanggil saya dan kami datang beramai ke rumah beliau. Setelah itu saat kami panggil nak Dania pintu terkunci dan tidak ada kedatangan Dania maupun Rania untuk membukakan kami pintu. Kemudian, warga yang mendengar suara gaduh itu mengintip di sela gorden ia melihat sepasang kaki terus kami mencoba lewat belakang rumah ternyata disana pintu belakang sudah terbuka lebar sehingga kami pun langsung masuk dan tiba dikamar beliau sudah berlumuran darah, “ jelas Pak RT. 

“Baik, kami akan memeriksa TKP hari ini dan kita akan mengotopsi jenazah terlebih dahulu sebelum dimakamkan, “ ucap komandan polisi. 

Pak RT mengangguk, berharap pelakunya cepat ditemukan. 

Beberapa jam setelah otopsi, jenazah kakek Rangga segera dimakamkan. Komandan polisi dan anak buahnya meninggalkan tempat pemakaman dan akan datang setelah hasil otopsi keluar. 

“Semoga pelakunya segera ditemukan ya pak, “ ucap Pak RT bersalaman dengan komandan. 

“Iya pak, kami akan segera menemukan pelaku pembunuhan kakek anda ! “ jawab komandan tegas. 

Tak lama setelah kepergian polisi, anak-anak kakek Rangga datang melayat membuat semua orang disana menatap bingung bahkan dari mereka tidak ada yang ingat untuk mengabari anak-anak dari kakek Rangga. 

“Bapakkkk !! “ teriak si bungsu menangis histeris memanggil sang bapak. 

“Bapakkkk, niat adek  membahagiakan bapak belum kesampaian, kenapa bapak secepat itu pergi ninggalin adek. Maaf adek jarang temui bapak !! “ teriaknya histeris. 

Dania yang mendengar ucapan anak bungsu kakek Rangga sedikit aneh, bahkan dari mereka berenam hanya si bungsu yang terlihat kehilangan sedangkan kelimanya hanya menetes air mata, bahkan terlihat seperti dibuat-buat. Namun, ada satu hal yang membuat Dania heran, salah satu dari ketiga wanita itu hanya satu wanita yang terlihat takut dan gelisah. 

Bahkan dengan langkah gugup dan takut ia menghampiri anak bungsu kakek Rangga. 

“Citu siapana kakek Lania ? “ tanya Rania terisak, bahkan gadis kecil itu enggan bergeser memberi ruang kedua beda kelamin. 

“Dia…  bapakku, “ jawab laki-laki itu. 

“Nda ucah bohong, dicini kubulanna banyak. Citu salah olang kali ! Anakna kakek Langga mana pelnah datang kelumah jengukin kakek ! “ sentak Rania tak percaya. 

“Aku udah lama nggak jenguk bapak, karena pekerjaanku yang menuntut aku harus keluar kota.. Tapi istriku sering kok jengukin bapak, iyakan yang ? “ ucap si bungsu kepada istrinya Nella.

“Ii—iya kok yang sering aku jengukin bapak, “ jawab Nella gugup. 

“Percayakan, istriku sering jengukin bapak “ ucapnya pada Rania.

Rania yang tahu jika istri pria itu berbohong pun berdecak kesal. “Citu tau nda istlina bohong ?”

“Bohong kenapa ? “ tanya pria itu bingung. 

“Aku setiap bulan memberikan istriku uang dan sebagian gajiku aku minta istriku memberikannya kepada bapak. Mana mungkin istriku bohong, “ elaknya masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan anak kecil yang berada disampingnya. 

“Bener kok aku kasih ke bapak uangnya, “ jawab Nella gugup. 

Rania tetap tidak percaya dan tetap berusaha mengatakan bahwa mereka tidak pernah melihat anak-anak kakek datang menjenguk. 

“NDAAA !! BOHONG ITU BOHONG ! TANTE NDA BOLEH BOHONG, BOHONG ITU DOSANYA BESAL ! TANTE MAU DI DOLONG KE NELAKA ? “ ancam Rania kesal kepada Nella yang tega berbohong kepada suaminya. 

Sontak Nella menggeleng, wajahnya terlihat takut dan gelisah bahkan ia meremaskan kedua tangannya kuat. 

“Kalo nda mau didolong kenelaka, jujul cama cuaminya citu ! Bilang nda pelnah jenguk kakek apalagi kacih uang sepeselpun ! “ ucap Rania melotot ke arah Nella. 

Gio suami Nella anak bungsu kakek Rangga sontak meragukan istrinya itu. “ Apa itu benar sayang ? “ tanya Gio ragu. 

Nella masih saja terdiam, bahkan Gata dan Resti tampak tak suka melihat Nella yang memperlihatkan ketakutannya, keduanya takut jika Nella membongkar kejahatan mereka. Terlebih, suami baru Gata yang juga sama takutnya kejahatan mereka terbongkar kecuali anak pertama kakek Rangga tak terlihat sedikitpun bergerak untuk duduk di dekat kuburan bapaknya. 

Gama  pria yang cuek, dingin dan datar, tak ada raut senyuman ataupun kesedihan di wajah tampannya bahkan terlihat sangat dingin dengan Resti yang selalu menempel dengannya meski begitu tak ada yang tahu isi hati seorang Gama. 

“Kenapa diam ? “ tanya Gio pada Nella. 

“Diam belalti benel ! Olang diam pita cualanya diangkat bial selamana nda bisa ngomong ! “ sindir Rania kesal. 

“Adekkk jangan gitu ! “ tegur Dania. 

“Ditanya diam, gimana olang mau tau jawabanna ! “ cicit Rania. 

“Maaf… . “ jawaban itu yang keluar dari mulut Nella. 

“Maaf tante nda bica buat kakek Lania hidup lagi ! “ teriak Rania kesal bahkan tangisan Rania kembali terdengar membuat Pak RT menggendong Rania dan menenangkan bocah gendut itu. 

“Gio, Nella ayo kita pulang ! “ Ajak Gata kesal. 

Kesal karena takut Nella buka mulut, Gata akhirnya memilih mengajak mereka pulang. 

“Aku masih mau disini mba !! “ sentak Gio saat Gata menarik tangannya. 

“Kalian kalau mau pulang, pulang saja ! Aku disini sendiri juga gapapa !!” teriak Gio marah bahkan dirinya masih sesenggukan menangis. 

Nella bingung ingin tetap disamping suaminya atau ikut pulang dengan iparnya. 

“Kamu pulang saja, aku akan disini nemenin bapakku ! “

Entah itu pengusiran atau perintah, namun Nella tetap diam disampingnya. “Aku disini saja, nemenin kamu “ cicitnya. 

Gata yang kesal dengan kasar menarik Gio untuk pulang. “Tante licik kalo mau pulang ya pulang aja ! Nda dengel kata om na dia mau di cini ! Telinga na tante macih belpungcikan ? kalo nda belpungci lagi silahkan ke doktel atau mau Lania cembuhin pake obeng sama tang ? “ sindir Rania. 

“Eh, bocah s14l4n ! Siapa kau ngatur gue!! “ teriak Gata. 

“Anak tilina citu ! “ sarkas Rania yang mana membuat orang-orang disana menahan tawa. Dania hampir saja tersedak air matanya saat mendengar sarkasan sang adik. Tapi memang kenyataannya Gata adalah ibu tiri mereka yang tak diketahui oleh orang-orang termasuk mendiang kakek Rangga. 

“Gue nggak punya anak modelan situ ! Tahunya numpang di rumah bapak gue !! “ hina Gata. 

“Dalipada citu, nda pelnah jenguk kakek tiba-tiba kelumah nyalina walican ! Citu kila, kakekna Lania banyak halta kok citu gila halta ?!! “ sarkas Rania membuat Gata mati kutu. 

Gama yang sedikit mengerti apa yang diucapkan Rania, menatap adik perempuannya membuat Gata menggeleng ribut. “ bo–bohong dia bang ?! “  elak Gata. 

“Eh, bocah jangan asal nuduh ya !! “ teriaknya marah. 

“Lania nda nuduh kok, citu kalo melasa ya melasa saja jangan nuduh balik Lania !! “ balas Rania membuat Gata semakin mati kutu. 

“Masssss…  bantuinnnn “ rengek Gata manja kepada suaminya. 

“ TAU APA KAMU ! KAMU HANYA ANAK KECIL, JANGAN KURANG AJAR SAMA ORANG TUA!! KAMU NGGAK DIAJARIN ORANG TUAMU SOPAN SANTUN APA HAA!!! D4S4R B1N4T4NG S4MP4H !!!“ bentak Dani yang mana membuat Dania langsung membalas bentakan Dani. 

“BUNDA KAMI SELALU MENGAJARKAN KAMI UNTUK SOPAN KEPADA ORANG YANG LEBIH TUA ! KECUALI ANDA BAPAK DANI TERHORMAT !! APA ANDA PERNAH MENGAJARKAN KAMI UNTUK SOPAN TERHADAP ORANG TUA ?  TIDAK, MAKA KATA B1N4T4NG ITU PATUT DIBERIKAN KEPADA ANDA TUAN !! “ teriak Dania marah saat adiknya di katai b1n4t4ng oleh ayah kandung mereka. 

Pak RT dan warga lainnya terkejut saat Dania membalas perkataan Dani suami dari Gata anak mendiang kakek Rangga bahkan Gama ikut terkejut dengan ucapan Dania sosok gadis yang menemani bapaknya semasa hidup. 

Dani yang mendengar bantahan Dania mendadak ketar-ketir, takut ketahuan ia pun menetralisasikan keadaan membawa istrinya pergi dari sana untuk menyelamatkan harga dirinya. 

“Apa hubungannya gadis ini dengan Dani… “ ucapnya dalam hati. 

Terpopuler

Comments

sendy kiki

sendy kiki

crazy up

2024-02-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!